Kartu Nusuk Hilang, Apa yang Harus Dilakukan Jemaah Haji?

Kartu Nusuk merupakan bukti identitas penting jemaah haji, selain paspor dan visa.

Diterbitkan 26 April 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makkah - Arab Saudi memperketat pemeriksaan identitas menjelang puncak ibadah haji 2026 dengan mewajibkan seluruh jemaah membawa kartu Nusuk saat beraktivitas di luar hotel.

Dokumen ini menjadi akses utama untuk memasuki kawasan suci, termasuk Masjidil Haram, sehingga jemaah diminta tidak lengah dalam menjaganya. Jika kartu nusuk hilang, jemaah diminta segera melapor pada ketua regu atau ketua rombongan.

"Selain itu, bisa juga lapor ke petugas sektor," kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, di Kantor Daker Makkah, Sabtu (26/4/2026). "Nanti akan ditindaklanjuti (petugas)."

Ia menambahkan, penerbitan ulang kartu memerlukan prosedur administratif sehingga laporan awal menjadi langkah penting agar penanganan bisa segera dilakukan.

Dengan sistem pengawasan yang semakin ketat, kepatuhan terhadap aturan penggunaan kartu Nusuk menjadi kunci agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar tanpa kendala akses maupun pemeriksaan di lapangan.

 

Ingatkan Jemaah Selalu Bawa Kartu Nusuk

Ihsan menegaskan bahwa kepemilikan dan penggunaan kartu Nusuk bersifat wajib di seluruh area Tanah Suci. Ia mengingatkan jemaah agar selalu membawa kartu tersebut ke mana pun pergi.

"Terutama saat beraktivitas di luar hotel," ujar Ihsan.

Petugas keamanan Saudi secara rutin melakukan pemeriksaan dengan memindai barcode pada kartu untuk memastikan keabsahan identitas dan visa haji.

"Jangan berikan kartu ke orang lain dan jangan dilepaskan, karena itu identitas akses utama ke Masjidil Haram dan Nabawi," ucap Ihsan.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga menyiagakan petugas di berbagai titik strategis, mulai dari sektor, terminal, hingga halte bus, untuk membantu jemaah yang mengalami kendala di lapangan.

"Jika jemaah tidak dapat menunjukkan kartu saat pemeriksaan, petugas akan menjadi pihak pertama yang dihubungi untuk penanganan awal," terang Ihsan.