Sukses

Ini Alasan Ilmiah Mengapa Anda Tidak Pernah Merasa Puas

Liputan6.com, Jakarta Semua orang, termasuk Anda pasti pernah merasakan bagaimana rasanya memperoleh sesuatu yang baru. Mungkin Anda telah lama mendambakan sesuatu, seperti perubahan hidup, pekerjaan, atau pasangan yang baru, dan begitu mendapatkannya, ada perasaan yang begitu membahagiakan, yaitu rasa puas.

Namun, tidak semua orang termasuk ke dalam golongan mudah puas. Mengapa? Setelah memimpikan sesuatu dan mendapatkannya, seseorang bisa merasa tidak puas. Dilansir dari mydomaine.com, Selasa (22/11/2016), berikut alasan ilmiah mengapa seseorang tidak pernah merasa puas. 

Para psikolog menamakan fenomena ini sebagai "Adaptasi Hedonis." Terlepas dari baik-buruknya, lama kelamaan, Anda akan berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan ini.

Ada beberapa cara untuk menghindari rasa tidak puas yang konstan. Jika Anda tahu pada akhirnya tidak ada sesuatu hal pun di dunia ini yang akan terus berakhir bahagia, maka mungkin di awal, Anda bisa mengurangi antusiasme diri Anda sendiri, dan hal ini lebih berlaku di dalam masalah hubungan.

Para peneliti di Jerman meneliti lebih dari 800 pasangan yang telah menikah dan menemukan bahwa pada dua tahun pertama pernikahan, kebahagiaan mereka meningkat dengan drastis. Namun, lepas dari dua tahun, tingkat kebahagiaan menurun, seperti saat sebelum mereka menikah.

Jika Anda dapat memprediksi hal ini lebih awal, Anda tidak akan berusaha menyalahkan pasangan atau bagaimana hubungan tersebut berlangsung.

Jika sewaktu-waktu Anda mengalami kehidupan hedonis, lakukan usaha proaktif untuk lebih menghargai apa yang telah Anda miliki, bukannya mencari sesuatu lainnya yang lebih dapat memuaskan Anda.

Loading