Sukses

Cerita Chatib Basri, Pemain Teater yang Jadi Ekonom dan Menteri Keuangan

Liputan6.com, Jakarta -  Nama Muhammad Chatib Basri sudah dikenal luas sebagai seorang ekonom dan pengamat ekonomi. Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan RI pada 2013--2014, serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Namun mungkin belum banyak yang tahu kalau ia pernah menjadi pemain teater dan manggung bareng Mira Lemana dan Tio Pakusadewo. Darah seni memang mengalir dari keluarganya.

Salah seorang pamannya adalah Asrul Sani, seorang sastrawan sekaligus penulis skenario legendaris di perfilman Indonesia. Ayahnya berasal dari Rao, Pasaman, Sumatera Barat dan merupakan kakak dari Asrul Sani.

"Dari kecil saya memang lebih senang mempelajari politik, sastra, dan seni, dibandingkan ilmu ekonomi. Dari masih sekolah saya sudah ikut teater. Malahan saya sempat beberapa kali ikut pementasan Teater Cradda di Taman Ismail Marzuki Jakarta," kenangnya saat webinar "Philanthropy Learning Forum: Seni, Si Pembuka Jalan", baru-baru ini.

Kecintaanya terhadap dunia seni tersalurkan saat duduk di bangku SMA. Chatib Basri sempat menjadi juara dalam Festival Teater, yang diadakan pemerintah Kota Jakarta Pusat. Pria kelahiran 55 tahun lalu itu juga pernah beradu akting dengan sejumah nama besar, seperti Donny Damara dan Tio Pakusadewo.

Chatib juga sempat beradu akting dengan Mira Lesmana, dalam lakon Bom Waktu di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Menurutnya, seni erat kaitannya dengan imajinasi dan mengasah kepekaan. Hal ini penting karena memengaruhi segala bidang yang digeluti.

"Contohnya saja buku pelajaran, semua anak mendapat buku yang sama. Tapi, if you wanna to go extra mile, yang harus digunakan adalah imajinasi. Kesenian yang akan membantu dan punya peran," sambung suami dari Dana Iswara ini.

Lalu, kenapa ia tidak melanjutkan kiprahnya di bidang seni? Chatib Basri mengaku awalnya tidak terlalu suka dengan ekonomi, tapi orangtuanya tidak senang jika ia berkarier dalam kesenian.

2 dari 3 halaman

Star Trek dan The Simpsons

"Padahal saya mau masuk sekolah kesenian. Ya, saya ini mungkin korban stereotip, kalau mau sukses mesti punya gelar di bidang ekonomi, kedokteran atau teknik," ungkapnya.

Meski akhirnya memilih bidang ekonomi, Chatib Basri tetap tak melupakan dunia seni. Ia sering mengikuti perkembangan di dunia sastra, teater, film maupun musik meski tak terlalu intens.

Pria yang mengaku selalu semangat kalau membahas seni ini memandang kalkulasi ekonomi sering meleset. Hal ini karena setiap orang diasumsikan sebagai karater Mister Spock di film Star Trek, yang kaku dan selalu rasional.

"Padahal, setiap orang seperti Homer di serial kartun The Simpsons, yang punya sifat agresif, pemalas dan tidak kalkulatif. Imajinasi perbandingan itu berasal dari dunia seni yang dekat dengan realitas," tutupnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: