Liputan6.com, Jakarta Sholawat menjadi salah satu bentuk pendekatan diri seorang muslim kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus upaya untuk menjalankan perintah Allah SWT sesuai dengan surat Al-Ahzab ayat 56 yang memiliki arti bahwa orang-orang beriman diminta untuk bersholawat pada Nabi dan mengucapkan salam penghormatan kepadanya. Puji-pujian yang diberikan bisa bermacam-macam, salah satu yang terkenal adalah Sholawat Badriyah, atau dikenal juga dengan sebutan Sholawat Badar.
Dari macam-macam sholawat yang ada, Sholawat Badriyah menjadi salah satu yang cukup dikenal dan diamalkan. Disusun dengan syair lembut, penuh kerinduan, dan sarat akan doa membuatnya menjadi akrab di telinga umat muslim di Indonesia. Sama seperti sholawat lainnya, misalnya Sholawat Nariyah dan Sholawat Ibrahimiyah, bacaan Sholawat Badriyah dapat menjadi sholawat penenang hati yang mendamaikan.
Meski memiliki syair dan makna yang indah, siapa sangka jika Sholawat Badriyah ini memiliki nilai sejarah yang begitu dalam dengan Tanah Air. Sholawa ini tercipta dari seorang ulama yang sangat mencintai Rasulullah dan negaranya. Jadi tak heran jika Sholawat Badriyah tidak hanya dianggap sebagai warisan spiritual tapi juga lambang perjuangan dan kecintaan terhadap tanah air.
Advertisement
Asal-usul Sholawat Badriyah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5402343/original/037345800_1762244580-Sholawat_di_Masjid.jpg)
Sholawat Badriyah disusun oleh KH. Ali Mansur yang berasal dari Banyuwangi di tahun 1962. Sholawat Badriyah ini tercipta di tengah kerisauan batin rakyat Indonesia yang sedang berjuang menata kehidupan pasca kemerdekaan. Dalam situasi yang penuh guncangan inilah KH. Ali Mansur merangkai doa-doanya dan menuangkannya dalam sebuah syair indah sebagai bentuk munajat, harapan, dan permohonan akan keselamatan umat dan bangsa.
Kata “badar” yang tercantum dalam nama sholawat ini merujuk pada Perang Badar, yang merupakan peristiwa bersejarah dan monumental bagi kaum muslimin yang melambangkan kemenangan iman atas kezhaliman, sekaligus menjadi simbol keberanian para sahabat yang diharapkan mampu menular kepada seluruh kaum muslimin di Tanah Air.
Seiring berjalannya waktu, Sholawat Badriyah pun menyebar ke berbagai penjuru Nusantara melalui pesantren, majelis taklim, hingga kelompok hadrah dan rebana. Lantunannya mewarnai berbagai kegiatan keagamaan, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus menanamkan semangat perjuangan. Di banyak daerah, Sholawat Badriyah dilagukan dengan beragam irama, menjadikannya bagian dari ekspresi budaya Islam Nusantara yang khas.
Dengan nilai sejarah dan sosial yang terkandung, tak heran jika pada tahun 2022, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menetapkan Sholawat Badriyah sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB).
Advertisement
Bacaan Sholawat Badriyah dan Artinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5400640/original/079783300_1762143236-ilustrasi_tangan_berdoa.jpg)
صَلَاةُ اللهِ سَلَامُ اللهِ عَلَى طٰهٰ رَسُولِ اللهِ
صَلَاةُ اللهِ سَلَامُ اللهِ عَلَى يٰسٓۤ حَبِيبِ اللهِ
تَوَسَّلْنَا بِبِسْمِ اللهِ وَبِالْهَادِي رَسُولِ اللهِ
وَكُلِّ مُجَاهِدٍ لِلَّهِ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
إِلٰهِي سَلِّمِ الْأُمَّةَ مِنَ الْآفَاتِ وَالنِّقْمَةِ
وَمِنْ هَمٍّ وَمِنْ غُمَّةٍ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
إِلٰهِي نَجِّنَا وَاكْشِفْ جَمِيعَ أَذِيَّةٍ وَاصْرِفْ
مَكَائِدَ الْعِدَى وَالْطُفْ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
إِلٰهِي نَفِّسِ الْكُرَبَا مِنَ الْعَاصِينَ وَالْعَطْبَا
وَكُلِّ بَلِيَّةٍ وَوَبَاءٍ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
فَكَمْ مِنْ رَحْمَةٍ حَصَلَتْ وَكَمْ مِنْ ذِلَّةٍ فُصِلَتْ
وَكَمْ مِنْ نِعْمَةٍ وَصَلَتْ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
وَكَمْ أَغْنَيْتَ ذَا الْعُمْرِ وَكَمْ أَوْلَيْتَ ذَا الْفَقْرِ
وَكَمْ عَافَيْتَ ذَا الْوِذْرِ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
لَقَدْ ضَاقَتْ عَلَى الْقَلْبِ جَمِيعُ الْأَرْضِ مَعَ رَحْبِهَا
فَأَنْجِ مِنَ الْبَلَا الصَّعْبِ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
أَتَيْنَا طَالِبِي الرِّفْقِ وَجُلِّ الْخَيْرِ وَالسَّعْدِ
فَوَسِّعْ مِنْحَةَ الْأَيْدِي بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
فَلَا تَرْدُدْ مَعَ الْخَيْبَةِ بَلِ اجْعَلْنَا عَلَى الطَّيْبَةِ
يَا ذَا الْعِزِّ وَالْهَيْبَةِ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
وَإِنْ تَرْدُدْ فَمَنْ نَأْتِي بِنَيْلِ جَمِيعِ حَاجَاتِي
يَا جَالِي الْمُلِمَّاتِ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
إِلٰهِي اغْفِرْ وَأَكْرِمْنَا بِنَيْلِ مَطَالِبٍ مِنَّا
وَدَفْعِ مَسَاءَةٍ عَنَّا بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
إِلٰهِي أَنْتَ ذُو لُطْفٍ وَذُو فَضْلٍ وَذُو عَطْفٍ
وَكَمْ مِنْ كُرْبَةٍ تَنْفِي بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
وَصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ الْبَرِّ بِلَا عَدٍّ وَلَا حَصْرِ
وَآلِ سَادَةٍ غُرٍّ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
Bacaan latin:
Shalātullāh salāmullāh ‘alā Ṭāhā Rasūlillāh
Shalātullāh salāmullāh ‘alā Yāsīn Ḥabībillāh
Tawassalnā bibismillāh wabil-hādī Rasūlillāh
Wa kulli mujāhidin lillāh bi ahlil badri yā Allāh
Ilāhī sallimil ummah minal-āfāti wan-niqmah
Wa min hammin wa min ghummah bi ahlil badri yā Allāh
Ilāhī najjinā wakshif jamī‘a adziyyatin waṣrif
Makā’idal ‘idā’ waltuf bi ahlil badri yā Allāh
Ilāhī naffisil kurabā minal ‘āṣīna wal ‘aṭbā
Wa kulli balīyatin wa wabā’ bi ahlil badri yā Allāh
Fakam min raḥmatin ḥaṣalat wa kam min dhillatin fuṣilat
Wa kam min ni‘matin waṣalat bi ahlil badri yā Allāh
Wa kam aghnaita dzal-‘umri wa kam awlaita dzal-faqr
Wa kam ‘āfayta dzal-wizri bi ahlil badri yā Allāh
Laqad dhāqat ‘alal qalbi jamī‘ul arḍi ma‘a raḥbihā
Fa anji minal balā aṣ-ṣa‘bi bi ahlil badri yā Allāh
Ataynā ṭālibir rifqi wa jullil khairi was-sa‘di
Fawassi‘ minhatal aidī bi ahlil badri yā Allāh
Falā tardud ma‘al khaibah balij‘alnā ‘alath-thaibah
Yā dzal-‘izzi wal haibah bi ahlil badri yā Allāh
Wa in tardud faman na’tī binaili jamī‘i ḥājātī
Yā jālī al-mulimāti bi ahlil badri yā Allāh
Ilāhī ighfir wa akrimnā binaili maṭālibin minnā
Wa daf‘i masā’atin ‘annā bi ahlil badri yā Allāh
Ilāhī anta dzū luṭfin wa dzū faḍlin wa dzū ‘aṭfin
Wa kam min kurbatin tanfī bi ahlil badri yā Allāh
Wa ṣalli ‘alan-nabiyyi al-barrī bilā ‘addin walā ḥaṣr
Wa āli sādatin ghurri bi ahlil badri yā Allāh
Artinya:
1. Rahmat dan keselamatan Allah semoga tercurah kepada Nabi Thaha, utusan Allah.
Rahmat dan keselamatan Allah semoga tercurah kepada Nabi Yasin, kekasih Allah.
