Sukses

Kencan dengan Orang yang Impulsif Adalah Bencana? Simak Ini

Liputan6.com, Jakarta Di saat mau memilih restoran untuk makan malam, atau tempat berlibur, apakah Anda lebih suka menentukan secara spontan, dan melihat pilihan saat itu? Mungkin menurut Anda, di situ letak kesenangannya, namun mungkin bukan hal yang sama yang dialami pasangan Anda. Ia mungkin lebih memilih meluangkan waktu membaca review restoran dan mencari kelebihan dan kekurangan tempat tersebut sebelum akhirnya memutuskan.

Dilansir dari Womenshealthmag.com, Rabu (6/4/2016), menurut Journal of Research in Personality, kespontanan diantara sebuah hubungan, berpengaruh terhadap kelancaran hubungan tersebut. Faktanya, jika Anda memiliki tingkat impulsif yang berbeda dengan pasangan, tingkat kepuasan hubungan menjadi lebih rendah. Namun, bila Anda dan pasangan cocok dalam paham hidup penuh dengan kespontanan, Anda bisa lebih bahagia.

Dalam menemukan teori ini, penelitian mengumpulkan data tingkat impulsif dari perilaku dan kepribadian dari banyak pasangan. Lalu mereka menggolongkan data ini menjadi tiga hipotesis. Pertama, jika hanya satu orang yang impulsif, kualitas hubungan menjadi menderita. Kedua, jika dua orang sama-sama impulsif, hubungan tersebut memiliki kualitas yang bagus. Sedang yang ketiga, jika tingkat impulsif tidak cocok, kualitas hubungan tersebut menjadi lebih buruk.

Dapat diasumsikan, dua orang akan bahagia jika mereka berdua memiliki sifat spontan dalam memutuskan sesuatu, tanpa berpikir panjang. Di saat bertengkar, mungkin mereka akan berkelahi besar, bertindak penuh emosi dan argumen tak henti. Namun anehnya, penelitian ini menunjukkan, karena dua pihak memiliki kesamaan gaya (bertindak tanpa berpikir), mereka lebih bahagia dari pasangan yang hanya satu orang yang spontan, namun yang lainnya tidak.

Loading