Sukses

Sontek Cara Ibu Singapura Didik Anak Tanpa Omelan dan Pukulan

Liputan6.com, Jakarta - Adalah Leza Klenk, seorang ibu asal Singapura yang menerapkan kedisplinan berbeda untuk anak-anaknya. Ia tak ingin jadi orangtua yang gampang memarahi dan memukul anak saat mereka salah.

Sebagai ganti, Klenk menerapkan aturan denda jika anak-anaknya melanggar aturan. Ia tak ingin mengambil risiko dengan berlaku kasar pada sang buah hati. Ketiga anaknya yang berusia sembilan tahun, dua belas tahun, dan remaja dididik dengan metode kreatif.

Melansir laman AsiaOne, Kamis, 15 Oktober 2020, ia memberlakukan denda dengan tarif berbeda sebagai hukuman dalam mendidik anak. Kertas berupa daftar harga setiap kesalahan pun ditempel di lemari es dengan peringatan 'Papan untuk Pelanggaran'.

Jika berisik sebelum pukul sembilan pagi akan didenda satu dolar Singapura (Rp11 ribu), pun dengan membangunkan seseorang sebelum pukul 6.30 pagi dan pekerjaan rumah yang tak dilakukan sebelum waktu permainan.

Disusul denda bertarif 0,7 dolar Singapura (Rp7,6 ribu) untuk pelanggaran tak menggantung handuk dan meninggalkan meja masih sambil makan. Sementara, untuk barang pribadi yang tergeletak di lantai sebelum jam bermain dan waktu tidur didenda 0,10 dolar Singapura (Rp1,1 ribu).

Uang denda yang sudah terkumpul akan ditaruh di dalam stoples, dan nantinya dipakai untuk makan bersama di restoran. Tujuan sang ibu menggunakan metode lain dalam mendidik anak ini, yakni agar buah hatinya belajar dari tindakan dan pengalaman mereka.

 

2 dari 3 halaman

Jangan Berlebihan Menghukum Anak

Klenk pun membagikan metode kreatifnya mengenai kedisplinan anak melalui akun Facebook pada awal Oktober. Warganet berkomentar bahwa metode kreatif Klenk bisa jadi inspirasi bagi orangtua lain.

Metode tersebut juga bisa membantu menanamkan kebijakan, pertimbangan, tanggung jawab, akuntabilitas, ketertiban, dan rasa hormat. Daftar harga yang dibuat untuk hukuman anak-anak juga tampak masuk akal. 

Klenk memberi saran untuk para orangtua agar tak berlebihan saat menghukum anak. Ia berharap metode kreatifnya akan berguna bagi orangtua lain yang menghadapi situasi serupa. (Vriskey Herdiyani)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: