Liputan6.com, Jakarta - Doa Kalamun Qodim adalah sebuah senandung yang sangat dikenal dan diamalkan di lingkungan pondok pesantren. Doa ini seringkali dilantunkan sebagai pembuka sebelum para santri memulai kegiatan membaca Al-Qur'an.
Meskipun doa Kalamun Qodim bukan berasal langsung dari Rasulullah SAW, ia merupakan gubahan para ulama. Tujuannya adalah membangkitkan semangat dan kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur'an.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (8/10/2025).
Advertisement
Teks Arab, Latin, dan Arti Doa Kalamun Qodim
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3112741/original/023488100_1587956307-20200427-Masjid-Agung-Sanaa-3.jpg)
Doa Kalamun Qodim merupakan untaian kalimat yang sarat makna, memuji keagungan Al-Qur'an sebagai firman Allah yang abadi. Senandung ini kerap menjadi pembuka yang menenangkan hati sebelum berinteraksi dengan Al-Qur'an, baik membaca, menghafal, maupun mengkajinya.
Secara harfiah, "Kalam" berarti ucapan atau perkataan, sementara "Qodim" berarti yang terdahulu atau tidak memiliki permulaan, sehingga Kalamun Qodim dapat dimaknai sebagai "ucapan yang terdahulu" atau "firman yang abadi," merujuk pada Al-Qur'an itu sendiri, sebagaimana dijelaskan dalam aljihadulchakim.sch.id.
Berikut adalah teks lengkap doa Kalamun Qodim dalam bahasa Arab, transliterasi Latin, beserta artinya mengutip dari buku Pembelajaran Al-Qur'an Tingkat Dasar, Menengah, dan Mahir yang Terintegrasi oleh Teknologi Berbasis karya Andreas dkk.:
كَــلأَمٌ قَدِيمٌ لَا يُمَلُّ سَمَاعُهُ ۞ تَنَــزَّهَ عَنْ قَوْلٍ وَفِعْلٍ ونِيَّةٍ
Kalâmun qodîmun lâ yumallu samâ'uhu ۞ Tanazzaha 'an qoulin wa fi'lin wa niyyati
Artinya: Al-Qur'an adalah kalamullah yang qadim yang tidak ada kebosanan untuk didengarkan. Yang disucikan dari ucapan, perbuatan, dan kehendak.
بِهِ أَشْتَفِى مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَنُوْرُهُ ۞ دَلِيْلٌ لِقَلْبِي عِنْدَ جَهْلٍ وَحَيْرَةٍ
Bihi asytafî min kulli dâ-in wa nûruhu ۞ Dalîlun liqolbî 'inda jahlî wa hairotî
Artinya: Dengan Al-Qur'an itu aku minta kesembuhan dari segala penyakit, dan cahaya Al-Qur'an itu menjadi petunjuk hatiku ketika aku dalam kebodohan dan kebingungan.
فَيَـا رَبِّ مَتِّعْنِي بِسِرِّ حُرُوْفِهِ ۞ وَنَوِّرْ بِهِ قَلْبِي وَسَمْعِى وَمُقْلَتِيْ
Fayâ robbi matti'nî bisirri hurûfihi ۞ Wa nawwir bihi qolbî wa sam'î wa muqlatî
Artinya: Wahai Tuhanku, anugerahilah aku dengan rahasia dalam huruf Al-Qur'an, dan berilah cahaya di hatiku, pendengaran, dan mataku berkat Al-Qur'an.
وَيَارَبِّ يَا فَتَّاحُ إِِفْتَحْ قُلُوبَنَا ۞ وَفَهِّمْ بِهِ قَلْبِى عُلُوْمَ الشَّرِيْعَةِ
Wa yâ robbi yâ fattâhu iftah qulûbanâ ۞ Wa fahhim bihi qolbî 'ulûmasy-syarî'ati
Artinya: Tuhanku yang Maha Pembuka, bukakanlah hati kami, dan dengannya (Al-Qur'an), fahamkanlah hati ini dengan ilmu-ilmu syariat.
وَصَلِّ وَسَلِّمْ يَا إِلٰهِى لِمُنْذِرِ ۞ عَدَدَ حُرُوْفٍ بِالْقُرْاٰنِ وَالسُّوْرَةِ
Wa sholli wa sallim yâ ilâhî limundziri ۞ 'Adada hurûfin bil qur-âni was-sûroti
Artinya: Berilah sholawat serta salam ya Tuhanku kepada penyeru (Nabi Muhammad SAW), sebanyak huruf-huruf dan surah-surah Al-Qur'an.
وَسَهِّلْ عَلَيَّ حِفْظَهُ ثُمَّ دَرْسَهُ ۞ بِجَاهِ النَّبِيِّ وَ الْآلِ ثُمَّ الصَّحَابَةِ
Wa sah-hil 'alayya hifzhahu tsumma darsahu ۞ Bijâhin-nabiyyi wal âli tsummash-shohâbah
Artinya: Dan mudahkanlah bagiku menghafal Al-Qur'an lalu mempelajarinya, sebab kedudukan mulia Nabi, keluarga, dan para sahabatnya.
قُرْاَنُنَا مِنْ مُعْجِزَاتِ الْمُصْطَفَی مُحَمَّدًا ۞ أَجَلُّهَا نَفْعًا عَلَی أُمَّتِهِ مُسَرْمَدًا
Qur'ânunâ min mu'jizâtil Mushthofâ Muhammadan ۞ Ajalluhâ naf'an 'alâ ummatihi musarmadâ
Artinya: Al-Qur'an kita termasuk mukjizat orang pilihan yaitu Nabi Muhammad. Manfaat terbesarnya untuk umat beliau selamanya.
طُوْبَى لِمَنْ يَحْفَظُهُ دُنْيَا وَ اُخْرَی اَبَدًا ۞ وَ كَيْفَ لَا إِذَا يَمُوْتُ جِسْمُهُ لَنْ يَفْسُدَا
Thûbâ liman yahfazhuhu dunyâ wa ukhrâ abadâ ۞ Wa kaifa lâ idzâ yamûtu jismuhu lan yafsudâ
Artinya: Sungguh beruntung orang yang menghafal Al-Qur'an selamanya baik di dunia maupun akhirat. Bagaimana tidak, sebab ketika telah meninggal jasadnya tidak akan hancur.
Advertisement
Makna dan Tujuan Pembacaan Doa Kalamun Qodim
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)
Para santri dan pengajar melantunkan doa ini untuk menumbuhkan rasa hormat, cinta, dan pemahaman yang lebih baik terhadap Al-Qur'an.
Tujuan utama dari doa Kalamun Qodim adalah memohon agar hati, pendengaran, dan penglihatan diterangi oleh cahaya Al-Qur'an. Ini mencerminkan keinginan untuk tidak hanya membaca teksnya, tetapi juga meresapi makna dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Doa ini menjadi jembatan spiritual yang menghubungkan pembaca dengan keagungan kalamullah, memohon kesembuhan dari penyakit hati dan petunjuk di tengah kebodohan serta kebingungan, seperti yang diulas dalam aljihadulchakim.sch.id.
Lebih lanjut, doa Kalamun Qodim juga berfungsi sebagai pengingat akan keutamaan Al-Qur'an sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW.
Ia menegaskan bahwa Al-Qur'an membawa manfaat abadi bagi umatnya, baik di dunia maupun di akhirat. Melalui doa ini, diharapkan setiap individu yang berinteraksi dengan Al-Qur'an akan merasakan keberuntungan dan keberkahan, bahkan hingga jasadnya tidak akan hancur bagi para penghafalnya, memberikan motivasi spiritual yang kuat.
Adab dalam Membaca Al-Qur'an dan Kaitannya dengan Doa Kalamun Qodim
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4003818/original/024116500_1650675950-AP22112514136072.jpg)
Membaca Al-Qur'an adalah ibadah utama dalam Islam, yang memiliki adab atau tata krama penting untuk diperhatikan. Adab ini tidak hanya menunjukkan rasa hormat terhadap kalamullah, tetapi juga membantu mendapatkan keberkahan dan pemahaman lebih mendalam.
Doa Kalamun Qodim sendiri merupakan bagian dari adab spiritual yang dipraktikkan sebelum atau sesudah berinteraksi dengan Al-Qur'an, sebagai bentuk persiapan hati dan pikiran.
Menurut Kitabul-Aadab oleh Fuad bin Abdul Aziz Asy-Syalhub, adab meliputi segala perkara agama dan dunia, termasuk ibadah.
- Bersuci sebelum Menyentuh dan Membaca Al-Qur'an.
Sangat dianjurkan untuk berada dalam keadaan suci dari hadas besar maupun kecil sebelum menyentuh mushaf Al-Qur'an atau membacanya.
Ini adalah bentuk penghormatan terhadap kesucian firman Allah, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an Surat Al-Waqi'ah ayat 79 bahwa tidak ada yang menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.
- Membersihkan Mulut dengan Siwak atau yang Serupa.
Sebelum membaca Al-Qur'an, membersihkan mulut agar harum dan bersih adalah adab yang baik. Hal ini dapat dilakukan dengan siwak atau alat pembersih mulut lainnya, menunjukkan kesiapan fisik dan spiritual untuk menerima kalamullah.
- Membaca Isti'adzah dan Basmalah.
Memulai bacaan Al-Qur'an dengan membaca ta'awudz (A'udzu billahi minasy-syaitonir-rojim) untuk memohon perlindungan dari setan, diikuti dengan basmalah (Bismillahir-rahmanir-rahim), adalah sunah Nabi SAW. Ini adalah langkah awal untuk membersihkan hati dari gangguan dan memohon keberkahan.
- Membaca Al-Qur'an dengan Tartil.
Membaca Al-Qur'an secara perlahan, jelas, dan sesuai dengan kaidah tajwid adalah perintah Allah SWT. Tartil membantu dalam meresapi makna ayat-ayat dan menunjukkan kekhusyukan dalam beribadah, sesuai dengan Surat Al-Muzzamil ayat 4.
- Mengindahkan Suara saat Membaca.
Dianjurkan untuk memperindah suara saat membaca Al-Qur'an, namun tidak dengan nada yang menyerupai lagu atau nyanyian. Keindahan suara dapat menambah kekhusyukan dan daya tarik bacaan, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
- Ikhlas dalam Mempelajari dan Membaca Al-Qur'an.
Niat yang tulus dan ikhlas semata-mata mengharap ridha Allah SWT adalah pondasi utama dalam setiap ibadah, termasuk membaca Al-Qur'an. Tanpa keikhlasan, pahala dan keberkahan mungkin tidak akan didapatkan secara sempurna, seperti yang diungkapkan Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar.
- Memahami dan Mengamalkan Kandungan Al-Qur'an.
Membaca Al-Qur'an tidak hanya sebatas melafalkan huruf-hurufnya, tetapi juga merenungkan makna dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan. Ini adalah tujuan akhir dari interaksi kita dengan kalamullah, untuk menjadi petunjuk dan pedoman hidup.
Advertisement
FAQ
1. Apa itu Doa Kalamun Qodim?
Doa Kalamun Qodim adalah senandung doa yang sering dibacakan di pesantren sebagai pembuka sebelum membaca Al-Qur'an, berisi pujian dan permohonan kepada Allah agar dimudahkan dalam memahami dan mengamalkan Al-Qur'an.
2. Siapa yang menggubah Doa Kalamun Qodim?
Doa ini bukan berasal langsung dari Rasulullah SAW, melainkan gubahan para ulama untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an.
3. Apa arti “Kalamun Qodim”?
Secara harfiah, Kalam berarti ucapan, dan Qodim berarti yang terdahulu. Istilah ini merujuk pada firman Allah yang abadi, yaitu Al-Qur'an.
4. Kapan Doa Kalamun Qodim biasa dibacakan?
Biasanya dilantunkan sebelum membaca, menghafal, atau mengkaji Al-Qur'an, serta setelah kegiatan tadarus atau taklim di pesantren.
5. Apa tujuan utama pembacaan Doa Kalamun Qodim?
Tujuannya untuk memohon cahaya, kemudahan, dan pemahaman dalam berinteraksi dengan Al-Qur'an serta menumbuhkan rasa cinta kepada firman Allah.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322269/original/035290200_1786523414-cek_fakta_-_ombudsman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7261845/original/041809000_1780048281-Tugas__22_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432608/original/039355600_1764817183-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-04T072013.095.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154232/original/078334700_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_3.jpg)