Contoh Teks Khutbah Jumat 16 Januari 2026, Bertema Isra Miraj

Contoh naskah khutbah Jumat bertema Isra Miraj dengan transliterasi, lengkap dari pembukaan hingga penutup.

Diterbitkan 15 Januari 2026, 19:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Khutbah Jumat merupakan sarana penting untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman yang relevan dengan kehidupan umat. Melalui khutbah, jamaah diajak memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Setiap pesan yang disampaikan di mimbar Jumat diharapkan mampu menjadi pengingat sekaligus motivasi untuk menjalani kehidupan sesuai tuntunan Islam.

Pada khutbah Jumat 16 Januari 2026, tema Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW menjadi momentum yang tepat untuk mengajak umat merenungi perjalanan spiritual Rasulullah. Peristiwa agung ini tidak hanya sarat mukjizat, tetapi juga mengandung pesan penting tentang kewajiban salat, keteguhan iman, dan kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT di tengah berbagai ujian kehidupan.

Melalui artikel Liputan6.com ini, disajikan contoh khutbah Jumat 16 Januari 2026 yang mengangkat hikmah Isra Mi’raj dengan bahasa yang mudah dipahami dan menyentuh hati jamaah. Materi khutbah ini diharapkan dapat membantu para khatib menyampaikan pesan dakwah secara efektif, sehingga nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

I. Contoh Khutbah Jumat 16 Januari 2026

Khutbah bertema muhasabah diri dari perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

Alhamdulillahi nahmaduhu wa nasta'inuhu wa nastaghfiruhu, wa na'udzu billahi min syururi anfusina wa sayyi’ati a'malina.Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh.Allahumma shalli wa sallim wa barik 'ala nabiyyina Muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Karena hanya dengan ketakwaanlah kita memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat.

Pada khutbah Jumat tanggal 16 Januari 2026 ini, khatib mengajak diri sendiri dan jamaah untuk merenungi peristiwa Isra Miraj yang dialami Rasulullah. Isra Miraj adalah perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa kemudian naik ke langit hingga bertemu dengan Allah dalam satu malam. Ini menunjukkan betapa Maha Kuasanya Allah dan betapa mulianya Rasulullah sebagai utusan terakhir.

Hikmah terbesar dari Isra Miraj adalah turunnya kewajiban shalat lima waktu. Pada awalnya shalat diwajibkan lima puluh kali dalam sehari semalam, namun akhirnya menjadi lima waktu atas permohonan Nabi, dan pahalanya tetap bernilai lima puluh. Hal ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Allah terhadap umat Muhammad.

Jamaah yang dimuliakan Allah, Isra Miraj juga menjadi ujian keimanan. Abu Bakar ash-Shiddiq membenarkan kabar tersebut tanpa ragu, karena keyakinannya kepada kekuasaan Allah dan kebenaran Rasulullah. Inilah iman yang harus kita teladani: iman yang tidak hanya bersandar pada logika, tetapi juga kepercayaan penuh kepada Rabb semesta alam.

Aqolu qauli hadza wa astaghfirullaha li wa lakum, fastaghfiruhu, innahu huwal ghafurur rahim.

Doa khutbah Jumat kedua

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَذُنُوْبَ وَالِدِيْنَا، وَاغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ يَا اللَّهُ، كَمَا أَسْرَيْتَ بِعَبْدِكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَارْفَعْ قُلُوْبَنَا إِلَيْكَ، وَطَهِّرْ نُفُوْسَنَا مِنَ الرِّيَاءِ وَالْغَفْلَةِ وَسُوْءِ الْأَخْلَاقِ.

اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَتُوْبُ إِلَيْكَ مِنْ سُوْءِ أَقْوَالِنَا، وَمِنْ خِيَانَةِ الْأَمَانَاتِ، وَمِنْ قِلَّةِ الْأَدَبِ فِي أَقْوَالِنَا وَأَفْعَالِنَا. فَاهْدِنَا لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ، لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ ذِكْرَى الْإِسْرَاءِ وَالْمِعْرَاجِ سَبَبًا لِمُحَاسَبَةِ أَنْفُسِنَا، وَإِصْلَاحِ أَعْمَالِنَا، وَالِاسْتِقَامَةِ عَلَى طَاعَتِكَ حَتَّى نَلْقَاكَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Teks Latin

Allâhumma-ghfir lanâ dzunûbanâ wa dzunûba wâlidaynâ, waghfir lil-muslimîna wal-muslimât, al-ahyâ’i minhum wal-amwât.

Allâhumma yâ Allâh, kamâ asrayta bi‘abdika Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam, farfa‘ qulûbanâ ilaik, wa thahhir nufûsanâ minar-riyâ’i wal-ghaflati wa sû’il-akhlaq.

Allâhumma innâ natûbu ilaika min sû’i aqwâlinâ, wa min khiyânatil-amânât, wa min qillatil-adabi fî aqwâlinâ wa af‘âlinâ. Fahdinâ li-ahsanil-akhlaq, lâ yahdî li-ahsani-hâ illâ anta.

Allâhumma-j‘al dzikrâl-isrâ’i wal-mi‘râj sababâ li-muhâsabat anfusinâ, wa ishlâhi a‘mâlinâ, wal-istiqâmati ‘alâ thâ‘atika hattâ nalqâk.

Rabbana âtinâ fid-dunyâ hasanah, wa fil-âkhirati hasanah, wa qinâ ‘adzâban-nâr.

Artinya

“Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa kedua orang tua kami, serta ampunilah seluruh kaum muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.

Ya Allah, sebagaimana Engkau memperjalankan hamba-Mu Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj, maka angkatlah hati kami untuk selalu dekat kepada-Mu, dan sucikanlah jiwa kami dari sifat riya, kelalaian, dan akhlak yang buruk.

Ya Allah, kami bertaubat kepada-Mu dari buruknya ucapan kami, dari pengkhianatan terhadap amanah, serta dari kurangnya adab dalam perkataan dan perbuatan kami. Tunjukilah kami kepada akhlak yang paling mulia, karena tidak ada yang dapat menunjukkannya kecuali Engkau.

Ya Allah, jadikanlah peringatan Isra Mi’raj sebagai sebab bagi kami untuk bermuhasabah diri, memperbaiki amal perbuatan, dan istiqamah dalam ketaatan kepada-Mu hingga kami bertemu dengan-Mu.

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.”

 

II. Teks Khutbah Jumat

Khutbah Jumat tanggal 16 Januari 2026 tentang pentingnya salat fardu

Alhamdulillahi hamdan katsiran kama amara, wa asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarika lahu iqraran bihi wa tawhidan, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, kembali khatib berwasiat untuk bertakwa kepada Allah, karena takwa adalah bekal terbaik dalam kehidupan.

Shalat yang diwajibkan pada Isra Miraj bukan sekadar ritus ibadah, tetapi penolong di saat sempit. Allah berfirman dalam Al-Quran, “Wasta'inu bish-shabri wash-shalah” yang artinya mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Ketika hati sempit, ketika beban hidup terasa berat, shalat-lah yang menjadi penenang sekaligus penuntun.

Karena itu, mari kita memakmurkan masjid dengan shalat berjamaah, menjaga shalat tepat waktu, menghidupkan shalat sunnah, dan mengajarkan shalat kepada anak-anak sejak dini. Umat akan lurus bila shalatnya lurus, dan akan rusak bila shalatnya diabaikan.

(Penutup Doa & Penegasan)

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dosa para pemimpin kami, dan dosa seluruh kaum muslimin.

Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina 'adzabannar.

Wassallallahu 'ala nabiyyina Muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.

Ibadallah, innallaha ya’muru bil adli wal ihsan wa ita’i dzil qurba wa yanha 'anil fahsya'i wal munkari wal baghyi, ya'izhukum la’allakum tazakkarun.Fadzkurullaha yadzkirukum, wasykuruhu 'ala ni’amihi yazidkum, wa li dzikrillahi akbar.

