Tren Mudik Pakai EV Meningkat Tajam, BYD Siap Dampingi Perjalanan Pengguna

Tren pertumbuhan EV atau kendaraan listrik di Tanah Air terbilang sangat progresif. Bahkan, peningkatannya dapat dikatakan bergerak secara eksponensial

Diterbitkan 14 Maret 2026, 15:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Adopsi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang semakin pesat. Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, penggunaan kendaraan listrik kini memasuki fase akselerasi yang semakin nyata dan menjadi bagian penting dalam perkembangan industri otomotif nasional.

Jika melihat perkembangan dalam lima tahun terakhir, tren pertumbuhan kendaraan listrik di Tanah Air terbilang sangat progresif. Bahkan, peningkatannya dapat dikatakan bergerak secara eksponensial dari tahun ke tahun, mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap teknologi mobilitas ramah lingkungan ini.

Berdasarkan data wholesales Gaikindo, populasi kendaraan listrik di Indonesia pada 2024 tercatat mencapai sekitar 43 ribu unit. Angka tersebut kemudian melonjak signifikan pada 2025 menjadi sekitar 104 ribu unit, atau meningkat lebih dari dua kali lipat hanya dalam waktu satu tahun.

Seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik di Indonesia, kontribusi EV terhadap pasar otomotif nasional juga terus bertambah. Pada tahun ini, pangsa pasar kendaraan listrik telah mencapai sekitar 15 persen.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak lagi berada pada tahap adopsi awal. EV kini mulai menjadi bagian penting dalam lanskap industri otomotif nasional.

Secara kumulatif, total penjualan kendaraan listrik di Indonesia bahkan telah menembus sekitar 175 ribu unit. Angka ini menandakan semakin kuatnya momentum transisi menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan.

Salah satu produsen yang turut berkontribusi dalam perkembangan ini adalah BYD. Sejak 2024, produsen kendaraan listrik asal Tiongkok tersebut telah mencatatkan penjualan hampir 80.000 unit EV di berbagai wilayah Indonesia.

Pencapaian tersebut memperkuat posisi BYD sebagai salah satu pemain utama dalam mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di Tanah Air.

Pertumbuhan kendaraan listrik juga mulai terlihat dalam pola mobilitas masyarakat, khususnya saat periode mudik Lebaran.

Pada mudik Lebaran 2024, tercatat sekitar 4.300 kendaraan listrik digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Setahun kemudian, jumlah tersebut meningkat signifikan menjadi lebih dari 13.600 unit pada mudik 2025.

Tren ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik untuk mendukung perjalanan lintas kota, termasuk perjalanan mudik bersama keluarga.

“Perjalanan mudik merupakan salah satu momen mobilitas terbesar bagi masyarakat Indonesia, dan kami melihat perubahan yang sangat menarik dalam cara masyarakat memandang kendaraan listrik. Hari ini, semakin banyak keluarga Indonesia yang mulai percaya diri melakukan perjalanan lintas kota dengan EV, bahkan untuk momen penting seperti mudik,” ujar Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia.

Ia menambahkan bahwa kendaraan listrik kini tidak lagi hanya dipandang sebagai solusi mobilitas harian, tetapi juga mulai dipercaya untuk perjalanan jarak jauh.

 

Faktor Lain

Selain faktor kepercayaan, efisiensi biaya juga menjadi salah satu alasan semakin banyak masyarakat mempertimbangkan kendaraan listrik untuk perjalanan jarak jauh.

Berdasarkan perhitungan internal, perjalanan Jakarta–Surabaya dengan jarak sekitar 800 kilometer menggunakan kendaraan listrik berpotensi memberikan penghematan biaya hingga lebih dari 40 persen dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional (ICE) dengan konsumsi bahan bakar rata-rata di kelasnya.

Efisiensi tersebut membuat kendaraan listrik semakin relevan sebagai solusi mobilitas jarak jauh yang lebih ekonomis.

