Sholawat Adnani Terlengkap: Makna, Keutamaan dan Tata Caranya

Sholawat Adnani lengkap dengan teks Arab, latin, dan makna indahnya sebagai amalan untuk menambah kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Diterbitkan 24 November 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sholawat adalah salah satu amalan yang bisa dilakukan dalam Islam dengan mudah. Jadi salah satu amalan yang digemari di Indonesia, terdapat banyak sholawat yang bisa diamalkan, salah satunya sholawat adnani yang memiliki keindahan lirik dan makna yang terkandung di dalamnya. Dimana sholawat adnani berisi pujian kepada Allah SWT yang telah mengutus Nabi Muhammad SAW ke muka bumi sebagai bentuk rahmat bagi seluruh alam.

Sholawat adnani telah banyak dipopulerkan oleh berbagai penyanyi religi, salah satu yang paling banyak diminati adalah versi yang dibawakan oleh Ai Khodijah yang telah ditayangkan di kanal YouTubenya, dan telah banyak ditonton oleh banyak orang. Dengan keindahan melodi dan makna yang mendalam, sholawat adnani terus dikenal luas dan diamalkan oleh banyak umat muslim di Indonesia.

Berikut ini secara lengkap, telah Liputan6 rangkum bacaan sholawat adnani dalam bahasa Arab dan terjemahannya, serta dasar hukum sholawat dalam Islam dan keutamaannya, pada Senin (24/11).

Memahami Sholawat Adnani

Sholawat Adnani merupakan bentuk pujian dan doa kepada Nabi Muhammad SAW yang merujuk pada silsilah keturunan beliau. Kata "Adnani" merujuk pada Adnan, salah satu leluhur Nabi Muhammad SAW dalam silsilah Arab. Sholawat ini mengandung ungkapan syukur kepada Allah SWT yang telah mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai rasul pilihan-Nya.

Dalam konteks sejarah, sholawat seperti ini telah lama menjadi tradisi umat Islam dalam mengekspresikan kecintaan dan penghormatan kepada Rasulullah SAW. Sholawat Adnani khususnya menggambarkan kemuliaan Nabi Muhammad SAW sejak masa kecil hingga diangkat menjadi rasul, serta kedudukan istimewa beliau di sisi Allah SWT.

صَلَّى عَلَيْكَ اللهُ يَاعَدْنَانِ

Latin: Shollâ 'alaikallâhu yâ 'Adnânî

Artinya: Rahmat Allah Ta'ala untukmu cucu Adnan

 

يَا مُصْطَفَى يَا صَفْوَةَ الرَّحْمَانِ

Latin: Yâ Mushthofâ yâ shofwatar-rohmâni

Artinya: Wahai Nabi pilihan Allah yang Rahman

 

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى اَعْطَانِى

Latin: Alhamdulillâhilladzî a'thônî

Artinya: Puja puji bagi Allah yang maha memberikan

 

هَذَا الْغُلاَم الطَيِّبَ الأرْدَانِ

Latin: hâdzâl ghulâmath-thoyyibal ardâni

Artinya: Cucu yang terbaik dan yang amat tampan

 

قَدْ سَادَ فِى اْلمَهْدِ عَلَى اْلغِلْمَانِ

Latin: Qod sâda fîl mahdi 'alâl ghilmâni

Artinya: Sejak masih kecil menjadi pimpinan

 

اُعِيْذُهُ بِالْبَيْتِ ذِى اْلاَرْكَانِ

Latin: u'îdzuhu bil baiti dzîl arkâni

Artinya: Aku menjaganya berkat rahmat Tuhan

 

حَتَّى اَرَاهُ بَالِغَ اْلبُنْيَانِ

Latin: Hattâ arôhu bâlighol bunyâni

Artinya: Ku perkenalkan padanya indahnya rumah Tuhan

 

اَنْتَ الَّذِى سُمِّيْتَ فِى اْلقُرْآنِ

Latin: Antal-ladzî summîta fîl Qur-ãni

Artinya: Namamu diabadikan di dalam Al-Qur'an

 

أَحْمَدُ مَكْتُوْبٌ عَلَى الْجِنَانِ

Latin: Ahmadu maktûbun 'alâl jinâni

Artinya: Ahmad kalimah yang tertulis di surga

 

صَلَّى عَلَيْكَ اللهُ فِي الْأَحْيَانِ

Latin: Shollâ 'alaikallâhu fîl ahyâni

Artinya: Allah senantiasa bersholawat atasmu tiada hentinya

 

اَحْمَدُهُ فِى السِّرِّ وَاْلاَعْلاَنِ

Latin: Ahmaduhu fîs-sirri wal i'lâni

Artinya: Aku menjunjungnya di tiap kesempatan

 

حَقَّ عَلَى اْلاِسْلاَمِ وَ اْلاِيْمَانِ

Latin: Haqqôn 'alâl islâmi wal îmâni

Artinya: Sesuai ketentuan islam dan iman

Dasar Hukum Sholawat dalam Islam dan Keutamaannya

Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur'an dan Hadits. Dasar utama adalah firman Allah SWT dalam Surat Al-Ahzab ayat 56:

"إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا"

Artinya: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT dan para malaikat senantiasa bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan umat Islam diperintahkan untuk melakukan hal yang sama. Ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan sholawat dalam ajaran Islam.

Selain itu, terdapat hadits dari Abu Hurairah RA yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali." Hadits ini menunjukkan keutamaan besar dari membaca sholawat.

 

Keutamaan dan Manfaat Sholawat

Membaca sholawat andani memiliki berbagai keutamaan yang dapat dirasakan di dunia. Pertama, mendapat sholawat dari Allah SWT. Setiap kali seseorang membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, Allah akan memberikan sepuluh kali sholawat kepadanya. Ini merupakan anugerah yang luar biasa dari Allah SWT.

Kedua, pengampunan dosa. Satu kali membaca sholawat dapat menghapuskan sepuluh dosa, bahkan dosa-dosa besar dapat diampuni melalui amalan sholawat yang istiqomah. Ketiga, peningkatan derajat. Allah SWT akan mengangkat sepuluh derajat bagi orang yang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan di akhirat, orang yang rajin bersholawat akan mendapat kedudukan istimewa. Kedekatan dengan Nabi Muhammad SAW di hari kiamat menjadi keutamaan utama. Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang paling berhak mendapatkan syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku."

Selain itu, sholawat juga memberikan perlindungan dari siksa neraka. Amalan ini menjadi benteng yang kuat bagi seorang muslim dari berbagai bencana dan siksaan di akhirat. Sholawat juga dapat menjadi penerang di alam kubur dan memberikan ketenangan bagi ruh yang telah meninggal dunia.

Pentingnya Memahami Tata Cara yang Benar

Sholawat bukan sekadar bacaan yang diucapkan begitu saja, melainkan ibadah yang memiliki aturan dan adab tersendiri. Memahami tata cara yang benar akan membedakan antara sholawat yang dibaca dengan penuh penghayatan dan sholawat yang dibaca secara mekanis tanpa makna.

Sebelum memulai membaca sholawat, terdapat beberapa persiapan penting yang harus dilakukan. Persiapan pertama dan terpenting adalah memperbaiki niat. Niat harus diluruskan semata-mata karena Allah SWT, dengan tujuan menghormati dan mencintai Rasulullah SAW. Hindari niat untuk pamer atau mendapat pujian dari orang lain, karena hal ini dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala yang diperoleh.

Persiapan kedua adalah memilih waktu yang tepat. Pilihlah waktu yang tenang dan tidak tergesa-gesa, sehingga pikiran dapat fokus sepenuhnya pada sholawat yang dibaca. Manfaatkanlah waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir, setelah sholat fardhu, atau ketika hati sedang dalam keadaan khusyuk. Hindari waktu-waktu yang dilarang untuk berdzikir, meskipun sholawat secara umum boleh dibaca kapan saja.

