Tips Menanam Bunga Melati agar Rajin Berbunga dan Wangi Sepanjang Hari

Bunga melati punya berbagai manfaat, mulai dari dekorasi sampai benefit kesehatan.

Diterbitkan 08 April 2026, 05:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bunga melati alias Jasminum sambac merupakan salah satu tanaman yang tak lekang waktu dan memiliki tempat istimewa dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Tak heran banyak orang memilih menanamnya di rumah.

Selain perawatannya yang relatif mudah, melati juga menghadirkan keindahan sekaligus keharuman alami yang menenangkan. Sebagai salah satu puspa bangsa, melati dikenal luas karena bentuk bunganya yang mungil, warna putihnya yang bersih, serta aromanya yang khas.

Lebih dari sekadar tanaman hias, bunga ini juga sarat makna—melambangkan kesucian, keindahan budi, dan kesederhanaan. Melansir laman Universitas Medan Area, 2 April 2026, melati juga menyimpan beragam manfaat.

Bunga ini kerap digunakan sebagai bunga tabur, penghias rangkaian, serta bahan baku dalam industri parfum, kosmetik, dan farmasi. Selain itu, melati juga sering dijadikan campuran teh untuk memberikan aroma wangi yang alami.

Kandungan senyawa kimia seperti indole, linalool, benzyl alcohol, benzyl acetate, dan jasmon membuat melati berpotensi dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, misalnya untuk membantu meredakan demam, sakit kepala, serta sesak napas.

Kabar baiknya, melati termasuk tanaman yang relatif mudah ditanam dan dirawat. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik, baik di dalam pot maupun langsung di halaman rumah, selama kebutuhan dasarnya terpenuhi.

Demi melati tumbuh subur dan berbunga optimal, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, mulai dari pemilihan bibit dan media tanam, proses penanaman dan penyiraman, hingga pemupukan, pemangkasan, serta perawatan rutin lainnya.

Siapkan Bibit dan Media Tanam yang Tepat

Bibit bunga melati dapat diperoleh melalui stek batang, stek daun, atau biji, tapi stek batang menjadi cara paling praktis dan cepat, terutama bagi pemula. Pilih batang yang sehat, lalu potong sepanjang 10–15 cm dengan 3–4 ruas.

Lakukan pemotongan secara miring agar penyerapan air lebih optimal, kemudian buang daun di bagian bawah untuk mencegah pembusukan. Rendam ujung batang selama 1–2 hari hingga mulai berakar, lalu tanam pada media yang telah disiapkan.

Melati membutuhkan media tanam yang gembur, subur, dan memiliki drainase baik. Campurkan tanah dengan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 3:1.

Tambahkan pasir atau sekam dengan perbandingan 1:1 agar media tidak terlalu padat dan air mudah mengalir. Setelah itu, isi pot atau lubang tanam, lalu buat lubang sesuai ukuran bibit sebelum penanaman.

Teknik Penanaman, Penyiraman, hingga Pemupukan

Tanam bibit melati di pot atau lubang yang sudah disiapkan. Masukkan bibit, tutup dengan media tanam hingga rata, lalu tekan perlahan agar tanaman berdiri kokoh.

Setelah itu, siram secukupnya hingga tanah lembap. Lakukan penyiraman rutin 2–3 kali seminggu, menyesuaikan cuaca dan jenis media tanam. Pastikan tanah tetap lembap, tapi tidak becek agar akar tidak membusuk.

Siram tanaman pada pagi atau sore hari menggunakan air bersih. Hindari menyiram saat siang karena panas matahari dapat membuat tanaman layu atau stres.

Pemupukan melati dilakukan setiap 1–2 bulan menggunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang untuk menjaga kesuburan tanah dan kesehatan tanaman. Berikan pupuk dengan menaburkan di sekitar pangkal atau menyiramkan pupuk cair sesuai dosis.

Selain itu, lakukan pemangkasan tiap 3–4 bulan dengan gunting bersih untuk merangsang tunas baru, menjaga bentuk, dan membuang bagian yang tua atau rusak.

Perawatan Harian dan Teknik Pemanenan Melati

Perawatan melati dilakukan dengan menjaga kebersihan tanaman dari debu, kotoran, dan serangga. Cukup semprot air atau lap daun dengan kain lembut secara berkala.

Pengendalian hama bisa menggunakan pestisida nabati, seperti campuran bawang putih, jahe, atau cabai yang dilarutkan air, lalu disemprotkan ke tanaman. Tempatkan melati di area dengan sinar matahari cukup, tidak terlalu terik, serta sirkulasi udara yang baik agar tanaman tumbuh sehat.

Perhatikan juga kelembapan tanah agar tidak terlalu kering atau becek. Untuk panen, petik bunga saat mekar atau setengah mekar pada pagi atau sore hari dengan cara diputar perlahan. Lakukan pemanenan setiap 2–3 hari untuk merangsang munculnya bunga baru.