Saat ini, perjalanan jarak jauh menggunakan EV juga semakin memungkinkan berkat dukungan tiga faktor utama, yakni teknologi kendaraan dan baterai yang semakin andal, jaringan pengisian daya yang semakin luas, serta ekosistem pendukung seperti layanan purna jual dan bantuan darurat.

Untuk mendukung pengguna kendaraan listrik saat periode mudik, BYD menghadirkan program layanan khusus bertajuk Journey with Confidence.

Program ini dirancang untuk memberikan dukungan menyeluruh bagi para pengguna kendaraan BYD, mulai dari persiapan sebelum perjalanan, dukungan selama periode mudik, hingga pemeriksaan kendaraan setelah perjalanan selesai.

“Kami melihat semakin banyak pengguna yang kini menjadikan EV sebagai pilihan cerdas untuk perjalanan mudik lintas kota. Namun, di balik keputusan tersebut, kesiapan ekosistem tetap menjadi faktor penting untuk memastikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman,” jelas Luther.

Melalui program ini, pengguna dapat memanfaatkan berbagai layanan seperti Posko Mudik, jaringan Dealer Siaga, call center 24 jam, hingga layanan towing.

 

Layanan General Safety Check dan Titik Posko Mudik

Salah satu bagian dari program tersebut adalah layanan General Safety Check bagi seluruh pengguna kendaraan BYD di Indonesia.

Layanan ini bertujuan memastikan kendaraan berada dalam kondisi optimal sebelum digunakan untuk perjalanan mudik. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengecekan kondisi kendaraan secara menyeluruh, mulai dari vehicle health status check, kekencangan baut kendaraan, pengecekan level cairan kendaraan, hingga pemeriksaan fitur keselamatan.

Program General Safety Check tersedia di seluruh jaringan dealer resmi BYD di Indonesia dan berlangsung mulai 20 Februari hingga 20 April 2026.

Dengan durasi tersebut, pengguna memiliki fleksibilitas untuk melakukan pemeriksaan kendaraan sebelum berangkat mudik maupun setelah kembali dari perjalanan.

Selain layanan pemeriksaan kendaraan, BYD juga menghadirkan Posko Mudik yang ditempatkan di sejumlah rest area strategis di sepanjang jalur tol Trans Jawa.

Koridor ini merupakan salah satu jalur utama mobilitas masyarakat saat musim mudik, menghubungkan Jakarta dengan berbagai kota besar di Pulau Jawa.

Secara keseluruhan, terdapat enam Posko Mudik BYD yang disiapkan untuk memberikan kenyamanan tambahan bagi pengguna kendaraan listrik.

Untuk arus mudik dari Jakarta menuju Pulau Jawa, posko beroperasi pada 13–20 Maret 2026 di lokasi berikut:

* Rest Area KM 57 Karawang, Jawa Barat

* Rest Area KM 228A Cirebon, Jawa Barat

* Rest Area KM 379A Batang, Jawa Tengah

* Rest Area KM 575A Madiun, Jawa Timur

Sementara untuk arus balik menuju Jakarta, Posko Mudik tersedia pada 21–25 Maret 2026 di:

* Rest Area KM 229B Cirebon, Jawa Barat

* Rest Area KM 62B Karawang, Jawa Barat

Posko utama berada di KM 57 Karawang, yang merupakan fasilitas layanan pelanggan milik BYD Indonesia.

Selain dukungan teknis, posko ini juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi pengguna kendaraan listrik, seperti area istirahat, snack dan minuman ringan, mushola, hingga area bermain anak.

Beberapa posko juga dilengkapi fasilitas pengisian daya kendaraan listrik, termasuk DC fast charging di posko utama serta AC charging di sejumlah posko lainnya, sehingga pengguna dapat beristirahat sekaligus mengisi daya kendaraan sebelum melanjutkan perjalanan.