Sukses

Pengalaman Turis Menginap di Iglo, Jari Kaki Sampai Mati Rasa

Liputan6.com, Jakarta - Tak semua orang punya kesempatan menginap di iglo. Salah satu yang punya kesempatan itu adalah seorang turis pria yang datang bersama keluarganya berlibur di Pegunungan Alpen Austria pada akhir Desember 2022.

Pilihannya jatuh pada iglo yang berada di resor ski Pegunungan Alpen karena ia merasa ragu pada iglo di resor ski Kühtai di pegunungan Tyrolean dekat Innsbruck, Australia. Menurutnya, iglo tersebut tampak seperti arsitektur Tatooine yang ada di Star Wars, yakni berbentuk kubah dengan pintu bagian depan dan lubang yang berfungsi sebagai cerobong asap.

"Saya tidak yakin kenapa mengharapkan sesuatu yang berbeda," katanya, melansir CNN, Selasa, 17 Januari 2023. 

Ia juga membagikan pengalamannya ketika berdiri di depan bar es di restoran dengan kaki telanjang kemudian disambut dengan teh, cokelat panas, dan gluhwein, segelas cocktail khas Jerman. "Jari-jari kaki kami mulai terasa mati rasa berdiri di lantai es, hanya beberapa menit setelah kami ada di situ," ungkapnya.

Tidak sendirian, ia bersama beberapa rombongan lainnya menginap di satu rumah kutub itu. Setelah semua tiba, ia disambut oleh tuan rumah yang menjelaskan kegiatan malam yang akan berlangsung.

Dia merasa kesulitan untuk memahami bahasa Jerman, tetapi akhirnya ia mengerti ketika tamu lain menyampaikan dengan bahasa yang ringkas. Kemudian, katanya, tuan rumah memberikan tips untuk tidak boleh meniduri sesuatu yang basah dan menyarankan untuk meletakkan pakaian untuk hari berikutnya di bawah sleeping bag. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kegiatan Luar Ruangan

Dia bersama kedua anaknya mengikuti kegiatan luar ruangan setelah check-in, yaitu bermain ski melalui padang rumput di antara dua jalur ski yang berada di bawah puncak tinggi.

"Sementara putri bungsu saya sudah meluncur dalam pendakian, saya mencoba memasang alas kaki ke sepatu botnya dan membuat jari kakinya terlalu sakit," ungkapnya. Sedangkan, putri sulungnya sudah bermain dari tadi. Dia mengatakan bahwa kegiatan tersebut menambah keterampilan mengikat sepatu salju dan berjalan dengan susah payah di atasnya.

Saat makan malam, mereka tidak pernah diberi menu makanan lengkap, hanya disajikan keju leleh dan pasta kemudian langsung makanan penutup. Mereka harus mengambil makanan penutup secepatnya karena jika tidak ingin kehabisan.

Rumah iglo yang ada di Pegunungan Alpen ini tidak nampak seperti balok dengan atap kubah atau setengah lingkaran, melainkan dihiasi salju kental setebal tiga kaki yang dikemas di sekitar balon yang dikempiskan untuk memperlihatkan bagian tengah yang berlubang.  Kemudian, ada mural es yang mengesankan, yaitu ukiran seperti seekor naga yang terletak di dinding iglo.

3 dari 4 halaman

Seperti Tidur di Lemari Es

Kasur yang disediakan adalah sebuah karpet tebal dari kulit binatang yang disiapkan bersama kantong tidur di pada satu kasur besar yang berbentuk balok es raksasa. Kasur itu muat empat hingga lima orang.

"Rasanya seperti kita tidur di lemari es," kata anak bungsunya. Suhu ruangan dalam iglo adalah nol derajat celcius sementara di luar suhu mencapai -6 derajat celcius. "Di luar, tempat Anda harus pergi ke kamar mandi dan sauna portabel," katanya.

Akhirnya, ia bersama keluarganya pergi ke sauna untuk menghangatkan diri. Kemudian, mereka bergegas ke area kamar mandi yang berpemanas dan setelah itu berlari ke iglo untuk masuk ke kantung tidur. Dirinya mengatakan bahwa mereka juga berdoa agar cepat tidur.

"Itu adalah tidur malam yang mengerikan bagi kita semua. Mereka tidak memberi kami bantal, jadi kami membuat sebuah gumpalan dari pakaian kami," ungkapnya. Pada satu kesempatan, ia terbangun karena hawa dingin, kemudian dia meletakkan sebuah selimut di atas kepala agar menjadi hangat.

4 dari 4 halaman

Bisa Sombong

Keesokan harinya mereka bangun dengan menyantap secangkir teh panas tanpa gula. Dia juga menyebutkan teh dalam cangkir tersebut cepat menjadi dingin. Hal ini terjadi ketika mereka sempat meninggalkan teh untuk mengemasi barang-barangnya.

Setelah melakukan check out, ia diminta untuk menyelesaikan bayaran minuman sambutan yang disiapkan sebelumnya. Kemudian, saat sarapan, restoran menyajikan prasmanan, dengan makanan panas. Namun  menurutnya, kopi dan cokelat panas adalah pilihan terbaik selama pengalaman menginap di rumah iglo. 

Meski bukan pengalaman yang sepenuhnya menyenangkan, dia dan keluarganya kini bisa menyombongkan diri karena sudah melakukan kegiatan dan pengalaman sekali seumur hidup. 

"Malam berikutnya, di bawah selimut di kamar hotel di Innsbruck, saya merasa sangat bersyukur karena tidak tertidur di igloo malam itu, atau mungkin tidak akan pernah lagi," ujarnya.

Ia menyebutkan tempatnya bermalam, Iglu-Dorf memiliki lima lokasi "hotel salju" yang terletak di Austria, Jerman, dan Swiss. Tempat itu buka pada bulan Desember hingga awal April. Semua lokasi, kecuali Kühtai, memiliki hot tub untuk mandi. Ia juga menyarankan untuk membawa kaus kaki tebal, perbanyak lapisan pada baju, sepatu bot, topi yang bagus untuk tidur, bantal, jiwa petualang, dan berpikiran terbuka. 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS