Sambut Natal dan Tahun Baru, Penyuluh Agama Bersihkan Rumah Ibadah Lintas Iman se-Indonesia

Rumah ibadah di Indonesia didominasi masjid dan musala, disusul gereja, pura, vihara, dan kelenteng. Hal tersebut menuntut keterlibatan semua pihak agar rumah ibadah terawat dan berfungsi optimal bagi masyarakat.

Diterbitkan 25 Desember 2025, 16:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) melalui para penyuluh agama menggelar program bersih-bersih rumah ibadah lintas iman di berbagai daerah di Indonesia dalam rangka menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kegiatan yang digelar serentak pada Rabu (24/12/2025) ini bertujuan menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak sekaligus memperkuat kerukunan umat beragama.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam), Lubenah, mengatakan rumah ibadah memiliki fungsi strategis, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga ruang sosial, edukatif, dan kultural bagi masyarakat. Karena itu, kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah menjadi prasyarat penting.

“Rumah ibadah di Indonesia didominasi masjid dan musala, disusul gereja, pura, vihara, dan kelenteng. Hal tersebut menuntut keterlibatan semua pihak agar rumah ibadah terawat dan berfungsi optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Lubenah, program ini juga menjadi bentuk kehadiran negara dalam memastikan rumah ibadah aman dan nyaman, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat. Rumah ibadah bahkan diharapkan dapat menjadi alternatif tempat istirahat pemudik dengan fasilitas memadai.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi lintas agama dan lintas elemen. “Semangat gotong royong dan kepedulian inilah yang terus kami dorong agar kerukunan umat beragama tumbuh dari praktik nyata,” ujarnya.

Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam, Jamaluddin M. Marki, menyampaikan program ini digerakkan secara serentak melalui kolaborasi Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI). Ia menyebut hampir 900 penyuluh agama terlibat aktif dan telah melaporkan pelaksanaan kegiatan dari sejumlah daerah.

Jamaluddin menjelaskan, kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu menyambut Hari Raya Natal, menyiapkan rumah ibadah yang bersih dan nyaman menjelang Tahun Baru, serta memperkuat pengabdian layanan keagamaan yang relevan dengan semangat Hari Amal Bakti Kemenag.

“Program ini tidak berhenti pada momentum Nataru. Ke depan penyuluh agama akan terus mengembangkan program berbasis rumah ibadah dengan pendekatan lintas iman dan kepedulian lingkungan,” katanya.

 

Kerukunan Umat dalam Tindak Nyata

Sementara itu, Ketua Umum IPARI Daloh Abdaloh mengatakan kegiatan dilakukan secara lintas iman.

Penyuluh non-Muslim ikut membersihkan masjid, sementara penyuluh Muslim membersihkan gereja, vihara, dan rumah ibadah lain.

“Kerukunan tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi ditunjukkan melalui tindakan nyata, bekerja bersama merawat rumah ibadah,” ujarnya.

Daloh menambahkan, IPARI juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk penggalangan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera.

Program bersih-bersih rumah ibadah lintas iman ini dilaksanakan di berbagai daerah Indonesia, salah satunya di Masjid Al-Hijrah dan Gereja HKBP–PGI Rusunawa Marunda Blok B, Jakarta Utara.