Sukses

6 Fakta Menarik tentang Bengkulu, Tempat Pengasingan Bung Karno yang Kaya Sejarah

Liputan6.com, Jakarta - Bengkulu merupakan ibu kota Provinsi Bengkulu. Kota Bengkulu menjadi kota terbesar kedua di pantai barat Pulau Sumatera setelah Padang, dengan luas wilayah 144,52 kilometer persegi. Letaknya berada di kawasan pesisir yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.

Sama seperti kota pada umumnya, Kota Bengkulu juga memiliki beragam cerita sejarah yang memukau. Pada masa lalu, kawasan Bengkulu berada dalam pengaruh Kerajaan Inderapura dan juga Kesultanan Banten.

Sebelum diserahkan kepada Belanda, Kota Bengkulu sempat dikuasai oleh Inggris. Pada 1939 hingga 1942, Bengkulu juga sempat menjadi tempat Bung Karno diasingkan pada masa pemerintah Hindia Belanda serta kota kelahiran dari salah satu istri Bung Karno, yaitu Fatmawati.

Kota Bengkulu juga menarik lantaran ada banyak cerita tentang asal-usul namanya. Beberapa menyebutkan nama Bengkulu berasal dari Bahasa Melayu yaitu Bangkahulu, bang memiliki arti pesisir dan kulon berarti barat. Sumber lain menyatakan nama “Bencoolen” diperkirakan diambil dari sebuah nama bukit di Cullen, Skotlandia, Bm of Cullen (atau variasmya, Ben Cullen). Sementara, sumber tradisional menyebutkan bahwa Bengkulu atau Bangkahulu berasal dan kata bangkai dan hulu yang maksudnya bangkai di hulu.

Tentunya bukan itu saja hal-hal menarik seputar Bengkulu. Dilansir dari beragam sumber, berikut enam fakta menarik tentang Bengkulu.

1. Bunga Tunggal Terbesar di Dunia

Bunga Rafflesia arnoldi sudah tak asing lagi di Bengkulu. Bunga raksasa tersebut menjadi ikon Bengkulu, bahkan membuat daerah ini dikenal dunia. Bunga ini ditemukan pertama kali pada 1818 oleh dua pria asal Inggris bernama Dr. Joseph Arnold dan Sir Thomas Stamford Raffles, di hutan tropis Sumatra.

Bunga berdiameter berkisar antara 70 hingga 110 sentimeter ini dikenal sebagai bunga terbesar di dunia. Tak hanya besar, bunga Raflesia Arnoldi juga memiliki berat hingga 10 kilogram.

Menariknya, meskipun pesona bunga berwarna oranye ini sangat menawan, aromanya saat mekar busuk, hampir sama dengan aroma busuk dari daging. Bunga Raflesia ini memiliki lima kelopak bunga, namun bunga cantik tersebut tidak memiliki klorofil seperti tumbuhan lain. Bunga ini tidak bisa melakukan dan mendapatkan makanannya dari proses fotosintesis.

2. Benteng Terbesar di Asia

Bengkulu sebagai kota terbesar kedua di pantai barat Pulau Sumatera juga punya benteng yang besar, yaitu Benteng Marlborough. Benteng ini terletak di Jalan Benteng, Kebun Keling, dan merupakan peninggalan Inggris yang menyimpan segudang sejarah, bahkan jadi benteng terkuat kedua Inggris di Wilayah Timur pada saat itu.

Di depan pintu masuk Benteng Marlborough, para pengunjung akan merasakan nuansa berada pada masa kolonial. Bangunan yang kokoh hingga sekarang ini memiliki bentuk unik, yaitu berbentuk kura-kura apabila dilihat dari atas. Benteng Marlborough berdiri di atas tanah seluas 44.000 meter persegi dan 8,5 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ketika berjalan ke arah tengah benteng, pengunjung dapat melihat sebuah taman yang tertata rapi dengan sisa-sisa meriam.

2 dari 5 halaman

3. Nama Bengkulu Terpampang di Singapura

Ketika berada di bawah jajahan Inggris, nama Bengkulu adalah Bencoolen. Nama Bencoolen lalu diabadikan di Singapura dan digunakan sebagai nama jalan. Pemberian nama jalan di Singapura ini berawal dari berakhirnya masa penjajahan Inggris di Bengkulu.

Masa penjajahan tersebut berakhir lantaran adanya perjanjian antara Kerajaan Inggris dengan Kerajaan Belanda. Perjanjian yang dibuat berisi tentang pertukaran kekuasaan Inggris di Bengkulu dengan kekuasaan Belanda di Melaka dan Singapura. Saat itu, Singapura menjadi bagian dari Kerajaan Melaka.

Pemerintah Singapura  kemudian memberi salah satu nama jalannya dengan Bencoolen Street. Begitu pula dengan salah satu desa yang ada di Bengkulu dan Sumatera Selatan ada yang diberi nama Singapura. Nama jalan Bengkulu ini sengaja diberikan Raffles yang saat itu menjadi gubernur untuk mengenang kehadirannya di Bengkulu.

4. Tradisi Malam ke-27 Ramadan

Sebelum datangnya malam ke-27 bulan Ramadan, masyarakat Bengkulu biasanya menggelar. Tradisi Opi Malem Likua yaitu tradisi membakar batok kelapa yang disusun rapi seperti tusuk sate. Lalu, batok kelapa yang telah disusun secara rapi setinggi 1,5 meter ditancapkan di depan rumah warga. Setelah malam tiba, warga akan serentak membakar batok kelapa tersebut.

Masyarakat sekitar percaya bahwa Tradisi Opi Malem Likua dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Tuhan dan pemberian doa kepada arwah leluhur agar tentram. Tradisi ini rutin dilakukan setiap malam ke-27 bulan Ramadan. Ketika membakar batok kelapa yang telah tersusun, asap akan menyelimuti wilayah kampung tersebut sehingga memberikan kesan eksotis dan magis.

3 dari 5 halaman

5. Kuliner Favorit Bung Karno

Bengkulu punya beragam jenis kuliner, termasuk Bagar Hiu yang merupakan salah satu kuliner favorit Bung Karno ketika masa pengasingannya di Bengkulu. Kuliner ini biasanya dikonsumsi masyarakat sekitar di bulan Ramadan. Tampilan bagar hiu ini sekilas mirip dengan rendang daging khas Padang. Perbedannya adalah Bagar Hiu tidak dimasak menggunakan santan.

Sesuai dengan namanya, Bagar Hiu dibuat dengan bahan dasar daging hiu, ikan yang dilarang ditangkap saat ini lantaran populasinya makin menurun. Dibutuhkan keahlian dan trik khusus dalam pengolahannya.

Bumbu rempah yang digunakan untuk memasak bagar hiu pun bermacam-macam seperti laos, kunyit, kemiri, serai, kapulaga, ketumbar, kayu manis, jahe, asam Jawa, cengkeh, pala, bawang merah dan bawang putih. Agar bau amis yang ada di ikan hiu hilang, hiu yang sudah dipotong-potong dibersihkan menggunakan perasan jeruk nipis.

6. Pesona Danau yang Penuh Misteri

Danau Dendam Tak Sudah salah satu cagar alam yang telah berdiri sejak 1936. Bukan hanya namanya yang unik, danau ini juga menyajikan pemandangan hijau yang indah dan termasuk destinasi wisata unggulan Bengkulu. Kawasan seluas 577 hektare ini juga menjadi habitat asli anggrek pensil yang tumbuh di sekitar danau. Di balik pesona indahnya, ternyata Danau Dendam Tak Sudah juga memiliki sebuah legenda.

Namanya yang unik ini menyimpan banyak mitos, salah satunya kisah tragis pasangan muda yang lompat ke danau setelah hubungan mereka tidak direstui oleh keluarga. Tak lama setelah mereka lompat, muncul dua buah siput raksasa yang konon selalu tampak di danau tersebut sampai saat imi.  (Dinda Rizky Amalia Siregar)

4 dari 5 halaman

Setahun Pandemi Covid-19, Pariwisata Dunia dan Indonesia Terpuruk

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut: