Tulisan Arab Sholawat Ibrahimiyah Lengkap dengan Harakat, Latin, Arti dan Fadhilahnya

Sholawat Ibrahimiyah menjadi salah satu yang paling populer dan banyak dibaca.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sholawat Ibrahimiyah menjadi salah satu yang paling populer dan banyak dibaca. Sebab, sholawat ini dianjurkan dibaca dalam tahiyat akhir, baik sholat fardhu maupun sunnah. Mengingat statusnya sebagai bacaan sholat, umat Islam perlu memahami tulisan arab sholawat ibrahimiyah lengkap dengan harakat, latin dan artinya, agar lebih mudah meresapi makna dan hikmahnya.

Membaca sholawat merupakan bentuk ketaatan kepada perintah Allah SWT yang termaktub dalam firman-Nya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab [33]: 56).

Setiap muslim minimal membacanya lima kali dalam sehari semalam. Keakraban ini menjadikan sholawat Ibrahimiyah sebagai amalan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari umat Islam, sekaligus menjadi pintu untuk meraih keberkahan dan syafaat Rasulullah.

Merangkum berbagai literatur klasik dan kontemporer, berikut ini adalah tulisan arab sholawat ibrahimiyah lengkap dengan harakat lengkap latin, arti dan pengamalan serta fadhilahnya.

Tulisan Arab Sholawat Ibrahimiyah Lengkap dengan Harakat, Latin, dan Artinya

Berikut adalah bacaan Sholawat Ibrahimiyah dengan harakat lengkap, latin, dan terjemahannya sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dan dituturkan oleh Syekh Yusuf bin Ismail An-Nabhani.

Teks Arab dengan Harakat:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Latin: Allāhumma shalli ‘alā Muhammadin wa ‘alā āli Muhammad, kamā shallayta ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm, wa bārik ‘alā Muhammadin wa ‘alā āli Muhammad, kamā bārakta ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm, fil ‘ālamīna innaka Ḥamīdun Majīd.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”

Riwayat Sholawat Ibrahimiyah

Sholawat Ibrahimiyah diriwayatkan oleh banyak ahli hadits terkemuka. Mereka di antaranya adalah Imam Malik dalam kitab Al-Muwaththa’, Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kedua kitab shahihnya, serta para imam lainnya seperti Abu Dawud, An-Nasa’i, dan At-Turmudzi. Imam Al-Iraqi dan Imam As-Sakhawi menuturkan bahwa haditsnya muttafaq ‘alaih (disepakati keshahihannya).

Riwayat yang paling masyhur berasal dari sahabat Ka‘ab bin ‘Ujrah radhiyallahu ‘anhu. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Ka‘ab bertanya kepada Rasulullah SAW:

“Wahai Rasulullah, salam kepada Anda telah kami ketahui, lalu bagaimana cara kami bersholawat kepada Anda?”

Rasulullah SAW menjawab dengan mengajarkan bacaan sholawat Ibrahimiyah.

Sholawat ini dinamakan Ibrahimiyah karena mengandung doa kebaikan yang dipanjatkan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam untuk umat Nabi Muhammad SAW. Syekh Nawawi dalam kitab Murah Labib menjelaskan empat alasan mengapa Nabi Muhammad SAW disandingkan dengan Nabi Ibrahim dalam sholawat ini:

• Nabi Ibrahim pernah berdoa khusus untuk Nabi Muhammad SAW dengan doa yang termaktub dalam sholawat ini. Allah kemudian menggerakkan lisan umat Nabi Muhammad untuk senantiasa menyebut nama Nabi Ibrahim sebagai balasan kebaikan.

• Nabi Ibrahim berdoa, “Ya Allah, jadikanlah untukku sebutan yang baik pada umat terakhir.” Allah mengabulkan doa tersebut sehingga penyebutan Nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim selalu dirangkaikan sebagai pujian yang baik dari umat Nabi Muhammad.

• Nabi Ibrahim adalah bapak dari aspek agama (abū millah), sedangkan Nabi Muhammad adalah bapak dari aspek rahmat (abū rahmah). Maka wajib bagi setiap Muslim menjadikan mereka sebagai sifat bapak dan menyebutnya secara bersama.

• Nabi Ibrahim mengajak umat melaksanakan ibadah haji, sedangkan Nabi Muhammad mengajak kepada iman. Maka Allah mengumpulkan keduanya dalam sebutan yang baik.

Waktu Terbaik Membaca Sholawat Ibrahimiyah

1. Setiap Tasyahud Akhir dalam Salat

Waktu yang paling utama dan rutin adalah setiap kali seorang Muslim duduk tasyahud akhir dalam salat, baik salat fardhu maupun sunnah. Minimal lima kali dalam sehari semalam umat Islam membacanya.

2. Sebelum dan Sesudah Salat

Syekh Ali Jaber menyarankan untuk membaca sholawat Ibrahimiyah sebanyak 100 kali sebelum salat dan 100 kali sesudah salat. Dengan demikian, total dalam satu hari mencapai 1.000 kali untuk lima waktu salat.

3. Dalam Berbagai Kesempatan

Selain saat salat, sholawat Ibrahimiyah juga dapat diamalkan kapan saja, di mana saja. Waktu-waktu yang sangat dianjurkan adalah pagi dan sore hari, hari Jumat dan malam Jumat, serta saat menghadapi keadaan yang menakutkan seperti bertemu musuh.

Fadhilah Sholawat Ibrahimiyah

1. Mendapat Syafaat Rasulullah SAW di Hari Kiamat

Ini adalah keutamaan yang paling agung. Imam Ahmad As-Shawi menyebutkan sebuah hadits riwayat Imam Bukhari di mana Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang membaca shalawat ini (shalawat Ibrahimiyah), maka aku bersaksi baginya di hari kiamat dengan kesaksian dan aku memberi syafaat baginya.”

2. Sholawat Paling Sempurna

Menurut Syekh Yusuf bin Ismail An-Nabhani, shalawat Ibrahimiyah adalah shalawat yang paling sempurna shighat-nya (redaksinya) dibanding shalawat-shalawat yang lain, baik yang ma’tsûrah (diriwayatkan dari Nabi) maupun yang tidak.

3. Dibaca Setiap Salat Sepanjang Hayat

Setiap Muslim yang taat akan membaca sholawat ini minimal lima kali sehari semalam dalam salatnya. Ini menjadikannya amalan yang terus mengalir pahalanya sepanjang hayat.

4. Mendapat Balasan dan Keberkahan dari Allah

Dengan membaca sholawat ini, seorang hamba memohon rahmat dan keberkahan bagi Nabi sekaligus keluarganya, sebagaimana Allah telah melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.

5. Dapat Melihat Nabi dalam Mimpi

Sebagian ulama mengatakan bahwa membaca shalawat Ibrahimiyah sebanyak seribu kali dapat menjadikan pembacanya melihat Nabi Muhammad SAW dalam mimpi.

Pertanyaan Seputar Sholawat Ibrahimiyah

1. Apa bacaan Sholawat Ibrahimiyah yang benar sesuai sunnah?

Bacaan yang benar adalah Allāhumma shalli ‘alā Muhammadin wa ‘alā āli Muhammad, kamā shallayta ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm, wa bārik ‘alā Muhammadin wa ‘alā āli Muhammad, kamā bārakta ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm, fil ‘ālamīna innaka Ḥamīdun Majīd.

2. Mengapa sholawat ini dinamakan Ibrahimiyah?

Karena sholawat ini mengandung doa yang dipanjatkan Nabi Ibrahim untuk Nabi Muhammad dan umatnya, serta disandingkannya nama Nabi Ibrahim dengan Nabi Muhammad dalam bacaan sholawat sebagai bentuk penghormatan dan balasan kebaikan.

3. Kapan waktu terbaik membaca Sholawat Ibrahimiyah?

Waktu terbaik adalah setiap tasyahud akhir dalam salat, serta dapat dibaca kapan saja di luar salat, terutama pagi dan sore hari, hari Jumat, dan saat menghadapi kesulitan.

4. Apakah wajib menambahkan lafaz “Sayyidina” dalam Sholawat Ibrahimiyah?

Menambahkan lafaz Sayyidina (junjungan kami) hukumnya sunnah dan dianjurkan sebagai bentuk adab dan penghormatan kepada Nabi, sebagaimana pendapat Imam Ramli dan Imam Ibnu Hajar.

5. Apa keutamaan terbesar dari membaca Sholawat Ibrahimiyah?

Keutamaan terbesarnya adalah mendapatkan syafaat dan kesaksian langsung dari Rasulullah SAW di hari kiamat, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Imam Bukhari.