Liputan6.com, Jakarta - Ongol-ongol merupakan salah satu jajanan tradisional yang punya tekstur kenyal dan lembut. Kali ini, adonan ongol-ongol dibuat lebih menarik dengan tambahan labu kuning yang memberikan warna alami sekaligus rasa manis yang khas.
Resep ongol-ongol tapioka labu kuning ini cukup mudah dibuat di rumah. Bahan-bahannya sederhana dan tidak membutuhkan banyak peralatan khusus. Labu kuning cukup dikukus hingga empuk, lalu dihaluskan sebelum dicampurkan ke dalam adonan.
Setelah matang, ongol-ongol bisa dipotong sesuai selera dan disajikan dengan taburan kelapa parut. Perpaduan tekstur kenyal, rasa manis labu, dan gurihnya kelapa membuat jajanan ini cocok untuk teman minum teh atau camilan keluarga. Berikut resepnya Liputan6.com ulas, Senin (28/9/2026)
Advertisement
Bahan-bahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359595/original/093915100_1790565252-Gemini_Generated_Image_216sr2216sr2216s.jpg)
250 gram labu kuning, kupas dan potong-potong
150 gram tepung tapioka
100 gram gula pasir
200 ml santan
1/2 sendok teh garam
1 lembar daun pandan
100 gram kelapa parut
1/4 sendok teh garam untuk kelapa
Advertisement
Cara Membuat Ongol-ongol Tapioka Labu Kuning
1. Kukus labu kuning hingga benar-benar empuk, kemudian haluskan sampai lembut.
2. Campurkan labu kuning halus dengan gula pasir, santan, dan garam. Aduk hingga rata.
3. Masukkan tepung tapioka sedikit demi sedikit sambil terus diaduk sampai tidak ada bagian yang menggumpal.
4. Tuangkan adonan ke dalam loyang yang sudah diolesi sedikit minyak. Ratakan permukaannya.
5. Kukus adonan selama sekitar 25–35 menit hingga matang dan teksturnya menjadi kenyal.
6. Sementara itu, campurkan kelapa parut dengan sedikit garam. Kukus selama sekitar 10 menit agar lebih tahan lama.
7. Angkat ongol-ongol dan biarkan hingga agak dingin supaya teksturnya lebih set dan mudah dipotong.
8. Potong ongol-ongol sesuai selera, lalu gulingkan pada kelapa parut hingga seluruh permukaannya terbalut.
9. Ongol-ongol tapioka labu kuning siap disajikan.
Tips agar Ongol-ongol Kenyal dan Tidak Mudah Hancur
Gunakan labu kuning yang sudah matang dan tidak terlalu berair agar adonan tidak menjadi terlalu lembek. Tepung tapioka juga sebaiknya dimasukkan secara bertahap sambil diaduk hingga benar-benar tercampur.
Jangan langsung memotong ongol-ongol ketika masih panas karena teksturnya belum set. Tunggu hingga dingin atau hangat agar potongannya lebih rapi dan tidak mudah hancur.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Resep Ongol-ongol Tapioka Labu Kuning
1. Apakah labu kuning harus dikukus terlebih dahulu?
Ya. Labu kuning sebaiknya dikukus sampai empuk agar mudah dihaluskan dan tercampur rata dengan bahan lainnya.
2. Apakah santan bisa diganti dengan susu?
Bisa, tetapi rasanya akan berbeda. Santan memberikan cita rasa gurih yang lebih khas pada ongol-ongol.
3. Mengapa ongol-ongol labu kuning terlalu lembek?
Kemungkinan kandungan air pada labu terlalu tinggi atau adonan belum dikukus sampai matang sempurna. Pastikan labu tidak terlalu berair dan kukus hingga bagian tengah benar-benar set.
4. Berapa lama ongol-ongol bisa disimpan?
Ongol-ongol yang sudah diberi kelapa parut sebaiknya segera dikonsumsi. Jika disimpan dalam wadah tertutup di kulkas, teksturnya dapat bertahan sekitar 1–2 hari.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354030/original/018131800_1789992594-cek_fakta_KM_Virgo_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7368499/original/067001900_1780149167-Jepretan_Layar_2026-05-27_pukul_20.44.42.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306704/original/080618800_1754448434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__43_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359594/original/079645000_1790565252-Gemini_Generated_Image_ant5usant5usant5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359615/original/020686600_1790567286-38a7f744-b8a9-4d6a-b018-15f18ead64f0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359596/original/013653700_1790565667-Gemini_Generated_Image_saxwmpsaxwmpsaxw.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4833283/original/080840900_1715828974-Ilustrasi_wisuda__kelulusan_sekolah.jpg)