2. Kami bertawassul dengan nama Allah, dan dengan Nabi pemberi petunjuk, utusan Allah.
Dan dengan seluruh para pejuang di jalan Allah, berkat para ahli Badar, wahai Allah.
3. Ya Allah, selamatkanlah umat ini dari segala bencana dan siksa.
Dan dari segala kesusahan dan kesedihan, berkat para ahli Badar, wahai Allah.
4. Ya Allah, selamatkanlah kami dan hilangkan seluruh gangguan dan rasa sakit,
Jauhkanlah tipu daya musuh-musuh, dan limpahkan kasih sayang-Mu berkat ahli Badar, wahai Allah.
5. Ya Allah, lapangkanlah segala kesempitan bagi para pendosa dan orang-orang yang dalam kerusakan,
Dan hilangkanlah seluruh bencana dan wabah penyakit berkat ahli Badar, wahai Allah.
6. Betapa banyak rahmat yang telah Engkau curahkan, dan begitu banyak kehinaan yang telah Engkau jauhkan,
Dan betapa banyak nikmat yang Engkau karuniakan berkat ahli Badar, wahai Allah.
7. Betapa sering Engkau memberi kecukupan kepada orang yang memiliki harta,
Dan berapa banyak Engkau memberi kelapangan kepada mereka yang fakir,
Dan betapa banyak Engkau sembuhkan orang yang bergelimang dosa, berkat ahli Badar, wahai Allah.
8. Sungguh, bumi yang luas ini terasa sempit bagi hati karena banyaknya ujian dan malapetaka yang menakutkan,
Maka selamatkanlah kami dari bencana yang berat berkat ahli Badar, wahai Allah.
9. Kami datang memohon kelembutan, kebaikan, dan keberkahan,
Maka luaskanlah anugerah tangan-tangan-Mu berkat ahli Badar, wahai Allah.
10. Jangan Engkau tolak kami dalam keadaan kecewa, tetapi jadikanlah kami dalam kebaikan dan kebahagiaan,
Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kewibawaan, berkat ahli Badar, wahai Allah.
11. Jika Engkau menolak kami, maka kepada siapa lagi kami datang untuk mendapatkan seluruh hajat kami?
Wahai Dzat yang menghilangkan segala musibah, berkat ahli Badar, wahai Allah.
12. Ya Allah, ampunilah kami dan muliakanlah kami dengan terkabulnya permohonan-permohonan kami,
Dan jauhkanlah keburukan dari kami, berkat ahli Badar, wahai Allah.
13. Ya Allah, Engkaulah yang memiliki kelembutan, anugerah, dan kasih sayang,
Dan betapa banyak kesusahan yang telah Engkau hilangkan berkat ahli Badar, wahai Allah.
14. Dan limpahkanlah rahmat-Mu kepada Nabi yang penuh kebajikan tanpa batas dan tanpa hitungan,
Serta kepada keluarga para pemuka yang bercahaya, berkat ahli Badar, wahai Allah.
Makna dan Nilai Kandungan Sholawat Badriyah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
Sholawat Badriyah bukan hanya rangkaian pujian yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW. Di dalam kalimatnya juga terkandung doa penuh makna yang mencerminkan spiritualitas, kecintaan, dan optimisme. Setiap syairnya menyimpan pesan yang mampu menuntun umat menuju penghayatan iman yang lebih dalam. Berikut sejumlah kandungan penting di dalam Sholawat Badriyah:
1. Ungkapan Pujian kepada Nabi Muhammad SAW
Sama seperti sholawat pada umumnya, Sholawat Badriyah memiliki syair yang dipenuhi dengan sanjungan untuk Rasulullah SAW. Penyebutan kata “Thaha” dan “Yasin” menggambarkan Rasulullah sebagai pembawa risalah dan cahaya petunjuk bagi seluruh umat. Dengan kata-kata pujian tersebut, umat Islam diajak untuk meneguhkan rasa cinta pada Nabi dan menjadikannya sebagai teladan di setiap aspek kehidupan di dunia untuk mendapatkan kebahagiaan di akhirat. Pujian ini bukan sekadar simbol cinta, tetapi bentuk rasa syukur atas nikmat terbesar berupa kehadiran Nabi Muhammad SAW sebagai penuntun keselamatan.
2. Doa untuk Memohon Perlindungan
Di bait berikutnya, Sholawat Badriyah menampilkan tulisan-tulisan yang memiliki makna tentang permohonan perlindungan dari berbagai kesulitan hidup, seperti musibah, penyakit, dan kegelisahan hati. Syairnya menggambarkan bagaimana kerapuhan manusia yang sangat membutuhkan pertolongan Allah SWT untuk menghadapi ujian dunia. Sholawat ini menjadi pengingat untuk selalu memiliki sifat tawakal dan menunjukkan bahwa perlindungan Allah adalah kunci ketenangan batin. Di era modern yang penuh kegelisahan, doa dalam Sholawat Badar terasa semakin relevan dan menenteramkan.
3. Penyebutan Para Ahlul Badar sebagai Wasilah
Salah satu ciri khas Sholawat Badriyah yang unik adalah penyebutan para sahabat yang turut serta dalam Perang Badar. Karena tokoh-tokoh muslimin di Perang Badar adalah sosok-sosok pilihan yang ditakdirkan untuk berjuang bersama Rasulullah SAW dan merasakan pertolongan Allah SWT secara langsung. Menyebut mereka dalam doa merupakan bentuk tawassul yang mengharap berkah dari keberanian dan ketulusan mereka dalam membela agama. Dengan cara ini, seseorang yang mengamalkannya dapat berharap doa-doanya dikabulkan Allah berkat kemuliaan para tokoh mulia tersebut.
4. Pesan Cinta dan Kesetiaan terhadap Rasulullah
Setiap sholawat adalah wujud rasa cinta mendalam kepada Nabi Muhammad SAW. Begitu juga Sholawat Badriyah, yang setiap lantunannya menunjukkan kerinduan pada Rasulullah, bukan hanya secara emosional, tetapi juga melalui pengamalan akhlaknya. Nilai ini mengajarkan bahwa mencintai Nabi tidak cukup hanya melalui ucapan, melainkan juga melalui tindakan misalnya dengan mencontoh kesabaran beliau, kelembutan hati, sifat pemaaf, dan kepekaan terhadap sesama.
5. Dorongan Semangat Perjuangan dan Cinta Tanah Air
Lantunan indah dari Sholawat Badriyah juga mengandung semangat kebangsaan. Dalam sejarahnya, KH. Ali Mansur menciptakan sholawat ini ketika bangsa Indonesia sedang menghadapi banyak tantangan sehingga doa-doa yang tertuang juga sarat akan harapan untuk keselamatan negeri. Ditambah dengan gambaran perjuangan para sahabat di pertempuran Badar menjadikannya Sholawat Badriyah sebagai simbol keteguhan hati dalam menjaga perdamaian dan persatuan bangsa. Dengan membaca Sholawat Badar berarti ikut memupuk cinta tanah air, sekaligus memperteguh komitmen menjaga kebenaran dan keharmonisan bangsa.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban
1. Siapa pencipta Sholawat Badar?
KH. Ali Mansur dari Banyuwangi, ulama Nahdlatul Ulama pada tahun 1962.
2. Apa arti dari Sholawat Badar?
Doa dan pujian kepada Nabi Muhammad ﷺ dengan tawassul kepada Ahlul Badar.
3. Apa manfaat membaca Sholawat Badar?
Menolak bala, menenangkan hati, dan mendatangkan rahmat Allah SWT.
4. Kapan waktu terbaik membaca Sholawat Badar?
Bisa dibaca kapan saja, terutama setelah shalat, malam Jumat, atau saat majelis dzikir.
5. Mengapa disebut “Badar”?
Karena berisi doa melalui perantara para sahabat yang ikut dalam Perang Badar.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379728/original/080061400_1760356827-20251013_140108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033050/original/073846700_1580099128-20200127--Melihat-Tes-SKD-CPNS-di-Jakarta-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5423230/original/084550200_1764056663-tangan-tangan_yang_memohon_pertolongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8321222/original/082863400_1782190021-messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303531/original/058987900_1782168483-AP26173793551298-Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295972/original/094968200_1783998125-063_2285118941.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287270/original/053254800_1783206565-000_B9AD2FJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295862/original/035555400_1783973067-Jude_Bellingham_celebrates_England_s_victory.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294699/original/022281100_1783851743-England_s_Harry_Kane__left__Jude_Bellingham__center__and_Morgan_Rogers.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5402935/original/045204600_1762311893-priest-holding-holy-book-bracelet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578218/original/043626100_1782536515-Fyq4bXXn1T50XXKM61qkf7VNO2GT7lL1Po9x1gp1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5397187/original/001577400_1761803406-ilustrasi_berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5386573/original/090419000_1761016022-sholawat_waqtu_sahar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5503960/original/063186300_1771217350-unnamed.jpg)