Sukses

Semerbak Harum Bunga Hias di Rawa Belong yang Jadi Buruan Warga Saat Lebaran

Liputan6.com, Jakarta - Bagi sebagian orang, bunga hias jadi salah satu pelengkap perayaan Lebaran. Mereka berusaha memburu bunga hias favoritnya untuk hiasan di dalam rumah.

Salah satu tempat yang ramai dikunjungi masyarakat pecinta bunga hias adalah Rawa Belong yang berada di Jalan Sulaiman, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pasar bunga ini juga dijadikan obyek wisata belanja dan menyajikan bunga lokal dan impor.

Berbagai jenis bunga bisa ditemukan di tempat ini. Jenis bunga yang ada di antaranya mawar, melati, sedap malam, anggrek, lily, anterium, aster, matahari, dahlia, krisantemum, dan lain-lain.

Kebanyakan bunga lokal diambil dari luar kota, seperti Malang, Sukabumi, Bandung, Cipanas, Tegal, Banten hingga daerah-daerah di Sumatera. Hampir semua yang dibutuhkan untuk keperluan pesta pernikahan, buket bunga, pesta ulang tahun atau untuk sekadar hiasan di rumah.

Melansir dari jakarta.go.id, Jumat, 14 Mei 2021, Pasar Bunga Rawa Belong berdiri sejak 25 juli 1989 dengan fasilitas sarana dan prasarana yang tersedia hanya diperuntukan untuk bunga potong memanfaatkan 0,9 hektare dari luas 1,4 hektare. Kegiatan di Pasar Rawa Belong dibagi menjadi dua bagian.

 

Untuk menemukan bunga segar dari petani Sukabumi dan Bandung, Jawa Barat, pengunjung harus datang pada pukul 02.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB. Sementara itu, untuk mendapatkan bunga segar dari petani Sumatera, pengunjung biasanya datang pada pukul 14.00--21.00 WIB.

 

Pengunjung memadati Pasar Bunga Rawa Belong setiap Kamis, Jumat, Sabtu, menandakan sibuknya pasar tersebut  dan pada akhir pekan yang menjadi hari-hari favorit untuk menyelenggarakan pesta. Biasanya penjualan bunga akan meningkat di antaranya seperti pada saat Valentine, Imlek, Natal, Ramadan, dan Idul Fitri atau Lebaran.

 

Jauh sebelum diresmikan sebagai pasar bunga, nama Rawa Belong sudah harum sebagai pasar bunga. Menurut budayawan Betawi Yahya Andi Saputra, di Rawa Belong dulunya banyak kebun anggrek dan di sana juga ada Pasar Bunga.

 

“Dahulu orang banyak menanam anggrek. Buat sekarang dan masa depan potensi ini yang mesti dilanjutkan untuk memakmurkan masyarakatnya. Hal ini sejalan dengan adanya Perda tentang kebudayaan Betawi,” ungkap Yahya, dikutip dari kanal News Liputan6.com, Jumat, 14 Mei 2021.

 

Lelaki yang akrab disapa Bang Yahya itu mengungkapkan, Rawa Belong berasal dari dua kata, yakni rawa dan balong. Rawa adalah daerah yang digenangi air dan biasanya cukup dalam dan tidak terawat, sedangkan balong menunjukkan empang yang dalam. Rawa Belong bisa jadi dulunya adalah kawasan rawa yang dalam-dalam.