8 Rekomendasi Tempat Makan Cabuk Rambak di Solo yang Lezat dan Mulai Langka

Cari rekomendasi tempat makan cabuk rambak di Solo? Temukan sajian otentik kuliner langka ini yang menawarkan cita rasa khas dan penuh nostalgia di berbagai lokasi legendaris.

Diterbitkan 09 Januari 2026, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Solo dikenal sebagai kota budaya yang kaya akan kuliner tradisional. Di balik popularitas nasi liwet, tengkleng, dan serabi, ada satu sajian khas yang kini mulai jarang ditemui, yaitu cabuk rambak. Makanan sederhana berbahan ketupat atau gendar ini memiliki cita rasa unik yang sulit ditemukan di daerah lain.

Cabuk rambak bukan sekadar makanan pengganjal perut, tetapi juga bagian dari sejarah kuliner masyarakat Solo. Saus wijen bercampur kelapa parut dan karak menghadirkan rasa gurih yang khas, berbeda dari bumbu-bumbu Nusantara pada umumnya.

Jika Anda sedang berkunjung ke Solo atau berniat berburu kuliner tradisional yang autentik, mengetahui rekomendasi tempat makan cabuk rambak di Solo adalah langkah tepat agar tidak melewatkan sajian legendaris ini.berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (9/1/2026).

1. Cabuk Rambak Mbah Sugeng, Ikon Kuliner Tradisional

Masih di kawasan Pasar Gede bagian timur, Cabuk Rambak Mbah Sugeng menjadi salah satu nama paling sering disebut saat membicarakan rekomendasi tempat makan cabuk rambak di Solo. Warung sederhana ini telah berjualan selama puluhan tahun dan memiliki pelanggan setia lintas generasi.

Porsi cabuk rambaknya pas, dengan irisan ketupat yang lembut dan karak yang renyah. Saus wijennya terasa medok namun tetap ringan di lidah. Banyak wisatawan rela antre demi mencicipi rasa autentik yang sulit ditemukan di tempat lain.

2. Cabuk Rambak Bu Yanti, Favorit Pemburu Sarapan

Cabuk Rambak Bu Yanti berjualan di dalam area Pasar Gede dan dikenal selalu ramai sejak pagi. Banyak warga lokal sengaja datang lebih awal agar tidak kehabisan. Ciri khas cabuk rambak Bu Yanti terletak pada saus wijennya yang seimbang, tidak terlalu kental, dan tidak bikin enek.

Tempat ini cocok bagi Anda yang ingin menikmati cabuk rambak sebagai menu sarapan sebelum menjelajahi sudut-sudut kota Solo.

3. CFD Slamet Riyadi, Sensasi Cabuk Rambak Akhir Pekan

Saat Car Free Day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi, Anda juga bisa menemukan penjual cabuk rambak dadakan. Biasanya mereka mangkal di sekitar area depan Kaveloka dan titik-titik keramaian lainnya. Momen ini menjadi alternatif bagi Anda yang tidak sempat ke pasar tradisional.

Menikmati cabuk rambak sambil berjalan santai di CFD memberikan pengalaman kuliner yang berbeda. Namun perlu diingat, tidak semua penjual tersedia setiap minggu, sehingga keberuntungannya tergantung waktu kunjungan.

4. Nasi Liwet & Cabuk Rambak Mbak Res

Jika ingin menikmati cabuk rambak dengan porsi lebih mengenyangkan, Nasi Liwet & Cabuk Rambak Mbak Res di Jalan Yos Sudarso, perempatan Notosuman, adalah pilihan tepat. Warung ini buka pada malam hari dan sering ramai pengunjung.

Cabuk rambak di sini biasanya disajikan bersama nasi liwet, cocok untuk makan malam. Saus wijennya gurih dengan tambahan karak yang melimpah, membuat tekstur makanannya semakin menarik.

5. Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Bu Hadi

Berlokasi di kawasan Gajahan dekat Alun-Alun Selatan Solo, Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Bu Hadi menjadi favorit warga lokal. Banyak pelanggan memilih membeli untuk dibawa pulang karena rasanya konsisten dan porsinya cukup besar.

Warung ini buka hingga tengah malam, sehingga cocok untuk Anda yang ingin kulineran malam setelah berjalan-jalan di pusat kota. Harga per porsinya berkisar Rp10.000–Rp30.000, sebanding dengan kualitas rasa.

6. Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Lestari

Salah satu rekomendasi tempat makan cabuk rambak di Solo yang cukup populer adalah Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Lestari di Jalan K.H. Samanhudi, Sondakan. Tempat ini dikenal menyajikan cabuk rambak dengan irisan gendar atau ketupat berukuran besar.

Selain cabuk rambak, Anda juga bisa menikmati ketan juruh yang manis gurih. Tempat ini cocok bagi wisatawan yang ingin mencicipi beberapa kuliner tradisional sekaligus dalam satu kunjungan.

7. Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Bu Parmi

Warung Bu Parmi di Jalan Yos Sudarso Nomor 241 termasuk tempat legendaris di Solo. Konsep lesehan tidak mengurangi minat pengunjung untuk datang. Cabuk rambaknya memiliki saus wijen yang pas, tidak terlalu kuat, sehingga cocok untuk pemula yang baru pertama kali mencoba.

Banyak wisatawan luar kota menjadikan tempat ini sebagai tujuan wajib saat berburu cabuk rambak.

8. Warung Pecel Yu Temu

Warung Pecel Yu Temu di Shelter PKL Stadion Manahan juga menyediakan cabuk rambak selain pecel dan nasi liwet. Tempat ini sering dijadikan tujuan sarapan warga lokal. Cabuk rambaknya memiliki rasa yang ringan namun tetap gurih, cocok disantap pagi hari.

Lokasinya strategis dan jam bukanya pagi hingga siang, pas untuk memulai agenda wisata di Solo.

FAQ Seputar Cabuk Rambak

1. Apa itu cabuk rambak?

Cabuk rambak adalah makanan khas Solo yang terdiri dari irisan ketupat atau gendar, disiram saus wijen dan kelapa parut, serta ditambah karak atau kerupuk nasi.

2. Mengapa cabuk rambak mulai langka?

Proses pembuatan saus wijen yang cukup rumit dan peminat yang tidak sebanyak kuliner modern membuat jumlah penjual cabuk rambak semakin berkurang.

3. Kapan waktu terbaik menikmati cabuk rambak di Solo?

Cabuk rambak umumnya dijual pagi hari di pasar tradisional dan malam hari di warung nasi liwet.

4. Apakah cabuk rambak cocok untuk semua orang?

Karena menggunakan saus wijen yang khas, sebaiknya pemula memesan porsi kecil terlebih dahulu untuk menyesuaikan dengan selera.

5. Berapa harga cabuk rambak di Solo?

Harga cabuk rambak relatif terjangkau, mulai dari sekitar Rp3.000 hingga Rp10.000 per porsi, tergantung lokasi dan tambahan menu.