Liputan6.com, Jakarta - Puasa sunnah merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam karena memiliki banyak keutamaan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, di antaranya puasa Nisfu Syaban dan puasa Ayyamul Bidh. Puasa Nisfu Syaban dilaksanakan pada pertengahan bulan Syaban sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadan, sementara puasa Ayyamul Bidh dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan hijriah dan dianjurkan secara rutin karena pahalanya setara dengan puasa sepanjang tahun.
Berikut niat puasa Nisfu Syaban dan Ayyamul Bidh secara lengkap, mulai dari bacaan Arab, latin, hingga artinya yang dirangkum oleh Liputan6 dari berbagai sumber pada Senin (2/2/2026). Dengan memahami niat dan keutamaannya, diharapkan ibadah puasa sunnah dapat dilakukan dengan lebih khusyuk.
Niat Puasa Nisfu Syaban dan Ayyamul Bidh 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)
Puasa Nisfu Syaban dilaksanakan pada tanggal 15 bulan Syaban dan dikerjakan pada siang hari setelah malam Nisfu Syaban, dengan niat yang boleh dibaca sejak malam hari hingga sebelum tergelincir matahari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Niat menjadi penentu sahnya puasa dan dapat diucapkan dalam hati atau dilafalkan untuk membantu kekhusyukan, baik menggunakan bahasa Arab maupun bahasa yang dipahami. Mengacu pada kalender Hijriah Kementerian Agama RI, puasa Nisfu Syaban jatuh pada Selasa, 13 Februari 2026, dengan niat yang sudah dapat dibaca sejak malam Nisfu Syaban pada 12 Februari 2026 setelah Maghrib, lalu dilanjutkan sahur sebelum imsak.
Dikutip buku Meraih Surga dengan Puasa yang ditulis oleh Herdiansyah Achmad, inilah teks niat puasa Nisfu Syaban:
Niat Puasa Nisfu Syaban Malam Hari
نَوَيْتُ الصَّوْمَ فِى النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ سُنَّةَ اللَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitush shauma fin nishfi min sya'bana sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: "Saya berniat puasa sunnah pada pertengahan bulan Syaban karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Nisfu Syaban Siang Hari
Jika lupa berniat pada malam hari, dapat melafalkannya di siang hari dengan bacaan berikut ini:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu souma hadzalyaumi 'an ada'i sunnati Sya'bana lillahi ta'ala.
Artinya: "Hamba niat puasa sunah Syaban hari ini karena Allah SWT."
Advertisement
Niat Puasa Ayyamul Bidh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192192/original/071411900_1595908947-muslim-woman-pray-hijab_73740-674__1_.jpg)
Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan hijriah, termasuk ketika bertepatan dengan bulan Syaban, dan memiliki keutamaan besar karena dianjurkan langsung oleh Rasulullah SAW untuk dikerjakan secara rutin. Adapun jadwal puasa Ayyamul Bidh pada bulan Syaban 1447 H adalah sebagai berikut:
- 13 Syaban 1447 H: Minggu, 1 Februari 2026
- 14 Syaban 1447 H: Senin, 2 Februari 2026
- 15 Syaban 1447 H: Selasa, 3 Februari 2026 (bertepatan dengan Hari Nisfu Syaban)
Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh yang lengkap dan bisa dibaca pada setiap hari pelaksanaannya. Niat ini tidak harus berbeda untuk setiap tanggal, selama diniatkan puasa sunnah Ayyamul Bidh.
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ayyāmil bīḍi sunnatan lillāhi ta‘ālā.
Artinya: Saya niat puasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.
Dalil Puasa Nisfu Syaban
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4637084/original/096773700_1699244185-pexels-alena-darmel-8164752.jpg)
Dikutip buku Mana Dalil Malam Nisfu Sya'ban? yang ditulis Ma'ruf Khozin, puasa di hari ke-15 bulan Syaban atau saat Nisfu Syaban tidaklah dilarang. Sebab, itu termasuk hari purnama (13, 14, dan 15 Hijriah) yang dianjurkan untuk berpuasa setiap bulan atau lebih dikenal dengan ayyamul bidh.
Hal serupa juga disebutkan dalam buku Surga dengan Puasa karya Herdiansyah Achmad, Lc, puasa Nisfu Syaban hukumnya adalah sunnah dan dilakukan di pertengahan bulan Syaban. Dikutip detikHikmah, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW berpuasa di bulan Syaban. Ia bersabda:
"Barangsiapa yang berpuasa 3 hari di awal Syaban, 3 hari di pertengahan, dan 3 hari di akhir bulan, maka Allah SWT menuliskan baginya pahala 70 nabi, diberi pahala seperti beribadah 70 tahun, dan jika meninggal pada tahun itu, ia akan mati sebagai syahid."
Advertisement
Kumpulan Dalil dan Hadits Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3453412/original/064790800_1620619406-muslim-men-praying-tashahhud-posture.jpg)
Terdapat sejumlah keutamaan Ayyamul Bidh yang tercantum dalam beberapa hadits. Salah satunya puasa Ayyamul Bidh dianggap seperti puasa sepanjang tahun bagi seorang muslim yang menjalankannya selama tiga hari. Masih merujuk pada laman resmi Nahdlatul Ulama, hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dzar r.a. menjadi dalil terkait penjelasan tersebut. Adapun hadits yang dimaksud menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun. Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitabnya yang mulai karena membenarkan hal tersebut, 'Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya (QS. al-An'am: 160). Satu hari sama dengan 10 hari'." (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi. Ia berkata, "Hadits ini hasan." Ibnu Majah juga menilainya sebagai hadits shahih dari jalur riwayat Abu Hurairah r.a.) (I'ânatut Thâlibîn Juz II).
Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, bahwa pahala sepuluh kali lipat akan didapatkan bagi siapapun yang berbuat baik. Hal tersebut seperti tercantum dalam Surat Al-An'am ayat 160 yang berbunyi:
مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَالِهَاۚ وَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰٓى اِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ ١٦٠
"Man jâ'a bil-ḫasanati fa lahû 'asyru amtsâlihâ, wa man jâ'a bis-sayyi'ati fa lâ yujzâ illâ mitslahâ wa hum lâ yudhlamûn."
Artinya: "Siapa yang berbuat kebaikan, dia akan mendapat balasan sepuluh kali lipatnya. Siapa yang berbuat keburukan, dia tidak akan diberi balasan melainkan yang seimbang dengannya. Mereka (sedikit pun) tidak dizalimi (dirugikan)."
Keutamaan puasa sunnah Ayyamul Bidh yang dianggap sebagai puasa sepanjang tahun juga dijelaskan dalam sebuah hadits dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash. Mengutip dari buku 'Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa' yang disusun oleh Ustadz Ali Amrin al-Qurawy bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun" (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits tersebut dapat dimaknai sebagai kebaikan yang dilakukan oleh seorang muslim, akan dinilai sebagai amalan yang dilipatgandakan sepuluh kali oleh Allah SWT. Maka, saat seorang muslim melakukan puasa sebanyak tiga kali dalam sebulan, berarti ia akan mendapatkan balasan seperti berpuasa 30 hari. Lalu jika mereka melakukannya setiap bulan, maka sama halnya dengan melakukan puasa setahun penuh.
Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan
1. Apakah niat puasa Nisfu Syaban harus malam hari?
Tidak harus, niat boleh dilakukan siang hari sebelum zawal selama belum makan dan minum.
2. Apakah puasa Nisfu Syaban dan Ayyamul Bidh bisa digabung?
Bisa, jika tanggal 15 Syaban bertepatan dengan Ayyamul Bidh, sebagian ulama membolehkan satu puasa dengan dua niat.
3. Apakah puasa Ayyamul Bidh wajib dilakukan tiga hari berturut-turut?
Tidak wajib, tetapi lebih utama jika dilakukan tiga hari berturut-turut.
4. Apakah puasa Nisfu Syaban termasuk puasa sunnah muakkad?
Puasa Nisfu Syaban termasuk puasa sunnah yang dianjurkan, meski tidak sampai derajat sunnah muakkad.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489091/original/015887800_1769822758-Niat_Puasa_Nisfu_Syaban_dan_Ayyamul_Bidh.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6690011/original/022981800_1779511004-ari.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6204862/original/088637800_1779083702-94b8bfbd-ccdc-4a6b-97b7-a164a1ba9236.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4480657/original/067372600_1687701903-person-ready-eat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5365523/original/042845000_1759199598-Dua_wanita_muslimah_membaca_buku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3456632/original/062722500_1621093975-rachid-oucharia-2d1-OSHkHXM-unsplash.jpg)