Indomie Goreng Cabe Ijo Perbarui Resep, Lebih Pedas dan Gurih

Indomie Goreng Cabe Ijo dipastikan menggunakan cabai hijau asli sebagai bahan bakunya.

Diterbitkan 11 Juni 2026, 10:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu varian andalan Indomie, Indomie Goreng Cabe Ijo, merilis produk dengan resep baru. Dalam peluncuran kembali yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026, produsen jenama mi instan Indonesia, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, bahkan meluncurkan varian itu dalam dua jenis kemasan, original dan jumbo.

"Kita dengarkan suara hati konsumen Indonesia dan juga Indomie Lovers. Dengan comeback Indomie Cabe Ijo ini, rasanya lebih pedas, lebih gurih. Kalau kita bilang sih jadi lebih bernyali ya," kata Cherie Anisa Nuraini, Senior Brand Manager Indomie, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

Cherie menyatakan bahwa cabai hijau yang dipakai adalah asli, bukan sintetis. Penyediaan dua ukuran produk juga untuk menjawab keinginan konsumen yang merasa 'makan satu bungkus kurang, tetapi dua bungkus kebanyakan'. Indomie Goreng Cabe Ijo original dikemas berukuran 82 gram, sementara kemasan jumbo berukuran 120 gram.

"Selera konsumen tuh sekarang lebih sophisticated, barangkali. Nah, kita jawab kerinduannya dengan rasa yang lebih bernyali. Jadi pedesnya, gurihnya, semuanya dibikin jadi lebih bisa menjawab kerinduan Indomie Lovers di Indonesia," sambung dia.

Cabe ijo kembali dipilih untuk menonjolkan kekayaan rasa Indonesia dengan bahan baku yang ada. Seluruh produk diproduksi sesuai standar keamanan pangan yang telah ditentukan oleh BPOM, memenuhi Codex Standard for Instant Noodles, dan bersertifikat SNI dan Halal.

"Cabe ijo menawarkan karakter rasa yang segar, gurih, dan kaya aroma, menjadikannya elemen penting dalam berbagai hidangan tradisional dan masakan rumahan di berbagai daerah Indonesia," sambung Cherrie.

Bisa Dikreasikan untuk Beragam Menu

Chef, kreator konten, sekaligus konsultan F&B, Ade Koerniawan menerangkan bahwa cabe ijo memiliki keunikan rasa dibandingkan jenis cabe lainnya. Rasanya tidak terlalu pedas, tidak terlalu mendominasi, tapi memberikan aroma segar berkat karakter lemonish-nya.

"Jadi basically, cabai hijau itu enggak selalu serta-merta menjadi main character. Kadang, dia pun bisa menjadi side character yang asyik," kata Ade.

Rasa pedas yang dihasilkan cabai hijau pada akhirnya bisa melengkapi rasa secara keseluruhan, terasa imbang saat dipadukan dengan bahan-bahan lainnya. "Anak muda sekarang tuh kayaknya selalu mencari keseruan atau pengalaman kuliner yang baru. Jadi, mereka mencari satu pengalaman rasa yang ada kick-nya, tapi rasanya harus balance. Harus bisa dinikmati," imbuh Ade.

 

Terbuka dengan Inovasi Rasa

Berbekal pemahaman akan selera pasar, resep baru Indomie Goreng Cabe Ijo dirancang untuk memenuhi keseimbangan rasa yang diharapkan. Bahkan, konsumen bisa berkreasi menciptakan menu baru menggunakan varian tersebut.

"Bisa dijadikan martabak telur, dicampur lagi dengan cabai hijau, jadi pedasnya lebih nendang, atau bisa dikreasikan menggunakan protein lain. Menggunakan Indomie Goreng Cabe Ijo sebagai karbohidrat dan ditambahkan protein serta sayuran tambahan," imbuhnya.

Cherrie memastikan varian tersebut sudah didistribusikan merata di Indonesia. Dengan begitu, konsumen lebih mudah mendapatkan produk tanpa harus repot memesan lebih dulu (PO) ke area yang menyediakan Indomie Goreng Cabe Ijo. Pihaknya juga memastikan akan menampung lebih banyak masukan terkait inovasi rasa lain dari mi instan agar bisa memenuhi ekspektasi konsumen.