Simak Doa Menabur Bunga di Makam Saat Berziarah, Pahami Juga Adabnya yang Benar

Ziarah kubur adalah tradisi penting dalam Islam, seringkali diiringi dengan doa menabur bunga di makam. Pahami adab dan doa yang benar agar ibadah ini sesuai tuntunan syariat dan membawa berkah.

Diterbitkan 29 Agustus 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Praktik doa menabur bunga di makam dan menyiram air di atasnya adalah bagian dari upaya mendoakan serta memohonkan ampunan bagi ahli kubur. Hal ini juga menjadi pengingat bagi peziarah akan kematian dan kehidupan akhirat yang pasti akan datang.

Ziarah kubur sendiri merupakan tradisi yang telah lama melekat dalam masyarakat Muslim, khususnya di Indonesia. Melansir dari buku Memaknai Kematian karya Jalaludin Rakhmat (2008:249), ziarah kubur adalah sunah Rasulullah SAW dan merupakan cara untuk mendoakan orang-orang yang telah mendahului pergi.

Amalan ini memiliki hikmah yang mendalam dalam memperkuat iman dan mengingatkan akan akhirat. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (29/8/2025).

Doa Menabur Bunga di Makam: Arab, Latin, dan Terjemah

Praktik menabur bunga di makam seringkali diiringi dengan menyiram air dan terdapat doa khusus yang dapat diamalkan saat melakukan tindakan ini. Doa ini bertujuan untuk memohon kesejukan dan rahmat bagi penghuni kubur.

Imam Nawawi al-Bantani dalam kitabnya Nihayatuz Zain menjelaskan bahwa hukum menyiram air dingin di kuburan adalah sunah, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW terhadap pusara putranya, Ibrahim.

Meskipun demikian, menyiram dengan air mawar hukumnya makruh jika alasannya menyia-nyiakan barang berharga, namun Imam Subuki berpendapat tidak mengapa jika tujuannya mengharapkan kehadiran malaikat yang menyukai bau wangi.

Berikut adalah bacaan doa menyiram air di kuburan yang dapat diamalkan saat menabur bunga:

Arab: أَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا المَاءَ بَرْدًا وَسَلَامًا فِي قَبْرِهِهَا وَاسْقِ تَرَاهُ / هَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Latin: Allahummaj'al haadzaalmaa'abar dannwasaalaamann fiiqabrihi haa wasqitsaraahu haa birahmatika yaa arhamarrahimin.

Terjemah: Ya Allah jadikanlah air ini sebagai pendingin dan keselamatan di dalam kuburnya, dan tuangkanlah rahmat di dalam kuburnya dengan rahmat-Mu wahai Yang Pengasih dari Yang Pengasih.

Doa ini memohon agar air yang disiramkan menjadi pendingin dan membawa keselamatan bagi ahli kubur, serta agar rahmat Allah senantiasa tercurah kepada mereka.

Hukum Menabur Bunga dan Menyiram Air di Makam

Praktik menabur bunga dan menyiram air di makam adalah kebiasaan yang umum dilakukan saat ziarah kubur di Indonesia. Hukum mengenai praktik ini dalam Islam telah menjadi pembahasan di kalangan ulama.

Menurut beberapa ulama, menaburkan bunga di makam diperbolehkan dan didasarkan pada riwayat shahih tentang Rasulullah SAW yang meletakkan dahan basah di atas kuburan untuk meringankan siksa ahli kubur. Beberapa sumber menyebut jika menaburkan bunga dibolehkan ketika ziarah kubur, didasarkan pada peristiwa Rasulullah SAW yang pernah meletakkan dahan di atas kuburan dengan tujuan meringankan siksa kubur jenazah.

Syekh Wahbah Az-Zuhayli dalam kitabnya Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu menjelaskan bahwa peletakan dahan basah bertujuan untuk meringankan siksa ahli kubur selama dahan tersebut belum kering, karena tasbih dahan basah lebih sempurna. Dari riwayat ini, para ulama fikih menyimpulkan bahwa peletakan dahan basah atau penaburan kembang/bunga di atas kubur disunahkan, terutama yang masih segar.

As-Syarbini dalam Al-Iqna dalam Hamisy Tuhfatul Habib juga menyatakan bahwa disunahkan meletakkan dahan pohon yang masih segar di atas kubur, demikian pula benda-benda yang mengandung aroma sedap atau serupa dari zat yang basah-segar. Namun, ada pula pandangan yang menyebutkan bahwa menabur bunga di kuburan bukanlah amalan yang dianjurkan atau diperintahkan secara eksplisit dalam hadis-hadis sahih, meskipun tidak dilarang.

Adab Ziarah Kubur yang Dianjurkan

Saat melakukan ziarah kubur, terdapat beberapa adab yang dianjurkan dalam Islam untuk menjaga kesopanan dan keberkahan. Adab-adab ini penting untuk dipahami dan diamalkan oleh setiap peziarah.

  • Berwudu: Setiap Muslim yang hendak berziarah kubur disunahkan berwudu terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk menyucikan diri karena peziarah akan membaca doa berupa ayat-ayat Al-Quran.
  • Mengucap Salam: Mengucap salam saat memasuki area pemakaman adalah sunah yang dicontohkan Rasulullah SAW. Tujuannya adalah memohon ampunan kepada Allah untuk para penghuni kubur. Salah satu lafaz salam yang diajarkan adalah: "Assalamu 'alaikum yaa hadratal marhum… wa yaa ahlad diyaari minal mu'miniina wal mu'minaati wal muslimiina wal muslimaati wa innaa insyaa Allahu bikum laahiquuna wa antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba'un. Nas'alullahal 'afiyata lanaa wa lakum." 
  • Merenungkan Kematian: Tujuan utama berziarah kubur adalah mengingat kematian. Dengan begitu, umat Muslim mampu menjauhkan diri dari maksiat dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.
  • Membacakan Doa untuk Ahli Kubur: Tidak hanya mengingat kematian, para peziarah juga dianjurkan mendoakan serta memohonkan ampunan untuk ahli kubur. Adab-adab ini, seperti yang dikutip dari buku Adab Ziarah Kubur Bagi Wanita karya Amr Abdul Mun’im, merupakan panduan penting bagi peziarah.

Doa-doa Lain Saat Berziarah Kubur

Selain doa khusus saat menabur bunga atau menyiram air, ada beberapa doa dan bacaan lain yang dianjurkan untuk dibaca saat berziarah kubur. Doa-doa ini bertujuan untuk mendoakan ahli kubur dan memohon ampunan bagi mereka.

Salam kepada Ahli Kubur:

Saat memasuki area pemakaman, disunahkan untuk mengucapkan salam kepada penghuni kubur. Lafaz salam yang umum dibaca adalah:

"السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ"

Artinya: "Salam atas kamu wahai penghuni pemukiman yang terdiri dari kaum mukminin dan kaum muslimin, dan sungguh kami Insya Allah benar-benar akan menyusul kamu."

Membaca Istighfar

Memohon ampunan kepada Allah SWT adalah amalan yang sangat dianjurkan. Bacaan istighfar yang dapat dilafazkan adalah: "Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa atubu Ilaihi."

Artinya: "Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya."

Membaca Surat-surat Pendek Al-Quran:

Dianjurkan membaca surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas.

Membaca Kalimat Tahlil:

Kalimat tauhid "Laa Ilaaha Illallah" dapat dibaca berulang kali.

Doa Umum untuk Ahli Kubur:

Doa ini memohon ampunan, rahmat, dan kelapangan kubur bagi yang telah meninggal. Salah satu doa yang sering dibaca adalah:

"Allahummaghfirlahu war hamhu wa'fu 'anhu wa 'aafìhii, wa akrim nuzuulahu wawassi' mudkholahu, waghsilhu bimaa'i wats-tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi." 

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah dia, sehatkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami (istri) yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula."

Keutamaan Ziarah Kubur dalam Hadis

Ziarah kubur dan pembacaan doa ahli kubur memiliki keutamaan khusus yang dijelaskan dalam berbagai hadis Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW bersabda bahwa ziarah kubur dapat menghadirkan rasa takut kepada Allah SWT dan mengingatkan akan kematian. Dalam hadis lain disebutkan: "Barangsiapa yang berziarah ke kubur kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya setiap hari Jumat, maka Allah SWT akan mengampuni dosanya dan menulisnya sebagai anak yang berbakti" (HR. Tirmidzi).

Keutamaan lain dari membaca doa ahli kubur adalah dapat memperoleh pahala dan doa yang mustajab. Ziarah juga dapat meningkatkan rasa kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal.

Rasulullah SAW juga bersabda: "Ziarahilah kuburan karena itu akan melunakkan hati, membuat air mata mengalir, dan mengingatkan akan akhirat" (HR. Ibnu Majah). Hadis ini menunjukkan bahwa doa ahli kubur dan ziarah memiliki dampak spiritual yang mendalam.

Hal-hal yang Perlu Dihindari Saat Ziarah Kubur

Meskipun ziarah kubur adalah amalan yang dianjurkan, terdapat beberapa hal yang perlu dihindari agar tidak menyimpang dari ajaran Islam dan menjaga adab di area pemakaman.

  • Menangis Berlebihan atau Meratap: Menangis karena kesedihan diperbolehkan, namun menangis yang disertai teriakan, jeritan, memukul-mukul pipi, atau merobek pakaian adalah dilarang. Rasulullah SAW bersabda, "Aku berlepas diri dari orang yang mencukur rambutnya, berguling-guling dan merobek-robek baju."
  • Thawaf (Mengelilingi) Kuburan: Diharamkan melakukan thawaf atau mengelilingi kuburan para wali atau orang saleh, karena ini menyerupai ibadah yang hanya ditujukan kepada Ka'bah.
  • Berkata Buruk atau Bergurau Sendiri: Area pemakaman adalah tempat untuk merenung dan berdoa, sehingga dilarang berkata-kata buruk, bergurau, atau berbual kosong.
  • Duduk atau Menginjak Kuburan Tanpa Kebutuhan: Dimakruhkan duduk di atas kuburan atau menginjaknya tanpa ada kebutuhan yang mendesak. Hadis riwayat Abu Hurairah RA menyebutkan bahwa duduk di atas bara api lebih baik daripada duduk di atas kubur.
  • Bermalam di Kuburan: Dimakruhkan bermalam di kuburan hingga fajar tiba.
  • Mencari Manfaat atau Memohon kepada Ahli Kubur: Niat mencari manfaat duniawi atau memohon sesuatu kepada orang yang telah meninggal dunia adalah perbuatan syirik dan sangat dilarang. Permohonan hanya ditujukan kepada Allah SWT. 
  • Mengambil Benda-benda Kubur sebagai Jimat: Dilarang mengambil kerikil, batu, tanah, bunga, atau benda lain dari kuburan dengan niat menjadikannya jimat.

Daftar Sumber

  • Rakhmat, Jalaludin. 2008. Memaknai Kematian. Bandung: Mizan.
  • Mun'im, Amr Abdul (2019). ADAB ZIARAH KUBUR BAGI WANITA. PublisherL Darul Falah. ISBN: 9789793036243
  • Imam Nawawi al-Bantani. Nihayatuz Zain.
  • Syekh Wahbah Az-Zuhayli. Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu.
  • HR. Tirmidzi

FAQ

  1. Apakah ada doa khusus saat menabur bunga di makam? Ada doa yang dianjurkan saat menyiram air di makam, yang seringkali dilakukan bersamaan dengan menabur bunga.
  2. Apa hukum menabur bunga di makam dalam Islam? Menabur bunga di makam hukumnya diperbolehkan dan disunahkan menurut sebagian ulama.
  3. Mengapa Rasulullah SAW meletakkan dahan basah di kuburan? Rasulullah SAW meletakkan dahan basah untuk meringankan siksa ahli kubur selama dahan tersebut belum kering.
  4. Apakah menabur bunga dapat meringankan siksa kubur? Beberapa ulama berpendapat bahwa menabur bunga segar dapat meringankan siksa kubur karena tasbih dari tumbuhan yang masih hidup.
  5. Apakah ada larangan terkait jenis bunga yang ditabur? Tidak ada larangan spesifik, namun dianjurkan menggunakan bunga atau tumbuhan yang masih segar dan memiliki aroma sedap.
  6. Apakah menabur bunga wajib dilakukan saat ziarah kubur? Menabur bunga bukanlah kewajiban, melainkan amalan yang diperbolehkan dan disunahkan menurut sebagian pandangan.
  7. Selain menabur bunga, apa lagi yang bisa dilakukan saat ziarah kubur? Selain menabur bunga, peziarah dianjurkan membaca salam, istighfar, surat-surat pendek Al-Quran, dan mendoakan ahli kubur.