Pesta Halloween Batal Digelar karena Thailand Berduka Ratu Sirikit Meninggal

Masa berkabung Yang Mulia Ratu Sirikit bakal berlangsung selama setahun.

Diterbitkan 29 Oktober 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penyelenggara Pesta Halloween Pattaya membatalkan acara setelah meninggalnya mantan Ratu Thailand, Sirikit Kitiyakara. Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand mengumumkan pada Jumat, 24 Oktober 2025, bahwa Yang Mulia Ratu Sirikit meninggal dunia pukul 21.21 di Rumah Sakit Memorial Chulalongkorn.

Tim medis mengungkap bahwa mendiang Ibu Suri mengalami infeksi aliran darah pada 17 Oktober 2025, setelah mengalami berbagai penyakit dan komplikasi, melansir The Thaiger, Selasa, 28 Oktober 2025. Setelah wafatnya Ibu Suri, pemerintah Thailand mengimbau sektor publik dan swasta, serta warga di seluruh negeri, untuk menunjukkan rasa hormat.

Para pejabat mengimbau pegawai BUMN dan pejabat pemerintah menjalani masa berkabung selama satu tahun dan menurunkan bendera nasional setengah tiang selama 30 hari. Sektor swasta didorong untuk menyesuaikan penyelenggaraan acara mereka. Sementara, masyarakat didesak mengenakan pakaian yang pantas dengan warna kalem, seperti hitam, putih, atau warna-warna lembut.

Perayaan Halloween mendatang terpengaruh masa berkabung, yang mendorong penyelenggara Pesta Halloween Pattaya merevisi jadwal acara mereka guna mencerminkan suasana berduka. Program aslinya mencakup perbincangan tentang film horor oleh sutradara terkemuka Thailand, pertunjukan jazz, pameran seni, pertunjukan tata rias efek khusus, kontes kostum, parade, konser, dan pesta EDM.

Demi menyelaraskan dengan masa berkabung, penyelenggara mengumumkan pada Minggu, 26 Oktober 2025, bahwa sebagian besar acara, termasuk pertunjukan, kontes kostum, parade, dan konser, dibatalkan.

Penyesuaian Operasional Objek Wisata di Thailand

Melansir situs web Otoritas Pariwisata Thailand (TAT), Senin, 27 Oktober 2025, Kabinet Thailand sebenarnya belum mengeluarkan perintah untuk menangguhkan kegiatan publik, acara hiburan, atau operasional bisnis. Namun, penyelenggara diimbau mencermati situasi dan menyesuaikan format acara agar mencerminkan suasana berkabung.

"Pemerintah memahami bahwa banyak pelaku bisnis di sektor hiburan, pariwisata, dan perhotelan mungkin telah merencanakan kegiatan dan acara sebelumnya. Karena itu, pelaku bisnis diimbau bertindak hati-hati dan melakukan penyesuaian untuk menjaga kesopanan dan menghormati kenangan akan Yang Mulia," tulis TAT.

Selama periode ini, acara yang diselenggarakan TAT akan disesuaikan formatnya, sementara unsur-unsur perayaan ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut. Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand telah mengumumkan penutupan sementara Istana Agung dan Wat Phra Si Rattana Satsadaram (Wat Phra Kaeo) mulai 26 Oktober hingga 8 November 2025.

 

Masa Berkabung Nasional di Thailand

Penutupan itu dilakukan demi memfasilitasi Upacara Penganugerahan Jasa Kerajaan dalam rangka menghormati Pemakaman Kerajaan Yang Mulia Ratu Sirikit, Ibu Suri. Sementara, Festival Lilin dan Loi Krathong Sukhothai 2025 akan tetap berlangsung sesuai jadwal mulai 27 Oktober hingga 5 November 2025 di Taman Sejarah Sukhothai. Namun, kegiatanya dimodifikasi untuk menyesuaikan masa berkabung nasional.

Penghormatan dengan menyalakan lilin setiap malam akan berlangsung pukul 21.21. Pesta kembang api hanya akan menampilkan pertunjukan tradisional bergaya Sukhothai, sementara kontes kecantikan Noppamas akan dibatalkan.

Festival Loi Krathong di Ayutthaya juga akan tetap berlangsung sesuai rencana, dengan kegiatan yang dikurangi sesuai masa berkabung. Upacara penyalaan lilin akan diadakan sebagai penghormatan untuk mengenang Yang Mulia Ratu Sirikit, Ibu Suri.

Pariwisata Thailand Tetap Buka, tapi ...

Secara terpisah, acara Vijit Chao Phraya 2025, yang semula dijadwalkan dari 1 November hingga 15 Desember 2025, telah ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut sehubungan dengan masa berkabung nasional. TAT menegaskan bahwa selama masa berkabung, yang berlangsung setahun ke depan, pariwisata Thailand tetap buka dan beroperasi penuh. Semua objek wisata, layanan transportasi, restoran, toko, dan acara tetap berjalan seperti biasa.

"Pengunjung diimbau berpakaian dan berperilaku sopan, terutama saat mengunjungi kuil, situs kerajaan, atau gedung pemerintahan," tulis badan pariwisata tersebut.

Mulai kemarin, Senin, 27 Oktober 2025, masyarakat dapat memberi penghormatan terakhir di hadapan potret Ibu Suri di Paviliun Sahathai Samakhom di Istana Raja antara pukul 08.30 dan 16.00, waktu setempat.