Bacaan Sholawat Diba Lengkap Latin dan Artinya

Pembahasan lengkap tentang Sholawat Diba, sejarah, manfaat, serta hubungannya dengan berbagai jenis sholawat.

Diterbitkan 19 November 2025, 17:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sholawat Diba menjadi salah satu amalan ringan yang dapat dilakukan kaum muslimin. Meski tergolong ringan, namun keutamaan sholawat tak sekadar memberikan penghormatan dan pujian pada Nabi Muhammad SAW. Terutama dalam Sholawat Diba, di dalamnya terdapat untaian doa serta syair penuh keindahan yang menggambarkan kemuliaan Rasulullah SAW. Dengan bahasa yang menggugah keimanan, Sholawat Diba seringkali dibaca dan menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi. Sama seperti macam-macam sholawat lain seperti Sholawat Nariyah, Sholawat Busyro, hingga Sholawat Ibrahimiyah, Sholawat Diba dapat membawa ketenangan dan keberkahan bagi siapa pun yang melafalkannya.

Sholawat Diba sendiri dikarang oleh seorang ulama dari Yaman yang bernama Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Umar ad-Diba’i asy-Syaibani, atau lebih akrab dikenal sebagai Ibnu Diba. Beliau hidup di daerah Yaman Utara, dan merupakan ulama masyhur yang lahir pada 4 Muharram 866 H serta wafat pada 26 Rajab 944 H. Meski bukan termasuk Sholawat Nabi pendek, namun Sholawat Diba menjadi karyanya yang banyak dikenal umat. Berikut bacaan Sholawat Diba lengkap dari tulisan Arab, latin, hingga artinya.

Bacaan Sholawat Diba

يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد — يَا رَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ

Yaa rabbii shalli 'alaa Muhammad — Yaa rabbii shalli 'alaihi wa sallim

Artinya: "Ya Allah, tetapkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad — dan limpahkanlah rahmat serta salam kepadanya."

 

يَا رَبِّ بَلِّغْهُ الْوَسِيلَة — يَا رَبِّ خُصَّهُ بِالْفَضِيلَة

Yaa rabbii balligh-hul wasiilah — Yaa rabbii khush-shah bil fadhiilah

Artinya: "Ya Allah, sampaikanlah kepadanya wasilah — Ya Allah, khususkanlah ia dengan keutamaan."

 

يَا رَبِّ وَارْضَ عَنِ الصَّحَابَة — يَا رَبِّ وَارْضَ عَنِ السُّلَالَة

Yaa rabbii wardha 'anis shahaabah — Yaa rabbii wardha 'anis sulaalah

Artinya: "Ya Allah, ridailah para sahabat — dan ridailah pula keturunannya."

 

يَا رَبِّ وَارْضَ عَنِ الْمَشَايِخ — يَا رَبِّ وَارْحَمْ وَالِدِيْنَا

Yaa rabbii wardha 'anil masyaayikh — Yaa rabbii farham waalidiinaa

Artinya: "Ya Allah, ridailah para guru — Ya Allah, rahmatilah kedua orang tua kami."

 

يَا رَبِّ وَارْحَمْنَا جَمِيعًا — يَا رَبِّ وَارْحَمْ كُلَّ مُسْلِمْ

Yaa rabbii warhamnaa jamii'an — Yaa rabbii warham kulla muslim

Artinya: "Ya Allah, sayangilah kami semua — dan seluruh kaum Muslimin."

 

يَا رَبِّ وَاغْفِرْ لِكُلِّ مُذْنِب — يَا رَبِّ لَا تَقْطَعْ رَجَانَا

Yaa rabbii waghfir likulli mudznib — Yaa rabbii laa taqtha' rajaanaa

Artinya: "Ya Allah, ampunilah setiap pendosa — Ya Allah, jangan putuskan harapan kami."

 

يَا رَبِّ يَا سَامِعْ دُعَانَا — يَا رَبِّ بَلِّغْنَا نَزُوْرُهُ

Yaa rabbii yaa saami' du'aanaa — Yaa rabbii ballighnaa nazuuruh

Artinya: "Ya Allah yang Maha Mendengar doa kami — Ya Allah, sampaikan kami untuk menziarahi makamnya."

