Sukses

Apakah Metode Pemutihan Gigi di Rumah Aman Dilakukan?

Liputan6.com, Jakarta - Di masa pandemi, ritual perawatan diri di rumah makin diminati, termasuk di antaranya adalah pemutihan gigi secara mandiri. Tapi, apakah metode itu aman dilakukan?

Tren memutihkan gigi dengan metode home bleaching, atau dikenal pula dengan phone bleaching, awalnya merebak di Amerika Serikat dan Eropa. Disebut demikian karena alat yang digunakan untuk membersihkan gigi, membutuhkan ponsel atau baterai untuk menyalakannya LED mouthpiece.

Dikutip dari rilis yang diterima Liputan6.com, beberapa waktu lalu, drg. Eka Yudi dari Indraprastha Dental Care menerangkan, perawatan itu pada dasarnya aman dilakukan. Terlebih, kelebihan perawatan itu bisa membantu pasien mendapatkan gigi lebih putih tanpa perlu ke dokter.

"Proses bleaching tidak akan membuat gigi keropos, bahkan bisa membantu pasien mendapatkan gigi bersih putih," kata drg. Eka.

Ia menerangkan fungsi bleaching adalah untuk menyerap noda yang menempel di gigi selama bertahun-tahun. Noda itu terserap karna gigi memiliki pori-pori kecil yang disebut tubulus dentin. Warna gigi mudah berubah bila pasien gemar mengonsumsi minuman berwarna gelap, seperti kopi, teh, atau soda. Begitu pula dengan kebiasaan merokok.

Dengan bleaching, noda yang tadinya menutupi pori dan permukaan gigi, akan terserap gel bleaching. Proses ini aman asal dilakukan sesuai petunjuk perawatan. Hal lain yang patut diingat bahwa proses pemutihan gigi itu akan menyebabkan tingkat sensitivitas gusi bertambah.

Maka itu, pasien yang sedang dalam perawatan disarankan menahan diri mengonsumsi minuman yang terlalu panas atau dingin. "Tapi ini hanya sementara, nanti akan normal kembali. Solusinya bisa dibantu toothpaste khusus gigi sensitif," ia menjelaskan.

2 dari 4 halaman

Cara Pilih Produk

Eka juga mengingatkan agar pasien selalu berhati-hati memilih produk pemutihan gigi di rumah untuk menghindari masalah pada gusi. Gel pun hanya boleh dioleskan ke permukaan gigi, bukan gusi.

"Jika gel-nya terkena gusi, ada kemungkinan iritasi. Namun itu sementara, karena nanti bisa hilang sendiri tanpa diberi obat oleh dokter," imbuh dia.

Lalu, bagaimana cara memilih produk pemutihan gigi di rumah yang aman. Meliani Muljoredjo, pemilik brand Beaudelab, menyebut konsumen harus mengecek legalitas produk terlebih dulu. "Contohnya teeth whitening kami, dijamin aman karena sudah mengantongi izin BPOM dan mendapatkan FDA approved dari Amerika Serikat," ujarnya.

Saat ini, brand itu memiliki dua varian teeth whitening kit, yakni Deluxe dan Pro dengan kisaran harga Rp200--300 ribu. Seluruh produk diklaim diformulasikan bersama oleh dokter, dermatolog, dan mitra lab.

 

 

 

3 dari 4 halaman

Tips Penggunaan Home Bleaching yang Efektif dan Higienis

1.  Jangan pernah saling berbagi LED mouthpiece. Menurut Meliani, penggunaan alat secara bergantian akan meningkatkan risiko perpindahan bakteri mulut. 

2.  Hindari berbagi gel pen produk home bleaching dengan orang lain. Pada gel pen, terdapat bulu sikat yang dapat menjadi jembatan perpindahan bakteri dari satu orang ke orang lainnya.

3.  Sekali rangkaian perawatan pemutih gigi berdurasi 7 - 14 hari, dengan pemakaian 1 - 2 kali sehari. Maka itu, ia menyarankan pemakaian dihentikan setelah dua minggu pemakaian. Setelah gigi menjadi putih, retouch bisa kembali dilakukan setelah 2--3 bulan pemakaian tooth bleaching pertama.

4. Agar efektivitas home bleaching bertahan lama, disarankan setelah gigi menjadi putih, kurangi mengonsumsi makanan berwarna kuning. Kalaupun sudah mengonsumsi makanan mengandung kunyit, segera kumur dengan air putih untuk menghilangkan flek makanan berwarna kembali menempel di gigi.

5. Jauhi pula minuman berwarna gelap, karena tidak mustahil gigi yang sudah putih kembali menjadi kuning. Apabila digunakan dengan tepat, produk home bleaching bisa bertahan cukup lama antara 1--2 tahun.

4 dari 4 halaman

3 Area Wajah Rentan Disentuh Tangan