Sosok Anok Yai, Penerima Penghargaan Model of the Year 2025

Penghargaan Model of the Year, yang tahun ini dianugerahi pada Anok Yai, diberikan pada model yang dinilai mendominasi industri selama 12 bulan terakhir.

Diterbitkan 07 November 2025, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Anok Yai dinobatkan sebagai Model of the Year di Fashion Awards tahun ini, yang dijadwalkan pada 1 Desember 2025 di Royal Albert Hall, London, Inggris. Ini merupakan kali pertama British Fashion Council mengumumkan pemenang hampir sebulan sebelum acara berlangsung.

"Dinobatkan sebagai Model of the Year merupakan suatu kehormatan," ujar Yai, melansir WWD, Jumat (7/11/2025). "Perjalanan saya, dari Mesir, Sudan Selatan, hingga AS, adalah perjalanan ketahanan dan komunitas. Penghargaan ini untuk semua orang yang pernah melihat kisah mereka dalam kisah saya."

Selama setahun terakhir saja, ia telah tampil di sampul Vogue Prancis, jadi wajah kampanye Versace, Alaïa, dan Saint Laurent, serta melanjutkan perannya sebagai wajah parfum Alien dari Mugler. Baru-baru ini, ia memamerkan dua penampilan memukau di peragaan busana Victoria's Secret.

Mengakui dampak global seorang model yang telah mendominasi industri selama 12 bulan terakhir, penghargaan Model of the Year dievaluasi panel pakar industri yang terdiri dari Campbell Addy, Rosie Vogel, dan Sophia Neophitou-Apostolou.

Penghargaan mode tahun ini, penggalangan dana utama Yayasan BFC, yang bertujuan mendukung pertumbuhan dan kesuksesan industri mode Inggris di masa depan, akan jadi proyek besar pertama yang diselenggarakan kepala eksekutif baru British Fashion Council, Laura Weir.

Dalam sebuah wawancara dengan Elle, tahun lalu, Yai bersikeras bahwa dirinya "bukan orang biasa." Hal itu mungkin terdengar jelas, mengingat ia adalah salah satu model paling sukses yang pernah berkarier, tapi Yai mengatakan, ada hal lain yang membedakannya. 

Anok Yai yang Menumbangkan Ekspektasi

"Saya sangat gelap," kata supermodel berusia 27 tahun tersebut. "Saya terobsesi dengan pertarungan pisau. Saya suka film-film edgy—saya terobsesi dengan Joker. Ketika saya mulai jadi model, industri ini menginginkan saya menjadi gadis yang imut, ceria, dan bahagia yang penuh dengan kegembiraan—itu sebenarnya bukan saya."

Menumbangkan ekspektasi orang lain adalah sesuatu yang sudah lama ia lakukan. Saat SMP, Yai senang memadukan penampilan yang eksentrik dan rumit. "Gaya saya memang tidak terduga. Saya punya tema-tema tertentu di hari-hari tertentu," sebutnya.

Model yang debut profesional pada 2017 ini merupakan wanita kulit hitam kedua, setelah Naomi Campbell pada 1995, yang membuka pertunjukan Prada di Milan Fashion Week 2018. Dia masih ingat hari ketika dia memberi tahu orangtuanya bahwa dia keluar dari Universitas Negeri Plymouth, tempat dia belajar biokimia, untuk jadi model penuh waktu. 

Kisah Anok Yai

"Mereka benar-benar takut," ujar Yai. "Orangtua saya lebih akademis dan tidak tahu apapun tentang dunia mode. Saya ingat saya memberi ibu saya tas Fendi pemberian Karl Lagerfeld, dan dia bahkan tidak tahu apa itu Fendi. Dia seperti, 'Oh, lucu,' dan kemudian meletakkannya di kamarnya. Saya tidak tahu apakah dia pernah memakainya."

Tapi, orangtuanya tahu bahwa Yai selalu menyukai mode, jadi "mereka tidak melawan saya sekeras itu, tapi mereka jelas ketakutan," tambahnya. Lahir di Kairo, Mesir, dari orangtua asal Sudan Selatan, Yai dan keluarganya berimigrasi ke AS dan menetap di Manchester, New Hampshire saat ia berusia empat tahun.

Semasa kecil, ia sangat tertutup. "Saya berjuang keras melawan kecemasan sosial," kata Yai. “Tumbuh besar dengan kulit gelap di New Hampshire, ada banyak rasisme."

Kehidupan Sosial Anok Yai

Kini, Yai adalah pribadi yang tenang dan kalem. Di tengah pencapaian karier, kehidupan sosialnya terabaikan.

"Teman-teman saya selalu menegur saya karena saya sangat buruk dalam membalas pesan dan menjawab telepon," ujarnya. "Saya selalu berada di lokasi syuting atau mengerjakan sesuatu."

Selain Model of the Year, BFC sejauh ini telah mengumumkan nominasi untuk British Womenswear Designer of the Year, British Menswear Designer of the Year, dan Vanguard, sebuah kategori baru yang menggabungkan penghargaan New Establishment Womenswear dan New Establishment Menswear.

Terungkap pula bahwa Brunello Cucinelli akan menerima Outstanding Achievement Award, sementara Delphine Arnault, Chairman dan CEO Christian Dior, akan menerima Special Recognition Award atas "kontribusinya yang luar biasa" bagi industri mode global dan "komitmen jangka panjangnya untuk mendukung talenta-talenta baru" di Fashion Awards.