Sukses

Siap Buka Lagi, Hotel Swinger di Inggris Larang Tamu Berhubungan Seks

Liputan6.com, Jakarta - Sebagai upaya untuk mencegah transmisi corona Covid-19, ada beragam aturan yang diterapkan oleh pelaku usaha, tak terkecuali hotel. Yang menarik, sebuah hotel swinger di Inggris melarang tamunya berhubungan seks guna mematuhi aturan social distancing.

Dilansir dari laman The Sun, Senin (29/6/2020), Xtasia Swingers and Fetish Club, di West Bromwich, Inggris mengatakan akan menjadi 'bar dan hotel non-seksual' ketika dibuka kembali pada 4 Juli mendatang. Hal ini terkait mengikuti aturan aman di masa pandemi.

Biasanya ada sedikit atau tidak ada jarak sosial di Xtasia, di mana orang menikmati ayunan seks dan penjara bawah tanah. Namun kini telah diterbitkan pembaruan di situs web soal aturan seks terbaru.

"Interaksi yang bersifat seksual tidak diizinkan antara peserta. Tujuan kami adalah untuk menciptakan tempat sosial yang besar, di mana jarak sosial dapat diamati antara anggota yang tertarik dengan kegiatan berayun dan fetish," bunyi keterangan itu.

"Pada awalnya kita semua hanya dapat hadir untuk bertemu secara sosial, dan tidak ada aktivitas seksual yang diizinkan, namun seiring berjalannya waktu, kami berusaha untuk memungkinkan permainan terjadi dalam kelompok rumah dan kemudian kembali normal," lanjut keterangan tersebut.

Juru bicara menyampaikan bahwa pihaknya adalah hanya klub sosial dan mengikuti panduan pemerintah. Pihak klub menyebut bisa menjaga kebijakan jarak sosial sejauh dua meter kecuali orang-orang adalah anggota dari rumah tangga yang sama.

"Kami akan tetap mematuhi pada dua meter untuk saat ini karena kami memiliki ruang untuk melakukan ini, dan itu membuat lebih aman untuk Anda dan staf kami. Tidak ada hubungan seks yang diizinkan antara anggota. Setiap area dalam klub memiliki 'jumlah maksimum' jarak sosial yang jelas ditampilkan di pintu masuk ke sana, tidak lebih dari jumlah yang harus ada di dalam setiap saat," kata pihak klub.

2 dari 3 halaman

Langkah Pencegahan

Klub ini juga akan terlibat dalam program Uji dan Lacak Pemerintah jika ada wabah corona Covid-19. Mereka juga akan berhati-hati ketika menghubungi anggota "teman bermain Anda bukan pasangan Anda."

"Kami bertujuan untuk membantu dengan Tes dan Lacak sebanyak yang kami bisa. Jika mengobrol dengan orang lain di klub untuk waktu yang lama, harap pastikan Anda tahu setidaknya nama depan atau ID Fab mereka," kata pihak klub.

Mereka juga menyebut akan mengubah syarat dan ketentuan untuk memungkinkan anggota klub menghubungi jika ternyata ada yang terinfeksi. Pihak klub juga akan meminta siapa saja yang mengunjungi klub dan kontak dengan mereka yang terinfeksi Covid-19 dalam waktu tujuh hari untuk segera menghubungi pihak klub agar mereka memberitahu peserta lain.

"Suhu tamu juga akan dicek saat datang ke klub. Ini bukan indikator yang akurat, tetapi akan memungkinkan kami untuk menolak masuk siapa saja yang menunjukkan pembacaan suhu yang tidak normal," ungkapnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: