Apa Itu Nuzulul Quran? Memahami Makna, Sejarah, dan Hikmahnya bagi Umat Islam

Apa itu Nuzulul Quran? Ini adalah peristiwa monumental turunnya wahyu pertama Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW, sebuah tonggak sejarah Islam yang penuh hikmah

Diterbitkan 06 Maret 2026, 11:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Apa itu Nuzulul Quran sering menjadi pertanyaan yang muncul setiap bulan Ramadhan, khususnya saat memasuki tanggal 17 Ramadhan. Momen ini bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi peristiwa monumental yang menandai turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Dari sinilah risalah Islam dimulai dan peradaban manusia mengalami perubahan besar.

Nuzulul Quran bukan hanya kisah sejarah, melainkan tonggak spiritual yang memiliki makna teologis mendalam. Ia berkaitan erat dengan malam Lailatul Qadar, bulan Ramadhan, serta proses pewahyuan yang berlangsung selama lebih dari dua dekade.

Memahami peristiwa ini melalui dalil Al-Qur’an, hadis, serta kajian Ulumul Qur’an membantu umat Islam menangkap esensi wahyu sebagai petunjuk hidup. Lalu, sebenarnya apa itu Nuzulul Quran dan apa hikmah besar di baliknya? Berikut ulasan Liputan6.com, Rabu (25/2/2026).

Apa Itu Nuzulul Quran?

Secara etimologis, kata “nuzul” berasal dari bahasa Arab nazala yang berarti “turun”. Sedangkan Al-Qur’an berasal dari kata qara’a yang berarti “bacaan”. Maka, Nuzulul Quran berarti turunnya wahyu Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam kajian Ulumul Qur’an, sebagaimana dijelaskan oleh Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitab Al-Itqan fi Ulumil Qur’an, Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya wahyu dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad melalui perantara Malaikat Jibril, baik secara sekaligus maupun bertahap (munajjaman).

Peristiwa ini diawali dengan turunnya lima ayat pertama Surah Al-‘Alaq (96):1–5 di Gua Hira. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan bahwa Malaikat Jibril mendatangi Nabi dan berkata, “Iqra’ (Bacalah).” Nabi menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” Peristiwa inilah yang menandai awal kenabian beliau.

Menurut pandangan Muhammad Husain Haikal, momen tersebut merupakan titik balik sejarah umat manusia, karena sejak saat itu wahyu menjadi pedoman hidup yang membebaskan manusia dari kegelapan jahiliah menuju cahaya tauhid.

Dalil Al-Qur’an tentang Nuzulul Quran

Al-Qur’an sendiri menjelaskan tentang turunnya wahyu dalam beberapa ayat. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Qadr ayat 1:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam kemuliaan.”

Dalam QS. Ad-Dukhan ayat 3 juga disebutkan:

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi.”

Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam istimewa di bulan Ramadhan, yang dikenal sebagai Lailatul Qadar.

Sementara itu, QS. Al-Isra ayat 106 menegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur:

“Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar engkau membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.”

Ayat ini memperjelas bahwa proses pewahyuan memiliki hikmah tersendiri.

Proses Turunnya Al-Qur’an

Para ulama menjelaskan bahwa Nuzulul Quran terjadi dalam dua tahap:

1. Turun Sekaligus (Nuzul Jumlatan Wahidah)

Berdasarkan tafsir Ibnu Abbas yang dikutip dalam berbagai kitab Ulumul Qur’an, Al-Qur’an pertama kali diturunkan secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuz ke Baitul ‘Izzah di langit dunia pada malam Lailatul Qadar.

Pendapat ini juga dijelaskan dalam kitab Al-Burhan fi Ulumil Qur’an karya Az-Zarkasyi.

2. Turun Bertahap (Nuzul Munajjaman)

Setelah itu, Al-Qur’an diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama kurang lebih 23 tahun. Proses ini menyesuaikan kondisi sosial, budaya, dan kebutuhan umat saat itu.

Menurut kajian Ulumul Qur’an, metode bertahap ini memiliki hikmah besar: memudahkan hafalan, menjawab persoalan umat, serta menguatkan hati Rasulullah.

Mengapa Diperingati 17 Ramadhan?

Di Indonesia, Nuzulul Quran diperingati setiap 17 Ramadhan. Hal ini merujuk pada penafsiran terhadap QS. Al-Anfal ayat 41 yang menyebut “Yaumul Furqan” (hari pembeda), yang dikaitkan dengan Perang Badar pada 17 Ramadhan 2 H.

Beberapa ulama berijtihad bahwa momentum tersebut berhubungan dengan awal turunnya wahyu. Meski terdapat perbedaan pendapat mengenai tanggal pastinya, mayoritas sepakat bahwa wahyu pertama turun pada bulan Ramadhan.

Hikmah di Balik Apa Itu Nuzulul Quran

Memahami apa itu Nuzulul Quran tidak cukup berhenti pada definisi sejarah. Ada hikmah besar yang perlu direnungkan:

1. Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan

Turunnya Al-Qur’an adalah bukti kasih sayang Allah kepada manusia. Ia menjadi pedoman agar manusia tidak tersesat. Peringatan ini mendorong umat Islam memperbarui komitmen keimanan.

2. Mendorong Cinta kepada Al-Qur’an

Sebagaimana dijelaskan dalam kajian UIN Sunan Gunung Djati Bandung, peringatan Nuzulul Quran menjadi sarana edukasi untuk lebih mencintai, membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.

3. Menguatkan Jiwa dalam Menghadapi Ujian

Proses turunnya wahyu secara bertahap menunjukkan pentingnya kesabaran. Allah menurunkan ayat demi ayat sesuai kebutuhan, sebagai penguat hati Rasulullah.

4. Menjadikan Al-Qur’an sebagai Petunjuk Hidup

Dalam QS. Al-Baqarah ayat 2 ditegaskan bahwa Al-Qur’an adalah “hudan lil muttaqin” (petunjuk bagi orang bertakwa). Maka, hikmah terbesarnya adalah menjadikan wahyu sebagai pedoman etika, sosial, dan spiritual.

5. Momentum Tadabbur dan Introspeksi

Nuzulul Quran mengingatkan umat Islam untuk melakukan tadabbur (merenungi makna ayat). Bukan sekadar membaca, tetapi memahami dan mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Kesalahan Umum dalam Memahami Nuzulul Quran

Beberapa orang menganggap Nuzulul Quran hanya sebagai acara seremonial tahunan. Padahal, esensinya adalah memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an.

Kurangnya pemahaman tentang sejarah pewahyuan juga membuat sebagian umat kurang memahami konteks ayat. Oleh karena itu, penting mempelajari Ulumul Qur’an agar tidak memahami Al-Qur’an secara parsial.

FAQ Seputar Nuzulul Quran

1. Apa itu Nuzulul Quran?

Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira pada bulan Ramadhan.

2. Kapan Nuzulul Quran terjadi?

Mayoritas ulama menyatakan terjadi pada bulan Ramadhan, dan di Indonesia diperingati setiap 17 Ramadhan, meski ada perbedaan pendapat tentang tanggal pastinya.

3. Apa ayat pertama yang turun?

Lima ayat pertama Surah Al-‘Alaq (96):1–5.

4. Mengapa Al-Qur’an turun secara bertahap?

Agar mudah dipahami, dihafal, serta menjawab persoalan umat secara kontekstual.

5. Apa hikmah memperingati Nuzulul Quran?

Untuk meningkatkan keimanan, memperdalam pemahaman Al-Qur’an, dan menjadikannya sebagai pedoman hidup.