7 Amalan sebelum Salat Idul Adha agar Pahala Lebih Maksimal, Dalil dan Penjelasannya

Umat Islam dianjurkan melakukan beberapa amalan sebelum salat Idul Adha agar pahala lebih maksimal dan mendapat berkah.

Diterbitkan 22 Mei 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hari Raya Kurban merupakan momen agung yang senantiasa dinantikan umat Islam. Terdapat berbagai amalan sebelum salat Idul Adha agar pahala lebih maksimal yang sangat dianjurkan. Persiapan ini akan menyempurnakan esensi ibadah di hari besar ini.

Selain sebagai puncak ibadah haji, Idul Adha juga menjadi momentum meningkatkan ketakwaan melalui berbagai amalan mulia. Amalan-amalan ini memiliki landasan dalil yang kuat serta hikmah mendalam bagi setiap Muslim.

Tuntunan tersebut bersumber langsung dari kebiasaan Rasulullah SAW dan bahkan dimulai beberapa hari sebelumnya. Meneladani Nabi SAW, para ulama sangat memperhatikan dan menganjurkan umat Islam melaksanakan amalan-amalan ini.

Merujuk buku Asal Usul Hari Tasyrik karya Ustadz Aris Munandar, S.S, M.P.I, Bekal-Bekal di Dalam Menyambut Idul Adha karya Abu Salma al-Atsari, berikut ini adalah amalan-amalan yang dianjurkan untuk umat Islam sebelum pelaksanaan salat Idul Adha agar pahala lebih maksimal.

1. Menghidupkan Malam Takbiran dengan Ibadah

Malam sebelum Idul Adha, yang akrab disebut malam takbiran, merupakan malam yang penuh keberkahan. Umat Islam dianjurkan untuk menghidupkannya dengan memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, shalawat, dan salat malam.

Dalam kitab Raudlatut Thalibin, ditegaskan:

فَيُسْتَحَبُّ التَّكْبِيرُ الْمُرْسَلُ بِغُرُوبِ الشَّمْسِ فِي الْعِيدَيْنِ جَمِيعًا، وَيُسْتَحَبُّ اسْتِحْبَابًا مُتَأَكَّدًا، إِحْيَاءُ لَيْلَتَيِ الْعِيدِ بِالْعِبَادَةِ

"Disunahkan mengumandangkan takbir pada malam hari raya mulai terbenamnya matahari, dan sangat disunahkan juga menghidupkan malam hari raya tersebut dengan beribadah."

Malam takbiran termasuk waktu mustajab, di mana doa lebih mudah dikabulkan Allah SWT.

 

2. Memperbanyak Takbir (Sejak Subuh Hari Arafah hingga Akhir Hari Tasyrik)

Takbir Idul Adha terbagi menjadi dua jenis: takbir mutlak (tanpa batasan waktu) dan takbir muqayyad (setelah salat fardu). Waktu pelaksanaannya dimulai sejak subuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga ashar hari tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah).

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 203:

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَّعْدُودَاتٍ

Artinya: "Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya."

Mayoritas ulama berpendapat bahwa takbiran Idul Adha hukumnya sunnah.

 

3. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan Arafah (9 Dzulhijjah)

Puasa pada tanggal 8 Dzulhijjah (Tarwiyah) dan 9 Dzulhijjah (Arafah) menjadi salah satu amalan utama sebelum Idul Adha, khususnya bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Keutamaan Puasa Arafah: Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ

"Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang." (HR. Muslim)

Menurut Imam Nawawi dalam Al-Majmu', puasa Arafah disunnahkan bagi yang tidak berwukuf di Arafah, sementara bagi jamaah haji justru tidak disunnahkan berpuasa.

 

4. Mandi Sunnah Sebelum Berangkat Salat Id

Mayoritas ulama dari mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali menyatakan bahwa mandi sebelum salat Id hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan).

Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: "Rasulullah SAW mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha."

Meski tidak ada hadits shahih yang secara eksplisit memerintahkan mandi Id, praktik para sahabat seperti Ali bin Abi Thalib dan Abdullah bin Umar menjadi landasan kuat amalan ini.

Waktu paling utama adalah setelah masuk waktu Subuh hingga sebelum berangkat ke tempat salat. Boleh dilakukan mulai tengah malam, tetapi yang lebih utama adalah setelah Subuh.

Niat Mandi Sunnah Idul Adha:

نَوَيْتُ سُنَّةَ الْغُسْلِ لِعِيْدِ الْأَضْحَى

Artinya: "Saya niat mandi sunnah Idul Adha."

 

5. Memakai Pakaian Terbaik dan Berwangi-wangian

Sebelum berangkat ke tempat salat Id, dianjurkan untuk berpenampilan rapi, memakai pakaian terbaik yang dimiliki, serta menggunakan wewangian secara wajar.

Al-Hasan bin Ali RA meriwayatkan:

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْعِيدَيْنِ أَنْ نَلْبِسَ أَجْوَدَ مَا نَجِدُ وَأَنْ نَتَطَيَّبَ بِأَجْوَدِ مَا نَجِدُ

Artinya: "Rasulullah SAW memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang ada, memakai wangi-wangian terbaik yang ada..." (HR. Al-Hakim)

Dalam kitab I'anatut Thalibin, Syaikh Sayyid Bakri Syatha menjelaskan disunnahkan berhias di hari raya, dengan memakai pakaian terbaik dan memakai wewangian.

 

6. Tidak Makan Sebelum Salat Idul Adha

Ini adalah salah satu perbedaan penting antara Idul Adha dan Idul Fitri. Untuk Idul Adha, disunnahkan untuk tidak makan terlebih dahulu sebelum salat, berbeda dengan Idul Fitri yang disunnahkan makan sebelum berangkat.

Dari Buraidah RA, ia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَطْعَمَ وَيَوْمَ النَّحْرِ لاَ يَاْكُلُ حَتَّى يَرْجِعَ فَيَاْكُلُ مِنْ نَسِيْكَتِهِ

Artinya: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tak keluar untuk Sholat Idul Fitri sebelum makan, sedangkan pada Hari Raya Qurban beliau tidak makan hingga kembali (dari Sholat) lalu beliau makan dari sembelihannya." (HR. Ahmad, dinilai hasan oleh Syaikh Syu'aib Al-Arnauth)

Seseorang akan menyantap daging kurban setelah salat sebagai wujud syukur. Jika tidak berkurban, tetap diperbolehkan makan apa pun yang halal sebelum salat.

 

7. Berjalan Kaki Menuju Tempat Salat

Berjalanan kaki menuju tempat sholat dan memilih jalan yang berbeda adalah kebiasaan Nabi SAW. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah RA:

كَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

"Nabi SAW ketika shalat 'ied, beliau melewati jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang." (HR. Bukhari no. 986)

Abdullah bin Umar RA juga berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَخْرُجُ إِلَى الْعِيدِ مَاشِيًا وَيَرْجِعُ مَاشِيًا

"Rasulullah SAW biasa berangkat sholat 'ied dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang juga dengan berjalan kaki." (HR. Ibnu Majah no. 1295)

Mengamalkan sunnah ini memiliki keutamaan, setiap langkah kaki menuju tempat ibadah akan dicatat sebagai amal kebaikan.

Hikmah Amalan Sebelum Salat Idul Adha

Berikut adalah hikmah di balik amalan-amalan tersebut:

1. Meningkatkan Kualitas Ibadah

Setiap amalan sunnah yang dikerjakan dengan niat ikhlas akan menyempurnakan ibadah salat Id dan menambah pahala di sisi Allah SWT. Mandi sunnah, misalnya, membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum menghadap Allah.

2. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW

Dengan mengamalkan sunnah-sunnah ini, seorang Muslim telah mengikuti jejak Rasulullah SAW yang selalu menjaga adab dan kebersihan saat menghadiri ibadah hari raya. Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh para sahabat Nabi.

3. Memperkuat Kebersamaan dan Syiar Islam

Mengumandangkan takbir di malam hari dan berjalan kaki bersama-sama ke tempat salat menciptakan suasana syiar Islam yang kental. Ini juga menjadi momen mempererat tali silaturahim antarsesama Muslim.

4. Menggembleng Kesabaran dan Pengendalian Diri

Anjuran tidak makan sebelum salat Idul Adha mengajarkan umat Islam untuk menahan diri dan bersabar, kemudian menyantap hidangan dari daging kurban sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah setelah ibadah selesai.

5. Meningkatkan Kepedulian Sosial

Puasa Arafah mengingatkan pada kondisi jamaah haji yang sedang berwukuf. Daging kurban yang akan dibagikan setelah salat memperkuat kepedulian terhadap sesama, terutama fakir miskin, serta menjadi simbol solidaritas umat Islam.

Pertanyaan Seputar Amalan Sunnah Saat Idul Adha

Apa yang disunnahkan sebelum shalat Idul Adha?

Sebelum melangkah ke Shalat Idul Adha, ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk kita lakukan—mulai dari mandi sebelum shalat, memakai pakaian terbaik, hingga tidak makan terlebih dahulu sebelum shalat. Amalan ini bukan hanya pelengkap, tapi juga bentuk keteladanan dari Rasulullah ﷺ

Apa saja 3 amalan yang dianjurkan sebelum melaksanakan salat idain?

Tau ga sih, Sunnah-sunnah Sebelum melaksanakan Sholat Ied. Yuk di simak.Mandi Sebelum Berangkat ke Tempat Sholat. ...Memakai Pakaian Terbaik. ...Makan Sebelum Sholat Idul Firti. ...Perbanyak Mengucap Takbir. ...Saling Mengucapkan Selamat. ...Mengambil Jalan Berbeda Saat Berangkat dan Pulang.

7 kali takbir baca apa?

Takbir 7 Kali di Rakaat Pertama

Subhaanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar. Artinya: Mahasuci Allah dan segala puji hanya bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar.

Amalan sunnah apa yang dilakukan pada saat Idul Adha?

Amalan sunnah Idul Adha yang sangat penting untuk dilakukan adalah mengikuti shalat Idul Adha secara berjamaah. Shalat Idul Adha adalah shalat sunah yang dilakukan dua rakaat tanpa adzan dan iqamah. Shalat Idul Adha dilakukan di tempat terbuka atau di masjid yang luas, dengan menghadirkan sebanyak mungkin umat Islam.

Apakah sebelum shalat Idul Adha tidak boleh makan minum?

Boleh. Cuma tidak dapat pahala SUNAH.