Liputan6.com, Jakarta Geopark Ciletuh terus berbenah menjadi destinasi wisata alam dan budaya unggulan yang banyak dikunjungi wisatawan. Setelah resmi menjadi Geopark Nasional sejak Desember 2015, dan diperluas menjadi Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu dengan luas area 126.000 hektar mencangkup 8 kecamatan dan 74 desa, tempat wisata dan konservasi ini akhirnya mendapat pengakuan UNESCO sebagai geopark dunia kategori sedang.
Dedi Suhendra, pengelola Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (22/2/2017) mengatakan, kunjungan wisata makin meningkat, dari data kasar diperoleh informasi, sekitar 160-200 ribu wisawatan telah berkunjung dalam kurun waktu satu tahun setelah Ciletuh menjadi geopark.
“Liburan lebaran tahun lalu yang hanya 4 hari saja, kunjungan wisawatan di Ciwaru, Tamanjaya, dan Ujung Genteng mencapai 54 ribu wisatawan. Liburan tahun baru, data kasar sekitar 20-30 ribu yang berkunjung ke Ciemas. Kalau digabung dari mulai Cisolok, Cikakak, Piratu, Simpenan, Ciemas, dan Ujung Genteng, saya rasa sudah melampaui target. Kalau Kementerian Pariwisata pasang target 120 ribu pengunjung di 2016, jawabannya sudah terpenuhi bahkan lebih," ungkap Dedi.
Dedi mengatakan, keberhasilan Geopark Ciletuh dalam menarik kunjungan wisata bukan perkara instan. Terdapat peran serta masyarakat, komunitas, pemerintah yang terus bersinergi. Yang terpenting bagi Dedi, perkembangan pariwisata Geopar Ciletuh harus terus berdampingan dan sejalan dengan semangat geopark sebagai area konservasi alam dan budaya.
“Tiap tahun kami akan gelar festival untuk tarik kunjungan wisata. Edukasi juga jadi prioritas utama. Masyarakat umum yang datang ke kawasan harus mendapat ilmu, ilmu tentang apa itu geopark, apa itu batuan. Jadi masyarakat tak hanya sekadar berkunjung, ada wawasan yang bertambah setelah berkunjung,” kata Dedi menambahkan.
Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu sendiri memiliki beberapa kawasan khusus konservasi, antara lain seperi hutan bakau di Mandrajaya, durian gandaria di Cikakak, ada area banteng hasil kawin silang di Cikepuh, konservasi air sungai, konservasi terumbu karang di Cikadal, konserasi penyu di Pangumbahan.
“Kami juga terus mengedukasi penambang yang bikin air sungai keruh, untuk jadi petani dan berkebun lagi,” kata Dedi.
Setahun Jadi Geopark, Apa Kabar Ciletuh?
Ciletuh mendapat pengakuan UNESCO setelah diperluas menjadi 126.000 hektar yang mencangkup 8 kecamatan dan 74 desa.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1516495/original/016371900_1487823178-ciletuh2.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
- Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
- Konservasi Penyu Lekang di Pantai Biaung Perkuat Perlindungan Ekosistem Pesisir1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
- Taman Kuliner Ramah Lingkungan di Embung Doho Wonogiri, Dukung UMKM Lokal1 minggu yang lalu
- Menag Nasaruddin Ajak Tobat Ekologis, Ingatkan Bahaya Eksploitasi Alam1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
- Sekolah Anak Pesisir di NTB Padukan Edukasi Lingkungan dan Ekonomi Lokal1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
- Petani dan Nelayan Bakal Ikut Menikmati Pembiayaan Karbon2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
- Biometana dari Limbah Sawit, Solusi Energi Rendah Karbon untuk Industri2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
- Hutan di Gunungkidul Jadi Sumber Pangan dan Penggerak Ekonomi Desa2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
- Green Economy Buka Peluang Karier Baru, Ini 5 Skill yang Perlu Disiapkan Gen Z2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
- Energi dari Olahan Sampah Didorong Jadi Alternatif Batu Bara dan Gas2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378727/original/040838400_1792560617-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378600/original/015963400_1792553835-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353323/original/048061500_1789960533-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T101401.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4751478/original/019919400_1708694702-Gus_Iqdammmm.ok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6853381/original/003519900_1779636986-338262.jpg)