Liputan6.com, Jakarta Kehidupan modern yang ditandai dengan perkembangan pesat teknologi informasi sering kali membuat hidup kita lebih gelisah. Melihat berbagai unggahan orang lain di media sosial yang menunjukkan kehidupan bahagia tak jarang membuat kita iri. Kita membandingkan dengan kehidupan pribadi yang seolah selalu penuh cobaan. Tak heran jika berbagai cara dilakukan demi meraih ketenangan di era banjir informasi seperti sekarang. Sholawat Wahidiyah merupakan amalan spiritual yang bisa membuat hati tenang di tengah gempuran kegelisahan.
Mengutip situs wahidiyah.org, Sholawat Wahidiyah gubahan ulama asal Kediri, Abdoel Madjid Ma'roef, bisa menjadi solusi batiniyah bagi umat Muslim di tengah riuhnya dunia modern. Rangkaian sholawat wahidiyah diyakini mampu menjernihkan hati serta sering disebut sebagai showalat pembuka rezeki, Bahkan, bagi para pengamal baru, pengalaman awal mengamalkan sholawat ini selama 40 hari sering membawa perubahan batin signifikan. Selain Sholawat Wahidiyah, masyarakat juga mengenal berbagai jenis sholawat lain yang memiliki khasiat dan keutamaan masing-masing, seperti Sholawat Jibril yang dikenal sebagai penarik rezeki, Sholawat Nariyah yang mujarab untuk hajat besar dan Sholawat Busyro yang membawa kabar gembira.
Sejarah Kelahiran Sholawat Wahidiyah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5419416/original/042769200_1763695213-Screenshot_2025-11-21_101447.png)
Kehadiran Sholawat Wahidiyah bermula dari keprihatinan mendalam K.H. Abdoel Madjid Ma’roef, seorang ulama dari Kediri, Jawa Timur. Beliau sangat risau terhadap kondisi mental dan spiritual umat Islam yang mulai tergerus arus modernisasi dan kebendaan, padahal banyak sholawat lain seperti sholawat Jibril dan sholawat Nariyah sudah dikenal luas. Kegelisahan batin ini mendorong beliau untuk melakukan mujahadah intensif dan memohon petunjuk ilahi demi perbaikan akhlak masyarakat global. Melalui proses spiritual yang panjang dan serius tersebut, beliau akhirnya menerima inspirasi untuk menyusun rangkaian sholawat yang unik dan mendalam, yang juga berperan sebagai sholawat pembuka rezeki spiritual. Rangkaian ini diharapkan dapat menjadi jalan pintas (tholîqoh) bagi umat untuk kembali sadar dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Amalan ini kemudian dikenal luas sebagai Sholawat Wahidiyah, yang berarti sholawat untuk keesaan Allah (Al-Wâhidiyyah).
Penyusunan rangkaian Sholawat Wahidiyah ini tidak terjadi dalam satu waktu, melainkan secara bertahap sesuai petunjuk batin yang beliau terima. Pertama kali, rangkaian doa dan sholawat ini diperkenalkan secara terbatas di lingkungan Pondok Pesantren Kedunglo pada tahun 1963. Keberadaan sholawat nabi pendek atau sholawat badar mungkin sudah populer saat itu, tetapi Sholawat Wahidiyah menawarkan pendekatan batin yang lebih terstruktur. Setelah terbukti membawa ketenangan hati dan peningkatan spiritual bagi para pengamalnya, amalan ini mulai disiarkan ke luar pondok pesantren. Beliau menekankan bahwa inti dari Sholawat Wahidiyah bukanlah sekadar bacaan lisan, melainkan perjuangan batin yang tulus (Lillâh Billâh Lirrasûl Birrasûl) untuk mencapai Ma’rifat Billah wa Rosuulihi SAW. Hingga saat ini, ajaran dan amalan Sholawat Wahidiyah telah menyebar luas ke berbagai penjuru Indonesia dan mancanegara, tetap fokus pada perbaikan mental dan spiritual seluruh alam (jami’al ‘alamin), seperti halnya tujuan utama dari sholawat adrikni dan sholawat fatih yang juga populer.
Advertisement
Panduan Muhajadah Sholawat Wahidiyah untuk Pemula
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5419417/original/085285400_1763695213-Screenshot_2025-11-21_101538.png)
Mujahadah adalah istilah pengamalan Sholawat Wahidiyah, yang berarti perjuangan sungguh-sungguh secara batin. Mujahadah ini dianjurkan dilakukan setiap hari selama 40 hari berturut-turut untuk pengamal baru.
A. Persiapan Awal
Waktu: Boleh dilakukan pada pagi, siang, sore, atau malam hari, yang terpenting dilakukan sekali duduk (satu kali kesempatan) tanpa terputus.
Sikap: Lakukan dengan khusyuk dan sepenuh hati, memusatkan perhatian pada Allah dan Rasul-Nya.
B. Rangkaian Bacaan Mujahadah (Langkah Demi Langkah)
1. Pembuka (Hadiah Fatihah)
اِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، اَلْفَاتِحَةْ!
Ilā ḥaḍratī sayyidinā Muḥammad ṣallā Allāhu ʿalayhi wa sallam, Al-Fātiḥah! (membaca Surat Al-Fatihah 7x)
2. وَاِلَى حَضْرَةِ غَوْثِ هَذَا الزَّمَانِ وَأَعْوَانِهِ وَسَآئِرِ أَوْلِيَآءِ اللهِ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمْ، اَلْفَاتِحَةْ!
Wa ilā ḥaḍratī Ghawth hādhā az-zamān wa aʿwānīhi wa sa’ā’ir awliyā’ Allāh raḍiya Allāhu taʿālā ʿanhum, Al-Fātiḥah! (membaca Surat Al-Fatihah 7x)
Terjemahan:
Dihadiahkan ke haribaan Junjungan kami Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW. Al-Fatihah. Dan dihadiahkan ke pangkuan Ghoutsi Hadhazzaman, Para Pembantu Beliau dan segenap Kekasih Allah SWT, Rodiyallohu ta’alaa Anhum. Al-Fatihah.
2. Sholawat Awal (Yaa Waahidu)
Teks Arab dan Latin (100x):
اَللّٰهُمَّ يَا وَاحِدُ يَا اَحَدْ، يَا وَاجِدُ يَا جَوَادْ، صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَّنَفَسٍ بِعَدَدِ مَعْلُوْمَاتِ اللهِ وَفُيُوْضَاتِهِ وَاَمْدَادِهْ
Allāhumma yā Wāḥid, yā Aḥad, yā Wājid, yā Jawād, ṣalli wa sallim wa bārik ʿalā sayyidinā Muḥammad wa ʿalā āli sayyidinā Muḥammad, fī kulli lamḥatin wa nafasin bi-ʿadadi maʿlūmāti Allāh wa fuyūḍātihi wa amdādih.
Terjemahan:
Yaa Alloh, Yaa Tuhan Maha Esa, Yaa Tuhan Maha Satu, Yaa Tuhan Maha Menemukan, Yaa Tuhan Maha Pelimpah, limpahkanlah sholawat, salam, barokah atas junjungan kami Kanjeng Nabi Muhammad dan atas keluarga Kanjeng Nabi Muhammad pada setiap kedip mata dan naik turunnya napas sebanyak bilangan segala yang Allah Maha Mengetahui dan sebanyak kelimpahan pemberian dan kelestarian pemeliharaan Allah.
3. Sholawat Ma’rifat
Arab & Latin:
اَللّٰهُمَّ كَمَا اَنْتَ اَهْلُهْ، صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا وَشَفِيْعِنَا وَحَبِيْبِنَا وَقُرَّةِ اَعْيُنِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا هُوَ اَهْلُهْ
Allāhumma kamā anta ahluh, ṣalli wa sallim wa bārik ʿalā sayyidinā wa mawlānā wa shafīʿinā wa ḥabībina wa qurrat aʿyuninā Muḥammad ṣallā Allāhu ʿalayhi wa sallam kamā huwa ahluh.
(dibaca 7x)
Terjemahan:
Yaa Alloh, sebagaimana keahlian ada pada-Mu, limpahkanlah sholawat, salam, dan barokah atas Junjungan kami, Pemimpin kami, Penolong kami, Kekasih kami, dan penyejuk mata kami, Nabi Muhammad SAW, sebagaimana Dia memang layak menerimanya.
4. Sholawat Tsuljul Qulub
Arab & Latin:
يَا شَافِعَ الْخَلْقِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامْ
Yā Shāfiʿal-khalqi aṣ-ṣalātu was-salām
عَلَيْكَ نُوْرَ الْخَلْقِ هَادِيَ الْاَنَامْ ʿ
Alayka nūral-khalqi hādiyal-anām
وَأَصْلَهُ وَرُوْحَهُ اَدْرِكْنِيْ
Wa aṣlahu wa rūḥahu adrikinī
فَقَدْ ظَلَمْتُ اَبَدًا وَّرَبِّنِيْ
Faqad ẓalamtu abadan wa rabbīni
وَلَيْسَ لِيْ يَا سَيِّدِيْ سِوَاكَا
Wa laysa lī yā sayyidī siwāka
فَاِنْ تَرُدَّ كُنْتُ شَخْصًا هَالِكَا
Fa in tardda kuntu shakhsan hālika
(dibaca 3x)
Terjemahan:
Duhai Kanjeng Nabi, pemberi syafa’at makhluq, sholawat dan salam kusanjungkan ke pangkuan-Mu… Bersinarlah Engkau sebagai cahaya makhluk, penunjuk bagi manusia, dan jadikanlah aku bagian dari kasih-Mu. Sesungguhnya aku telah berbuat zalim selamanya, dan tiada penolongku selain Engkau, wahai Tuhanku. Jika Engkau menolakku, aku akan binasa selamanya.
5. Nida'
Arab & Latin:
يَا سَيِّدِي يَا رَسُولَ اللّٰهِ
Yā Sayyidī Yā Rasūlallāh
(dibaca 7x)
Terjemahan:
“Yaa Tuhanku, Junjungan kami, Yaa Rasulullah.”
6. Sholawat Istighotsah
Arab:
يَا أَيُّهَا الْغَوْثُ سَلَامُ اللهِ عَلَيْكَ رَبِّنِيْ بِإِذْنِ اللهِ وَانْظُرْ اِلَيَّ سَيِّدِيْ بِنَظْرَةٍ مُوْصِلَةٍ لِلْحَضْرَةِ الْعَلِيَّةْ
Latin:
Yā Ayyuhal-Ghawthu Salāmu Allāh ʿAlayka rabbīni bi-idhni Allāh Wa unẓur ilayya sayyidī bi-naẓratin Mūṣilatin lil-ḥaḍratil-ʿAliyyah
(dibaca 3x)
Terjemahan:
Duhai Ghoutsu Hadhaz Zaman, ke pangkuan-Mu salam Allah kuhaturkan. Wahai Tuhanku, dengan izin Allah, pandanglah aku, Junjungan kami, dengan pandangan yang mengantarkan kepada hadirat Ilahi yang Maha Tinggi.
7. Sholawat YAA SYAAFI'AL KHOLQI HABIIBALLOOH
Arab:
يَا شَافِعَ الْخَلْقِ حَبِيْبَ اللهِ صَلَاتُهُ عَلَيْكَ مَعْ سَلَامِهْ ضَلَّتْ وَضَلَّتْ حِيْلَتِيْ فِيْ بَلْدَتِيْ خُذْ بِيَدِيْ يَا سَيِّدِيْ وَالْاُمَّةِ
Latin:
Yā Shāfiʿal-khalqi ḥabīb Allāh Ṣalātuhu ʿalayka maʿa salāmih Ḍallat wa ḍallat ḥīlatī fī baldati Khudh biyadī yā sayyidī wal-ummati
(dibaca 3x)
Terjemahan:
Duhai Kanjeng Nabi, pemberi syafa’at makhluq, duhai Kanjeng Nabi, Kekasih Allah, ke pangkuan-Mu sholawat dan salam Allah aku sanjungkan. Sesungguhnya aku tersesat dan caraku hilang di negeriku; ambillah tanganku, wahai Tuhanku, untuk aku dan seluruh umat-Mu.
8. Nida' (Kedua) (7x)
Arab:
يَا سَيِّدِي يَا رَسُولَ اللّٰهِ
Latin:
Yā Sayyidī Yā Rasūlallāh
(dibaca 7x)
Terjemahan:
“Yaa Tuhanku, Junjungan kami, Yaa Rasulullah.”
9. Sholawat YAA ROBBANALLOOHUMMA
Arab:
يَا رَبَّنَا اللّٰهُمَّ صَلِّ سَلِّمِ عَلَى مُحَمَّدٍ شَفِيْعِ الْاُمَمِ وَالْاَلِ وَاجْعَلِ الْاَنَامَ مُسْرِعِيْنَ بِالْوَاحِدِيَّةِ لِرَبِّ الْعَالَمِيْنَ يَا رَبَّنَا اغْفِرْ يَسِّرِ افْتَحْ وَاهْدِنَا قَرِّبْ وَأَلِّفْ بَيْنَنَا يَا رَبَّنَا
Latin:
Yā Rabbana Allāhumma ṣalli sallim ʿalā Muḥammad shafīʿil-ummam Wal-āli wajʿalil-anāma musriʿīn Bil-Wāḥidiyyati li-Rabbil-ʿĀlamīn Yā Rabbana, ighfir, yassir, iftaḥ, wa-hdinā Qarrib wa allif baynanā yā Rabbana
(dibaca 3x)
Terjemahan:
Yaa Tuhan kami, Yaa Allah, limpahkanlah sholawat dan salam atas Kanjeng Nabi Muhammad, pemberi syafa’at umat, beserta keluarga-Nya. Jadikanlah manusia bergegas mengikuti jalan-Mu dengan tauhid kepada Tuhan semesta alam. Yaa Tuhan kami, ampunilah, mudahkanlah, bukalah jalan, tuntunlah kami, dekatkanlah, dan satukanlah hati kami, Yaa Tuhan kami.
10. Doa Barokah (7x)
11. Istighroq (Perenungan): Diam dan fokuskan hati sepenuhnya hanya kepada Allah SWT.
12. Doa Penutup dan Nida': Diakhiri dengan Fafirruu Ilallooh dan Waqul Jaa-al Haqquwazaahaqol Baathil.
Tata Cara Pengamalan Sholawat Wahidiyah untuk Pengamal Baru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5419418/original/023074500_1763695214-Screenshot_2025-11-21_101718.png)
Bagi pengamal baru yang ingin merasakan khasiat Sholawat Wahidiyah, Muallif memberikan bimbingan yang jelas dan terstruktur, yang lazim disebut Mujahadah Wahidiyah.
A. Masa Percobaan 40 Hari
Pengamal baru dianjurkan untuk melaksanakan mujahadah setiap hari selama 40 hari berturut-turut sebagai masa mujahadah yaumiyah.
“Barang siapa beramal dengan ikhlas karena Allah SWT selama 40 hari, niscaya terpancarlah sumber-sumber hikmah dari hatinya ke lidahnya”
Tujuannya untuk menanamkan keikhlasan dan istiqomah dalam hati, yang mana setelah periode ini, diharapkan akan terjadi perubahan batin dan ketenangan hati yang signifikan. Jika dalam 40 hari tidak ada perubahan hati, Muallif bahkan memberikan garansi bahwa “Menawi sampun jangkep sekawan doso dinten boten wonten perobahan manah, kenging dipun tuntut dun-yan wa ukhro” yang dimaknai sebagai ajakan untuk bertanggung jawab penuh atas segala perbuatan batin.
B. Bacaan Aurod Mujahadah Harian
Selama 40 hari berturut-turut, pengamal harus membaca seluruh rangkaian sholawat sesuai bilangan yang tertera pada Lembaran Sholawat Wahidiyah dalam sekali duduk (satu kali kesempatan), yang boleh dilakukan pada pagi, siang, sore, atau malam hari.
Alternatif Singkat: Jika tidak mampu membaca seluruhnya, pengamal boleh membaca kalimat nida’ يَاسَيِّدِى يَارَسُوْلَ اللهْ (Yaa Sayyidii Yaa Rosuulallooh) yang diulang-ulang selama kurang lebih 30-35 menit.
Rangkaian bacaan lengkap yang diamalkan dalam Mujahadah Sholawat Wahidiyah diakhiri dengan Istighrooq (diam tidak membaca apa-apa, memusatkan perhatian lahir dan batin hanya kepada Allah SWT) diikuti dengan doa penutup dan nida' فَافِرُّوا إِلَى اللَّهِ (Fafirruu Ilallooh! - Larilah kembali kepada Alloh!) dan وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ (Waqul Jaa-al Haqquwazaahaqol Baathil).
Advertisement
Perkembangan Tahapan Sholawat Wahidiyah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5419419/original/061676400_1763695214-PENGUMUMAN-MUJAHADAH-KUBRO-WAHIDIYAH-ROJAB-TAHUN-2024-780x440.jpg)
Perjalanan pengamalan Sholawat Wahidiyah dirancang secara bertahap, menyesuaikan tingkat kesiapan dan kesungguhan batin pengamalnya. Tahapan ini bertujuan untuk membimbing jiwa dari tingkat kesadaran dasar menuju tingkat ma’rifat yang lebih sempurna kepada Allah SWT. Dengan istiqamah mengikuti perkembangan ini, diharapkan setiap pengamal dapat merasakan perubahan spiritual yang signifikan.
Tahap Awal (Mujahadah Yaumiyah)
- Fokus: Menanamkan Lillâh Billâh (Mengabdi karena Allah dan sadar hanya kepada Allah) dan Lirrasûl Birrasûl (Mengabdi karena Rasul dan sadar hanya kepada Rasul) sebagai dasar batin.
- Amalan: Melaksanakan rangkaian Sholawat Wahidiyah secara lengkap (atau minimal nida' Yaa Sayyidii Yaa Rosuulallooh) sebanyak sekali duduk setiap hari, terutama dianjurkan selama 40 hari pertama bagi pemula.
- Tujuan: Membersihkan hati dan menumbuhkan keikhlasan serta ketenangan hati.
Tahap Kedua (Mujahadah Usbu’iyah/Mingguan)
- Fokus: Menguatkan Mujahadah dengan intensitas yang lebih tinggi.
- Amalan: Selain Mujahadah Yaumiyah, pengamal dianjurkan melaksanakan Mujahadah yang lebih lama (sekitar 1-2 jam) satu kali dalam seminggu, seringkali bersama-sama dalam suatu majelis.
- Tujuan: Mempercepat proses pembersihan hati dan memupuk rasa persaudaraan sesama pengamal.
Tahap Ketiga (Mujahadah Syahriyah/Bulanan)
- Fokus: Mujahadah yang lebih mendalam dan terpusat.
- Amalan: Melaksanakan Mujahadah dalam durasi yang lebih panjang lagi (biasanya semalam suntuk atau lebih) satu kali dalam sebulan.
- Tujuan: Menumbuhkan perasaan ketakutan dan penghinaan diri (takhalli) di hadapan Allah dan Rasul-Nya, serta memohon ampunan untuk seluruh umat.
Tahap Akhir dan Berkesinambungan (Istighroq dan Fafirruu Ilallooh)
- Fokus: Pencapaian puncak kesadaran dan keesaan (Tauhid).
- Amalan: Melanjutkan seluruh Mujahadah harian, mingguan, dan bulanan dengan kualitas Istighroq (memusatkan seluruh perhatian hanya kepada Allah) yang semakin sempurna. Kalimat penutup Fafirruu Ilallooh! (Larilah kembali kepada Alloh!) menjadi pegangan hidup.
- Tujuan: Mencapai Ma’rifat Billah wa Rosuulihi SAW secara total dan menjadikan pengamalan Sholawat Wahidiyah sebagai nafas kehidupan, bukan lagi sekadar rutinitas.
Pertanyaan seputar Sholawat Wahidiyah
Siapa Muallif (Penyusun) Sholawat Wahidiyah?
Penyusun Sholawat Wahidiyah adalah K.H. Abdoel Madjid Ma’roef dari Pondok Pesantren Kedunglo, Kediri.
Apa tujuan utama dari amalan Sholawat Wahidiyah?
Tujuan utamanya adalah untuk menjernihkan hati agar mencapai Ma’rifat Billah wa Rosuulihi SAW dan kembali sadar kepada Allah.
Apakah non-Muslim boleh mengamalkan Sholawat Wahidiyah?
Ya, amalan ini telah diijazahkan secara mutlak dan ditujukan untuk perbaikan mental seluruh alam, tanpa memandang agama.
Mengapa pengamalannya disebut Mujahadah?
Istilah Mujahadah berarti perjuangan sungguh-sungguh secara batin untuk membersihkan hati dan melawan hawa nafsu.
Berapa lama masa Mujahadah untuk pengamal baru?
Pengamal baru dianjurkan melaksanakan Mujahadah Sholawat Wahidiyah setiap hari selama 40 hari berturut-turut.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379728/original/080061400_1760356827-20251013_140108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033050/original/073846700_1580099128-20200127--Melihat-Tes-SKD-CPNS-di-Jakarta-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5417726/original/004760000_1763544376-Ilustrasi_Sholawat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8321222/original/082863400_1782190021-messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303531/original/058987900_1782168483-AP26173793551298-Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295972/original/094968200_1783998125-063_2285118941.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287270/original/053254800_1783206565-000_B9AD2FJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295862/original/035555400_1783973067-Jude_Bellingham_celebrates_England_s_victory.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294699/original/022281100_1783851743-England_s_Harry_Kane__left__Jude_Bellingham__center__and_Morgan_Rogers.jpg)