Doa Saat Mencuci Kaki Ibu: Ketahui Hadist Surga di Telapak Kaki Ibu dan Pentingnya Bakti

Mencuci kaki ibu adalah wujud bakti mulia. Temukan doa saat mencuci kaki ibu yang tepat dan makna hadist 'Surga di Telapak Kaki Ibu' yang menginspirasi dalam Islam.

Diterbitkan 24 September 2025, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Doa saat mencuci kaki ibu menjadi salah satu ungkapan rasa bakti yang dipraktikkan dalam budaya masyarakat Indonesia. Tradisi membasuh kaki ibu dan meminta doa ini telah mengakar dalam kehidupan sehari-hari umat muslim.

Praktik ini dipandang sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian kepada sosok yang telah memberikan kasih sayang tak terhingga sepanjang hidup. Dalam Islam, ada hadist yang menyatakan bahwa surga terletak di telapak kaki ibu.

Melansir dari Kitab Sunan An-Nasa'i, hadist ini menjadi landasan pentingnya berbakti kepada ibu dalam mencapai ridho Allah SWT. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (24/9/2025).

Doa Saat Mencuci Kaki Ibu: Arab, Latin, dan Terjemah

Meskipun tidak ada doa khusus yang diriwayatkan secara spesifik untuk mencuci kaki ibu, umat muslim umumnya membaca doa-doa umum ketika berbakti kepada orang tua. Praktik doa saat mencuci kaki ibu ini lebih merupakan bentuk penghormatan dan ungkapan kasih sayang.

Beberapa doa yang biasa dibaca saat berbakti kepada ibu antara lain doa untuk kedua orang tua yang terdapat dalam Al-Quran. Doa ini merupakan permohonan agar Allah mengasihi kedua orang tua sebagaimana mereka telah mengasuh kita di masa kecil.

Doa untuk Orang Tua:

Arab: رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Latin: Rabbir hamhuma kama rabbayaanii shaghiiran

Artinya: "Ya Tuhan, kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka telah mengasuh aku di waktu kecil."

Melansir dari Tafsir Ibnu Katsir, doa ini merupakan perintah Allah dalam Surah Al-Isra ayat 24 yang mengajarkan kita untuk selalu mendoakan kebaikan bagi kedua orang tua.

Hadist Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu

Hadist yang menyebutkan surga di bawah telapak kaki ibu merupakan salah satu hadist shahih yang diriwayatkan oleh beberapa ulama terkemuka. Hadist ini menjelaskan tentang kedudukan istimewa seorang ibu dalam pandangan Islam dan pentingnya berbakti kepadanya.

Bunyi hadist tersebut:

عن معاوية بن جاهمة السلمي، أن جاهمة رضي الله عنه جاء إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال : يا رسول الله أردت أن أغزو وقد جئت أستشيرك . فقال : هل لك من أم؟ قال نعم. قال : فالزمها فإن الجنة تحت رجليها

Artinya: "Dari Mu'awiyah bin Jahimah As-Sulami, ia datang menemui Rasulullah SAW. Ia berkata, 'Wahai Rasulullah, saya ingin ikut berperang dan saya sekarang memohon nasihat kepadamu?' Rasulullah SAW lalu bersabda, 'Kamu masih punya ibu?' Mu'awiyah menjawab, 'Ya, masih.' Rasulullah SAW bersabda, 'Berbaktilah kepada ibumu (lebih dahulu) karena sungguh ada surga di bawah kedua kakinya!'"

Hadist ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i, Ibnu Majah, dan Ahmad, serta dianggap shahih oleh Al-Hakim. Makna dari hadist ini bukan secara literal bahwa surga berada di bawah kaki ibu, melainkan menunjukkan bahwa jalan menuju surga adalah dengan berbakti kepada ibu.

Menurut penjelasan dalam buku Mencari Surga di Telapak Kaki Ibu karya Abdul Wahid, makna surga di telapak kaki ibu adalah sebagai bentuk pengabdian kepada orang tua, terutama ibu. Berbakti kepada orang tua dalam Islam dikenal dengan istilah birrul walidain.

Birrul Walidain: Kewajiban Berbakti kepada Orang Tua

Birrul walidain adalah istilah dalam etika Islam yang merujuk pada tindakan berbakti atau berbuat baik kepada kedua orang tua. Kewajiban ini hukumnya fardhu 'ain bagi setiap Muslim yang berarti wajib bagi setiap individu.

Konsep ini mencakup segala bentuk kebaikan, penghormatan, dan kasih sayang yang ditujukan kepada orang tua, baik saat mereka masih hidup maupun setelah meninggal dunia. Perintah untuk berbakti kepada orang tua disebutkan berkali-kali dalam Al-Qur'an, seringkali digandengkan dengan perintah untuk menyembah Allah SWT. 

