Bacaan dan Arti La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadz Dzalimin Lengkap, Doa Mustajab saat Kondisi Genting

Doa ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan manifestasi tauhid, pengakuan dosa, dan kepasrahan total kepada Allah SWT.

Diterbitkan 30 Agustus 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam kehidupan, terkadang seseorang mengalami momen di mana segala jalan terasa tertutup, harapan sirna, dan jiwa diliputi keputusasaan. Kondisi buntu seperti ini sering kali menjadi ujian terberat yang menguji keimanan dan kesabaran. Dalam kondisi inilah, tepat membaca doa La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzalimin, bacaan Nabi Yunus AS saat berada dalam situasi yang paling genting.

Doa ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan manifestasi tauhid, pengakuan dosa, dan kepasrahan total kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur'an, kisah ini diabadikan dalam Surat Al-Anbiya ayat 87 sebagai bukti bahwa tidak ada kondisi yang terlalu gelap bagi rahmat Allah untuk menerobosnya.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di mengungkapkan doa ini mengandung pengakuan seorang hamba akan kesempurnaan uluhiyah Allah, pensucian-Nya dari segala kekurangan, serta pengakuan atas kezaliman diri sendiri.

Kesulitan yang dialami Nabi Yunus AS ketika terperangkap dalam kegelapan perut ikan paus di tengah lautan, menjadi simbol bagi setiap Muslim yang terjerat dalam masalah hidup. Doa ini mengajarkan bahwa di titik nadir keputusasaan, pintu taubat dan pertolongan Allah selalu terbuka bagi siapa pun yang mau mengakui kesalahan dan kembali kepada-Nya.

Merujuk berbagai sumber, artikel ini mengulas bacaan dan arti la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzalimin lengkap, sejarah, serta hikmah mendalam dari doa yang menjadi senjata ampuh bagi mereka yang berada dalam kondisi buntu, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai kitab dan sumber kredibel.

Bacaan La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadz Dzalimin Lengkap, Latin dan Arti

Tulisan Arab: لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Latin: Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn

Arti: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."

Penjelasan Makna per Kata

Doa ini terdiri dari tiga unsur utama yang menjadi fondasi ibadah seorang mukmin ketika memohon pertolongan kepada Allah SWT.

1. Lā ilāha illā anta (لا إله إلا أنت) — Tauhid

Kalimat ini adalah inti dari keimanan seorang Muslim. Maknanya adalah penegasan bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah SWT.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di menjelaskan bahwa dalam pengakuan ini, Nabi Yunus AS mengakui kesempurnaan dan keesaan Allah dalam hal peribadahan yang khusus untuk-Nya.

Imam Al-Hakim At-Tirmidzi juga menyebutkan bahwa ketika seorang hamba mentauhidkan Allah dan menafikan segala bentuk kesyirikan darinya, kemudian menyucikan-Nya dari segala keburukan yang dilihatnya, serta mengakui bahwa dirinya termasuk orang yang zalim, maka doanya akan dikabulkan.

2. Subḥānaka (سبحانك) — Tasbih dan Pensucian

Kata ini mengandung makna menyucikan Allah dari segala kekurangan, aib, dan cacat. Dalam Tafsir As-Sa'di, dijelaskan bahwa Nabi Yunus AS menyucikan Allah dari segala macam bentuk kekurangan dan aib.

Ini adalah pengakuan bahwa Allah Mahasempurna, tidak mungkin berbuat zalim kepada hamba-Nya, dan segala ketetapan-Nya adalah adil dan bijaksana.

3. Innī kuntu minaẓ-ẓālimīn (إني كنت من الظالمين) — Pengakuan Dosa

Bagian ini merupakan pengakuan tulus bahwa diri sendiri telah berbuat zalim. Menurut Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama RI, dalam doa tersebut Nabi Yunus AS sadar atas kesalahannya yang telah dilakukannya sebagai Nabi dan Rasul, yaitu tidak sabar dan tidak berlapang dada menghadapi kaumnya.

Pengakuan ini mengandung kerendahan hati, penyesalan, dan tekad untuk kembali ke jalan yang benar.

Riwayat Doa La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadz Dzalimin

Latar Belakang Turunnya Ayat

Kisah Nabi Yunus AS diabadikan dalam Al-Qur'an pada Surat Al-Anbiya ayat 87-88. Allah SWT berfirman: (Ingatlah pula) Dzun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, 'Tidak ada tuhan yang berhak disembah, selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.'

Nabi Yunus AS diutus kepada penduduk Ninawa (kota kuno di wilayah Mosul, Irak) untuk mengajak mereka menyembah Allah SWT. Namun, sebagian besar kaumnya menolak dakwah tersebut. Karena merasa kecewa dan marah, Nabi Yunus AS meninggalkan mereka sebelum datang perintah dari Allah SWT.

Dalam perjalanan meninggalkan kaumnya, Nabi Yunus AS menaiki sebuah kapal. Di tengah perjalanan, kapal yang ditumpanginya diterpa badai hebat. Setelah dilakukan undian untuk menentukan siapa yang harus turun dari kapal demi meringankan beban, Nabi Yunus AS menjadi orang yang terpilih. Atas kehendak Allah, beliau kemudian ditelan oleh seekor ikan besar.

Di dalam perut ikan, Nabi Yunus AS menyadari kekeliruannya. Dalam suasana yang sangat gelap—yang oleh para ulama ditafsirkan sebagai kegelapan malam, kegelapan lautan, dan kegelapan perut ikan—beliau memanjatkan doa penuh kerendahan hati: Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.

Allah SWT mengabulkan doa tersebut dan menyelamatkan Nabi Yunus AS dari kesulitan yang dihadapinya, sebagaimana disebutkan pada ayat berikutnya (QS Al-Anbiya: 88).

Hadis tentang Keutamaan Doa La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadz Dzalimin

Rasulullah SAW bersabda: "Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) saat berada dalam perut ikan adalah, 'Tidak ada ilah selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zhalim' (QS Anbiya: 87). Sungguh, tidaklah orang muslim berdoa dengannya dalam urusan apa pun, melainkan Allah akan mengabulkan doanya." (HR Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa doa Nabi Yunus AS bukan sekadar bacaan sejarah, melainkan amalan yang memiliki jaminan pengabulan dari Allah SWT bagi siapa pun yang mengamalkannya dengan penuh keyakinan.

Hikmah Doa Nabi Yunus AS

Berdasarkan penjelasan para ulama dalam berbagai kitab tafsir dan hadis, doa La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzalimin mengandung setidaknya lima hikmah besar bagi umat Islam:

1. Pengakuan Tauhid yang Menyelamatkan

Hikmah pertama adalah penguatan tauhid. Dalam doa ini, seorang hamba mengakui bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah. Ini adalah fondasi utama yang menyelamatkan Nabi Yunus dari kegelapan perut ikan.

2. Pensucian Allah dari Segala Kekurangan

Pengakuan bahwa Allah Mahasempurna dan tidak mungkin berbuat zalim. Ini mengajarkan Muslim untuk tidak menyalahkan takdir Allah ketika menghadapi musibah. Sebaliknya, seorang hamba harus menyadari bahwa segala ketetapan Allah adalah adil dan bijaksana, dan kekurangan hanya ada pada diri manusia sendiri.

3. Pengakuan Kesalahan dan Kerendahan Hati

Pentingnya mengakui kesalahan dan kelemahan diri. Nabi Yunus AS mengakui bahwa dirinya termasuk orang yang zalim—bukan karena ia musyrik, tetapi karena ia meninggalkan tugas dakwah tanpa izin Allah dan bertindak tergesa-gesa karena emosi.Pengakuan ini mengajarkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna, dan pintu taubat selalu terbuka.Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di, doa ini mengandung pengakuan diri sebagai seorang yang berbuat zalim (berbuat salah).

4. Kepasrahan Total kepada Allah

Kepasrahan total kepada Allah di saat tidak ada jalan keluar. Nabi Yunus AS tidak berteriak meminta tolong kepada manusia atau makhluk lain, melainkan hanya kepada Allah. Ini mengajarkan bahwa di puncak kesulitan, hanya Allah-lah tempat bergantung dan meminta pertolongan.

5. Optimisme terhadap Rahmat Allah

Sebesar apa pun ujian yang dihadapi, seorang Muslim tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah.Kisah Nabi Yunus AS membuktikan bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Allah mengabulkan doa beliau dan menyelamatkannya dari perut ikan. Ini menjadi pengingat bahwa kondisi buntu bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari pertolongan Allah bagi mereka yang bersabar dan bertawakal.

 

Pertanyaan Seputar Doa Nabi Yunus

1. Apa arti la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzalimin secara lengkap?

Artinya adalah: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."Doa ini diucapkan Nabi Yunus AS saat berada dalam perut ikan paus dan termaktub dalam Al-Qur'an Surat Al-Anbiya ayat 87.

2. Di mana doa Nabi Yunus AS terdapat dalam Al-Qur'an?

Doa ini terdapat dalam Al-Qur'an Surat Al-Anbiya ayat 87. Allah SWT berfirman: "Maka dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, 'Tidak ada tuhan yang berhak disembah, selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.'"

3. Apa keutamaan membaca doa Nabi Yunus AS?

Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada seorang Muslim pun yang berdoa dengan doa ini dalam suatu urusan, melainkan Allah akan mengabulkannya (HR Tirmidzi).Doa ini juga dapat menghilangkan kesedihan dan kesusahan karena mengandung tauhid, tasbih, dan pengakuan dosa.

4. Mengapa Nabi Yunus AS disebut Dzun Nun?

Dzun Nun berarti "sahabat ikan" atau "pemilik ikan paus". Gelar ini diberikan kepada Nabi Yunus AS karena peristiwa ditelannya beliau oleh ikan paus sebagai ujian dari Allah SWT.

5. Kapan waktu terbaik untuk membaca doa Nabi Yunus AS?

Doa ini dapat dibaca kapan saja, terutama ketika menghadapi kesulitan, kegundahan, atau kondisi buntu. Dalam kitab Fathul Mu'in karya Al-Imam Zainuddin bin Abdul 'Aziz Al-Malebari disebutkan bahwa membaca doa ini sebanyak 40 kali saat sakit dapat memberikan ganjaran seperti syuhada jika meninggal, atau ampunan jika sembuh.