Kenali 6 Kesalahan Belanja Bahan Makanan yang Menguras Dompet Anda

Belanja produk makanan dengan harga lebih mahal sebenarnya tidak selalu menjadi keputusan yang keliru.

Diterbitkan 08 Oktober 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kesalahan belanja bahan makanan kerap dilakukan tanpa disadari dan dapat membuat pengeluaran di supermarket lebih besar dari anggaran. Membeli produk dengan harga lebih mahal sebenarnya tidak selalu menjadi keputusan yang keliru.

Kualitas, kenyamanan, merek favorit, serta keinginan mencoba produk tertentu bisa menjadi alasan seseorang memilih barang dengan harga lebih tinggi. Kenaikan harga bahan makanan juga menjadi faktor yang sulit dihindari konsumen.

Ketika harga kebutuhan sehari-hari meningkat, biaya yang dikeluarkan untuk membeli produk yang sama otomatis dapat bertambah. Kondisi tersebut berbeda dengan pengeluaran yang muncul akibat kebiasaan belanja yang kurang tepat.

Melansir The Seattle Times, Jumat, 2 Oktober 2026, sejumlah ahli mengungkap berbagai kebiasaan yang dapat membuat konsumen mengeluarkan uang lebih banyak saat berbelanja bahan makanan. Kesalahan tersebut bisa terjadi sejak sebelum memilih produk hingga ketika mengambil keputusan di dalam supermarket.

Menghemat pengeluaran tidak selalu berarti harus mengurangi jumlah bahan makanan yang dibeli. Konsumen dapat mulai memperhatikan cara memilih produk, membandingkan pilihan yang tersedia, serta menghindari keputusan spontan yang tidak diperlukan.

Kebiasaan sederhana tersebut berpotensi membantu mengontrol anggaran belanja secara lebih konsisten. Menurut Eat This, terdapat enam kesalahan belanja bahan makanan yang dapat menguras kantong tanpa disadari. Kebiasaan tersebut perlu dikenali agar pengeluaran untuk kebutuhan dapur tetap sesuai dengan anggaran yang telah disiapkan.

1. Belanja Tanpa Rencana

Clay Cary, Senior Trends Analyst sekaligus Finance Expert di CouponFollow, menyebut kebiasaan belanja tanpa rencana dapat membuat konsumen mengambil lebih banyak barang dari yang dibutuhkan. Kondisi ini terjadi ketika seseorang datang ke supermarket hanya dengan gambaran umum mengenai produk yang ingin dibeli.

Salah satu cara mengatasinya adalah menerapkan aturan 5-4-3-2-1. Polanya mencakup lima jenis sayuran, empat buah, tiga sumber protein, dua jenis biji-bijian atau serealia, serta satu makanan untuk dinikmati. Cara tersebut membantu menjaga komposisi belanja sekaligus membatasi pembelian impulsif.

2. Membeli Barang saat Diskon

Produk dengan harga promo juga bisa menjadi jebakan jika dibeli tanpa mempertimbangkan kebutuhan. Clay mengingatkan, makanan yang tidak sempat dikonsumsi sebelum kedaluwarsa pada akhirnya hanya menjadi pemborosan. Untuk menghindarinya, tentukan menu terlebih dahulu, kemudian manfaatkan diskon untuk membeli bahan yang memang diperlukan.

3. Terlalu Mengikuti Tren Belanja

Kesalahan berikutnya adalah terlalu mengikuti tren dalam berbelanja bahan makanan. Layanan pesan antar, makanan siap santap, hingga kebiasaan quick shop memang praktis, tetapi frekuensi penggunaan yang terlalu sering dapat membuat biaya kecil menumpuk.

Clay Cary menyarankan konsumen memadukan cara belanja konvensional dengan teknologi. Daftar belanja tetap dapat digunakan untuk mengontrol kebutuhan, sementara kupon digital dan fitur pemantau harga membantu mendapatkan penawaran yang lebih hemat.

4. Membeli dalam Jumlah Besar Tanpa Strategi

Membeli produk dalam kemasan besar belum tentu selalu lebih ekonomis. Marissa Stevens dari Pinch and Swirl menyarankan konsumen membandingkan harga per satuan sebelum menentukan pilihan.

Produk seperti keju Parmesan, mentega, atau tomat kalengan dapat dibeli dalam jumlah besar jika harganya lebih murah dan memang rutin digunakan. Sebaliknya, membeli barang hanya karena sedang diskon berisiko membuat pengeluaran meningkat tanpa manfaat yang sepadan.

5. Belanja Tanpa Membawa Daftar

Membawa daftar belanja dapat membantu mencegah pembelian barang yang tidak diperlukan. Marissa Stevens menyarankan daftar tersebut disusun berdasarkan kategori, seperti sayuran dan buah, daging dan makanan laut, serta produk susu agar lebih mudah digunakan saat berbelanja.

Periksa pula persediaan bahan makanan di rumah sebelum pergi ke supermarket. Langkah ini dapat menghindarkan pembelian produk yang sebenarnya masih tersedia.

6. Mengabaikan Merek Toko

Memilih store brand dapat menjadi alternatif untuk menghemat biaya belanja. Sejumlah produk bermerek toko menawarkan harga lebih rendah dengan kualitas yang tidak jauh berbeda dari merek terkenal. Stevens menyebut tomat kalengan, kacang kering, kaldu, dan minyak zaitun sebagai beberapa bahan yang dapat dipertimbangkan.

Pilihan tersebut tidak harus diterapkan pada seluruh kebutuhan dapur. Produk seperti susu, cokelat, atau bahan yang sangat menentukan cita rasa masakan tetap dapat menggunakan merek yang sudah dikenal.