 

III. Contoh Khutbah Jumat Lainnya

Khutbah Jumat 16 Januari 2026 dengan tema Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW: Pentingnya Akhlak Mulia

Khutbah Jumat Pertama 

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Pada kesempatan khutbah Jumat 16 Januari 2026 ini, khatib berwasiat kepada diri sendiri dan kepada jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, Beberapa hari ini umat Islam memperingati peristiwa agung Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Sebuah perjalanan luar biasa yang bukan hanya menghadirkan perintah shalat, tetapi juga sarat dengan pelajaran akhlak yang sangat mendalam.

Dalam perjalanan Mi’raj, Rasulullah SAW diperlihatkan berbagai gambaran balasan bagi manusia. Ada balasan bagi mereka yang menjaga akhlaknya, dan ada pula azab bagi orang-orang yang merusak adab dan perilakunya. Semua itu menjadi peringatan nyata bahwa akhlak memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam.

Rasulullah SAW melihat orang-orang yang lisannya tajam dan menyakiti sesama, mereka disiksa karena tidak menjaga ucapan. Beliau juga melihat balasan bagi orang-orang yang berkhianat terhadap amanah dan suka berdusta. Semua itu mengajarkan kepada kita betapa beratnya dosa dari lisan yang tidak terjaga dan amanah yang dikhianati.

Hadirin yang berbahagia, Akhlak mulia bukan hanya tentang ibadah ritual, tetapi tercermin dalam kehidupan sehari-hari: jujur dalam perkataan, amanah dalam tanggung jawab, santun dalam bertutur kata, serta menjaga adab dalam pergaulan. Inilah pesan besar Isra Mi’raj yang sering kali terlupakan.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad)

Maka, memperbaiki akhlak adalah bagian dari meneladani Nabi Muhammad SAW dan bukti nyata ketakwaan kita kepada Allah SWT.

(Khatib duduk sejenak)

Khutbah Jumat Kedua

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita kembali meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ketahuilah, bahwa akhlak yang mulia akan menjadi pemberat timbangan amal kita di hari kiamat kelak.

Melalui peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Allah mengingatkan kita agar tidak meremehkan dosa-dosa yang sering dianggap sepele: berbohong, menggunjing, memfitnah, mengingkari janji, dan menyakiti orang lain dengan ucapan. Semua itu memiliki balasan yang nyata di akhirat.

Di tengah kehidupan modern saat ini, menjaga lisan dan adab menjadi tantangan besar. Media sosial, percakapan digital, dan interaksi sehari-hari sering membuat manusia lalai. Maka, Isra Mi’raj hadir sebagai pengingat agar kita menjaga akhlak di mana pun berada, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Semoga dengan memperingati Isra Mi’raj ini, kita mampu memperbaiki diri, memperhalus budi pekerti, dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam akhlak dan perilaku.

Sebelum mengakhiri khutbah ini, marilah kita berdoa:

Allahumma ihdinaa li ahsanil akhlaaq, laa yahdii li ahsanihaa illaa anta…

“Ya Allah, tunjukilah kami akhlak yang paling mulia, tidak ada yang dapat menunjukkannya kecuali Engkau.”Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah wa fil-aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar.

Walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.

People Also Ask

1. Tema khutbah ini tentang apa?

Jawaban: Tema khutbah ini tentang Isra Miraj dan hikmah di baliknya.

2. Untuk tanggal berapa khutbah ini disiapkan?

Jawaban: Untuk Jumat tanggal 16 Januari 2026.

3. Mengapa Isra Miraj penting?

Jawaban: Karena melalui Isra Miraj turun kewajiban shalat lima waktu dan menunjukkan keagungan Allah.

4. Apa hikmah terbesar dari Isra Miraj?

Jawaban: Hikmahnya adalah wajibnya shalat lima waktu sebagai pilar utama agama.

5. Apakah teks ini boleh dipakai di masjid?

Jawaban: Boleh, sebagai referensi atau contoh, namun khatib tetap disarankan memahami isi dan menyampaikan dengan penuh kesadaran.