Cara Masak Jeroan Kurban Biar Enggak Amis dan Aman Dikonsumsi, Ini Bagian yang Wajib Direbus Lama

Simak cara masak jeroan kurban agar tidak amis dan aman dikonsumsi. Bagian tertentu wajib direbus lebih lama untuk hasil optimal.

Diperbarui 06 Juni 2025, 12:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara masak jeroan kurban biar enggak amis wajib disimak. Jeroan kurban seperti babat, usus, hati, dan paru memang jadi favorit banyak orang saat Idul Adha. Namun, tak sedikit yang mengeluhkan bau amis serta tekstur keras jika jeroan tidak diolah dengan benar. Padahal, jika tahu caranya, jeroan bisa jadi hidangan lezat yang aman dan menggugah selera. 

Kunci utamanya terletak pada proses perebusan yang cukup dan pemilihan bahan pembersih alami seperti jeruk nipis, daun salam, atau jahe. Beberapa bagian jeroan seperti babat dan usus dikenal lebih alot dan menyimpan lebih banyak kotoran, sehingga perlu direbus lebih lama agar benar-benar bersih dan empuk. Dengan langkah ini, bau amis bisa dikurangi secara signifikan sebelum dimasak dengan bumbu favorit. 

Artikel ini akan mengulas trik mudah dan efektif dalam mengolah jeroan kurban agar tidak amis dan tetap aman dikonsumsi. Termasuk panduan bagian mana saja yang wajib direbus lebih lama untuk hasil maksimal. Siapkan catatan, karena tips berikut bisa jadi penyelamat dapurmu saat lebaran kurban nanti! 

Cara Masak Jeroan Kurban Agar Tak Amis dan Aman Dikonsumsi

1. Cuci Bersih Menggunakan Jeruk Nipis atau Cuka 

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mencuci jeroan dengan bersih menggunakan air dan tambahan jeruk nipis atau cuka. Kandungan asam dari kedua bahan ini efektif membantu menghilangkan lendir, kotoran, dan bau amis yang menempel pada permukaan jeroan, terutama untuk bagian seperti babat dan usus. 

Setelah digosok dengan jeruk nipis atau cuka, diamkan selama 10–15 menit sebelum dibilas. Proses ini membantu mengangkat kotoran yang sulit terlihat serta menetralisir aroma tak sedap yang khas pada jeroan. Untuk hasil maksimal, ulangi proses pencucian hingga air bilasan benar-benar jernih.  

2. Rebus dengan Rempah-rempah Penghilang Bau

Setelah dicuci bersih, jeroan perlu direbus menggunakan air yang sudah diberi tambahan rempah-rempah seperti daun salam, lengkuas, jahe, dan serai. Rempah-rempah ini berfungsi sebagai penetral bau, sekaligus memberikan aroma wangi alami pada jeroan yang direbus. 

Beberapa bagian seperti babat dan usus memerlukan waktu perebusan lebih lama, yaitu 45–60 menit agar empuk dan steril. Selain itu, teknik ini juga membantu menghilangkan sisa-sisa darah atau kotoran yang belum terangkat saat pencucian, sehingga jeroan lebih aman untuk dikonsumsi.  

3. Buang Air Rebusan Pertama

Setelah perebusan pertama selesai, sangat disarankan untuk membuang airnya. Air rebusan pertama biasanya mengandung sisa darah, busa, dan kotoran yang keluar dari dalam jeroan selama proses perebusan, dan jika digunakan kembali bisa membuat jeroan terasa lebih amis. 

Setelah air rebusan dibuang, jeroan bisa direbus kembali dengan air baru dan tambahan bumbu sesuai selera untuk melanjutkan proses memasak. Dengan begitu, kamu tidak hanya menghilangkan bau, tetapi juga memastikan hasil akhir lebih bersih dan lezat saat disantap.  

4. Potong Jeroan Sebelum Dimasak Ulang

Memotong jeroan menjadi ukuran yang lebih kecil setelah proses perebusan akan mempermudah pengolahan dan membuat bumbu lebih mudah meresap. Potongan kecil juga membantu memastikan bagian dalam jeroan matang merata saat ditumis atau dimasak kembali. 

Selain itu, dengan ukuran yang lebih kecil, jeroan menjadi lebih mudah dicerna dan tampak lebih menarik saat disajikan. Teknik ini cocok diterapkan untuk olahan seperti sambal goreng hati, gulai usus, atau tumisan babat yang membutuhkan cita rasa kuat dari bumbu rempah.  

5. Masak dengan Bumbu Kuat dan Teknik yang Tepat

Jeroan sangat cocok dimasak dengan bumbu yang kuat seperti santan, cabai, kunyit, atau ketumbar untuk menambah kelezatan dan menghilangkan sisa aroma tak sedap. Teknik memasak seperti menumis atau mengungkep setelah perebusan dapat meningkatkan rasa serta membuat tekstur lebih empuk. 