Surah Al-Isra ayat 23-24 menegaskan larangan untuk berkata kasar atau membentak orang tua, bahkan sekadar mengucapkan "ah". Ayat ini juga memerintahkan untuk selalu bertutur kata yang mulia dan penuh kasih sayang, serta merendahkan diri dengan penuh kasih sayang dan mendoakan mereka.

Berbakti kepada orang tua juga merupakan salah satu amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT. Sebuah hadist dari Abdullah bin Mas'ud RA menyebutkan bahwa setelah shalat tepat waktu, berbuat baik kepada kedua orang tua adalah amalan yang paling dicintai Allah, bahkan setara dengan jihad di jalan-Nya.

Bentuk Bakti yang Dianjurkan dalam Islam

Islam memberikan pedoman jelas tentang cara berbakti kepada orang tua yang sesuai dengan ajaran agama. Bentuk-bentuk bakti ini tidak harus berupa ritual khusus, tetapi dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari melalui perbuatan dan sikap yang baik.

  • Menemani dengan Baik: Menghabiskan waktu bersama orang tua, terutama ketika mereka sudah berusia lanjut, merupakan bentuk bakti yang sangat berharga. Kehadiran anak di sisi orang tua memberikan kebahagiaan tersendiri bagi mereka.
  • Berkata dengan Lemah Lembut: Menggunakan perkataan yang sopan, tidak membentak, dan menghindari kata-kata yang dapat menyakiti hati orang tua adalah bentuk penghormatan yang ditekankan dalam Al-Quran.
  • Mendoakan Kebaikan: Selalu mendoakan kedua orang tua baik ketika masih hidup maupun setelah wafat merupakan bentuk bakti yang tidak pernah putus.
  • Membantu Secara Finansial: Memberikan bantuan materi sesuai kemampuan atau memberikan hadiah sebagai bentuk perhatian kepada orang tua.
  • Menjaga Hubungan Baik: Menjalin hubungan baik dengan sahabat-sahabat orang tua juga termasuk bentuk bakti yang dicontohkan oleh Abdullah bin Umar.

Doa-doa Lain untuk Orang Tua dari Al-Qur'an dan Hadist

Selain doa umum untuk memohon ampunan dan rahmat bagi orang tua, terdapat beberapa doa lain yang diajarkan dalam Al-Qur'an dan Hadist yang dapat dipanjatkan oleh seorang anak. Doa-doa ini mencakup permohonan untuk kebaikan di dunia dan akhirat, serta rasa syukur atas nikmat yang diberikan melalui orang tua.

Salah satu doa yang bersumber dari Al-Qur'an adalah bagian dari Surah Al-Isra ayat 24. Doa tersebut berbunyi:

"رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ"

Latinnya: "Rabbirhamhumaa kamaa rabbayaanii shagiiraa."

Artinya: "Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil,"

Doa lain yang diajarkan dalam Al-Qur'an, khususnya dalam Surah An-Naml ayat 19 adalah doa mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada diri sendiri dan orang tua. Doa tersebut berbunyi:

"fa tabassama dlahikam ming qaulihaa wa qaala Rabbi auzi'nii an asykura ni'matakal latii an'amta 'alayya waalidayya wa an a'mala shaalihan tardhaahu wa adkhilnii bi rahmatika fii 'ibaadikash shalihiin."

Artinya: "Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham dan kemampuan untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk tetap mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai." Bagi orang tua yang telah meninggal dunia, doa juga menjadi bentuk bakti yang tak terputus, memohon ampunan dan tempat mulia di sisi Allah SWT.

FAQ

1. Apakah ada doa khusus saat mencuci kaki ibu? Tidak ada doa khusus yang diriwayatkan, tetapi dapat membaca doa untuk orang tua dari Al-Quran.

2. Bagaimana hukum mencuci kaki ibu dalam Islam? Tidak ada kewajiban khusus, tetapi berbakti kepada orang tua dengan cara yang baik sangat dianjurkan.

3. Apakah boleh meminum air bekas mencuci kaki ibu? Para ulama tidak menganjurkan praktik ini karena tidak ada dalil syariat yang mendukung.

4. Kapan waktu yang baik untuk melakukan bakti kepada ibu? Setiap waktu adalah baik untuk berbakti kepada orang tua, tidak terbatas pada momen tertentu.

5. Apa hikmah dari hadist surga di telapak kaki ibu? Hikmahnya adalah pentingnya berbakti kepada ibu sebagai jalan menuju ridho Allah dan surga.

6. Bagaimana cara berbakti kepada ibu yang paling dianjurkan Islam? Dengan menemani, berkata lemah lembut, mendoakan, membantu kebutuhan, dan menghormati mereka.

7. Apakah tradisi mencuci kaki ibu termasuk ibadah? Jika diniatkan sebagai bentuk bakti kepada orang tua sesuai syariat, dapat bernilai ibadah.