 

يَا رَبِّ تَغْشَانَا بِنُورِهِ — يَا رَبِّ حِفْظَانَكْ وَأَمَانَكْ

Yaa rabbii taghsyanaa binuurih — Yaa rabbii hifzhaanak wa amaanak

Artinya: "Ya Allah, sinarilah kami dengan cahayanya — dan peliharalah serta amankanlah kami."

 

يَا رَبِّ وَاسْكِنَّا جِنَانَكَ — يَا رَبِّ أَجِرْنَا مِنْ عَذَابِكْ

Yaa rabbii waskinnaa jinaanak — Yaa rabbii ajirnaa min 'adzaabik

Artinya: "Ya Allah, tempatkan kami di surga-Mu — Ya Allah, selamatkan kami dari siksa-Mu."

 

يَا رَبِّ وَارْزُقْنَا الشَّهَادَة — يَا رَبِّ حُطْنَا بِالسَّعَادَة

Yaa rabbii warzuqnasy syahaadah — Yaa rabbii hithnaa bis sa'aadah

Artinya: "Ya Allah, anugerahkan kami mati syahid — Ya Allah, limpahkanlah kebahagiaan kepada kami."

 

يَا رَبِّ وَاصْلِحْ كُلَّ مُصْلِح — يَا رَبِّ وَاكْفِ كُلَّ مُؤْذِي

Yaa rabbii washlih kulla mushlih — Yaa rabbii wakfi kulla mu'dzii

Artinya: "Ya Allah, balas kebaikan bagi orang yang berbuat baik — Ya Allah, cegahlah orang yang menyakiti."

 

يَا رَبِّ نَخْتِمْ بِالْمُشَفَع — يَا رَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ

Yaa rabbii nakhtim bil musyaffa' — Yaa rabbii shalli 'alaihi wa sallim

Artinya: "Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan syafaat Nabi — Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam padanya."

 

يَا رَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ — يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ

Yaa Rasulallâh salâmun 'alaik — yâ rofî'asy-syâni waddaroji

Artinya: "Wahai Rasulullah, salam atasmu — Wahai yang luhur derajatnya."

 

عَطْفَةً يَاجِيْرَةَ اْلعَلَمِ — يَاأُهَيْلَ اْلجُوْدِ وَاْلگَرَمِ

'Athfatan yâ jîrotal 'alami — yâ uhailal jûdi wal karomi

Artinya: "Curahkan kasih sayangmu wahai pemimpin alam — wahai keluarga dermawan dan pemurah hati."

 

نَحْنُ جِيْرَانٌ بِذَا اْلحَرَمِ — حَرَمِ الإِحْسَانِ وَاْلحَسَنِ

Nahnu jîrônu bidzâl haromi — haromil ihsâni wal hasani

Artinya: "Kami adalah tetangga di tanah haram ini — tanah haram penuh kebaikan dan keindahan."

 

نَحْنُ مِنْ قَوْمٍ بِهِ سَكَنُوْا — وَبِهِ مِنْ خَوْفِهِمْ أَمِنُوْا

Nahnu min qoumin bihî sakanû — wa bihî min khoufihim âminû

Artinya: "Kami dari kaum yang tinggal di sana — dan melalui tempat itu mereka aman dari ketakutan."

 

وَبِآيَاتِ الْقُرْآنِ عُنُوْا — فَاتَّئِدْ فِيْنَا أَخَا اْلوَهَنِ

Wa bi âyâtil qur'âni 'unû — fattaid fînâ akhâl wahani

Artinya: "Dengan ayat-ayat Al-Qur'an mereka memperoleh petunjuk — maka renungkanlah hal ini, wahai yang lemah hati."

 

نَعْرِفُ الْبَطْحَاءَ وَتَعْرِفُنَا — وَالصَّفَا وَالْبَيْتُ يَأْلَفُنَا

Na'riful bathhâ wa ta'rifunâ — wash-shafâ wal baitu ya’lafunâ

Artinya: "Kami mengenal Bathha dan ia mengenal kami — bukit Shafa dan Baitullah dekat dengan hati kami."

 

وَلَنَا الْمَعْلَى وَخَيْفُ مِنَى — فَاعْلَمَنْ هَذَا وَكُنْ زَكِنِ

Wa lanâl Ma'lâ wa khoifu minâ — fa'laman hâdzâ wakun zakini

Artinya: "Kami memiliki Ma'la dan Masjid Khayf di Mina — ketahuilah ini, dan tetaplah teguh di sana."

 

وَلَنَا خَيْرُ الأَنَامِ أَبُ — وَعَلِيُّ الْمُرْتَضَى حَسَبُ

Wa lanâ khoirul anâmi abu — wa 'Aliyyul murtadlâ hasabu

Artinya: "Kami memiliki ayah sebaik-baik makhluk — dan Ali Al-Murtadha sebagai keturunan mulia."

 

وَإِلَى السِّبْطَيْنِ نَنْتَسِبُ — نَسَبًا مَا فِيهِ مِنْ دَخَنِ

Wa ilâssibthoini nantasibu — nasabân mâ fîhi min dakhani

Artinya: "Kami bernasab kepada dua cucu Nabi — nasab yang suci tanpa cela."

 

كَمْ إِمَامٍ بَعْدَهُ خَلَفُوْا — مِنْهُ سَادَةٌ بِذَا عُرِفُوْا

Kam imâmin ba'dahu kholafû — minhu Sâdâtun bidzâ 'urifû

Artinya: "Banyak imam yang menjadi penerusnya — dari keturunannya para sayyid dikenal."

 

وَبِهَذَا الْوَصْفِ قَدْ وُصِفُوْا — مِنْ قَدِيمِ الدَّهْرِ وَالزَّمَنِ

Wa bihâdzâl washfi qod wushifû — min qodîmiddahri wazzamani

Artinya: "Dengan sebutan itu mereka terkenal — sejak masa lampau dan sepanjang zaman."

 

مِثْلُ زَيْنِ الْعَابِدِيْنَ عَلِي — وَابْنِهِ الْبَاقِرِ خَيْرِ وَلِي

Mitslu Zainil 'aabidîna 'Alî — wabnihil-Bâqiri khoiri walî

Artinya: "Seperti Ali Zainal Abidin — dan putranya Imam Baqir, wali terbaik."

 

وَالْإِمَامِ الصَّادِقِ الْحَفِلِ — وَعَلِيٍّ ذِي الْعُلَى الْيَقِينِ

Wal imâmish-shôdiqil hafili — wa 'Aliyyin dzîl ‘ulâl yaqîni

Artinya: "Dan Imam Ja'far Ash-Shadiq yang penuh keberkahan — serta Ali yang tinggi kedudukan dan keyakinannya."

 

فَهُمُ الْقَوْمُ الَّذِينَ هُدُوا — وَبِفَضْلِ اللهِ قَدْ سَعِدُوا

Fahumul qoumulladzîna hudû — wa bifadl-lillâhi qod sa'idû

Artinya: "Mereka adalah kaum yang mendapat hidayah — dan dengan karunia Allah mereka bahagia."

 

وَلِغَيْرِ اللهِ مَا قَصَدُوا — وَمَعَ الْقُرْآنِ فِي قَرَنِ

Wa lighoirillâhi mâ qoshodû — wa ma'al qur'âni fî qoroni

Artinya: "Mereka tidak bertujuan selain Allah — dan selalu bersama Al-Qur'an dalam setiap zaman."

 

أَهْلُ بَيْتِ الْمُصْطَفَى الطُّهُرِ — هُمْ أَمَانُ الْأَرْضِ فَادَّكِرِ

Ahlu baitil Mushthofâth-thuhuri — hum amânul ardli faddakiri

Artinya: "Keluarga Nabi yang suci — merekalah pengaman bumi, maka ingatlah."

 

شُبِّهُوا بِالْأَنْجُمِ الزُّهُرِ — مِثْلَ مَا قَدْ جَاءَ فِي السُّنَنِ

Syubbihû bil anjumiz-zuhuri — mitsla mâ qod jâ’a fîs-sunani

Artinya: "Mereka diibaratkan bintang bercahaya — sebagaimana disebut dalam sunnah."

