Lafal Doa Nabi Yunus Lengkap Arab, Latin, dan Keutamaannya: Dibaca Saat Kesusahan dan Kondisi Genting

Manusia kerap berhadapan dengan kondisi kesusahan dan kesulitan. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui doa Nabi Yunus lengkap Arab, Latin, dan keutamaannya

Diterbitkan 26 Juni 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam lintasan sejarah spiritual Islam, para nabi telah mewariskan berbagai doa yang menjadi munajat agung di saat-saat paling genting. Dan doa Nabi Yunus AS menempati posisi istimewa. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui doa Nabi Yunus lengkap Arab, Latin, dan keutamaannya.

Dalam buku Himpunan Doa-Doa Penting yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) disebutkan, doa pada hakikatnya adalah permintaan manusia sebagai hamba kepada Allah SWT sebagai Tuhan penciptanya. Posisi doa para nabi menempati derajat tertinggi karena di dalamnya terkandung tauhid yang murni, kepasrahan total, serta tata krama (adab) yang sempurna kepada Allah.

Doa Nabi Yunus merangkum seluruh prinsip kemustajaban, menggabungkan pujian kepada Allah dengan pengakuan kelemahan diri yang mendalam. Merangkum berbagai sumber kredibel, berikut ini adalah doa Nabi Yunus, keutamaan hingga tata cara waktu terbaik mengamalkannya.

Doa Nabi Yunus Teks Arab, Latin dan Artinya

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam karyanya Doa-Doa Pilihan Terbaik turut menjelaskan bahwa doa ini mengandung makna yang mulia, petunjuk yang agung, serta mengharuskan penerimaan akan pengabulan. Beliau juga menegaskan bahwa barang siapa meneladani para nabi dalam hal ini, niscaya Allah akan membantunya sebagaimana Dia telah membantu mereka, dan menyelamatkannya sebagaimana Dia telah menyelamatkan mereka.

Bacaan Doa Nabi Yunus:

Arab: لاَ إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Latin: Laa ilaha illa Anta, subhaanaka innii kuntu minaz-zaalimiin.

Artinya: "Tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku telah tergolong di kalangan orang-orang yang zalim."

Doa ini juga diriwayatkan dengan variasi bacaan yang sedikit berbeda dalam kitab-kitab hadits, namun inti maknanya tetap sama: pengakuan tauhid, pensucian Allah dari segala kekurangan, dan pengakuan dosa serta kezaliman diri.

Latar Spiritual-Historis Doa Nabi Yunus

Dalam kondisi yang secara manusiawi mustahil untuk diselamatkan, Nabi Yunus AS justru memancarkan cahaya tauhid yang menerobos tiga lapis kegelapan tersebut. Doa ini diabadikan secara langsung oleh Allah dalam firman-Nya:

"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: 'Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.'" (QS. Al-Anbiya' [21]: 87).

Para ulama menamakan doa ini sebagai "Doa Dzun Nun" (doa pemilik ikan paus) atau "Doa Al-Kurb" (doa kesedihan dan kesusahan). Disebut demikian karena doa ini dipanjatkan dalam situasi kepedihan dan kesulitan yang amat sangat.

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam karyanya Doa-Doa Pilihan Terbaik turut menjelaskan bahwa doa ini mengandung makna yang mulia, petunjuk yang agung, serta mengharuskan penerimaan akan pengabulan. Beliau juga menegaskan bahwa barang siapa meneladani para nabi dalam hal ini, niscaya Allah akan membantunya sebagaimana Dia telah membantu mereka, dan menyelamatkannya sebagaimana Dia telah menyelamatkan mereka.

Doa ini menempati posisi puncak dalam khazanah doa-doa mustajab. Bahkan, Rasulullah SAWsendiri menyebutnya sebagai "doa terbaik", doa saudaranya Yunus bin Matta. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) ketika dia berdoa kepada Allah dalam perut ikan: 'Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin.' Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengan doa ini dalam suatu hajat melainkan Allah akan mengabulkan doanya." (HR. At-Tirmidzi).

Kandungan dan Makna Doa Nabi Yunus

Para ulama telah mengupas kedalaman makna yang terkandung dalam doa yang singkat namun padat ini. Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa doa ini sarat dengan makna-makna luhur dan petunjuk-petunjuk agung.

Menurut tafsir Kementerian Agama RI, dalam doa tersebut Nabi Yunus AS menyadari atas kesalahannya yang telah dilakukannya sebagai seorang nabi. Imam As-Sa'di dalam tafsirnya menyampaikan bahwa di dalam doa Nabi Yunus terkandung pengakuan akan kesempurnaan dan keesaan Allah.

Secara lebih terperinci, doa ini mengandung tiga elemen spiritual yang fundamental:

1. Tauhid (Pengesaan Allah)

Kalimat "Laa ilaaha illaa anta" (Tidak ada Tuhan selain Engkau) adalah puncak pengakuan tauhid. Nabi Yunus AS, di tengah kondisi paling kritis sekalipun, tetap mengesakan Allah dan tidak pernah menyekutukan-Nya. Ini mengajarkan bahwa tauhid adalah tali penyelamat yang tidak pernah putus, bahkan dalam situasi tergelap sekalipun.

2. Tasbih (Pensucian Allah)

Kalimat "Subhaanaka" (Maha Suci Engkau) adalah bentuk pengakuan akan kesucian Allah dari segala kekurangan, aib, dan cacat. Ini juga merupakan bentuk penghambaan dan pengagungan kepada Allah di atas segala sesuatu.

3. Istighfar dan Pengakuan Dosa

Kalimat "Innii kuntu minazh-zhaalimiin" (Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim) adalah pengakuan jujur atas kesalahan dan kelemahan diri di hadapan Allah. Ini mengajarkan bahwa pengakuan dosa dan kerendahan hati adalah kunci untuk meraih ampunan dan pertolongan Allah.

Menurut Syaikh 'Abdul Hamid Al-Makki dalam kitab Kanzun Najah was Surur, doa ini adalah lafal pertobatan Nabi Yunus AS di dalam tiga kegelapan: kegelapan malam, kegelapan di bawah permukaan laut, dan kegelapan di dalam perut ikan.

Keutamaan Doa Nabi Yunus

Doa Nabi Yunus memiliki berbagai keutamaan yang telah dijelaskan dalam Al-Qur'an, hadits, dan kitab-kitab para ulama. Berikut keutamaan-keutamaan tersebut:

1. Doa yang Dijamin Dikabulkan oleh Allah

Keutamaan yang paling fundamental adalah jaminan pengabulan dari Allah. Rasulullah ﷺ sendiri yang menjamin hal ini melalui sabdanya: "Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengan doa ini dalam suatu hajat melainkan Allah akan mengabulkan doanya." (HR. At-Tirmidzi)

2. Sarana Keselamatan dari Kesulitan

Doa ini menjadi sarana keselamatan dan terbebasnya Nabi Yunus AS dari kondisi yang dialaminya. Dalam suasana yang mencekam dan menakutkan, sebab-sebab material sepenuhnya runtuh sehingga tidak dapat memberi pengaruh apa pun, dan hanya kekuatan doa serta tauhid yang mampu menyelamatkan.

3. Diterimanya Taubat dan Diampuninya Dosa

Salah satu keutamaan doa ini adalah diterimanya taubat dan diampuninya dosa-dosa. Allah berfirman setelah menyebutkan doa Nabi Yunus: "Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (QS. Al-Anbiya' [21]: 88)

4. Diberi Pertolongan dan Kemudahan

Doa ini menjadi wasilah untuk mendapatkan pertolongan dan kemudahan dari kesulitan. Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa dengan doa dan tasbihnya, Nabi Yunus AS diselamatkan oleh Allah.

5. Terkabulnya Segala Hajat dan Keinginan

Keutamaan doa Nabi Yunus yang lain adalah sebagai wasilah agar keinginan kita dikabulkan. Seseorang yang membaca doa ini dengan sungguh-sungguh, maka hajatnya akan segera terkabul.

6. Penghapusan Dosa dan Penguatan Iman

Dengan membaca doa Nabi Yunus dan mengamalkannya secara ikhlas, setiap hamba dapat merasakan pertolongan Allah, penghapusan dosa, dan penguatan iman dalam menghadapi segala kesulitan hidup.

7. Menghilangkan Kesedihan dan Kesusahan

Doa ini juga dikenal sebagai doa yang ampuh untuk menghilangkan kesedihan dan kesusahan. Dalam kondisi galau dan sedih, doa ini menjadi salah satu doa terbaik yang dianjurkan.

Para ulama menyebutkan bahwa membaca doa ini 40 kali dalam sehari merupakan salah satu amalan yang dianjurkan untuk mendatangkan kemudahan dan terkabulnya hajat.

Waktu Terbaik Memanjatkan Doa Nabi Yunus

Doa Nabi Yunus dapat dipanjatkan kapan saja, namun terdapat beberapa waktu yang sangat dianjurkan:

1. Saat Mengalami Kesulitan dan Kesusahan

Ini adalah waktu yang paling utama, sebagaimana dicontohkan langsung oleh Nabi Yunus AS ketika berada dalam perut ikan paus. Dalam situasi sulit, doa ini menjadi senjata spiritual yang ampuh.

2. Pada Malam dan Hari Nisfu Sya'ban

Para ulama menganjurkan untuk memperbanyak doa Nabi Yunus pada malam Nisfu Sya'ban. Syekh 'Abdul Hamid Al-Makki dalam kitab Kanzun Najah was Surur menyebutkan keutamaan membaca doa ini pada malam tersebut.

3. Dalam Keadaan Terdesak dan Memerlukan Pertolongan Segera

Ketika seseorang merasa semua jalan tertutup, doa ini menjadi sarana untuk memohon pertolongan Allah secara langsung.

4. Setiap Saat sebagai Zikir Harian

Doa ini dapat diamalkan sebagai zikir harian, baik di waktu pagi maupun petang, untuk mendapatkan perlindungan dan keberkahan sepanjang hari.

Hikmah Doa Nabi Yunus

Ada beberapa hikmah agung yang dapat dipetik dari doa Nabi Yunus AS:

1. Tauhid adalah Tali Penyelamat

Hikmah terbesar dari doa ini adalah bahwa tauhid (pengesaan Allah) adalah tali penyelamat yang paling kuat. Nabi Yunus AS tidak berdoa kepada siapa pun selain Allah, meskipun berada dalam kondisi yang paling mustahil untuk diselamatkan secara manusiawi.

2. Pengakuan Dosa Membuka Pintu Pertolongan

Nabi Yunus AS mengakui kezalimannya dengan jujur: "Innii kuntu minazh-zhaalimiin." Pengakuan dosa yang tulus ini menjadi pintu terbukanya ampunan dan pertolongan Allah. Ini mengajarkan bahwa kerendahan hati dan pengakuan atas kesalahan adalah kunci rahmat Allah.

3. Allah Dekat dengan Hamba yang Berdoa

Kisah Nabi Yunus menunjukkan bahwa Allah sangat dekat dengan hamba-Nya yang berdoa, di mana pun dan dalam kondisi apa pun. Bahkan di dasar samudra sekalipun, doa seorang hamba sampai kepada Allah.

4. Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah

Meskipun Nabi Yunus AS berada dalam situasi yang secara logika mustahil untuk selamat, beliau tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah. Doa ini mengajarkan bahwa rahmat Allah selalu terbuka bagi siapa pun yang kembali kepada-Nya.

5. Kekuatan Doa Melebihi Sebab-Sebab Material

Dalam kondisi di mana semua sebab-sebab material runtuh, doa dan tauhid menjadi satu-satunya kekuatan yang tersisa. Ini mengajarkan bahwa kekuatan sejati terletak pada hubungan spiritual dengan Allah, bukan pada kekuatan material semata.

6. Refleksi Diri dan Pembersihan Kesombongan

Doa Nabi Yunus menjadi sarana refleksi diri, mengakui keterbatasan manusia, membersihkan kesombongan, dan menumbuhkan sikap tawakal kepada Allah.

Pertanyaan Seputar doa nabi yunus

Apa keistimewaan membaca doa Nabi Yunus?

Doa Nabi Yunus (la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzalimin) adalah amalan yang sangat mustajab untuk

Kapan waktu yang tepat untuk mengamalkan doa Nabi Yunus?

Doa Nabi Yunus dapat dibaca kapan saja, terutama saat sedang menghadapi kesulitan, memiliki hajat tertentu, atau merasa putus asa. Doa ini sangat dianjurkan untuk diamalkan secara rutin setiap hari dan dibaca pada waktu-waktu mustajab

Kenapa doa Nabi Yunus sangat mustajab?

Karena sebagaimana Nabi Yunus berdoa saat berada di perut ikan paus, doa ini menjadi bentuk kepasrahan dan harapan besar akan pertolongan Allah.

Apa isi doa Nabi Yunus yang terkenal?

Doa Nabi Yunus yang paling terkenal adalah zikir yang dipanjatkan saat beliau berada di dalam perut ikan paus. Doa ini adalah bentuk pengakuan dosa, permohonan ampun, dan kepasrahan kepada Allah SWT yang menjadi sarana mustajab untuk keluar dari kesulitan.