Liputan6.com, Jakarta Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M menjadi momen penuh berkah yang dirayakan umat Islam di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Tradisi perayaan ini tak hanya diisi dengan pengajian, doa bersama, dan shalawat, tetapi juga menghadirkan aneka menu masakan tradisional khas daerah.
Setiap wilayah di Nusantara memiliki sajian unik yang menjadi simbol rasa syukur sekaligus perekat silaturahmi antarwarga. Mulai dari hidangan gurih hingga manis, makanan khas ini disajikan sebagai wujud kebersamaan dalam mengenang kelahiran Rasulullah SAW.
Dalam setiap perayaan Maulid Nabi, kehangatan terasa bukan hanya dari doa-doa yang terpanjat, tetapi juga dari aroma masakan tradisional yang menggugah selera. Ada yang menyajikan nasi kebuli khas Betawi, jenang abang dari Jawa, hingga bubur Asyura yang populer di Sumatera dan Kalimantan.
Advertisement
Setiap menu memiliki makna tersendiri yang mencerminkan nilai kebudayaan dan religiusitas masyarakat. Artikel ini akan mengajak Anda menelusuri beragam menu masakan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia yang senantiasa hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sebagai bagian dari tradisi penuh makna dan kebersamaan.
1. Nasi Kebuli BetawiÂ
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4945097/original/037600800_1726467670-top-close-up-view-pilaf-appetizing-pilaf-with-meat-wooden-kitchen-board.jpg)
Nasi kebuli adalah hidangan khas Betawi yang mendapat pengaruh Timur Tengah, sering disajikan saat Maulid Nabi. Aromanya harum karena dimasak dengan minyak samin, santan, dan rempah pilihan. Daging kambing yang empuk menjadi pelengkap utama, membuat nasi kebuli selalu jadi primadona dalam jamuan besar dan acara syukuran.
Resep & Cara Membuat:
-
Bahan:
- 500 g beras basmati
- 500 g daging kambing
- 1 liter kaldu kambing
- 200 ml santan
- 5 sdm minyak samin
- 5 siung bawang putih, 7 siung bawang merah, 1 ruas jahe
- 1 batang kayu manis, 5 butir kapulaga, 3 butir cengkih
- 1 sdt jintan, 1 sdt ketumbar, 2 sdt garam
- 2 sdm kismis, bawang goreng secukupnya
-
Cara Membuat:
- Tumis bawang merah, bawang putih, dan jahe hingga harum.
- Masukkan kayu manis, kapulaga, cengkih, jintan, dan ketumbar.
- Tambahkan potongan daging kambing, aduk hingga berubah warna.
- Tuang kaldu dan santan, masak hingga mendidih.
- Masukkan beras basmati, aduk hingga air terserap.
- Kukus sampai matang, lalu sajikan dengan kismis dan bawang goreng.
Advertisement
2. Jenang Abang JawaÂ
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4761784/original/037638800_1709596564-shutterstock_2019129776.jpg)
Jenang abang adalah dodol khas Jawa yang manis legit dengan warna merah yang melambangkan kebahagiaan. Hidangan ini biasanya dibuat dalam jumlah besar lalu dibagikan ke tetangga sebagai simbol berbagi berkah saat Maulid Nabi.
Resep & Cara Membuat:
-
Bahan:
- 1 kg beras ketan
- 1,5 liter santan kental
- 500 g gula merah, 250 g gula pasir
- 100 g tepung ketan
- 2 lembar daun pandan, 1 sdt garam
-
Cara Membuat:
- Rendam beras ketan semalaman lalu kukus hingga setengah matang.
- Masak santan, gula merah, gula pasir, pandan, dan garam hingga larut.
- Tambahkan tepung ketan yang dicairkan dengan air, aduk hingga mengental.
- Masukkan ketan kukus, aduk terus di atas api kecil hingga kalis.
- Tuang ke loyang yang sudah diolesi minyak, ratakan.
- Dinginkan, potong-potong sesuai selera sebelum disajikan.
3. Bubur Asyura SumateraÂ
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1903119/original/018210900_1518697892-Bubur_Ayam.jpg)
Bubur Asyura kaya isian, mulai dari sayur, kacang-kacangan, hingga daging ayam. Filosofinya adalah kebersamaan karena hidangan ini biasanya dimasak besar-besaran untuk dibagi kepada banyak orang saat peringatan Maulid Nabi.
Resep & Cara Membuat:
-
Bahan:
- 500 g beras
- 1 liter santan
- 250 g daging ayam (suwir)
- 100 g kacang hijau, 100 g jagung pipil
- 2 buah wortel potong dadu, 100 g bayam
- 2 lembar daun salam, 2 batang serai
- 3 siung bawang putih, 5 siung bawang merah
- 1 sdm ketumbar, 2 sdt garam
-
Cara Membuat:
- Rebus beras dengan santan hingga menjadi bubur.
- Tumis bawang merah, bawang putih, dan ketumbar.
- Masukkan daging ayam suwir, tumis hingga harum.
- Tambahkan kacang hijau, jagung, wortel, bayam, serai, dan daun salam.
- Campurkan ke dalam bubur, masak hingga semua bahan matang.
- Sajikan hangat dengan taburan bawang goreng.
Advertisement
4. Tumpeng Nasi Kuning JawaÂ
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4034752/original/081564600_1653583983-024423800_1596089546-nasi-kuning-5763918.jpg)
Tumpeng nasi kuning menjadi simbol rasa syukur. Bentuk kerucut melambangkan doa agar manusia selalu dekat dengan Allah. Sajian ini biasanya lengkap dengan lauk pauk sehingga menjadi hidangan utama dalam Maulid Nabi.
Resep & Cara Membuat:
-
Bahan:
- 1 kg beras
- 1 liter santan
- 2 ruas kunyit (haluskan)
- 3 lembar daun salam, 2 batang serai
- 1 sdt garam
-
Cara Membuat:
- Rendam beras dengan air kunyit hingga berwarna kuning.
- Kukus beras hingga setengah matang.
- Masak santan bersama daun salam, serai, dan garam.
- Masukkan beras, aduk hingga santan terserap.
- Kukus kembali sampai matang.
- Cetak berbentuk kerucut, lengkapi dengan lauk seperti ayam goreng, tempe orek, dan telur balado.
5. Ayam Besanga Kalimantan SelatanÂ
Ayam besanga adalah sajian khas Banjar yang kaya bumbu rempah. Teksturnya lembut dengan rasa gurih dan pedas ringan, cocok disantap dengan nasi hangat saat acara besar seperti Maulid Nabi.
Resep & Cara Membuat:
-
Bahan:
- 1 ekor ayam kampung potong 12 bagian
- 500 ml santan kental
- 2 batang serai, 3 lembar daun jeruk, 2 lembar daun salam
- 2 sdm minyak goreng
-
Bumbu Halus:
- 10 siung bawang merah, 6 siung bawang putih
- 5 butir kemiri, 1 ruas kunyit, 1 ruas lengkuas, 1 ruas jahe
- 10 cabai merah, 1 sdt garam, 1 sdt gula pasir
-
Cara Membuat:
- Tumis bumbu halus hingga harum.
- Masukkan serai, daun jeruk, dan daun salam.
- Tambahkan ayam, aduk hingga berubah warna.
- Tuang santan, kecilkan api, masak perlahan sambil diaduk.
- Biarkan hingga ayam empuk dan bumbu meresap.
- Sajikan dengan nasi hangat.
Advertisement
6. Songkolo Bugis (Sulawesi Selatan)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1256936/original/002174800_1465286275-20160607-_songkolo_begadang_makassar.jpg)
Songkolo atau sokko adalah ketan kukus yang disajikan dengan kelapa sangrai (serundeng) dan lauk sederhana seperti ikan asin atau telur rebus. Sajian khas Bugis ini melambangkan kesederhanaan dan kebersamaan yang erat dalam perayaan Maulid Nabi.
Resep & Cara Membuat:
-
Bahan:
- 500 g beras ketan putih atau hitam
- 200 g kelapa parut
- 1 sdt garam
- Ikan asin goreng secukupnya atau telur rebus
-
Cara Membuat:
- Rendam ketan minimal 4 jam.
- Kukus ketan hingga setengah matang.
- Taburi sedikit garam, lalu kukus kembali hingga matang.
- Sangrai kelapa parut dengan sedikit garam hingga kecokelatan (serundeng).
- Sajikan ketan bersama serundeng, ikan asin goreng, atau telur rebus.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Mengapa perayaan Maulid Nabi identik dengan makanan tradisional?
Karena makanan tradisional mencerminkan budaya, kebersamaan, serta menjadi simbol rasa syukur masyarakat.
2. Apa makanan khas Jawa yang sering disajikan saat Maulid Nabi?
Biasanya jenang abang dan tumpeng nasi kuning.
3. Apakah setiap daerah di Indonesia punya menu khusus Maulid Nabi?
Ya, hampir setiap daerah punya tradisi kuliner masing-masing, seperti bubur Asyura di Sumatera atau songkolo di Sulawesi.
4. Bisa nggak menu tradisional Maulid dimodifikasi sesuai selera?
Tentu bisa, misalnya menyesuaikan tingkat manis, gurih, atau jenis lauk sesuai kebutuhan keluarga.
5. Apa makna utama menyajikan hidangan di Maulid Nabi?
Maknanya adalah berbagi kebahagiaan, mempererat silaturahmi, dan meneladani sifat Rasulullah SAW.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3030294/original/015512500_1769082557-beautiful-cloudy-summer-dawn-rimini-italy_652240-308.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4917530/original/059469900_1723604105-close-up-high-protein-soup-meal__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3864017/original/044019100_1738389296-1596670441577.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5417717/original/026810000_1763544372-Ilustrasi_Sholawat.jpg)