Sukses

Pramugari Temani Penumpang Pesawat Galau karena Putus Cinta dalam Penerbangan 18 Jam

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pramugari penerbangan Singapore Airlines (SIA) kedapatan memeluk dan menghibur seorang penumpang pesawat yang baru putus cinta. Kebaikan awak kabin ini ditangkap dalam video enam detik dan diunggah ke akun TikTok @misatls, baru-baru ini.

Dalam rekaman tersebut, si pemilik akun terlihat memeluk seorang pramugari yang mengenakan kebaya sarung biru sambil menangis tersedu-sedu setelah putus secara tidak terduga. Sebagai informasi, sarung kebaya khas SIA hadir dalam empat warna yang masing-masing mewakili senioritas dan pangkat pramugari.

Karena itu, kebaya bersarung biru menunjukkan bahwa kru SIA dalam video TikTok adalah pramugari. Dalam video tersebut, perempuan dketahui bernama Misa ini terisak dan wajahnya memerah saat memeluk bagian tengah tubuh pramugari dengan selembar tisu digenggam di tangannya.

Berbicara pada Mothership, penumpang pesawat mengatakan ia "kehilangan ketenangan" saat pesawat hendak lepas landas dan meminta tisu. Saat itulah pramugari menyadari bahwa Misa tampak kesal. Ia pun menghampiri dan memeluknya. Si pramugari itu pun memberi Misa boneka beruang di akhir penerbangan.

Selain pramugari, Misa mengatakan dua awak kabin SIA lainnya terus-menerus memeriksanya selama penerbangan dan menanyakan apakah ia merasa lebih baik beberapa kali. Mereka juga mencoba menghiburnya dan memastikan Misa nyaman dengan menyajikan minuman.

Sementara awak kabin SIA tidak mengetahui apa yang sebenarnya menyebabkan kegusaran, Misa mengatakan bahwa perhatian dan layanan mereka membuat penerbangan 18 jam "agak lebih tertahankan."

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Putus Jelang Penerbangan

Misa menceritakan bahwa mantan pacarnya telah mencampakkan dan meninggalkannya hanya beberapa saat sebelum ia menaiki penerbangan 18 jam dari Singapura ke New York. Pasangan itu telah berkencan untuk beberapa waktu sebelum berpisah di "waktu yang mengerikan."

"Ia memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami ketika saya mengatakan padanya bahwa saya akan naik (pesawat])," kata Misa. Ia juga menambahkan bahwa pria itu memblokirnya tidak lama setelah meminta putus.

Ingin menangkap momen, ia berkata, "Saya merekam ini karena ketika ia (pramugari) datang untuk memeluk saya, saya pikir itu agak lucu dan saya ingin melihat kembali (kejadian itu)."

Masih cerita tentang perjalanan, namun sebelumnya kisah seorang penumpang kapal laut yang kehilangan pacarnya saat mudik Lebaran di Pelabuhan Merak, Banten, sudah lebih dulu menarik perhatian. Dalam sebuah video viral yang dibagikan akun TikTok @firmansyah_balfir135, tampak seorang petugas mengumumkan bahwa perempuan yang dimaksud diminta bertemu pacarnya di tempat yang sudah diminta.

3 dari 4 halaman

Cerita Lainnya

"Apakah ada? Saya pakai kode-kode tertentu, saya melambaikan tangan. Saudari Tia? Halo? Halo?" terdengar petugas itu berkata melalui pengeras suara.

Klip berdurasi 30 detik itu mengundang berbagai komentar warganet. Tidak sedikit yang mengaku kangen dengan cerita mudik Lebaran semacam ini. "Sudah lama enggak mudik, sekalinya boleh mudik, beritanya ngakak semua," komentar seorang pengguna.

Ada juga yang menulis, "Untung masih pacar, kalau istri bagaimana? Lebaran jadi duda." "Ini bukti pacarnya tanggung jawab," timpal yang lain, sementara ada juga yang berkomentar, "Pas sudah lama nunggu, eh baru inget ternyata enggak punya pacar."

Tidak sedikit juga warganet yang menanyakan kelanjutan cerita pemudik tersebut. "Ketemu enggak nih jadinya?" komentar seorang pengguna. "Plis kalo udah ketemu tag aku," yang lain melanjutkan.

Berbeda lagi dari kasus tas hilang dalam penerbangan yang membuat penumpang menjelaskan dugaan kronologinya menggunakan PowerPoint. Ia adalah Elliot Sharod. Mengutip CNN, Sharod dan istrinya, Helen, terbang dari lokasi pernikahan mereka di Afrika Selatan, tempat Sharod dulu tinggal, ke rumah mereka di Inggris.

4 dari 4 halaman

Lapor Polisi

Diceritakan bahwa dua dari tiga koper mereka berhasil pulang. Bawaan ketiga, yakni koper Helen, berisi kartu pernikahan, catatan tulisan tangan dari pondok tempat mereka menginap, urutan layanan dan rencana perjalanan yang dibuat untuk para tamu. Menurut Airtag-nya, barang itu berada di Pimlico, di pusat kota London.

Panggilan berulang, email, dan DM ke Aer Lingus, serta layanan kurir yang ditunjuk, Eagle Aviation, tidak ditanggapi. Sharod mengatakan bahwa Aer Lingus telah memberitahunya di berbagai titik bahwa kasus tersebut telah diidentifikasi di lokasi barunya, dibawa ke rumah Sharods hanya untuk menemukan mereka tidak ada di sana, dan telah dihapus dari sistem sepenuhnya.

 Setelah menerima tanggapan dari kantor CEO Aer Lingus Lynne Embleton yang mengatakan bahwa tim bagasi mereka sedang menyelidikinya, Sharod memutuskan pendekatan baru: merekam video untuk pihak maskapai, dan mengunggahnya di media sosial.

Ia bahkan membuat video presentasi PowerPoint, berbicara tentang maskapai penerbangan melalui kisah, dan berbagi pesan langsung yang sering bertentangan dengan pengamatan mereka. Sharod mengatakan bahwa itu "satu-satunya cara saya bisa mendapatkan perhatian mereka, dengan menyebut dan mempermalukan mereka."

"Helen patah hati," katanya. "Ini tasnya, pakaiannya, dan ia memiliki perasaan yang sangat tidak nyaman tentang di mana propertinya berada." Pasangan itu sekarang percaya koper itu telah dicuri, dan sudah melaporkannya ke polisi.