Sukses

Louis Vuitton Kirim Undangan Fashion Show Personal ke BTS, V Jadi Punya Sebutan Baru

Liputan6.com, Jakarta - Sederet koleksi rumah mode mewah dunia, termasuk Louis Vuitton, bukanlah item asing bagi idol K-Pop, seperti BTS. Melampaui sekadar pelengkap penampilan, kedua pihak tak jarang silang kolaborasi dalam ragam bentuk, tak terkecuali diberi undangan menghadiri fashion show.

Pada Kamis, 21 Januari 2021, akun media sosial Louis Vuitton membagikan video promosi karyawannya yang mengirimkan undangan secara personal pada member BTS. Undangan yang menyertakan pesawat kertas itu merujuk pada pergelaran fashion show Autumn/Winter 2021 koleksi busana pria merek tersebut.

Presentasi event ditayangkan perdana secara daring beberapa jam setelah Louis Vuitton membagikan video boy group yang masuk dalam nominasi Grammy Awards 2021 itu menerima undangan mereka. Alhasil, "BTS X Louis Vuitton" menjadi viral di media sosial.

Sekali lagi, banyak penggemar mengaku terpesona pada pengaruh BTS, tak hanya di industri musik, tapi juga dunia mode. Di tengah riuh euforia klip tersebut, salah satu personel BTS, V, bahkan mendapat nama panggilan baru. Di dalam klip itu, pelantun lagu Snow Flower tersebut terlihat berbusana kasual memakai turtleneck lengan panjang berwarna cokelat.

Visualnya menempatkannya di pusat lampu sorot. Kekaguman tersebut dituliskan tak sedikit warga dunia maya dengan menyebut pemilik nama asli Kim Tae-hyung itu sebagai "pria turtleneck cokelat," di mana sebagaimana telah disinggung, itu merujuk pada pilihan atasan V.

Di sejumlah komentar Instagram Louis Vuitton, pengguna mengaku bukan penggemar BTS dengan cepat mencari tahu siapa V dan berujung memberi pujian untuk boy band yang debut pada 2013 tersebut. Tak heran V BTS kerap disebut-sebut sebagai "panglima tertinggi dalam menggandakan ukuran fandom."

2 dari 4 halaman

Pesan Membangun Kesadaran

Melansir laman Vogue, Jumat (22/1/2021), peluncuran koleksi karya Virgil Abloh untuk Louis Vuitton kemarin, Kamis, 21 Januari 2021, bergema melalui puisi dan tujuan intelektual "black awareness" mengambil tempat yang selayaknya. Koleksi keenamnya, Ebonics, hadir dengan film yang disutradarai Josh Johnson.

Visualnya berpusat pada kata-kata dan pertunjukan verbal berupa panggilan untuk pemikiran radikal melalui lini pakaian pria.

Di antara kata-kata yang disampaikan Saul Williams dan Kai Isiah Jamal adalah, "Dekonstruksi narasi ... buat spasi"; "Runtuhkan tembok, ungkap misteri. Buatlah itu untukku." "Sebagai orang kulit hitam, sebagai orang trans, sebagai orang yang terpinggirkan, dunia ada di sini untuk digenggam karena dibutuhkan banyak hal dari kita."

Abloh telah mengumpulkan ensiklopedia pendidikan tentang jawaban atas pertanyaan tak terhindarkan yang meresahkan semua desainer. Itu tentang mode, pertunjukan, membuat pakaian untuk menghadapi gerakan Black Lives Matter, dan semua krisis yang meledak di wajah umat manusia tahun lalu.

"Kami masih belum pulih,” katanya sebelum klip pergelaran busana dirilis. "Kami duduk, melalui begitu banyak percakapan yang berat di tahun 2020, beberapa di antaranya sangat panas sehingga ada hal-hal yang tak dapat didiskusikan lagi. Tapi, fesyen bisa melakukan ini. Pertunjukan bisa melakukan ini."

Banyak yang harus dibongkar, mulai dari bagasi Louis Vuitton, beberapa dalam bentuk tas, karung kentang, LV 'Keepall' dalam bentuk pesawat, hingga konfigurasi ulang simbolis arketipe maskulin. Juga, tantangan kepemilikan sumber yang dibuat Abloh ke dalam pakaian.  "Ada banyak cerita yang mencampurkan budaya,” katanya. "Dan dari situ, bahasa baru akan dibuat."

Representasinya mengalir melalui mantel yang panjangnya sampai menyapu lantai, jahitan ramping, balutan kain Afrika, kilt, dan topi ala barat.

3 dari 4 halaman

Pakai Masker Boleh Gaya, Biar COVID-19 Mati Gaya

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: