Liputan6.com, Jakarta - Umat Islam berburu Lailatul Qadar di 10 Hari terakhir Ramadhan. Mengingat hikmah dan fadhilahnya yang dahsyat, umat Islam perlu mengetahui sekaligus mengamalkan doa terbaik di malam Lailatul Qadar sebagaimana diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Doa yang diajarkan langsung Nabi Muhamad SAW kepada Aisyah RA ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam kitabnya Sunan At-Tirmidzi dan dinilai hasan shahih. Doa ini penting mengingat keutamaan Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah Al-Qadr ayat 3: "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan."
Syekh Abdul Halim Mahmud dalam kitabnya Syahr Ramadhân menjelaskan bahwa seribu bulan setara dengan 83 tahun 4 bulan, yang merupakan standar umum umur manusia. Dengan demikian, Lailatul Qadar lebih baik dari usia setiap manusia, baik di masa lalu maupun mendatang.
Advertisement
Berikut ini adalah doa terbaik terbaik di malam Lailatul Qadar merujuk Ebook Lailatul Qadar karya Muhammad Ibn Syâmi Muthâin Syaibah dan sumber relevan lainnya. Artikel ini juga membahas amalan-amalan yang dianjurkan pada malam istimewa tersebut.
1. Doa Terbaik Malam Lailatul Qadar Riwayat At-Tirmidzi
Doa ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dari Aisyah RA:
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin: Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (untuk diri sendiri) atau fa'fu 'annā (untuk dibaca bersama-sama).
Artinya: "Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pemaaf yang Maha Pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami)."
Dalam redaksi lengkap hadits riwayat Imam At-Tirmidzi disebutkan:
وَعَنْ عائشة رضي الله عنها: قالت: «قلت: يا رسولَ الله إِنْ وَافَقْتُ ليلةَ القَدْرِ ، ما أَدْعُو به؟ قال: قُولي: اللهم إنك عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُ الْعَفْوَ فاعْفُ عَنِّي»
"Dari sayyidah Aisyah ra, ia bercerita, ia pernah bertanya, 'Wahai Rasulullah, jika aku kedapatan menjumpai Lailatul Qadar, bagaimana doa yang harus kubaca?' Rasulullah saw menjawab, 'Bacalah, Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.'" (HR At-Tirmidzi, dinilai hasan shahih).
Advertisement
2. Doa dengan Redaksi dari 5 Imam Hadits
Doa ini diriwayatkan oleh lima Imam hadits (kecuali Abu Dawud) dan dishahihkan oleh At-Tirmidzi dan Al-Hakim:
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin: Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (untuk diri sendiri) atau fa'fu 'annā (untuk dibaca bersama).
Artinya: "Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pemaaf. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami)."
Redaksi lengkap hadits tersebut:
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اَللَّهِ: أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيَّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ اَلْقَدْرِ, مَا أَقُولُ فِيهَا? قَالَ: "قُولِي: اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي"
"Dari sayyidah Aisyah ra, ia bercerita, ia pernah bertanya, 'Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku mengerti sebuah malam itu adalah Lailatul Qadar. Bagaimana doa yang harus kubaca?' Rasulullah saw menjawab, 'Bacalah Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.'" (HR lima imam Hadits kecuali Imam Abu Dawud)
Kedua doa tersebut shahih dan dapat diamalkan. Perbedaan hanya pada adanya tambahan sifat Karīm (Maha Pemurah) yang semakin memperkuat permohonan kepada Allah.
Makna Mendalam Doa Lailatul Qadar
1. Makna Linguistik Kata Al-'Afuww
Pilihan kata al-'Afuww (Maha Pemaaf) dalam doa ini sangat relevan dengan esensi Lailatul Qadar. Secara linguistik, akar kata 'afuw berkonotasi dengan penghapusan (al-mahuw) dan pemindahan (al-tams) . Ini berarti tidak sekadar memohon ampunan, tetapi memohon agar dosa-dosa dihapuskan tanpa meninggalkan bekas.
Dalam Lisan al-'Arab (4/3019) dijelaskan bahwa makna linguistik dari Nama Ilahi al-'Afuww mengandung arti penghapusan dan pemindahan .
2. Empat Dimensi Makna Al-'Afwu
Para ulama menjelaskan bahwa al-áfwu memiliki beberapa dimensi makna :
Pertama, Áfwul Abdan, yaitu sembuhnya badan dari segala macam penyakit serta aman dan selamatnya dari berbagai bencana dan hal-hal yang tidak diinginkan.
Kedua, Áfwul Adyan, yaitu taufiq Allah SWT yang diberikan kepada hamba-Nya agar dapat menjalankan segala kebaikan, ibadah, dan amal-amal ukhrawi.
Ketiga, Áfwun min Ad-Dayyan, yaitu pemaafan dan pengampunan dari Allah SWT, sebab Allah adalah Dzat Yang Maha Pemaaf, Pengampun, Mulia, dan Maha Pemberi segala kebaikan.
Keempat, secara bahasa áfwun juga berarti tambahan dan banyak (melimpah). Dalam QS. Al-Baqarah: 219 disebutkan: Yas'alūnaka mādza yunfiqūn? Qulil 'afwu, yang artinya infakkanlah harta yang berlebih dari nafkah pokokmu. Dengan demikian, al-áfwu dalam doa ini juga bermakna memohon agar Allah memberikan apa yang diminta dan bahkan melebihkannya .
3. Keterkaitan dengan Penetapan Takdir
Doa ini juga terkait dengan penetapan takdir pada malam Lailatul Qadar. Al-Qur'an menyatakan bahwa 'afuw Allah melindungi kita dari bencana yang ditakdirkan sebagai akibat dari dosa-dosa kita: "Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS. Asy-Syura: 30) .
Pada malam Lailatul Qadar, Allah menetapkan takdir tahunan termasuk konsekuensi dari dosa-dosa hamba-Nya. Dengan memohon sifat al-'Afuww Allah, seorang muslim memohon agar konsekuensi buruk dari dosa-dosanya dihapuskan dari catatan takdirnya . Inilah mengapa doa ini menjadi doa paling utama di malam yang penuh kemuliaan.
Advertisement
Keutamaan Doa di Malam Lailatul Qadar
1. Doa Mustajab di Malam Mulia
Malam Lailatul Qadar merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA, Nabi SAW mengajarkan doa khusus ini sebagai jawaban atas pertanyaan Aisyah tentang apa yang harus diucapkan apabila menjumpai malam Lailatul Qadar .
2. Doa Paling Komprehensif
Para ulama menjelaskan bahwa doa yang diajarkan Nabi ini adalah salah satu doa yang paling komprehensif, paling bermanfaat, dan mencakup kebaikan dunia dan akhirat. Karena jika Allah telah mengampuni hamba-Nya di dunia, niscaya Dia akan menghindarkan mereka dari hukuman dan azab, kemudian menganugerahkan berbagai nikmat. Dan apabila Allah mengampuni mereka di akhirat, niscaya Dia akan menyelamatkan mereka dari neraka dan memasukkan mereka ke dalam surga .
3. Keutamaan Memaafkan Orang Lain
Hadits ini juga mengajarkan keutamaan memaafkan orang lain, karena Allah mencintai sifat pemaaf dan orang-orang yang memaafkan orang lain . Dengan memohon ampunan kepada Allah, kita juga dituntut untuk menjadi pribadi pemaaf kepada sesama.
4. Jaminan Ampunan Dosa
Rasulullah SAW menjanjikan ampunan dosa bagi siapa saja yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan harapan pahala dari Allah. Beliau bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa yang bangun (untuk beribadah) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan keikhlasan, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau." (HR. Bukhari dan Muslim).
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
1. Lebih Baik dari Seribu Bulan
Keutamaan paling utama dari Lailatul Qadar adalah nilainya yang melebihi seribu bulan atau setara dengan 83 tahun lebih. Allah SWT berfirman: "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 3)
2. Malam Turunnya Al-Qur'an
Lailatul Qadar adalah malam di mana Al-Qur'an pertama kali diturunkan. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan." (QS. Al-Qadr: 1)
Dalam sejarahnya, Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan perantara Malaikat Jibril di Gua Hira, Surah Al-'Alaq ayat 1-5, pada malam 17 Ramadhan tahun 610 Masehi .
3. Malam Penuh Kesejahteraan dan Kedamaian
Lailatul Qadar juga ditandai dengan turunnya para malaikat ke bumi membawa rahmat dan keberkahan. Allah berfirman: "Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS. Al-Qadr: 4-5)
4. Malam Ditetapkannya Takdir Tahunan
Pada malam ini, Allah menetapkan takdir tahunan termasuk rezeki, umur, dan peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan manusia . Hal ini sebagaimana disebutkan dalam QS. Ad-Dukhan ayat 3-5.
5. Waktu Terbaik Memohon Ampunan
Malam Lailatul Qadar merupakan waktu terbaik untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat.
Advertisement
Amalan-Amalan Malam Lailatul Qadar
Mohammad bin Alawi al-Idrus (Habib Sa'ad) dalam bukunya Lailatu al-Qadar: Fadhluha wa Alamaatuha wa Ma Yustahab Fi'luha menjelaskan delapan amalan yang disunnahkan untuk menyambut malam Lailatul Qadar :
1. Membulatkan Niat dan Tekad
Amalan pertama adalah meluruskan dan membulatkan niat beserta tekad untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar. Usaha yang kuat serta penuh kesabaran sangat dituntut dalam sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.
Seseorang yang tidak berniat untuk menyambut malam lailatul Qadar tidak akan mendapatkan pahala, keberkahan, dan keutamaannya, karena Nabi Muhammad dalam hadits mensyaratkan adanya niat yang disertai keimanan dan keikhlasan.
2. Berpenampilan Terbaik
Disunnahkan berpenampilan terbaik dalam menyambut Lailatul Qadar dengan cara mandi, memakai pakaian terbaik, dan memakai wangi-wangian yang bisa dilakukan setelah salat magrib hingga selesainya salat tarawih. Cara ini didasarkan pada cara penyambutan para sahabat dan tabi'in.
3. Tidak Terlalu Banyak Makan
Disunnahkan untuk tidak terlalu banyak makan saat berbuka puasa karena akan menyebabkan datangnya rasa kantuk dan lemah serta tidak bersemangat dalam beribadah, khususnya dalam melaksanakan ibadah tarawih dan ibadah malam lainnya.
4. Memperbanyak Doa
Amalan yang paling utama pada malam yang diyakini sebagai Lailatul Qadar adalah memperbanyak doa, khususnya doa memohon ampunan yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA: "Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa'fu 'anni".
5. Membangunkan Keluarga
Disunnahkan membangunkan sanak famili dan keluarga, baik yang dewasa maupun anak-anak. Hal ini berdasarkan hadits shahih bahwa Rasulullah SAW melakukan hal yang sama terhadap keluarganya di malam Lailatul Qadar .
Dari Aisyah RA, ia berkata: "Apabila Nabi Muhammad SAW memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya." (HR. Bukhari dan Muslim).
6. Menjaga Shalat Berjamaah
Menjaga shalat berjamaah, khususnya shalat Magrib, Isya, Tarawih, dan Subuh di malam yang diduga kuat sebagai malam Lailatul Qadar.
Ada tiga tingkatan dalam menghidupkan malam Lailatul Qadar :
- Tingkatan tertinggi: Menghidupkan Lailatul Qadar dengan melakukan shalat malam
- Tingkatan kedua: Menghidupkan Lailatul Qadar dengan dzikir
- Tingkatan paling rendah: Melaksanakan shalat Isya dan Subuh berjamaah.
7. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an
Memperbanyak membaca Al-Qur'an pada malam Lailatul Qadar sangat dianjurkan. Imam An-Nakha'i biasa mengkhatamkan Al-Qur'an setiap tiga malam sekali di bulan Ramadhan, dan ketika memasuki sepuluh hari terakhir, beliau menambah bacaannya dengan mengkhatamkan setiap dua malam sekali.
8. Memperbanyak Sedekah dan Amal Shaleh
Memperbanyak sedekah dan amal shaleh lainnya pada malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baik sedekah adalah sedekah yang ditunaikan pada bulan Ramadhan." (HR. Tirmidzi).
Dalam hadits riwayat Anas bin Malik RA disebutkan: "Perbuatan baik seperti sedekah, shalat, dan zakat yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar lebih utama daripada perbuatan baik yang dilakukan selama seribu bulan."
People Also Ask:
Doa apa yang dibaca saat malam Lailatul Qadar?
Kesimpulan. Doa Lailatul Qadr yang diajarkan Rasulullah SAW adalah doa sederhana namun penuh kekuatan spiritual. Dengan membaca: “Allāhumma innaka 'afuwwun karīmun… fa'fu 'annī” umat Muslim memohon pengampunan kepada Allah SWT yang Maha Pengampun dan Maha Kuasa.
Apa doa untuk malam Laylatul Qadr?
Doa bermanfaat lainnya untuk Laylatul Qadr adalah memohon kepada Allah (SWT) kebaikan di dunia dan akhirat: “ Rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fil 'akhirati hasanatan waqina 'azaaban-nar ”. Terjemahan: Ya Tuhan kami! Berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari azab api neraka.
Kapan baca Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa fu anni?
Doa Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni adalah salah satu doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, terutama dianjurkan untuk dibaca pada malam-malam terakhir bulan Ramadhan, khususnya saat mencari Lailatul Qadar.
Apakah doa kita akan dikabulkan di malam Lailatul Qadar?
Orang yang beribadah di malam Lailatul Qadar memiliki peluang besar untuk dikabulkan doanya. Malam ini adalah waktu mustajab untuk memohon ampunan dan berbagai hajat.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316075/original/017563100_1785912131-cek_fakta_-_OJK_pinjaman_online__pinjol_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315947/original/020958800_1785905048-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T114257.981.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180934/original/084797400_1743849572-20250405-Monas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4397212/original/065560000_1681628825-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1257093/original/020059600_1465292747-Lailatul_Qadar.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1607368/original/074451200_1496028031-LIP6_LOGO2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3428249/original/078718400_1618374148-053339400_1559536727-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532810/original/009796500_1773700730-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1631684/original/059007300_1498131082-is.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3127704/original/076595200_1589431440-photo-of-a-person-kneeling-in-front-of-book-2608353__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4398538/original/021682500_1681724902-pray-g2e7ab62ad_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2247529/original/092815000_1528777620-20180611-Doa-malam-Lailatul-Qadar-di-Yerusalem-afp-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2248314/original/044125100_1528800311-20180612-Berkah-Ramadan-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4670207/original/029073300_1701403206-rasyid-maulana-yVwiHXoTrnU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519665/original/044511200_1772592972-unnamed__44_.jpg)