Liputan6.com, Jakarta - Selain puasa wajib di bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah. Di antaranya adalah puasa Ayyamul Bidh atau puasa hari-hari putih. Untuk itu, penting bagi umat Islam mengetahui bacaan niat puasa Ayyamul Bidh.
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan pada hari-hari cerah merujuk bulan yang bersinar terang, yaitu tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Dinamakan "Ayyamul Bidh" karena pada malam-malam tersebut bulan purnama tampak terang benderang di langit.
Advertisement
Dalil tentang puasa Ayyamul Bidh terdapat dalam beberapa hadis shahih. Salah satunya adalah hadis dari Abu Hurairah RA: "Kekasihku (Nabi Muhammad SAW) berwasiat kepadaku tiga perkara: berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dua rakaat, dan shalat witir sebelum tidur." (HR. Bukhari No. 1178 dan Muslim No. 721).
Berikut ini adalah penjelasan mengenai niat puasa Ayyamul Bidh, tata cara dan pelaksanaannya.
Niat Puasa Ayyamul Bidh
Merujuk penjelasan Syaikh Wahbah Az-Zuhaili dalam Buku Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, berikut ini adalah bacaan niat puasa Ayyamul Bidh.
Niat Puasa Ayyamul Bidh
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ayyamil bidh sunnatan lillahi ta’ala
Artinya:“Aku niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Ulama menjelaskan, niat tempatnya di dalam hati. Pelafalan dilakukan untuk lebih memantapkan.
Advertisement
Tata Cara Puasa
Dalam Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, dijelaskan bahwa puasa Ayyamul Bidh tidak berbeda tata caranya dengan puasa sunnah lain.
Berikut adalah tata cara puasa secara umum, baik untuk puasa wajib (seperti puasa Ramadhan) maupun puasa sunnah (seperti puasa Ayyamul Bidh).
1. Niat
Niat adalah syarat sah puasa. Untuk puasa wajib, niat harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar. Untuk puasa sunnah, niat boleh dilakukan sejak malam hingga sebelum zawal (matahari tergelincir), selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Niat cukup di dalam hati, namun boleh juga dilafalkan untuk membantu hati lebih mantap.
2. Menahan Diri dari Hal-hal yang Membatalkan Puasa
Sejak terbit fajar (waktu subuh) hingga terbenam matahari (waktu maghrib), orang yang berpuasa wajib menahan diri dari:
- Makan dan minum
- Hubungan suami istri
- Segala hal yang membatalkan puasa seperti muntah disengaja
3. Melakukan Sahur
Disunnahkan untuk makan sahur meskipun hanya dengan seteguk air. Waktu sahur dimulai dari tengah malam hingga menjelang fajar.
Nabi SAW bersabda: “Bersahurlah kalian, karena pada sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari No. 1923, Muslim No. 1095).
4. Menyegerakan Berbuka Puasa
Segera berbuka puasa ketika telah masuk waktu maghrib. Disunnahkan berbuka dengan kurma, jika tidak ada maka dengan air.
Hadis Nabi SAW; “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari No. 1957, Muslim No. 1098).
5. Memperbanyak Ibadah dan Doa
Selama berpuasa, dianjurkan memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, shalat sunnah, dzikir, dan sedekah. Berdoa saat berpuasa dan menjelang berbuka sangat dianjurkan karena mustajab.
Kapan Pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh?
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilaksanakan setiap bulan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah (kalender Islam/lunar). Ketiga hari ini disebut “Ayyamul Bidh” atau “hari-hari putih” karena pada malam-malam tersebut bulan purnama tampak terang benderang.
“Jika kamu ingin berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15.” (HR. Tirmidzi No. 761, dinyatakan hasan oleh At-Tirmidzi dan shahih oleh Ibnu Hibban).
Dalam Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab Imam An-Nawawi menjelaskan, yang digunakan adalah kelender Hijriah.
Itu sebab, jika ingin menentukan kapan puasa Ayyamul Bidh harus mengonversikan kelender Hijriah dengan Masehi.
Umat Islam dapat melihat kalender Islam yang biasanya tersedia di masjid, aplikasi muslim, atau situs resmi Kementerian Agama.
Advertisement
Kapan Puasa Ayyamul Bidh Jumadil Awal 1447 Hijriah?
Puasa Ayyamul Bidh pada bulan Jumadil Awal 1447 H jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 Jumadil Awal 1447 H, yang menurut konversi kalender adalah:
- 13 Jumadil Awal 1447 H - Selasa, 4 November 2025 M
- 14 Jumadil Awal 1447 H - Rabu, 5 November 2025 M
- 15 Jumadil Awal 1447 H - Kamis, 6 November 2025 M
Berikut uraian sumber kalender & cara pencatatannya:
Sumber Kalender & Verifikasi:
Kalender Islam Global: Pada kalender Islam Global 2025 versi Al-Habib tercantum bahwa “04-06 November 2025 — Puasa Ayyamul Bidh Jumadil Ula (Jumadil Awal) 1447 H”.
Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah: Kalender KHGT menyebutkan bahwa 13 Jumadil Awal 1447 H bertepatan dengan 4 November 2025, 14 Jumadil Awal dengan 5 November, dan 15 dengan 6 November.
Selanjutnya, dalam kalender Hijriah versi Kemenag disebutkan hal yang sama, bahwa 13, 14 dan 15 Jumadil Awal 1447 Hijriah terjadi pada 04, 05 dan 06 November 2025.
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Merujuk Sahih Muslim, Bulughul Maram karya Ibnu Hajar al-Asqalani, Syarh Riyadhus Shalihin karya Ibnu ‘Utsaimin, serta penjelasan ulama lainnya, berikut ini adalah keutamaan puasa Ayyamul Bidh:
1. Mendapat pahala seperti puasa sepanjang tahun
Sabda Nabi: “Puasa tiga hari setiap bulan sama dengan puasa sepanjang masa (setahun penuh). (HR. Bukhari no. 1979 dan Muslim no. 1159)
Maksud “seperti puasa sepanjang masa” adalah dalam hal pahala, bukan benar-benar berpuasa tanpa henti. Karena satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat; 3 hari × 10 = 30 hari, setara satu bulan. Jika dilakukan setiap bulan, pahalanya seperti berpuasa setahun.
Ini menjadi dasar anjuran puasa 3 hari setiap bulan, yang di antara waktunya adalah Ayyamul Bidh (tanggal 13–15 Hijriah).
2. Termasuk wasiat langsung Rasulullah ﷺ kepada para sahabat
Dalilnya, Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: “Kekasihku Rasulullah ﷺ mewasiatkan kepadaku tiga perkara: berpuasa tiga hari setiap bulan, salat Dhuha dua rakaat, dan salat Witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178 dan Muslim no. 721)
Puasa tiga hari tiap bulan adalah bagian dari wasiat utama Nabi ﷺ kepada sahabat dekatnya. Ini menunjukkan keutamaan dan anjuran kuat (sunnah muakkadah).
3. Puasa yang tidak pernah ditinggalkan Nabi SAW
Hadis Dari Abdullah bin ‘Amr RA: “Rasulullah ﷺ tidak pernah berbuka pada hari-hari putih, baik ketika mukim maupun safar.” (HR. An-Nasa’i no. 2434, Ahmad no. 6525 — hasan)
Hadits ini menunjukkan konsistensi (mudawamah) Nabi SAW dalam menjalankan puasa Ayyamul Bidh, dan menjadi teladan bagi umatnya untuk rutin melakukannya.
4. Waktu puasa yang paling utama di tiap bulan
Rasulullah SAW bersabda: “Jika engkau hendak berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka berpuasalah pada tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas.” (HR. Tirmidzi no. 761, An-Nasa’i no. 2434 — hasan)
Hadits ini menjelaskan waktu terbaik (afdhal) untuk menjalankan puasa tiga hari setiap bulan, yaitu pada Ayyamul Bidh (13-15 Hijriyah).
5. Menghapus dosa-dosa kecil
Puasa sunnah (termasuk Ayyamul Bidh) termasuk amal saleh yang menghapus dosa-dosa kecil, sebagaimana amal saleh lainnya yang dilakukan dengan ikhlas.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Fitnah-fitnah (dosa kecil) antara dua Jumat, antara dua Ramadhan, antara dua salat, dapat dihapuskan dengan amal saleh — selama dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim no. 233)
6. Melatih kesabaran dan pengendalian diri
Puasa Ayyamul Bidh menjadi latihan spiritual dan moral, mengajarkan kesabaran, pengendalian hawa nafsu, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT di luar bulan Ramadhan.
Rasulullah bersabda: “Puasa itu adalah perisai (pelindung).” (HR. Bukhari no. 1904 dan Muslim no. 1151)
Advertisement
People also Ask:
1. Puasa Ayyamul Bidh untuk apa?
Hadis ini menunjukkan bahwa puasa Ayyamul Bidh dapat menghapus dosa-dosa kecil yang kita lakukan selama sebulan. Hadis ini menunjukkan bahwa orang yang berpuasa sunnah, termasuk puasa Ayyamul Bidh, akan diangkat derajatnya seratus derajat oleh Allah SWT.
2. Puasa Ayyamul Bidh apakah harus 3 hari?
Tidak, puasa Ayyamul Bidh tidak harus tiga hari penuh secara berturut-turut, dan bahkan boleh dilakukan satu atau dua hari saja jika ada uzur. Para ulama sepakat bahwa jumlah tiga hari dalam sebulan adalah yang paling utama, tetapi puasa tetap sah dan bernilai pahala meskipun tidak sempurna tiga hari atau tidak berurutan, selama dikerjakan dengan niat yang tulus.
3. Tanggal 13, 14, 15 puasa apa?
Tanggal 13, 14, dan 15 dalam penanggalan Hijriah dikenal sebagai Puasa Ayyamul Bidh atau puasa "hari-hari putih" karena jatuh pada malam-malam bulan purnama yang terang. Puasa ini merupakan puasa sunnah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan seperti puasa setahun penuh.
4. Bisakah puasa Ayyamul Bidh digabung dengan puasa qadha?
Ya, menggabungkan niat puasa Ayyamul Bidh dengan puasa qadha Ramadhan adalah boleh menurut sebagian besar ulama, karena seseorang dapat memperoleh pahala dari kedua puasa tersebut sekaligus. Namun, sebagian ulama lain menganjurkan untuk lebih berhati-hati dengan memisahkan niat puasa wajib dan sunnah, meskipun penggabungan niat sunnah dan sunnah (seperti Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh) umumnya diperbolehkan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520488/original/002175600_1782447973-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T112427.080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261577/original/041528400_1781746737-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_07.45.19.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3282063/original/054687800_1604028626-muslim-woman-reading-from-quran_53876-21417.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/916085/original/009668100_1435788780-Cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261449/original/024360400_1781704034-000_B7CB6XN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530300/original/023508000_1782462492-AP26175847717345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528304/original/000911800_1782459714-AP26177049351866.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448078/original/040755400_1765983961-Barcelona-Pau-Cubarsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524143/original/085744300_1782453577-Yuto_Nagatomo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378177/original/005816700_1760215354-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257100/original/080406300_1781208059-selebrasi_julian_quinones_meksiko_afrika_selatan_ap_eduardo_verdugo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)