Sholawat Ya Rasulullah Salamun Alaik Arab Latin dan Artinya, Pahami Kedalaman Maknanya

Temukan teks Sholawat Ya Rasulullah beserta artinya. Amalkan syair indah ini sebagai wasilah terkabulnya hajat dan obat rindu kepada Rasulullah.

Diterbitkan 20 November 2025, 20:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sholawat berisi doa dan harapan yang dilantunkan untuk Rasulullah SAW.  Salah satu yang paling sering kita dengar adalah sholawat Ya Rasulullah. Sholawat ini kerap membuat air mata menetes. Tidak sekedar nyanyian belaka, sholawat ini menjadi sapaan rindu seorang umat kepada Nabinya. Di Indonesia, sholawat ini sering sekali dilantunkan dengan berbagai variasi nada.

Sholawat ini sering terdengar di acara keagamaan seperti maulid nabi, pengajian, hingga speaker masjid sebelum adzan. Namun sholawat bisa dibaca tak hanya waktu-waktu tersebut.

Dalam buku Love Banget Sama Sholawat Oleh Kinoysan (2009:47) dijelaskan Rasulullah saw. bersabda, "Barang siapa membaca sholawat kepadaku sebanyak sekali, Allah memerintahkan kedua malaikat penjaganya untuk tidak menuliskan untuknya dosa selama tiga hari.”

Banyak sekali keutamaan yang diperoleh bagi orang yang mau membaca sholawat. Keutamaan sholawat tak cuma berkaitan dengan kehidupan di dunia, tapi juga kelak di akhirat. Sholawat Ya Rasulullah memiliki kedalaman makna yang luar biasa. Terutama pada bagian yang menyiratkan tawassul dan rasa kecintaan kepada Ahlul Bayt (keluarga Nabi). 

 

 

Teks Lengkap Sholawat Ya Rasulullah  

Berikut adalah lafal lengkap qasidah sholawat Ya Rasulullah melansir dari Scribd yang kental dengan nuansa pengakuan cinta dari keluarga Nabi. 

يَا رَسُولَ اللَّهُ سَلَامٌ عَلَيْكَ ، يَا رَفِيعَ الشَّانِ وَالدَّرَج

Latin: Ya Rasulallah salamun 'alaik, ya rafi'asy-syani wad-daraji.

Arti: Wahai Utusan Allah, semoga keselamatan tetap padamu, Wahai yang berbudi luhur dan bermartabat tinggi.

عَطْفَةً يَا جِيرَةَ الْعَلَم ، يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ

Latin: 'Athfatan ya jiratal 'alami, ya uhailal judi wal karami.

Arti: Berikanlah kasih sayangmu wahai tetangga tiang bendera (petunjuk/gunung), wahai pemilik kedermawanan dan kemuliaan.

نَحْنُ جِيرَانٌ بِذَا الْحَرَم ، حَرَمِ الْإِحْسَانِ وَالْحَسَن

Latin: Nahnu jiranun bidzal harami, haramil ihsani wal hasani.

Arti: Kami adalah tetangga di tanah haram ini, tanah haram yang penuh kebaikan dan keindahan.

نَحْنُ مِنْ قَوْمٍ بِهِ سَكَنُوا ، وَبِهِ مِنْ خَوْفِهِمْ آمِنُوا

Latin: Nahnu min qawmin bihi sakanu, wa bihi min khawfihim aminu.

Arti: Kami berasal dari kaum yang tinggal di sana, dan karenanya mereka merasa aman dari ketakutan mereka.

وَبِآيَاتِ الْقُرْآنِ عُنُوا ، فَاتَّئِدْ فِينَا أَخَا الْوَهَنِ

Latin: Wa bi ayatil qur'ani 'unu, fatta'id fina akhal wahani.

Arti: Dan mereka menyibukkan diri dengan ayat-ayat Al-Quran, maka perlakukanlah kami dengan lembut wahai saudara yang lemah (lemah lembutlah kepada kami).

نَعْرِفُ الْبَطْحَا وَتَعْرِفُنَا ، وَالصَّفَا وَالْبَيْتُ يَأْلَفُنَا

Latin: Na'riful batha wa ta'rifuna, was-shafa wal baitu ya'lafuna.

Arti: Kami mengenal Batha (tanah Mekkah) dan ia pun mengenal kami, bukit Shafa dan Baitullah (Ka'bah) pun akrab dengan kami.

وَلَنَا الْمَعْلَى وَخَيْفُ مِنَى ، فَاعْلَمَنْ هَذَا وَكُنْ وَكُن

Latin: Wa lanal ma'la wa khaifu mina, fa'laman hadza wa kun wa kun.

Arti: Dan bagi kami Ma'la (pemakaman di Mekkah) dan masjid Khaif di Mina, maka ketahuilah ini dan jadilah (orang yang mengerti).

وَلَنَا خَيْرُ الْأَنَامِ أَبُ ، وَعَلَى الْمُرْتَضَى حَسَبُ

Latin: Wa lana khairul anami abu, wa 'alal murtadho hasabu.

Arti: Dan bagi kami, sebaik-baik manusia (Nabi Muhammad) adalah ayah (datuk), dan kepada Al-Murtadha (Ali bin Abi Thalib) kami bernasab.

وَإِلَى السِّبْطَيْنِ نَنْتَسِبُ ، نَسَبًا مَا فِيهِ مِنْ دَخَنِ

Latin: Wa ilas-sibtaini nantasibu, nasaban ma fihi min dakhani.

Arti: Dan kepada dua cucu (Hasan dan Husain) kami bernasab, nasab yang tidak ada keraguan (asap/kotoran) di dalamnya.

كَمْ إِمَامٍ بَعْدَهُ خَلَفُوا ، مِنْهُ سَادَةً بِذَا عُرِفُوا

Latin: Kam imamin ba'dahu khalafu, minhu sadatan bidza 'urifu.

Arti: Berapa banyak imam yang menggantikannya setelah itu, dari mereka muncul para pemimpin (Sayyid) yang dikenal dengan hal ini.

 

 

 

Menyelami Makna Sholawat Ya Rasulullah

Mengetahui arti dari sholawat ya Rasulullah akan lebih mantap jika membaca maknanya secara mendalam. Berikut penjelasan lengkap makna sholawat tersebut yang bisa diambil pelajaran.

1. Sapaan kepada Sang Pemilik Derajat Tinggi

Berada di bait awal, kalimat Ya Rafi'asy-syani wad-daroji merupakan penjelasan posisi Nabi Muhammad SAW yang tak tertandingi. Saat mengucapkannya, kita tidak sedang menyapa manusia biasa, melainkan kekasih Allah yang derajatnya ditinggikan di atas seluruh makhluk. Kalimat ini mengajarkan kita adab; bahwa sebelum meminta sesuatu, kita harus memuji dan mengakui kemuliaan orang yang kita tuju.

2. Ungkapan Hati Ahlul Bayt dan Pecintanya

Beberapa bait setelahnya seperti Nahnu jiranun bidzal harami (Kami tetangga tanah haram) memiliki makna ganda.

Secara Historis: Merupakan ungkapan dari keturunan Nabi (Habaib/Syarif) yang memang secara fisik dan genetik berasal dari tanah suci Mekkah dan Madinah.

Secara Spiritual: Umat muslim keseluruhan, "menjadi tetangga" dimaknai sebagai kedekatan hati. Kita berada di posisi jiwa-jiwa yang ingin dekat dengan Rumah Kebaikan yakni Nabi Muhammad

Kalimat Na'riful batha wa ta'rifuna (Kami kenal Batha dan Batha kenal kami) dimaknai sebagai ungkapan yang puitis. Batha merupakan nama lain dari Mekkah. Pemilihan kata ini menunjukkan hubungan emosional kuat antara tanah suci dengan para penghuninya yang sholeh. Tanah bahkan bersaksi atas kesholehan mereka.

3. Penegasan Nasab yang Suci

Wa lana khairul anami abu (Bagi kami, sebaik-baik manusia adalah Ayah). Dalam konteks sholawat Ya Rasulullah versi ini, jelas sekali bahwa penulis atau pelantun sedang membanggakan (dalam artian positif/tahadduts bin ni'mah) garis keturunan mereka yang bersambung kepada Rasulullah, Imam Ali (Al-Murtadha), serta Hasan dan Husain (As-Sibtain).

Mencintai keluarga Nabi (Ahlul Bayt) adalah bagian dari mencintai Nabi itu sendiri. Saat melantunkan bait ini, kita sedang mengakui kemuliaan darah daging Rasulullah.

