Sukses

Cerita Perempuan yang Berlari demi Selamatkan Suaminya

Liputan6.com, Jakarta - Zheng Churan mulai berlari ketika ia kehabisan opsi untuk menyelamatkan sang suami dari polisi. Selama beberapa bulan terakhir, Zheng telah berlari tak kurang dari 145 kilometer (km) mengitari kota tempatnya tinggal di bagian selatan Tiongkok.

Progres jaraknya berlari akan terus di-update lewat Weibo dan Twitter sampai, rencananya, mencapai sekitar 10 ribu km, jarak antara tempat suaminya ditangkap Polisi di Cina dan Old Trafford Stadium di Inggris, markas klub sepak bola favorit sang suami, Manchester United.

Melansir dari Buzzfeed, Sabtu (8/6/2019), suami Zheng, Wei Zhili, menghilang dari rumah mereka di Guangzhou lebih dari dua bulan lalu. Kejadian ini mengejutkan, tapi bukan tak diprediksi Zheng. Pasal, suaminya merupakan jurnalis dan aktivits yang sering 'bentrok' dengan polisi.

Empat tahun lalu, Zheng sendiri merupakan satu dari lima perempuan yang berurusan dengan polisi setelah membagikan stiker menentang pelecehan seksual pada perempuan di subway dan bus. Mereka ditahan dengan tuduhan memprovokasi masalah.

Tapi, setelah kasus ini jadi sorotan dan berubah jadi skandal internasional, kelimaya dibebaskan setelah ditahan selama 37 hari. Pengalaman ini membuat Zheng yakin sang suami mengalami nasib tak berbeda darinya.

Seminggu setelah suaminya hilang, pihak kepolisian mengatakan bahwa Wei telah memprovokasi masalah, tuduhan sama yang dilayangkan pada Zheng empat tahun sebelumnya. Wei ditahan di sebuah tempat berjarak dua jam perjalanan dari kota Shenzhen.

Walau polisi mengatakan Wei baik-baik saja, pihaknya tak mengizinkan sang jurnalis bertemu dengan pengacara maupun Zheng. Ketidak jelasan waktu bisa bertemu kembali dengan suaminya membuat Zeng mulai berlari. Aksi ini dilakukan demi menarik perhatian dunia pada kasus Wei, sekaligus berkampaye melawan ketidak adilan hukum.

2 dari 3 halaman

Sempat Sakit

Setelah Wei menghilang, Zheng khawatir luar biasa. Sembari menenangkan kedua orangtua mereka, Zheng menyimpan kecemasan berlebih yang kemudian berpengaruh secara fisik. Ia batuk darah, hilang nafsu makan, tidak bisa tidur, serta terus memandangi ponsel untuk mendengar kabar dari Wei.

"Walau saya sudah melakukan banyak hal untuknya beberapa bulan terakhir, saya hanya lelah secara mental. Saya memutuskan unuk melatih diri saya dan lari untuk memperkuat diri secara fisik maupun mental. Suami saya tercinta hilang karena melakukan hal baik dan itu membuat saya sakit hati," papar Zheng.

Ketika pertama berlari, Zheng merasa segar, tapi tak bisa menutupi bahwa ia merindukan sang suami. "Sambil berlari, saya menangis karena ingat momen-momen bahagia bersama Wei," sambungnya.

Kini, Zheng tak lagi berlari sendiri. Karena unggahannya di Twitter, sekarang ada delapan orang yang berlari demi mendukung Zheng. "Mereka telah berlari sejauh 10 km bersama saya dan berharap bisa menemani sampai 100 km," tutur Zheng.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Mal di Jakarta Dijadwalkan Kembali Dibuka 5 Juni 2020