Sukses

Alternatif Wisata di Desa Nglanggeran Selama Gunung Api Purba Ditutup karena Serangan Lebah

Liputan6.com, Jakarta - Berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, puncak Gunung Api Purba Nglanggeran menawarkan pemandangan menawan yang sangat cocok dijadikan tempat menikmati matahari terbit.

Seperti dikutip dari gunungapipurba.com, Jumat (23/11/2018), membutuhkan waktu sekitar 50-60 Menit untuk bisa sampai ke lokasi. Walau kondisi puncaknya agak lapang, wilayah ini tidak bisa digunakan untuk mendirikan tenda.

Kalau ingin camping supaya tak telat melihat sunrise, Anda cukup bergeser sekitar 50 meter ke bawah. Di situ, terdapat camping ground yang sangat strategis sekaligus bisa berlindung dari kencangnya angin di puncak Gunung Api Purba.

Ketika matahari sudah naik, pemandangannya tak kalah memukau lewat hamparan pohon memanjakan mata sampai berbatas kemegahan Gunung Lima Jari. Sayang, sementara waktu pesonanya belum bisa Anda sambangi. Sejak Selasa, 20 November 2018, Gunung Api Purba Nglanggeran ditutup sementara untuk wisatawan karena terdapat serangan lebah beracun.

Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nglanggeran, Sugeng Handoko mengatakan, pihaknya kini masih memastikan keadaan aman sebelum jalur menuju puncak Gunung Api Purba Nglanggeran kembali dibuka.

Selama proses itu berlangsung, Anda masih bisa menyambangi beberapa tempat di wilayah Desa Nglanggeran. Berikut rekomendasi tempat-tempatnya menurut Sugeng saat dihubungi via telepon oleh Liputan6.comJumat (23/11/2018).

 

Simak video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Alternatif Wisata Selama Gunung Api Purba Nglanggeran Ditutup

Embung Nglanggeran

Berbeda dengan Gunung Api Nglanggeran yang merupakan spot matahari terbut, Embung Nglanggeran malah sangat cocok dijadikan tempat melihat sunset. Waduk mini yang berada di ketinggian 495 meter di atas permukaan laut ini siap menawarkan panorama memesona saat langit berubah warna dan terefleksi cantik di air.

Tempat yang diresmikan sebagai destinasi wisata pada 2013 ini merupakan bagian taman buah di daerah Nglanggeran. Air dari waduk kecil tersebut juga dimanfaatkan sebagai pengairan kebun buah durian dan kelengkeng. Membuatnya juga menarik disambangi di siang hari. Sssttt... pemandangannya juga tak kalah menawan, lho.

Griya Cokelat Nglanggeran

Berjarak 600 meter dari pintu masuk Gunung Api Purba Nglanggeran, terdapat Nglanggeran Mart, tempat di mana Anda bisa menikmati aneka minuman cokelat menggugah selera dan ragam buah tangan olahan cokelat.

Tak hanya membeli, di Griya Cokelat Nglanggeran, Anda pun bisa mengetahui proses pembuatan aneka produknya, bahkan bisa langsung ikut praktik membuat dodol kakao, sampai mencicipi produk hasil karya Anda sendiri.

Loading
Artikel Selanjutnya
Denny Sumargo Bagikan Tips Traveling di Alam Bebas
Artikel Selanjutnya
Swiss Jadi Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia 2020, Indonesia Nomor Berapa?