 

وَسَفِيْنٌ لِلنَّجَاةِ إِذَا — خِفْتَ مِنْ طُوْفَانِ كُلِّ أَذَى

Wa safînun lin-najâti idzâ — khifta min thûfâni kulli adzâ

Artinya: "Mereka bagaikan bahtera keselamatan — saat engkau takut dari badai segala penderitaan."

 

فَانْجُ فِيْهَا لَا تَكُونُ كَذَا — وَاعْتَصِمُوا بِاللهِ وَاسْتَعِنِ

Fanju fîhâ lâ takûnu kadzâ — wa'tashimû billâhi wasta'ini

Artinya: "Selamatkanlah dirimu dengan menaikinya — dan berpegang teguhlah kepada Allah serta mintalah pertolongan."

 

رَبِّ فَانْفَعْنَا بِبَرَكَتِهِمْ — وَاهْدِنَا الْحُسْنَى بِحُرْمَتِهِمْ

Robbi fanfa'nâ bibarkatihim — wahdinâl husnâ bi hurmatihim

Artinya: "Ya Allah, berikan manfaat kepada kami dengan berkah mereka — dan tunjukkan kami pada kebaikan dengan kemuliaan mereka."

 

وَأَمِتْنَا فِي طَرِيقَتِهِمْ — وَمُعَافَاةً مِنَ الْفِتَنِ

Wa amitnâ fî thorîqotihim — wa mu'âfâtan minal fitani

Artinya: "Wafatkanlah kami di jalan mereka — dan lindungilah kami dari fitnah."

  

Keutamaan Sholawat Diba

Mengamalkan Sholawat Diba membawa keutamaan yang luar biasa. Berikut beberapa keutamaan Sholawat Diba yang bisa Anda dapatkan:

1. Mendapatkan Pahala Berlipat

Setiap kali membaca Sholawat Diba, kita tidak hanya memperkuat iman kepada Allah, tetapi juga sekaligus membaca sholawat, ayat Al-Quran, dan hadits Nabi. Dengan gabungan ini menjadikan Sholawat Diba sebagai amalan berpahala yang berlipat ganda, memberi keberkahan yang semakin mendalam.​

2. Menjalankan Perintah Allah

Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah salah satu perintah Allah yang sangat dianjurkan. Salah satu caranya adalah dengan membaca sholawat, termasuk Sholawat Diba yang berisi puji-pujian kepada Nabi SAW.

3. Mendapatkan Syafaat Nabi di Hari Akhir

Dalam banyak hadis, Rasulullah menyampaikan bahwa orang yang rutin bersholawat akan memperoleh syafaatnya di hari kiamat nanti. Maulid Diba memperkuat ikatan tersebut melalui rangkaian sholawat yang penuh keberkahan.​

4. Mengenal Lebih Dekat Kehidupan Rasulullah

Selain menjadi lantunan pujian, Maulid Diba juga menggambarkan bagaimana perjalanan hidup Nabi Muhammad. Dengan membaca dan memahami maknanya membantu kita meneladani akhlaknya yang mulia sekaligus mempererat rasa cinta kepada beliau.

5. Meningkatkan Rasa Syukur dan Intelektual Spiritual

Dengan membaca Maulid Diba, kita diingatkan kembali akan momen kelahiran Nabi Muhammad SAW yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Ini menjadi momen yang tepat untuk mempertebal rasa syukur, sekaligus membuka peluang untuk mendapatkan berbagai hikmah dan ilmu dari kisah kehidupan beliau.

 

 

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apa itu Sholawat Diba?

Sholawat Diba adalah bacaan maulid berisi pujian dan doa untuk Nabi Muhammad SAW.

2. Siapa penyusun Sholawat Diba?

Sholawat Diba disusun oleh ulama Yaman bernama Abdurrahman ad-Diba’i.

3. Kapan Sholawat Diba biasa dibacakan?

Biasanya dibacakan saat Maulid Nabi, haul, pengajian, dan majelis sholawat.

4. Apa manfaat membaca Sholawat Diba?

Membawa ketenangan, menumbuhkan cinta Rasul, dan dipercaya menghadirkan keberkahan.

5. Apakah Sholawat Diba termasuk bagian dari maulid?

Ya, Sholawat Diba adalah salah satu kitab maulid populer yang sering diamalkan.