Ketiga adalah menyiapkan kondisi fisik yang tepat. Duduklah dengan posisi yang sopan dan penuh adab, sebaiknya menghadap kiblat jika memungkinkan. Meskipun tidak wajib, lebih baik jika dalam keadaan suci (berwudhu) dan berpakaian rapi serta menutup aurat. Kondisi fisik yang baik akan mendukung konsentrasi dan kekhusyukan dalam bersholawat.

Ketika membaca sholawat dalam suatu majelis atau berjamaah, ada etika khusus yang harus diperhatikan. Sesuaikan volume suara dengan kondisi majelis dan jika ada yang memimpin, ikutilah dengan tertib. Hindari suara yang terlalu menonjol dari jamaah lain, karena yang utama adalah kebersamaan dan keharmonisan dalam beribadah. Jika ada yang salah dalam bacaan, koreksi dengan cara yang santun dan tidak memalukan.

Sedangkan saat membaca sholawat sendirian, manfaatkan kesendirian tersebut untuk lebih menghayati makna dan melakukan muhasabah (introspeksi diri). Gunakan waktu ini untuk merenungkan akhlak dan perbuatan, apakah sudah sesuai dengan teladan Rasulullah SAW. Jadikan momen sholawat sebagai waktu bermunajat kepada Allah SWT dan memohon petunjuk serta kekuatan untuk menjadi muslim yang lebih baik.

 

Hal-Hal yang Harus Dihindari

Ada beberapa hal yang harus dihindari dalam membaca sholawat agar tidak terjerumus ke dalam bid'ah atau hal-hal yang dapat mengurangi pahala. Pertama, hindari mengiringi sholawat dengan alat musik seperti rebana atau instrumen lainnya, karena hal ini tidak memiliki dalil dari Rasulullah SAW dan dapat dikategorikan sebagai bid'ah. Sholawat lebih utama dibaca secara tartil tanpa iringan musik.

Kedua, hindari riya (pamer) dan sum'ah (ingin didengar orang). Jangan membaca sholawat untuk mendapat pujian orang lain atau membaca dengan suara keras untuk menarik perhatian. Hindari juga memamerkan hafalan sholawat yang banyak. Yang terpenting adalah fokus pada keikhlasan dan kualitas bacaan, bukan pada kuantitas atau penampilan.

Ketiga, jangan berlebihan dalam memuji Rasulullah SAW. Puji beliau sesuai dengan tuntunan syariat dan hindari berlebihan yang dapat mengarah pada syirik. Ingat bahwa Rasulullah SAW adalah manusia pilihan Allah, bukan Tuhan yang patut disembah. Seimbangkan pujian kepada Rasulullah dengan pujian kepada Allah SWT.

 

Tanya Jawab Seputar Sholawat Adnani

Q: Apakah boleh membaca sholawat Adnani dengan iringan musik?

A: Menurut pandangan mayoritas ulama, sholawat sebaiknya tidak diiringi dengan alat musik karena hal tersebut tidak memiliki dalil dari Rasulullah SAW dan dapat dikategorikan sebagai bid'ah. Sholawat lebih utama dibaca secara tartil tanpa iringan musik.

Q: Berapa kali sebaiknya membaca sholawat Adnani dalam sehari?

A: Tidak ada ketentuan khusus tentang jumlah bacaan sholawat Adnani. Yang terpenting adalah konsistensi dan keikhlasan dalam membacanya. Seseorang dapat membacanya sesuai kemampuan dan kesempatan yang ada.

Q: Apakah sholawat Adnani bisa dibaca oleh anak-anak?

A: Ya, sangat dianjurkan untuk mengajarkan sholawat kepada anak-anak sejak dini. Sholawat Adnani dengan melodi yang indah dapat menjadi media pembelajaran yang baik untuk menumbuhkan kecintaan anak kepada Rasulullah SAW.