Bacaan Doa Tunangan Agar Hubungan Menuju Pernikahan yang Diridai Allah

Bacaan doa tunangan agar hubungan menuju pernikahan yang diridai Allah merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam

Diterbitkan 30 September 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bacaan doa tunangan agar hubungan menuju pernikahan yang diridai Allah merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam. Prosesi khitbah atau peminangan dimaknai bukan sekadar tradisi, melainkan pintu menuju ikatan suci yang penuh berkah.

Dalam perspektif hadis, peminangan dianjurkan agar kedua belah pihak dapat saling mengenal sebelum mengikat janji pernikahan.

Dalam Jurnal Shahih: Jurnal Ilmu Kewahyuan, Ahmad Zuhri dkk menjelaskan khitbah adalah permintaan resmi seorang laki-laki kepada perempuan tertentu agar mau kawin dengannya, dan ia datang kepada perempuan atau keluarganya untuk menjelaskan keadaannya.

Rasulullah SAW telah memberikan panduan lengkap mengenai adab dan aturan dalam meminang. Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi, disebutkan amalan-amalan sunah yang sepatutnya dilakukan oleh seorang calon mempelai yang akan melaksanakan prosesi khitbah, termasuk membaca hamdalah, pujian kepada Allah, shalawat untuk Rasulullah, dan doa memohon kebaikan.

Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah ulasan doa tunangan, tata cara dan adab khitbah sesuai syariat, serta hikmahnya.

Bacaan Doa Tunangan agar Hubungan Menuju Pernikahan yang Diridai Allah

Berikut adalah bacaan doa tunangan yang dianjurkan, lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya. Doa ini bersumber dari kitab Al-Adzkar al-Muntakhabah min Kalâmi Sayyid al-Abrâr karya Imam Nawawi.

1. Doa Pertama

اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَقْدِرُ وَلآ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلآ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ فَإِنْ رَأَيْتَ لِيْ فِيْ (.......) خَيْرًا فِى دِيْنِيْ وَآخِرَتِيْ فَاقْدِرْهَا لِيْ

Latin: Allahumma innaka taqdiru wa lâ aqdiru wa lâ a'lamu wa anta 'allâmul ghuyûbi. Fa in ra'aita lî fî (.....) khairan fî dînî wa âkhiratî faqdirhâ lî

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Menakdirkan, dan bukanlah aku yang menakdirkan. Dan (Engkau) Maha Mengetahui apa yang tidak aku ketahui. Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib. Maka jika Engkau melihat kebaikan antara diriku dan (.....sebutkan nama calon pasangan bin/binti ayahnya) untuk agama dan akhiratku, maka takdirkanlah aku bersamanya".

Doa ini dianjurkan untuk dibaca pada malam sebelum prosesi khitbah, setelah terlebih dahulu melaksanakan shalat hajat dan shalat istikharah.

2. Doa Kedua

اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذِهِ الخِطْبَةَ خِطْبَةً مُبَارَكَةً مُصْلِحَةً دَائِمَةً أَبَدًا ظَاهِرًا وَبَاطِنًا أَوَّلاً وَآخِرًا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Latin: Allahummaj'al haadzihil khitbah khitbatan mubaarokatan mushlihatan daaimatan abadan zhoohiran wa baathinan awwalan wa aakhiron bi rohmatika yaa arhamar roohimiin

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah peminangan ini sebagai peminangan yang bermanfaat, yang diberkahi, yang membawa kebaikan dan yang langgeng selama-lamanya, secara lahir dan batin, di permulaan dan di akhir, dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan paling penyayang".

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah (2): 235:

وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا عَرَّضْتُمْ بِهِ مِنْ خِطْبَةِ النِّسَاءِ أَوْ أَكْنَنْتُمْ فِي أَنْفُسِكُمْ ۚ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ سَتَذْكُرُونَهُنَّ وَلَٰكِنْ لَا تُوَاعِدُوهُنَّ سِرًّا إِلَّا أَنْ تَقُولُوا قَوْلًا مَعْرُوفًا

Artinya: "Dan tidak ada dosa bagimu meminang perempuan-perempuan itu dengan sindiran atau kamu sembunyikan (keinginanmu) dalam hati. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut kepada mereka. Tetapi janganlah kamu membuat perjanjian (untuk menikah) dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan kata-kata yang baik."

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa disunahkan bagi seseorang yang melamar untuk membaca hamdalah, menyebut pujian kepada Allah, shalawat untuk Rasulullah SAW, kemudian membaca syahadat, dan menyampaikan maksud lamarannya.

Sementara itu, dalam kitab Al-Khitbah Ahkam wa Adab, Syaikh Nada Abu Ahmad menyebutkan bahwa khitbah adalah permintaan menikah dari pihak laki-laki kepada perempuan pilihannya atau kepada wali perempuan tersebut.

Tata Cara dan Adab Khitbah yang Benar Sesuai Syariat

1. Melihat Calon Pasangan

Sebelum melamar, seorang laki-laki dianjurkan untuk melihat wajah dan telapak tangan perempuan yang hendak dipinang. Rasulullah SAW bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian meminang seorang wanita, jika ia mampu untuk melihat sesuatu yang mendorongnya untuk menikahinya, hendaklah ia melakukannya" (HR. Abu Daud).

2. Melaksanakan Shalat Istikharah

Jika mengalami keraguan, dianjurkan untuk melaksanakan shalat istikharah sebelum melamar atau menentukan calon jodoh.

3. Membaca Hamdalah dan Shalawat

Memulai prosesi lamaran dengan hamdalah, pujian kepada Allah, shalawat untuk Rasulullah SAW, dan membaca syahadat.

4. Menyampaikan Maksud Lamaran

Pihak laki-laki menyampaikan niatnya untuk meminang perempuan tersebut, baik secara langsung, melalui wali, atau melalui perantara yang dipercaya.

5. Tidak Melamar di Atas Lamaran Orang Lain

Rasulullah SAW melarang seseorang meminang wanita yang telah dipinang oleh saudaranya sampai peminang pertama meninggalkannya atau mengizinkannya.

6. Menjaga Batasan Pergaulan

Selama masa khitbah, laki-laki dan perempuan yang belum menikah tidak boleh berdua-duaan (khalwat) tanpa mahram. Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita dan janganlah sekali-kali seorang wanita bepergian kecuali bersama mahramnya" (HR. Bukhari).

7. Tidak Berlebihan dalam Mahar

Wanita yang paling berbahagia adalah yang paling ringan maharnya. Islam menganjurkan untuk tidak memberatkan mahar.

8. Memberikan Hadiah

Memberikan hadiah kepada calon istri pada masa khitbah dibolehkan sebagai tanda keseriusan, namun tidak wajib.

5 Hikmah Memahami Bacaan Doa Tunangan agar Hubungan Menuju Pernikahan yang Diridai Allah

1. Memohon Keberkahan dan Kelancaran

Doa tunangan menjadi sarana memohon kepada Allah SWT agar proses menuju pernikahan diberikan kelancaran dan keberkahan. Dengan doa, ikatan yang akan terjalin mendapatkan perlindungan dari segala godaan dan keburukan.

2. Menyerahkan Segala Urusan kepada Allah

Doa merupakan bentuk penyerahan diri kepada kehendak Ilahi dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Ini menunjukkan ketergantungan hamba kepada Sang Pencipta.

3. Memohon Pasangan yang Terbaik

Doa tunangan membantu seseorang memohon kepada Allah agar diberikan pasangan yang baik menurut pandangan Allah SWT, bukan hanya menurut hawa nafsu semata.

4. Menjaga Niat dan Tujuan Pernikahan

Dengan berdoa, calon pasangan diingatkan bahwa pernikahan adalah ibadah yang harus dimulai dengan restu Ilahi, sehingga niat dan tujuan pernikahan tetap terjaga pada koridor syariat.

5. Memperkuat Iman dan Ketakwaan

Prosesi khitbah yang disertai doa menjadi momen untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah, karena setiap langkah menuju pernikahan dilakukan dengan kesadaran akan pengawasan Allah SWT.