 

 

 

 

Keutamaan Rutin Membaca Sholawat Ya Rasulullah

1. Memberikan Ketenangan Jiwa

Melantunkan sholawat ya Rasulullah salamun ‘alaik memberikan efek sedatif alami bagi jiwa. Ada gelombang spiritual yang menjadikan hati gelisah menjadi tenang seketika. Kalimat Fa't-ta'id fina (lembutlah kepada kami) juga bermakna doa agar Allah melembutkan hati kita dan nasib kita.

2. Sarana Terkabulnya Hajat

Disepakati ulama, sholawat adalah doa yang pasti diterima. Saat menyelipkan hajat kita di sela-sela lantunan sholawat Ya Rasulullah, kita seolah mengetuk pintu raja dengan membawa orang terdekat Sang Raja. Ini bisa memperbesar kemungkinan pintu dibuka dibandingkan kita datang sendirian dengan tangan kosong.

3. Koneksi Batin dengan Tanah Suci

Lirik yang menyebut Batha, Shafa, Ma'la, dan Mina. Kerinduan ingin ke Tanah Suci namun belum ada biaya, membaca syair lewat makna sholawat ini dengan penuh penghayatan bisa menjadi obat rindu. Ada pepatah yang berucap, hati yang sampai lebih dulu, fisik akan menyusul kemudian."  

4. Berharap Aman dari Ketakutan 

Lirik ini disebutkan bait Wa bihi min khawfihim aminu (Dan dengannya mereka aman dari ketakutan). Ini adalah janji tersirat. Orang bersholawat dan mencintai keluarga Nabi akan diberikan rasa aman oleh Allah. Rasa Aman dari kegalauan duniawi, aman dari suul khotimah hingga aman dari ketakutan di hari kiamat.

5. Bukti Cinta kepada Ahlul Bayt

Membaca bait Wa ilas-sibtaini nantasibu adalah bentuk ikrar cinta kita kepada Sayyidina Hasan dan Husein. Nabi pernah bersabda bahwa siapa yang mencintai keduanya, maka ia mencintai Nabi. Dengan rutin membaca sholawat versi ini, kita sedang memupuk rasa cinta itu, yang insya Allah menjadi tiket syafaat di akhirat kelak.

 

 

 

 

Cara Mengamalkan Sholawat ya Rasulullah

Telah disepakati bahwa tidak ada aturan kaku saat membaca qasidah ini karena ia termasuk dalam kategori keutamaan amal dan seni Islam. Namun ada beberapa saran cara mengamalkannya sebagai berikut: 

Baca di Waktu Hening: Disarankan untuk mencoba baca setelah sholat Isya atau menjelang Subuh.

Pahami Artinya: Saat lisan mengucapkan Ya Rasulullah, bayangkan Anda sedang berhadapan langsung dengan beliau. Memahami maknanya sangat penting, tidak hanya tahu kalimat atau lafal arabnya saja agar keutamaan dari doa semakin terasa. 

Ikuti Irama: Beberapa tempat dakwah mempopulerkan nada-nada indah untuk syair ini. Mengikuti irama bisa membantu menyelami kekhusyukan yang lebih dalam.

QNA

Q: Apa inti makna dari Sholawat Ya Rasulullah Salamun 'Alaik?

A: Intinya adalah sapaan rindu, penghormatan tertinggi kepada Nabi Muhammad SAW sebagai manusia bermartabat luhur, serta tawassul melalui keluarga beliau (Ahlul Bayt).

Q: Kapan waktu terbaik mengamalkan Sholawat Ya Rasulullah?

A: Bisa dibaca kapan saja, namun sangat dianjurkan saat malam Jumat, dalam majelis Maulid, atau saat hati sedang gelisah membutuhkan ketenangan spiritual.

Q: Apa makna "Nahnu Jiran" dalam lirik Sholawat Ya Rasulullah?

A: Secara harfiah berarti "Kami adalah tetangga" (penduduk Mekkah/Madinah). Namun bagi umat umum, maknanya adalah kedekatan hati dan jiwa yang merasa bertetangga dengan Rasulullah melalui cinta.

Q: Apakah Sholawat Ya Rasulullah termasuk Qasidah?

A: Ya, lirik ini berbentuk syair (qasidah) yang sering dilantunkan dengan irama tertentu untuk memuji Nabi dan keluarganya, bukan sekadar bacaan sholawat pendek biasa.