Pastikan untuk menumis bumbu hingga benar-benar matang dan harum sebelum jeroan dimasukkan, agar aroma bumbu tidak kalah oleh bau khas jeroan. Teknik memasak yang tepat bukan hanya soal rasa, tapi juga menjaga kebersihan dan keamanan makanan, terutama untuk jeroan yang sensitif jika tidak diolah dengan baik.

Apa Saja Bagian Jeroan yang Wajib Direbus Lama?

1. Babat

Babat memiliki permukaan yang bertekstur kasar dan berlapis, sehingga sering kali menyimpan banyak kotoran dan bau tak sedap. Oleh karena itu, babat wajib direbus lama—sekitar 45 hingga 60 menit—untuk memastikan teksturnya empuk dan aromanya netral sebelum dimasak lebih lanjut.

Perebusan yang lama juga membantu menghilangkan lendir serta kotoran yang tidak bisa hilang hanya dengan pencucian. Tambahkan rempah seperti daun salam, lengkuas, dan serai agar hasil akhir lebih bersih, wangi, dan siap diolah menjadi berbagai hidangan lezat seperti gulai atau tumisan.

2. Usus

Sebagai saluran pencernaan, usus mengandung lebih banyak sisa kotoran dan lendir yang sulit dibersihkan hanya dengan air. Maka dari itu, usus perlu direbus selama minimal 60 menit untuk memastikan semua bakteri dan bau tidak sedap benar-benar hilang.

Agar lebih higienis, sebaiknya usus dibalik saat dicuci dan direbus dengan tambahan jahe, daun jeruk, serta serai. Setelah perebusan pertama, airnya dibuang, dan usus bisa direbus ulang dengan air bersih untuk hasil yang lebih aman dan tidak amis saat diolah menjadi makanan.

3. Paru-paru

Paru adalah organ yang berongga dan berfungsi menyaring udara, sehingga memiliki banyak ruang yang bisa menyimpan darah dan aroma khas yang kuat. Untuk membersihkannya secara menyeluruh, paru harus direbus selama 40–50 menit agar semua sisa darah larut dan jaringan lunaknya matang sempurna.

Aroma amis pada paru bisa sangat menyengat jika tidak direbus lama. Tambahkan rempah seperti daun salam dan jahe dalam rebusan untuk menghilangkan bau dan memperkuat aroma gurih. Setelah direbus, paru bisa digoreng atau ditumis sesuai selera.

4. Limpa

Limpa memiliki tekstur yang lebih lunak dari jeroan lain, tapi aromanya cenderung lebih tajam dan mudah amis. Untuk itu, limpa perlu direbus sekitar 30–40 menit agar zat sisa dan cairan di dalamnya terangkat sempurna.

Rebus limpa bersama daun salam dan jahe untuk membantu mengurangi bau khasnya. Setelah matang, limpa bisa dipotong lebih mudah dan cocok diolah menjadi rendang, semur, atau hidangan berkuah santan lainnya.

5. Hati

Meskipun teksturnya padat dan mudah matang, hati tetap wajib direbus setidaknya 30 menit agar lebih higienis. Organ ini bekerja menyaring racun dari tubuh hewan, sehingga perlakuan awal yang tepat penting untuk memastikan keamanannya saat dikonsumsi.

Rebusan hati juga membantu mengurangi bau logam yang sering muncul saat dimasak. Setelah perebusan, hati bisa dipotong-potong dan dimasak dengan bumbu kuat seperti sambal goreng atau semur agar rasanya lebih nikmat dan tidak enek.

Pertanyaan Umum Seputar Cara Masak Jeroan Kurban

1. Kenapa jeroan harus direbus sebelum dimasak?

Untuk menghilangkan bau amis, membunuh bakteri, dan membuat tekstur jeroan lebih empuk sebelum diolah dengan bumbu.

2. Berapa lama waktu ideal merebus jeroan?

Tergantung jenisnya—usus dan babat butuh 45–60 menit, sementara hati dan limpa cukup 30–40 menit.

3. Apa bahan alami yang bisa menghilangkan bau amis jeroan?

Gunakan jeruk nipis, jahe, daun salam, serai, dan cuka sebagai campuran saat mencuci atau merebus jeroan.

4. Perlukah air rebusan jeroan dibuang?

Ya, air rebusan pertama sebaiknya dibuang karena mengandung sisa darah, bau amis, dan kotoran yang terlepas saat perebusan.

5. Apa saja jenis masakan yang cocok untuk jeroan kurban?

Jeroan bisa diolah menjadi sambal goreng, gulai, sate, tumis pedas, atau bahkan rendang sesuai selera keluarga.