Teks Kalamun Qodim Arab Latin beserta Penjelasan Maknanya

Pembacaan nadzam atau syair Kalamun Qodim telah menjadi tradisi di berbagai lembaga pendidikan Islam

Diterbitkan 29 September 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pembacaan nadzam atau syair Kalamun Qodim telah menjadi tradisi di berbagai lembaga pendidikan Islam, termasuk madrasah dan pesantren. Nadzam ini adalah doa pembuka yang dibaca sebelum memulai interaksi dengan Al-Qur'an, baik untuk membaca, menghafal, maupun mengkaji maknanya.

Syair Kalamun Qodim sendiri merupakan karya dari Sayyid Nuruddin Ali bin Muhammad bin Ali bin Abdirrohman bin Iroq al-Kinani, yang lebih dikenal dengan panggilan Ibn Iroq al-Kinani. Beliau adalah seorang ulama sufi yang karya sastranya banyak mengandung pesan-pesan motivasional dan nilai spiritual yang mendalam.

Syair ini kemudian menyebar luas ke berbagai penjuru dunia Islam, termasuk Indonesia, dan menjadi bagian dari kurikulum tidak resmi di banyak pondok pesantren.

Dalam konteks pendidikan tahfidz, syair ini memiliki posisi yang sangat penting. Penelitian di Pesantren Tahfidz Bani Yusuf Kota Malang, misalnya, menunjukkan bahwa pembacaan syair-syair pembuka seperti Kalamun Qodim menjadi bagian dari strategi pembinaan yang terstruktur untuk membangun kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak dini.

Teks Kalamun Qodim Arab, Latin dan artinya

Berikut adalah teks lengkap doa Kalamun Qodim dalam bahasa Arab, transliterasi Latin, beserta artinya mengutip dari buku Pembelajaran Al-Qur'an Tingkat Dasar, Menengah, dan Mahir yang Terintegrasi oleh Teknologi Berbasis karya Andreas dkk.:

كَــلأَمٌ قَدِيمٌ لَا يُمَلُّ سَمَاعُهُ ۞ تَنَــزَّهَ عَنْ قَوْلٍ وَفِعْلٍ ونِيَّةٍ

Latin: Kalâmun qodîmun lâ yumallu samâ'uhu ۞ Tanazzaha 'an qoulin wa fi'lin wa niyyati

Artinya: Al-Qur'an adalah kalamullah yang qadim yang tidak ada kebosanan untuk didengarkan. Yang disucikan dari ucapan, perbuatan, dan kehendak.

بِهِ أَشْتَفِى مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَنُوْرُهُ ۞ دَلِيْلٌ لِقَلْبِي عِنْدَ جَهْلٍ وَحَيْرَةٍ

Latin: Bihi asytafî min kulli dâ-in wa nûruhu ۞ Dalîlun liqolbî 'inda jahlî wa hairotî

Artinya: Dengan Al-Qur'an itu aku minta kesembuhan dari segala penyakit, dan cahaya Al-Qur'an itu menjadi petunjuk hatiku ketika aku dalam kebodohan dan kebingungan.

فَيَـا رَبِّ مَتِّعْنِي بِسِرِّ حُرُوْفِهِ ۞ وَنَوِّرْ بِهِ قَلْبِي وَسَمْعِى وَمُقْلَتِيْ

Latin: Fayâ robbi matti'nî bisirri hurûfihi ۞ Wa nawwir bihi qolbî wa sam'î wa muqlatî

Artinya: Wahai Tuhanku, anugerahilah aku dengan rahasia dalam huruf Al-Qur'an, dan berilah cahaya di hatiku, pendengaran, dan mataku berkat Al-Qur'an.

وَيَارَبِّ يَا فَتَّاحُ إِِفْتَحْ قُلُوبَنَا ۞ وَفَهِّمْ بِهِ قَلْبِى عُلُوْمَ الشَّرِيْعَةِ

Latin: Wa yâ robbi yâ fattâhu iftah qulûbanâ ۞ Wa fahhim bihi qolbî 'ulûmasy-syarî'ati

Artinya: Tuhanku yang Maha Pembuka, bukakanlah hati kami, dan dengannya (Al-Qur'an), fahamkanlah hati ini dengan ilmu-ilmu syariat.

وَصَلِّ وَسَلِّمْ يَا إِلٰهِى لِمُنْذِرِ ۞ عَدَدَ حُرُوْفٍ بِالْقُرْاٰنِ وَالسُّوْرَةِ

Latin: Wa sholli wa sallim yâ ilâhî limundziri ۞ 'Adada hurûfin bil qur-âni was-sûroti

Artinya: Berilah sholawat serta salam ya Tuhanku kepada penyeru (Nabi Muhammad SAW), sebanyak huruf-huruf dan surah-surah Al-Qur'an.

وَسَهِّلْ عَلَيَّ حِفْظَهُ ثُمَّ دَرْسَهُ ۞ بِجَاهِ النَّبِيِّ وَ الْآلِ ثُمَّ الصَّحَابَةِ

Latin: Wa sah-hil 'alayya hifzhahu tsumma darsahu ۞ Bijâhin-nabiyyi wal âli tsummash-shohâbah

Artinya: Dan mudahkanlah bagiku menghafal Al-Qur'an lalu mempelajarinya, sebab kedudukan mulia Nabi, keluarga, dan para sahabatnya.

قُرْاَنُنَا مِنْ مُعْجِزَاتِ الْمُصْطَفَی مُحَمَّدًا ۞ أَجَلُّهَا نَفْعًا عَلَی أُمَّتِهِ مُسَرْمَدًا

Latin: Qur'ânunâ min mu'jizâtil Mushthofâ Muhammadan ۞ Ajalluhâ naf'an 'alâ ummatihi musarmadâ

Artinya: Al-Qur'an kita termasuk mukjizat orang pilihan yaitu Nabi Muhammad. Manfaat terbesarnya untuk umat beliau selamanya.

طُوْبَى لِمَنْ يَحْفَظُهُ دُنْيَا وَ اُخْرَی اَبَدًا ۞ وَ كَيْفَ لَا إِذَا يَمُوْتُ جِسْمُهُ لَنْ يَفْسُدَا

Latin: Thûbâ liman yahfazhuhu dunyâ wa ukhrâ abadâ ۞ Wa kaifa lâ idzâ yamûtu jismuhu lan yafsudâ

Artinya: Sungguh beruntung orang yang menghafal Al-Qur'an selamanya baik di dunia maupun akhirat. Bagaimana tidak, sebab ketika telah meninggal jasadnya tidak akan hancur.

Makna Mendalam Teks Kalamun Qodim

Syair Kalamun Qodim mengandung pesan-pesan yang sangat dalam tentang keistimewaan Al-Qur'an. Setiap baitnya menyimpan makna teologis dan spiritual yang perlu direnungkan. Berikut adalah penjelasan mendalam dari beberapa aspek utama:

Pertama, Al-Qur'an sebagai Kalam Qadim. Frasa kalâmun qodîmun menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah firman Allah yang bersifat qadim, yaitu terdahulu dan tidak memiliki permulaan. Dalam ilmu kalam, sifat qadim bagi kalam Allah menunjukkan bahwa Al-Qur'an bukanlah makhluk, melainkan sifat Allah yang azali. Konsekuensinya, tidak ada kebosanan bagi siapa pun yang mendengarkannya, karena ia adalah sumber hikmah yang tidak pernah kering.

Kedua, Kesucian Al-Qur'an. Bait tanazzaha 'an qoulin wa fi'lin wa niyyati menjelaskan bahwa Al-Qur'an terbebas dari unsur-unsur manusiawi seperti ucapan, perbuatan, dan kehendak. Ini menegaskan bahwa Al-Qur'an murni berasal dari Allah, bukan hasil pemikiran atau rekayasa manusia. Pesan ini mengajarkan kepada pembaca untuk mendekati Al-Qur'an dengan penuh rasa hormat dan kesucian hati.

Ketiga, Al-Qur'an sebagai Obat dan Cahaya. Syair ini menyebutkan bahwa dengan Al-Qur'an, seseorang memohon kesembuhan dari segala penyakit (bihi asytafî min kulli dâ-in). Penyakit yang dimaksud tidak terbatas pada penyakit fisik, tetapi juga penyakit hati seperti kebodohan, kebingungan, dan kegelisahan. Al-Qur'an menjadi dalîl (petunjuk) bagi hati yang tersesat, menerangi jalan hidup seseorang.

Keempat, Permohonan kepada Allah. Bagian fayâ robbi matti'nî bisirri hurûfihi adalah doa yang sangat indah. Seorang pembaca memohon agar Allah memberikan kenikmatan berupa rahasia-rahasia yang terkandung dalam setiap huruf Al-Qur'an. Ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur'an bukan hanya aktivitas lahiriah, tetapi juga perjalanan spiritual untuk menyelami makna terdalam dari firman Allah.

Waktu Membaca Teks Kalamun Qodim

Pembacaan syair Kalamun Qodim memiliki waktu-waktu tertentu yang dianjurkan berdasarkan tradisi pesantren dan pengamalan para ulama. Berikut adalah poin-poin waktu yang tepat untuk membacanya:

1. Sebelum Memulai Menghafal Al-Qur'an

Syair ini dibaca sebagai pembuka sebelum seorang santri memulai sesi menghafal. Tujuannya adalah untuk memohon kemudahan dari Allah dalam proses menghafal, serta membangun niat yang suci. Penelitian di Pondok Pesantren menunjukkan bahwa pembacaan nadzam ini menjadi rutinitas yang mengawali kegiatan tahfidz.

2. Sebelum Muraja'ah (Mengulang Hafalan)

Ketika akan mengulang hafalan yang sudah ada, syair ini juga dianjurkan untuk dibaca. Hal ini bertujuan agar hafalan yang dimiliki tetap terjaga, lancar, dan tidak mudah lupa. Syair ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga amanah berupa hafalan Al-Qur'an.

3. Ketika Akan Membuka Mushaf

Dalam tradisi para ulama, membuka mushaf Al-Qur'an tidak dilakukan secara sembarangan. Syair Kalamun Qodim dibaca sebagai bentuk adab sebelum menyentuh dan membaca firman Allah, terutama di lingkungan majelis atau pengajian.

4. Setelah Selesai Membaca atau Mengkaji Al-Qur'an

Sebagian ulama menganjurkan pembacaan syair ini setelah selesai tadarus atau mengkaji Al-Qur'an. Hal ini sebagaimana tradisi yang berlaku di Ribath Al Haddar Lil Ulumis Syar'iyah, yang menjadikan syair ini sebagai penutup majelis Al-Qur'an.

5. Sebelum Kegiatan Pembelajaran Dimulai

Di banyak madrasah diniyah dan TPQ, syair Kalamun Qodim dibaca secara bersama-sama sebelum proses belajar mengajar dimulai. Kegiatan ini bertujuan untuk membuka hati para santri agar lebih mudah menerima ilmu dan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an.

Tata Cara Pengamalan Kalamun Qodim

Pembacaan syair Kalamun Qodim memiliki tata cara tertentu yang perlu diperhatikan agar pengamalannya sesuai dengan tradisi yang diwariskan para ulama. Berikut adalah poin-poin tata cara pengamalannya:

1. Membaca dengan Nada dan Irama yang Indah

Syair ini umumnya dibaca dengan nada atau irama tertentu, bukan seperti membaca prosa biasa. Tradisi di pesantren mengajarkan pembacaan nadzam dengan lagu-lagu yang khas, sehingga menciptakan suasana yang khusyuk dan menyentuh hati.

2. Dibaca Secara Bersama-sama

Di lingkungan madrasah diniyah dan pesantren, syair ini biasanya dibaca secara berjamaah atau bersama-sama, dipandu oleh seorang ustadz atau pemandu. Pembacaan bersama ini menciptakan energi spiritual kolektif yang kuat.

3. Didahului dengan Tawassul dan Al-Fatihah

Sebelum membaca syair Kalamun Qodim, biasanya dilakukan tawassul (berdoa melalui perantara Nabi atau orang-orang shalih) dan membaca Surah Al-Fatihah. Tawassul menjadi pembuka yang mengantarkan niat kepada Allah SWT.

4. Diringi dengan Penghayatan Makna

Pembacaan syair ini tidak boleh hanya sebatas melafalkan teks. Para pengamal dianjurkan untuk merenungkan makna setiap bait, sehingga syair ini benar-benar menjadi doa yang hidup dan bukan sekadar bacaan rutin. Pengkajian makna nadzam biasanya dilakukan dalam pengajian mingguan yang dipimpin oleh pengasuh.

5. Dilakukan dengan Penuh Adab dan Kekhusyukan

Karena syair ini berkaitan dengan Al-Qur'an, pembacaannya harus dilakukan dengan adab yang baik: dalam keadaan suci, menghadap kiblat jika memungkinkan, dan dengan hati yang tenang. Adab-adab ini sejalan dengan ajaran Imam An-Nawawi dalam At-Tibyān tentang pentingnya menghormati Al-Qur'an.

Hikmah Membaca Teks Kalamun Qodim

Membaca dan mengamalkan syair Kalamun Qodim membawa banyak hikmah dan keutamaan bagi para pengamalnya. Berikut adalah poin-poin hikmah utama:

1. Membuka Hati dan Memperoleh Kemudahan

Hikmah utama dari pembacaan syair ini adalah terbukanya hati untuk menerima cahaya Al-Qur'an. Nadzam ini berisi doa iftah qulubana (bukakanlah hati kami) dan fahhim bihi qolbi 'ulûmasy-syarî'ati (fahamkanlah hati ini dengan ilmu-ilmu syariat). Dengan membaca syair ini, seorang santri memohon kepada Allah agar hatinya dibukakan dan dipahamkan terhadap ilmu yang sedang dipelajari.

2. Menumbuhkan Kecintaan terhadap Al-Qur'an

Pembacaan syair ini secara rutin dipercaya dapat menanamkan rasa cinta yang mendalam terhadap Al-Qur'an. Syair ini mengajak pembacanya untuk merenungkan keindahan dan keagungan Al-Qur'an, sehingga tumbuh kesadaran bahwa Al-Qur'an adalah sumber kebahagiaan dan petunjuk hidup.

3. Memperkuat Keimanan dan Kekhusyukan

Syair ini dipercaya membawa keberkahan, memperkuat keimanan, dan membangkitkan kekhusyukan dalam setiap bacaan firman Allah. Dengan membaca syair ini sebelum berinteraksi dengan Al-Qur'an, seseorang mempersiapkan diri secara spiritual untuk menerima pesan-pesan ilahi.

4. Menjadi Wasilah Kesembuhan dan Petunjuk

Dalam syair ini terkandung doa bihi asytafî min kulli dâ-in (dengan Al-Qur'an aku meminta kesembuhan dari segala penyakit) dan dalîlun liqolbî 'inda jahlî wa hairotî (menjadi petunjuk hatiku ketika aku dalam kebodohan dan kebingungan). Hikmahnya, syair ini menjadi wasilah untuk memohon kesembuhan, baik fisik maupun spiritual, serta petunjuk dalam menghadapi kebingungan hidup.

5. Menjadi Tarbiyatul Qolbi (Pendidikan Hati)

Penelitian di Madrasah Diniyah Salafiyah Bumirejo menunjukkan bahwa pembiasaan membaca Nadzam Kalamun Qadim berfungsi sebagai tarbiyatul qolbi, yaitu pendidikan hati yang membukakan, menjernihkan, dan mendorong nilai-nilai spiritual santri. Syair ini bukan hanya bacaan pembuka, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan spiritualitas.

 

Pertanyaan Seputar Teks Kalamun Qodim

1. Apa arti Kalamun Qodim?

Kalamun Qodim secara bahasa berarti "ucapan yang terdahulu" atau "firman yang qadim". Dalam konteks pengamalan, istilah ini merujuk pada syair doa pembuka yang dibaca sebelum membaca atau menghafal Al-Qur'an, yang berisi pujian terhadap keagungan Al-Qur'an sebagai kalam Allah yang tidak pernah membosankan untuk didengarkan.

2. Kapan waktu membaca Kalamun Qodim?

Syair Kalamun Qodim dianjurkan untuk dibaca sebelum memulai menghafal Al-Qur'an, sebelum muraja'ah (mengulang hafalan), ketika akan membuka mushaf, setelah selesai membaca atau mengkaji Al-Qur'an, serta sebelum kegiatan pembelajaran di madrasah diniyah dan TPQ dimulai.

3. Apa saja isi syair Kalamun Qodim?

Isi syair Kalamun Qodim meliputi pujian terhadap Al-Qur'an sebagai kalam Allah yang qadim dan tidak membosankan, penegasan bahwa Al-Qur'an bebas dari unsur manusiawi, doa memohon kesembuhan dan cahaya petunjuk, permohonan untuk dimudahkan dalam menghafal dan mempelajari Al-Qur'an, serta pujian terhadap Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa mukjizat terbesar.

4. Siapa pengarang Kalamun Qodim?

Syair Kalamun Qodim dikarang oleh Sayyid Nuruddin Ali bin Muhammad bin Ali bin Abdirrohman bin Iroq al-Kinani, seorang ulama sufi yang lebih dikenal dengan panggilan Ibn Iroq al-Kinani.

5. Apa hikmah membaca Kalamun Qodim?

Hikmah membaca Kalamun Qodim antara lain membuka hati untuk menerima cahaya Al-Qur'an, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an, memperkuat keimanan dan kekhusyukan, menjadi wasilah kesembuhan dan petunjuk, serta menjadi sarana pendidikan hati (tarbiyatul qolbi) bagi para santri.