Sholawat Simtudduror Bacaan Lengkap, Ketahui Makna dan Keutamaan Membacanya

Sholawat Simtudduror adalah warisan Habib Ali Al-Habsyi. Simak untaian mutiara sholawat  penuh makna untuk mengenal dan dekat kepada Nabi.

Diterbitkan 14 November 2025, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sholawat simtudduror merupakan warisan spiritual yang tak ternilai harganya. Ia menawarkan kepada kita sebuah cermin jernih untuk melihat dan meneladani kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW. Bacaan maulid ini bukan sekedar lantunan syair biasa. Kehadirannya di pengajian dan pondok pesantren sering dijumpai lewat acara maulid Nabi.

Karya sastra suci ini memiliki judul lengkap Simtudduror fi Akhbar Maulid Khairil Basyar min Akhlaqi wa Aushaafi wa Siyar. Lafal bahasa arab tersebut mengandung makna “Untaian mutiara kisah kelahiran manusia terbaik, dari akhlak, sifat, dan perjalanan hidupnya. “

Dijelaskan dalam buku Subhan Yulianto, Perjalanan Tiga Pesantren Etam, 2024, hlm. 124, Tradisi pembacaan maulid seperti ini dikenal sebagai marhabanan yang merupakan aktivitas membaca sholawat dan bacaan maulid nabi. Berikut ulasannya yang Liputan6.com rangkum, Jumat (14/11/2025).

 

 

 

Makna dan Asal Usul Sholawat Simtudduror

Dalam buku karangan Moch. Saiful Bari, Gak Bahaya Ta?, 2023, hlm. 29, sholawat simtudduror menjadi maha karya agung yang diciptakan seorang ulama besar. Dia adalah Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi, ia juga dijuluki waliyullah asal Hadramaut, Tarim dan Yaman. 

Kitab maulid simtudduror ini diselesaikan dua tahun Habib Ali Al-Habsyi Sebelum dia meninggal. Setelah selesai ditulis, momen perdana maulid ini dibacakan adalah pada tahun 1330 H.  

Dijelaskan dalam buku Reyvan Maulid, Kumpulan Khutbah Jumat Sepanjang Tahun Hijriyah, 2024, hlm. 62, Mengenai karyanya, Habib Ali al-Mantsur memberikan testimoni yang sangat mengesankan. Ia mengatakan bahwa Maulid Simtudduror seolah mengembalikan mereka semua kepada zaman Rasulullah. 

وَلَمَّا قُرِئَ الْمَوْلِدُ بِبَيْتِهِ سَنَةَ أَلْفٍ وَثَلَاثَمِئَةٍ وَثَلَاثُوْنَ هـ. قَالَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: الْمَوْلِدُ كَأَنْ عَادَ نَحْنُ إِلَّا سَمِعْنَاهُعَلَيْهِ نُورٌ عَظِيمٌ وَكُلُّ عِبَارَةٍ صِفَةً مَلَانَةٌ بِتَعْظِيمِهِ

Artinya: "Setelah maulid simtudduror dibaca di rumahnya, tahun 1330 H, Habib Ali al-Mantsur berkata: Maulid (Simtudduror) seperti mengembalikan kita semua (pada zaman Rasulullah), maka dengarkanlah, di dalamnya terdapat cahaya yang mulia, dalam setiap ungkapan terdapat sifat yang sangat condong mengagungkan Rasulullah."

Beliau menambahkan “di dalamnya terdapat cahaya yang mulia dalam setiap ungkapan terdapat sifat yang sangat condong mengagungkan Rasulullah”. Hal ini menunjukan sholawat simtudduror bukan sekedar riwayat tetapi merupakan narasi yang kaya akan rasa takzim dan kecintaan.

Bahkan, menurut Habib Ali-Al Mantsur, orang yang menyelami kandungan makna sholawat simtudduror seolah menyaksikkan bagaimana Rasulullah bersikap. Seperti kesabaran belia menghadapi ujian, hingga sifat beliau yang patut diteladani. 

 

 

 

Bacaan sholawat simtudduror Arab Latin dan Artinya

Di Indonesia sendiri, kegiatan membaca sholawat simtudduror ini sangat populer. Menurut buku Perjalanan Tiga Pesantren Etam (Lihay Berlari di Pematang Sawah) Oleh Subhan Yulianto, 2024 halaman 124, Masyarakat menyebut kegiatan ini dengan istilah Habsyian yang merujuk nama pengarangnya. 

Aktivitas Marhabanan dalam tradisi sholawat maulid Nabi juga membaca doa seperti Diba’, Barzanji, dan Simtudduror secara teratur. Berikut bacaan Sholawat Simtudduror. 

يَانَبِي سَلَامٌ عَلَيْكَ - يَارَسُوْلُ سَلَامٌ عَلَيْكَ

Yaa Nabii Salaam 'Alaika Yaa Rasuul Salaam 'Alaika

(Wahai Nabi, semoga keselamatan tetap untukmu - Wahai Rosul, semoga keselamatan tetap untukmu)

يَا حَبِيْب سَلَام عَلَيْكَ - صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْكَ

Yaa Habiib Salaam 'Alaika - Sholawaatulloh 'Alaika

(Wahai Kekasih, semoga keselamatan tetap untukmu Juga Rahmat Allah SWT semoga tercurah untukmu)

أَشْرَقَ الْكَوْنُ ابْتِهَاجًا - بِوُجُوْدِ الْمُصْطَفَى أَحْمَدْ

Asy-Roqol-Kaunubtihaajaa - Biwujuudil-Mushthofa Ahmad

(Alam semesta bersinar bersuka ria - Menyambut kelahiran Al-Musthafa Ahmad)

وَلِأَهْلِ الْكَوْنِ أَنْسُ - وَسُرُوْرٌ قَدْ تَجَدَّدْ

Wa Li-Ahlil-Kauni Unsun - Wa Suruurun Qod Tajaddad

(Riang gembira meliput penghuninya - Sambung-menyambung tiada hentinya)

فَاطْرَبُوْا يَا أَهْلَ الْمَثَانِي - فَهَزَارُ الْيُمْنِ غَرَّدْ

Fathrobuu Yaahlal-Matsaanii - Fahazaarul-Yumni Ghorrod

(Bergembiralah, wahai pengikut Al-Qur'an - Burung-burung yang penuh berkah kini berkicauan)

وَاسْتَضِيْؤُا بِجَمَالِ - فَاقَ فِي الْحُسْنِ تَفَرَّدْ

Wastadlii'uu Bijamaalin - Faaqo Fiilhusni Tafarrod

(Dan raihlah cahaya dengan keindahannya - Mengungguli semua yang indah tiada bandingan)

وَلَنَا الْبُشْرَى بِسَعْدِ – مُسْتَمِرٍ لَيْسَ يَنْفَدْ

Wa Lanaal-Busyroo Bisa'din - Mustamirrin Laisa Yanfad

(Kini wajiblah bersuka cita - Dengan keberuntungan terus-menerus tiada habisnya)

حَيْثُ أُوْتِيْنَا عَطَاءَ - جَمَعَ الْفَخْرَ الْمُؤَهَّدْ

Haitsu Uutiinaa 'Athoo-An- Jama'al-Fakhrol-Mu'abbad

(Manakala kita memperoleh anugerah - Yang padanya terpadu kebanggaan abadi)

فَلِرَبِّي كُلُّ حَمْدٍ - جَلَّ أَنْ يَحْصُرَهُ الْعَدْ

(Marhaban) Falirobbii Kullu Hamdin - (Marhaban) Jalla An-Yahshurohul-'ad

(Maka segala puji bagi Tuhanku yang melimpah - Tiada bilangan mampu mencakupnya)

مَرْحَبًا مَرْحَبًا يَاتُوْرَ الْعَيْن - مَرْحَبًا مَرْحَبَاجَدَّ الْحُسَينِ

اذْحَبَانَا بِوُجُوْدِ آلْ - مُصْطَفَى الْهَادِي مُحَمَّدٌ

Idz Habaanaa Biwujuudil (Marhaban 2x) - Mushthofal-Haadii Muhammad (Marhaban 2x)

(Atas penghormatan dilimpahkan-Nya bagi kita - Dengan lahirnya Al-Musthafa Al-Hadi Muhammad SAW)

مَرْحَبًا يَانُوْرَ الْعَيْنِ - مَرْحَبَاجَدَّ الْحُسَينِ

Marhaban Ya Nuurol 'Aini (Marhaban 2x) - Marhaban Jaddal Husaini (Marhaban 2x)

(Selamat datang Wahai Cahaya Mataku - Selamat datang Wahai Kakeknya Hasan Husain)

يَارَسُوْلَ اللهِ أَهْلًا - بِكَ إِنَّا بِكَ تُسْعَدْ

Yaa Rosuulallaahi Ahlan - Bika Innaa Bika Nus'ad

(Yaa Rasulullah, selamat datang, ahlan wa sahlan - Sungguh kami beruntung dengan kehadiranmu)

وَبِجَاهِهِ يَا إِلَهِي - جُدْوَ بَلَغْ كُلَّ مَقْصَدْ

Wa Bijaahi Yaa llaahii - Jud Wa Balligh Kulla Maqshod

(Ya Ilahi, ya Tuhan kami - Semoga Engkau berkenan memberi nikmat karunia-Mu, wujudkan dan sampaikan segala maksud kami.)

وَاهْدِنَانَهْجَ سَبِيْلِهِ - كَيْ بِهِ تُسْعَدْ وَنُرْشَدْ

Wahdinaa Nahja Sabiilih - Kay Bihi Nus'ad Wa Nursyad

(Tunjukilah kami jalan yang ia tempuh - Agar dengannya kami bahagia dan tertuntun ke jalan benar)

رَبِّ بَلِغْنَا بِجَاهِهُ - فِي جِوَارِهِ خَيْرَ مَقْعَدْ

Robbi Ballighnaa Bijaahih - Fii Jiwaarihi Khoiro Maq'ad

(Rabbi, demi mulia kedudukannya di sisi-Mu - Tempatkanlah kami di sebaik tempat di sisinya)

وَصَلَاةُ اللَّهِ تَغْشَى - أَشْرَفَ الرُّسُلِ مُحَمَّدٌ

Wa Sholaatullaahi Taghsyaa - Asyrofar-Rusli Muhammad

(Semoga shalawat Allah selalu meliputi selalu - Rasul yang paling Mulia, Muhammad SAW)

وَسَلَامٌ مُسْتَمِرٌّ - كُلَّ حِيْنِ يَتَجَدَّدْ

Wa Salaamun Mustamirrun - Kulla Hiinin Yatajaddad

(Serta salam terus-menerus - Silih berganti setiap saat)

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم

Shalalloohu 'Alaa Muhammad Shallalloohu 'Alaihi Wa Sallam

(Sholawat dan salam semoga tercurahkan atas Muhammad SAW - Sholawat atas keluarga serta keselamatan atasnya.. selamat datang) 2x

رَبِّ فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي - بِبَرْكَةِ الْهَادِي مُحَمَّد

Robbi Faghfirlii Dzunuubii - Bibarkatil-Haadii Muhammad

(Tuhan, ampuni dosa-dosaku - Dengan ridho Hadi Muhammad)

رَبِّ فَاجْعَلْ مُجْتَمَعْنَا - غَايَتُهُ الْحُسْنُ الْخِتَامِ

Robbi Faj'al Mujtama'naa - Ghooyatuhusnul-Khitaami

(Ya Allah, jadikanlah masyarakat kami - Tujuannya akhir yang baik "Husnul Khotimah")

وَاعْطِنَا مَاقَدْ سَأَلْنَا - مِنْ عَطَايَكَ الْجِسَامِ

Wa'thinaa Maa Qod Sa'alnaa - Min 'Athooyakal-Jisaami

(Dan berilah kami apa yang kami minta - dari karunia-Mu yang besar dan melimpah)

وَاكْرِمِ الْأَراحَ مِنَّا - بِلِقَاءِ خَيْرِ الْأَنَامِ

Wakrimil-Arooha Minna - Biliqooi Khoiril-Anaami

(Dan muliakan jiwa kami - Dengan bisa berjum pa Baginda Nabi Manusia Terbaik)

وَابْلِغِ الْمُخْتَارَ عَنَّا - مِنْ صَلَاةٍ وَسَلَامٍ

Wablighil-Mukhtaaro 'Annaa - Min Sholaatin Wa Salaamin

(Dan sampaikan kepada al-Mukhtar - Do'a dan salam terbaik dari kami)

طَلَعَ الْبَدْرُ عَلَيْنَا مِنْ ثَنِيَّةِ الْوَدَاعِ

Thola'al badru 'alainaa, min Tsaniyyatil Wadaa

(Wahai bulan purnama yang terbit kepada kita. Dari lembah Wada)

وَجَبَ الشَّكْرُ عَلَيْنَا، مَا دَعَا لِلَّهِ دَاع 

Wajabas syukru 'alaina, maa da'aa lillahi daa'i

(Wajiblah kita bersyukur atasnya, ketika seorang penyeru mengajak kepada Allah)

أَيُّهَا الْمَبْعُوْثُ فِيْنَا، جِئْتَ بِالْأَمْرِ الْمُطَاعِ

Anta ghoutsuna jamii'an, ya mujammalath thibaa'i

أَنْتَ غَوْتُنَا جَمِيْعًا، يَا مُجَمَّلَ الطَّبَاعِ

Ayyuhal mab'utsuu fiinaa, ji'ta bil amril mutho'

 

 

 

Keutamaan Membaca Sholawat Simtudduror

Membaca sholawat simtudduror tidak hanya memberikan pahala karena berisi pujian kepada Nabi. Namun ada banyak manfaat spiritual lainnya. 

Dalam buku Kumpulan Khotbah Jumat Sepanjang Tahun Hijriyah karya Reyvan Maulid,2024 halaman 62, Maulid Simtudduror sering dijadikan sebagai bacaaan wirid yang selalu dibaca dengan Istiqamah.

1. Membuka Rahasia Rasulullah

Keutamaan utama dalam membaca maulid simtudduror juga dijelaskan dalam buku Kumpulan Khotbah Jumat Sepanjang Tahun Hijriyah. Di sana disebutkan bahwa barangsiapa yang tekun membacanya, menghafalkan, dan menjadikannya wirid, maka sesungguhnya akan ditampakkan kepadanya rahasia Rasulullah SAW.

Maksud dari rahasia tersebut seperti penjelasan sebelumnya, isi dan makna sholawat Simtudduror menggambarkan sosok Rasulullah SAW. Seolah melihat langsung sosok nabi lewat akhlaknya, hingga kesabaran beliau pada zamannya secara langsung.

2. Penyebab Bertambahnya Kecintaan

Dengan tekun membaca maulid simtudduror ini, pembaca akan semakin mendalami sejarah dan sifat mulia Rasulullah. Kegiatan ini secara langsung akan menjadi penyebab bertambahnya kecintaan atau mahabbah kepada beliau.

3. Teladan di Kehidupan Sehari-Hari

Keutamaan lain sholawat simtudduror adalah fungsi edukasi moralnya. Menurut Habib Ali al-Mantsur, lewat pemahaman makna dan kandungan dalam bacaan tersebut, orang yang membacanya akan mendapat pelajaran bagaimana Rasulullah SAW bersikap dengan mulia yang perlu diteladani. 

 

FAQ Seputar Topik

Q: Mengapa ulama menyebut Sholawat Simtudduror istimewa bagi umat akhir zaman?

A: Karena kandungan maulid ini memuat penjelasan rinci tentang akhlak Rasulullah yang sangat dibutuhkan sebagai pedoman moral di era belakangan (al-muta’akhirin).

Q: Kapan waktu yang paling sering digunakan untuk melantunkan Sholawat Simtudduror?

A: Umumnya dilantunkan secara rutin (wirid mingguan) dan secara khusus saat memasuki bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, yaitu bulan Rabiul Awal.

Q: Apa keutamaan spiritual tertinggi bagi pembaca yang tekun mengamalkan Sholawat Simtudduror?

A: Keutamaan tertingginya adalah ditampakkan kepadanya rahasia-rahasia Rasulullah SAW, sebagaimana disebutkan dalam kitab At-Ta'rif bil Maulid.

Q: Kegiatan pembacaan Sholawat Simtudduror di Indonesia sering disebut dengan istilah apa?

A: Sering disebut dengan istilah "Habsyian", merujuk pada marga pengarangnya, Al-Habsyi.