Liputan6.com, Jakarta Membaca sholawat menjadi cara bagi umat Islam untuk mengekspresikan rasa hormat kepada Nabi Muhammad SAW melalui syair-syair pujiannya. Macam-macam sholawat dengan lantunan lembut dan bait-bait indah tercipta untuk mengagungkan Rasulullah SAW yang menjadi cahaya umat manusia. Salah satunya adalah Bacaan Sholawat Marhaban, sebuah pujian kepada Nabi SAW dengan kata-kata yang menyejukkan hati. Sholawat ini juga sering terdengar di berbagai kegiatan keagamaan seperti peringatan besar seperti Maulid Nabi. Kehadirannya tak sekadar bagian dari tradisi, tetapi juga sebagai media untuk mempererat hubungan batin dengan Sang Nabi yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Dalam tradisi masyarakat, Sholawat Marhaban memiliki makna sebagai bentuk penyambutan yang penuh cinta terhadap Nabi Muhammad SAW. Lantunan dan baitnya seakan mengajak jamaah kembali mengingat tuntunan yang diajarkan oleh beliau, nilai-nilai moral, dan akhlak suci yang menjadi teladan yang tak tergantikan. Setiap baitnya membawa pesan yang menenangkan jiwa, menghidupkan keimanan, serta menumbuhkan rasa syukur yang mendalam.
Lebih jauh lagi, Sholawat Marhaban menyimpan pesan pengingat agar umat Islam terus meneladani perjuangan Nabi. Melafalkannya membantu seseorang menjaga hati agar tetap terarah pada kebaikan, serta mendorong terciptanya ketenangan batin. Dalam konteks yang lebih luas, sholawat ini menjadi sarana untuk merawat kecintaan kepada Nabi, memperhalus budi pekerti, dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Advertisement
Apa Itu Sholawat Marhaban?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411320/original/017255100_1763010967-jamaah_membaca_sholawat_rohatil.png)
Setiap sholawat memiliki makna masing-masing. Begitu juga dengan Sholawat Marhaban yang merupakan kata-kata pujian untuk Nabi Muhammad SAW dengan ungkapan selamat datang sebagai wujud penghormatan dan peran beliau sebagai pembawa cahaya kebenaran. Marhaban sendiri memiliki makna sambutan yang penuh kehangatan dan penghormatan, seolah-olah umat menyambut kedatangan Rasulullah ke dalam hati mereka. Sholawat Marhaban juga menyimpan makna lain yang berupa permohonan rahmat, kasih sayang, dan keberkahan dari Allah.
Seiring berjalannya waktu, Sholawat Marhaban menjadi bagian dari momen penting Islam, terutama sebagai bagian dari rangkaian sholawat maulid nabi. Dengan melafalkan sholawat ini, umat Islam menghadirkan kerinduan spiritual yang mendalam dan berharap agar Allah senantiasa membuka pintu petunjuk serta ampunan-Nya.
Selain itu, Sholawat Marhaban juga memiliki fungsi edukatif yang menyimpan pesan-pesan moral dan keteladanan Nabi Muhammad SAW. Dengan membaca serta menghayatinya, seseorang dapat memperbaiki akhlak, memahami perjuangan dakwah Nabi, serta memupuk kecintaan yang mendorong mereka mengikuti sunnah beliau. Jadi jangan heran jika Sholawat Marhaban sangat dihargai dan dipelajari, terutama di kalangan pencinta sholawat dan pengamal sholawat penenang hati.
Advertisement
Bacaan Sholawat Marhaban
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5400640/original/079783300_1762143236-ilustrasi_tangan_berdoa.jpg)
مَرْحَبًا يَا نُوْرَ الْعَيْنِ، مَرْحَبًا جَدَّ الْحُسَيْنِ، مَرْحَبًا أَهْلًا وَسَهْلًا، مَرْحَبًا يَا خَيْرَ دَاعٍ
Marhaban yaa nuural ‘ayni, marhaban jaddal Husaini, marhaban ahlan wa sahlan, marhaban yaa khoiro da’i
Selamat datang wahai cahaya mataku, selamat datang wahai kakek Hasan dan Husain, selamat datang dan salam hormat, selamat datang wahai penyeru terbaik.
يَا نَبِي سَلَامٌ عَلَيْكَ، يَا رَسُولُ سَلَامٌ عَلَيْكَ، يَا حَبِيبُ سَلَامٌ عَلَيْكَ، صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْكَ
Yaa nabii salaam ‘alaika, yaa rasuul salaam ‘alaika, yaa habiib salaam ‘alaika, sholawaatullaahi ‘alaika
Wahai Nabi, salam sejahtera atasku; wahai Rasul, salam sejahtera bagimu; wahai kekasih Allah, salam sejahtera bagimu; rahmat dan sholawat Allah tercurah atasmu.
أَشْرَقَ الْبَدْرُ عَلَيْنَا، فَاخْتَفَتْ مِنْهُ الْبُدُورُ، مِثْلَ حُسْنِكَ مَا رَأَيْنَا، قَطُّ يَا وَجْهَ السُّرُورِ
Asyroqol badru ‘alainaa, fakhtafat minhul buduuru, mitsla husnika maa ro-ainaa, qotthu yaa wajhas-suruuri
Bulan purnama telah terbit menyinari kami dan meredupkan purnama lainnya. Tak pernah kami melihat keindahan sepertimu, wahai pemilik wajah penuh kegembiraan.
أَنْتَ شَمْسٌ أَنْتَ بَدْرٌ، أَنْتَ نُورٌ فَوْقَ نُورٍ، أَنْتَ إِكْسِيرٌ وَغَالِي، أَنْتَ مِصْبَاحُ الصُّدُورِ
Anta syamsun anta badrun, anta nuurun fauqo nuurin, anta iksiirun wa ghaalii, anta mishbaahush-shuduuri
Engkau bagai matahari, engkau bagai bulan purnama, engkau cahaya di atas cahaya, engkau ibarat emas murni yang berharga, engkaulah pelita di dalam dada.
وَأَتَاكَ الْعُودُ يَبْكِي، وَتَذَلَّلْ بَيْنَ يَدَيْكَ، وَاسْتَجَارَتْ يَا حَبِيبِي، عِنْدَكَ الظَّبْيُ النُّفُورُ
Wa ataakal ‘uudu yabkii, wa tadzallal baina yadaika, wastajaarot yaa habiibii, ‘indakadh-dhobyun-nufuuru
Pohon-pohon datang kepadamu sambil menangis, bersimpuh di hadapanmu; dan kijang yang liar pun datang berlindung kepadamu, wahai kekasih.
عِنْدَمَا شَدُّوا الْمَحَامِلَ، وَتَنَادَوْا لِلرَّحِيلِ، جِئْتُهُمْ وَالدَّمْعُ سَائِلْ، قُلْتُ قِفْ لِي يَا دَلِيلُ
‘Indamaa syadduul mahaamil, wa tanaadau lirrohiili, ji’tuhum waddam’u saa-il, qultu qif lii yaa daliilu
Ketika rombongan bersiap memanggil untuk berangkat, aku datang pada mereka dengan air mata mengalir dan berkata: “Tunggu aku wahai penunjuk jalan.”
وَتَحَمَّلْ لِي رَسَائِلْ، أَيُّهَا الشَّوْقُ الْجَزِيلُ، نَحْوَ هَاتِيكَ الْمَنَازِلِ، فِي الْعَشِيِّ وَالْبُكُورِ
Wa tahammal lii rasaail, ayyuhasy-syauqul jaziilu, nahwa haatiikal manaazil, fil ‘asyiyyi wal bukuuri
Bawalah surat kerinduanku, wahai rindu yang menggebu, menuju kediaman yang dituju, di waktu petang maupun pagi.
كُلُّ مَنْ فِي الْكَوْنِ هَامُوا، فِيكَ يَا بَاهِي الْجَبِينِ، وَلَهُمْ فِيكَ غَرَامٌ، وَاشْتِيَاقٌ وَحَنِينُ
Kullu man fil kauni haamuu, fiika yaa baahîl jabiini, wa lahum fiika ghoraamun, wasytiaaqon wa haniin
Segala makhluk di alam semesta jatuh cinta kepadamu, wahai pemilik dahi yang bersinar; mereka memiliki kecintaan, kerinduan, dan rasa rindu mendalam kepadamu.
فِي مَعَانِيكَ الْأَنَامُ، قَدْ تَبَدَّتْ حَائِرِينَ، وَصَلَاةُ اللَّهِ تَغْشَى، عَدَّ تَحْرِيرِ السُّطُورِ
Fii ma‘aanîkal anaamu, qod tabaddat haa-iriina, wa sholaatullaahi taghsyaa, ‘adda tahriiris-suthuuri
Dalam makna-makna tentangmu, makhluk menjadi bingung karena kebesaranmu; sholawat Allah tercurah sebanyak huruf yang dituliskan.
أَحْمَدَ الْهَادِي مُحَمَّدْ، صَاحِبَ الْوَجْهِ الْمُنِيرِ، أَنْتَ لِلرُّسُلِ خِتَامُ، أَنْتَ لِلْمَوْلَى شَكُورُ
Ahmadal haadii Muhammad, shoohibal wajhil muniiri, anta lirrusuli khitaamu, anta lil maulaa syakuuru
Untuk Ahmad sang pemberi petunjuk, Nabi Muhammad, pemilik wajah bercahaya. Engkau penutup para rasul, engkau hamba Allah yang sangat bersyukur.
عَبْدُكَ الْمِسْكِينُ يَرْجُو فَضْلَكَ الْجَمَّ الْغَفِيرَ، فِيكَ قَدْ أَحْسَنْتُ ظَنِّي يَا بَشِيرُ يَا نَذِيرُ
‘Abdukal miskiinu yarjuu fadlakal jammal ghofiiru, fîka qod ahsantu dhonnii yaa basyiiru yaa nadziiru
Hamba-Mu yang lemah ini berharap kemurahan-Mu yang luas; kepadamu aku berbaik sangka, wahai pembawa kabar gembira dan peringatan.
فَأَغِثْنِي وَأَجِرْنِي يَا مُجِيرُ مِنَ السَّعِيرِ، يَا غِيَاثِي يَا مَلَاذِي فِي مُهِمَّاتِ الْأُمُورِ
Fa aghitsnii wa ajirnii yaa mujiiru minas sa’iiri, yaa ghoyaatsii yaa malaadzii fii muhimmaatil umuuri
Maka tolonglah dan lindungilah aku dari api neraka; wahai penolong dan pelindungku dalam segala urusan besar.
مَرْحَبًا يَا نُوْرَ الْعَيْنِ، مَرْحَبًا جَدَّ الْحُسَيْنِ، مَرْحَبًا أَهْلًا وَسَهْلًا، مَرْحَبًا يَا خَيْرَ دَاعٍ
Marhaban yaa nuural ‘ayni, marhaban jaddal husaini, marhaban ahlan wa sahlan, marhaban yaa khoiro da’i
Selamat datang wahai cahaya mata, selamat datang wahai kakek Hasan-Husain, selamat datang dan salam hormat, selamat datang wahai penyeru terbaik.
Keutamaan Sholawat Marhaban
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5402666/original/070087200_1762259316-Muslim_membaca_sholawat_di_dekat_kaligrafi_bertuliskan_sholawat__Wikimedia_Commons_.jpg)
Keutamaan Sholawat Marhaban begitu luar biasa bagi mereka yang merutinkannya. Salah satu keutamaan dari pengamalan sholawat ini adalah pahala yang Allah SWT janjikan kepada mereka umat mukmin yang sholawat. Bahkan dalam sejumlah riwayat juga menjelaskan jika 1 kali sholawat saja sudah dapat menghapus dosa, mengangkat derajat, hingga membuka pintu rahmat Allah SWT. Oleh karena itu, membaca sholawat, seperti Sholawat Marhaban, Sholawat Nariyah, atau Sholawat Barzanji, menjadi amalan ringan namun dengan nilai pahala yang sangat besar. Dengan kata-kata indahnya, Sholawat Marhaban ini menjadi jembatan yang menghubungkan kecintaan seorang Muslim kepada Rasulullah SAW dan meningkatkan ketakwaan dalam hidupnya.
Keutamaan lain yang bisa didapat oleh mereka yang mengamalkannya adalah memperoleh syafaat Rasulullah SAW di hari akhir nanti. Hal ini juga diterangkan oleh Rasulullah SAW bahwa manusia yang paling utama di sisi beliau adalah mereka yang paling banyak bersholawat. Dengan demikian, membaca Sholawat Marhaban bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi spiritual yang kelak berharga di kehidupan akhirat.
Sholawat Marhaban juga diyakini sebagai salah satu jalan untuk memudahkan doa agar dikabulkan. Banyak ulama menjelaskan bahwa sholawat adalah penghias doa, sehingga semakin banyak seseorang bersholawat, semakin besar pula peluang terkabulnya permohonan. Selain itu, sholawat membantu menenangkan hati, menghilangkan kegelisahan, serta memunculkan ketenangan yang mendalam dalam batin seorang Muslim.
Advertisement
Manfaat Sholawat Marhaban
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5386573/original/090419000_1761016022-sholawat_waqtu_sahar.jpg)
Tak cuma keutamaan saja, Sholawat Marhaban juga memiliki manfaat yang luas. Manfaat dari sholawat ini tidak hanya soal ibadah saja, tapi juga memengaruhi ketenangan hidup seorang mukmin. Dengan membiasakan diri membaca sholawat, maka orang tersebut juga akan terbiasa menyebut nama Nabi Muhammad SAW sehingga rasa cinta dan hormat kepada beliau semakin kuat. Dari kecintaan inilah tumbuh keinginan untuk mengikuti teladan beliau dalam bersikap dan berperilaku.
Banyak orang juga mengaku jika membaca sholawat memberikan ketenangan diri dan pikiran serta jiwa. Syairnya yang indah dapat mengurangi beban pikiran dan meredakan kecemasan. Sebagian orang juga menjadikan sholawat sebagai cara mereka menenangkan diri ketika hati sedang gelisah atau pikiran sedang tidak karuan. Kekhusyukan saat melantunkannya menghadirkan kelezatan iman yang memperkuat semangat untuk beribadah dan mendekat kepada Allah.
Dalam kehidupan sehari-hari, sholawat juga diyakini mendatangkan keberkahan. Kebaikan yang datang dapat berupa kemudahan mencari rezeki, kelancaran urusan, perlindungan dari bahaya, atau pertolongan ketika menghadapi kesulitan hidup. Banyak ulama dan guru spiritual mengajarkan agar umat menjadikan sholawat sebagai amalan harian, baik Sholawat Marhaban maupun macam-macam sholawat lainnya, karena pengaruh positifnya benar-benar nyata dalam kehidupan seorang Muslim.
Terlepas dari apapun bacaan sholawat yang dibaca, jika orang tersebut sudah sering dan terbiasa mmebasahi lisan dengan sholawat, maka hatinya juga turut semakin bersih dan terhindar dari penyakit hati. Diri juga menjadi lebih sabar, dan dapat menjalani hidup lebih ringan serta optimis. Sholawat Marhaban, sebagai salah satu sholawat penenang hati, mampu membawa suasana damai dan menyejukkan ke dalam diri.
Pertanyaan dan Jawaban
Apa itu Sholawat Marhaban?
Sholawat Marhaban adalah doa dan pujian yang menyambut Nabi Muhammad SAW dengan penuh hormat dan harapan keberkahan.
Kapan waktu terbaik membaca Sholawat Marhaban?
Biasanya saat peringatan Maulid Nabi, pengajian, atau kapan saja untuk menambah kecintaan kepada Nabi SAW.
Apa manfaat membaca Sholawat Marhaban?
Mendatangkan ketenangan hati, keberkahan hidup, dan syafaat Nabi di hari kiamat.
Apakah sholawat Marhaban harus dibaca dengan doa khusus?
Bacananya bisa dilafalkan langsung, namun dianjurkan dengan khusyuk dan niat murni.
Bagaimana cara membaca Sholawat Marhaban yang benar?
Mulai dengan membaca teks Arab atau transliterasi Latin dengan irama yang baik serta memahami artinya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379728/original/080061400_1760356827-20251013_140108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033050/original/073846700_1580099128-20200127--Melihat-Tes-SKD-CPNS-di-Jakarta-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5424670/original/056013600_1764151328-berdoa_di_tengah_malam.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8321222/original/082863400_1782190021-messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303531/original/058987900_1782168483-AP26173793551298-Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295972/original/094968200_1783998125-063_2285118941.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287270/original/053254800_1783206565-000_B9AD2FJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295862/original/035555400_1783973067-Jude_Bellingham_celebrates_England_s_victory.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294699/original/022281100_1783851743-England_s_Harry_Kane__left__Jude_Bellingham__center__and_Morgan_Rogers.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5402935/original/045204600_1762311893-priest-holding-holy-book-bracelet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578218/original/043626100_1782536515-Fyq4bXXn1T50XXKM61qkf7VNO2GT7lL1Po9x1gp1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5397187/original/001577400_1761803406-ilustrasi_berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5386573/original/090419000_1761016022-sholawat_waqtu_sahar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5503960/original/063186300_1771217350-unnamed.jpg)