Kebodohan Massal sebagai Pertanda Akhir Zaman: Pahami dari Perspektif Islam

Mungkinkah kondisi masyarakat modern saat ini adalah kebodohan massal sebagai pertanda akhir zaman? Pahami bagaimana ajaran Islam menjelaskan fenomena ini dan langkah-langkah menghadapinya.

Diterbitkan 08 Oktober 2025, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak yang bertanya-tanya, apakah kondisi masyarakat saat ini yang cenderung abai terhadap ilmu pengetahuan dan nilai-nilai luhur merupakan salah satu indikasi mendekatnya hari kiamat?

Salah satu tanda yang sangat relevan dengan kondisi saat ini adalah merebaknya kebodohan dan dicabutnya ilmu, yang secara langsung mengarah pada fenomena kebodohan massal sebagai pertanda akhir zaman.

Mengutip dari kajian Program Khusus Ulama UIN Antasari Banjarmasin, hadis-hadis tentang diangkatnya ilmu dan timbulnya kebodohan terasa sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan, khususnya ilmu agama, tidak lagi dicari dari sumber yang benar.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (8/10/2025).

Kebodohan Massal sebagai Pertanda Akhir Zaman dalam Perspektif Islam

Dalam ajaran Islam, fenomena kebodohan massal sebagai pertanda akhir zaman merupakan salah satu indikasi yang sangat jelas akan datangnya hari kiamat. Konsep ini tidak hanya merujuk pada kurangnya pengetahuan akademis, tetapi lebih kepada hilangnya pemahaman mendalam akan nilai-nilai agama, moral, dan etika.

Ketika ilmu yang benar dicabut dan digantikan oleh kebodohan, masyarakat akan kehilangan arah serta cenderung melakukan perbuatan yang menyimpang dari fitrah kemanusiaan, sebuah peringatan serius bagi umat untuk senantiasa menjaga dan mencari ilmu.

Rasulullah SAW telah memberikan gambaran mengenai kondisi ini melalui sabda-sabda beliau. Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abdullah menjelaskan bahwa menjelang kiamat, ilmu akan dicabut dan kebodohan akan diturunkan, yang kemudian diikuti oleh banyaknya kerusuhan dan pembunuhan.

Hadis ini menegaskan bahwa hilangnya ilmu dan merajalelanya kebodohan adalah pemicu utama berbagai kekacauan sosial, sehingga kondisi ini menjadi cerminan nyata dari kebodohan massal sebagai pertanda akhir zaman.

Ahli hadis dan tafsir Ibnu Katsir, dalam kitabnya An-Nihayah, menjelaskan bahwa tanda kiamat ini mengindikasikan pencabutan ilmu dari umat manusia di akhir zaman. Al-Qur'an bahkan akan lenyap dari mushaf dan hati manusia, menyisakan orang-orang lanjut usia yang hanya bisa mengucapkan kalimat tauhid tanpa pemahaman mendalam.

Ibnu Katsir juga menambahkan bahwa orang-orang di akhir zaman akan diilhami kebodohan sebagai bentuk ketidakpedulian Allah SWT terhadap mereka, sehingga mereka akan terus berada dalam kesesatan hingga akhir dunia.

Pencabutan ilmu ini, sebagaimana dijelaskan dalam hadis shahih riwayat Abdullah bin Amr, terjadi melalui wafatnya para ulama. Ketika para ulama yang merupakan pewaris para nabi telah tiada, manusia akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh. Para pemimpin ini kemudian akan memberikan fatwa tanpa ilmu, sehingga mereka sendiri sesat dan menyesatkan orang lain. 

Tanda-Tanda Kecil Akhir Zaman Lainnya yang Relevan dengan Kebodohan Massal

Selain fenomena kebodohan massal sebagai pertanda akhir zaman, ada beberapa tanda kecil lainnya yang saling berkaitan dan memperkuat gambaran kondisi masyarakat menjelang kiamat.

Tanda-tanda ini seringkali menjadi cerminan dari hilangnya ilmu dan merosotnya moralitas, yang pada akhirnya menciptakan kekacauan dan ketidakadilan di muka bumi. Memahami tanda-tanda ini membantu kita untuk lebih waspada dan mempersiapkan diri.

  • Munculnya Fitnah dan Penyebaran Kebodohan:

    Rasulullah SAW bersabda bahwa di antara tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu, tersebarnya kebodohan, diminumnya khamar, dan munculnya perzinaan (HR Bukhari dan Muslim). Ini secara eksplisit menghubungkan pencabutan ilmu dengan penyebaran kemaksiatan, indikator kuat dari kebodohan massal sebagai pertanda akhir zaman.
  • Lemahnya Amanah dan Rusaknya Kepemimpinan:

    Ketika amanah disia-siakan, maka tunggulah kiamat. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa amanah disia-siakan ketika suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya (HR Bukhari). Hilangnya integritas dan kompetensi dalam kepemimpinan ini merupakan konsekuensi dari kurangnya ilmu, memperparah kondisi kebodohan massal sebagai pertanda akhir zaman.
  • Banyaknya Pembunuhan (Harj):

    Rasulullah SAW bersabda bahwa di antara tanda-tanda kiamat adalah banyaknya al-harj, yaitu pembunuhan (HR Bukhari dan Muslim). Meningkatnya kekerasan tanpa sebab jelas adalah krisis kemanusiaan mendalam, dipicu oleh kurangnya pemahaman agama dan moral, bagian dari kebodohan massal sebagai pertanda akhir zaman.
  • Berlomba-Lomba dalam Kemewahan:

    Hadis riwayat Muslim menyebutkan bahwa orang-orang miskin dan penggembala kambing berlomba-lomba membangun gedung-gedung tinggi. Ini mencerminkan materialisme berlebihan dan hilangnya rasa syukur, di mana nilai spiritual digantikan ambisi duniawi. Kondisi ini juga manifestasi dari kebodohan massal sebagai pertanda akhir zaman.
  • Hilangnya Kaum Laki-laki dan Bertambahnya Kaum Wanita:

    Hadis dari Anas bin Malik RA (HR Ibnu Majah) menyebutkan hilangnya kaum laki-laki dan bertambahnya kaum wanita, hingga satu laki-laki menanggung lima puluh wanita. Perubahan demografi ekstrem ini bisa jadi akibat faktor sosial dan moral yang muncul dari kebodohan massal sebagai pertanda akhir zaman.

Solusi dan Sikap Bijak Menghadapi Kebodohan Massal di Akhir Zaman

Menghadapi fenomena kebodohan massal sebagai pertanda akhir zaman bukanlah dengan keputusasaan, melainkan dengan sikap proaktif dan bijaksana. Umat Islam diajarkan untuk senantiasa berpegang teguh pada ajaran agama, mencari ilmu, dan memperkuat iman. Ini adalah jalan untuk melindungi diri dari fitnah dan godaan yang muncul akibat merajalelanya kebodohan.

Solusi-solusi ini tidak hanya bersifat individual, tetapi juga kolektif, membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat.

  • Menghidupkan Kesadaran Spiritual:

    Perjalanan akhir zaman adalah ujian keimanan. Menghidupkan hati dengan dzikir, shalat, membaca Al-Qur'an, dan amal saleh adalah langkah fundamental untuk melindungi diri dari kesesatan. Allah SWT berfirman dalam QS. Adz-Dzariyat: 55, "Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman." 
  • Memperkuat Akidah dan Ilmu:

    Rasulullah SAW bersabda, "Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim," sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Majelis ilmu harus terus dihidupkan agar kita dapat membedakan antara kebenaran dan kebatilan, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
  • Menjaga Amal Sosial dan Ukhuwah Islamiyah:

    Rasulullah SAW bersabda, "Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri," seperti tercatat dalam riwayat Bukhari dan Muslim. Berbagi kasih sayang, saling membantu, dan menjaga solidaritas akan menciptakan kekuatan komunitas untuk menghadapi perubahan zaman dan melawan dampak negatif dari kebodohan massal sebagai pertanda akhir zaman.
  • Bertaubat Sebelum Terlambat:

    Akhir zaman adalah pengingat bahwa waktu terus berjalan, dan kesempatan untuk kembali kepada Allah semakin sempit. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan di siang hari, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan di malam hari," sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim. 
  • Menjaga Harapan dan Optimisme:

    Meskipun tanda-tanda akhir zaman terlihat menakutkan, umat Islam diajarkan untuk selalu berharap kepada rahmat Allah. Allah SWT berfirman dalam QS. Az-Zumar: 53, "Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa." 

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan kebodohan massal sebagai pertanda akhir zaman?

Fenomena ketika ilmu dicabut dari manusia dan kebodohan merajalela, hingga masyarakat kehilangan pemahaman agama dan moral.

2. Bagaimana kebodohan massal menjadi tanda akhir zaman?

Rasulullah SAW bersabda bahwa menjelang kiamat, ilmu akan dicabut dan kebodohan akan tersebar luas, diikuti kekacauan dan fitnah.

3. Apa penyebab utama munculnya kebodohan massal?

Wafatnya para ulama, diabaikannya majelis ilmu, serta munculnya pemimpin yang memberikan fatwa tanpa ilmu.

4. Apa dampak kebodohan massal bagi kehidupan manusia?

Munculnya kerusuhan, rusaknya moral, kepemimpinan yang lemah, dan hilangnya keadilan dalam masyarakat.

5. Bagaimana cara menghadapi kebodohan massal di akhir zaman?

Dengan memperkuat iman, mencari ilmu dari sumber sahih, menjaga ukhuwah, dan memperbanyak amal saleh serta taubat.Â