Liputan6.com, Jakarta - Mengirim doa bagi keluarga yang telah berpulang merupakan sebuah amalan yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Praktik ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian dan kasih sayang terhadap mereka yang telah tiada, tetapi juga sebagai sarana penting untuk memohonkan ampunan, rahmat, serta kebaikan di sisi Allah SWT. Memahami cara kirim doa untuk keluarga yang meninggal adalah langkah krusial bagi setiap Muslim.
Berbagai cara kirim doa untuk keluarga yang meninggal dapat dilakukan, baik secara individu maupun bersama-sama, di rumah, majelis taklim, atau saat ziarah kubur. Doa bagi almarhum atau almarhumah adalah bentuk penghormatan dan harapan agar mereka mendapatkan tempat terbaik di akhirat, sekaligus menjadi pengingat bagi yang masih hidup akan hakikat kematian.
Dengan mengetahui cara kirim doa untuk keluarga yang meninggal, umat Muslim dapat terus menjalin hubungan spiritual dengan kerabat yang telah tiada, menjalankan sunah, dan memperoleh keberkahan. Mari simak informasi lengkapnya, dalam rangkuman yang telah LIputan6 rankum berikut ini, pada Kamis (26/2).
Advertisement
Pentingnya Mengirim Doa untuk Keluarga yang Telah Meninggal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4404993/original/056499100_1682301758-20230414-Tradisi-Ziarah-Usai-Idul-Fitri-Iqbal-1.jpg)
Mendoakan orang yang telah berpulang adalah tindakan yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Doa ini merepresentasikan bentuk kasih sayang, penghormatan, dan upaya untuk membantu mereka di akhirat. Amalan ini diyakini mampu meringankan beban mereka di alam kubur serta memberikan ketenangan di akhirat.
Manfaat dari mendoakan orang yang sudah meninggal tidak hanya dirasakan oleh almarhum, tetapi juga bagi individu yang memanjatkan doa. Hal ini dapat menghadirkan ketenangan batin, mengurangi rasa sedih dan kehilangan, meningkatkan keimanan, serta mempererat tali silaturahmi. Selain itu, doa juga menjadi pengingat akan kematian dan kehidupan setelahnya.
Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika seseorang meninggal dunia, terputuslah amalannya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya. Hadis ini menegaskan betapa pentingnya doa dari anak yang saleh sebagai salah satu amalan yang terus memberikan manfaat bagi orang tua yang telah tiada.
Advertisement
Cara Mengirim Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4834999/original/045552600_1715939587-medium-shot-islamic-man-grieving.jpg)
Terdapat beberapa metode yang umum dilakukan oleh umat Muslim untuk mengirim doa bagi keluarga yang telah meninggal, di antaranya melalui tradisi tahlilan dan ziarah kubur.
Melalui Tahlilan
Tahlilan merupakan salah satu cara mengirim doa bagi orang yang telah meninggal yang lazim dipraktikkan di Indonesia. Dalam pelaksanaan tahlilan, keluarga biasanya mempersiapkan hari, tanggal, tempat, dan daftar tamu yang akan diundang. Nama-nama almarhum atau almarhumah yang akan didoakan ditentukan, serta hidangan dan bingkisan untuk tamu juga disiapkan.
Pada pelaksanaannya, tahlilan dipimpin oleh seorang ustaz yang membacakan doa bagi almarhum, menyebut nama mereka, serta membaca surah-surah pendek seperti Al-Falaq dan An-Naas. Secara etimologis, tahlilan berarti membaca lafaz "La ilaha ill-Allah". Dalam konteks sosial-budaya di Indonesia, tahlil adalah acara seremoni keagamaan untuk memperingati dan mendoakan orang yang meninggal.
Meskipun tahlilan adalah tradisi yang kuat di sebagian masyarakat Muslim Indonesia, perlu diketahui bahwa pandangan ulama mengenai hukum tahlilan bervariasi. Beberapa ulama berpendapat bahwa tahlilan tidak termasuk dalam praktik yang dianjurkan atau disyariatkan dalam agama Islam, sementara yang lain menganggapnya boleh dan bisa bernilai pahala jika niatnya ikhlas karena Allah SWT.
Bacaan Umum dalam Tahlilan:
Salam dan Istighfar:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله وبركاته ... أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ
As-salāmu 'alaykum wa raḥmatu Allāhi wa barakātuh... Astaghfirullāhal 'adzîm (3x)
(Artinya: "Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya terlimpah atas kalian... Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.")
Pembukaan dengan Al-Fatihah:
إِلَى حَضْرَةِ نَبِيْنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْءٌ اللَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Ila ḥaḍratin nabiyyinā Muḥammad ṣallāllāhu 'alayhi wa sallam, shay'un lillāhi lahum al-Fātiḥah
(Artinya: "Kepada yang terhormat Nabi kita Muhammad SAW, sesuatu karena Allah untuk mereka, Al-Fatihah.")
Kemudian dilanjutkan dengan menyebut para sahabat utama dan nama-nama almarhum/almarhumah yang didoakan:
ثم إلى أزواح أبي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيَّ شَيْءٌ اللَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Tsumma ila arwahi abi bakrim, wa 'imar, wa 'utsman, wa 'ali, syain lillahi lahumul fatihah(Artinya: "Kemudian kepada ruh Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, sesuatu karena Allah untuk mereka, Al-Fatihah.")
ثم إلى أرواح ..... شَيْءٌ اللَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَة
Tsumma ila arwahi wa arwahi .... (disebutkan nama-nama almarhum dan almarhumah yang akan dikirimi doa), syai'un lillaahi lahumul fatihah
(Artinya: "Kemudian kepada ruh... (disebutkan nama-nama almarhum dan almarhumah), sesuatu karena Allah untuk mereka, Al-Fatihah.")
Bacaan Tauhid dan Surah Pendek:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ .... قُلْ هُوَ الله أحدٌ : اللَّهُ الصَّمَدُ : لَمْ يَلِدُ وَلَمْ يُولد الله وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar... qul huwa Allāhu aḥad, Allāhuṣ-Ṣamad, lam yalid wa lam yūlad, wa lam yakun lahu kufuwan aḥad... (diulang 2x)
(Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar... Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.")
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ .... قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar... qul a'ūdhu birabbi al-falaq, min sharri mā khalaq, wa min sharri ghāsiqin idhā waqab, wa min sharri an-naffāthāti fil-'uqad, wa min sharri ḥāsidin idhā ḥasad... (diulang 2x)
(Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar... Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul (tali), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.")
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ .... قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّASِ إِلَهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar... qul a'ūdhu birabbi an-nās, malikil-nās, ilāhin-nās, min sharri al-waswāsil khannās, alladhī yuwaswisu fī ṣudūri an-nās, min al-jinnati wan-nās... (diulang 2x)
(Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar... Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.")
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar
(Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.")
Melalui Ziarah Kubur
Ziarah kubur adalah kegiatan mengunjungi makam keluarga, kerabat, atau para ulama untuk mendoakan mereka dan mengingat kematian. Amalan ini memiliki banyak keutamaan dan sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW pada awalnya sempat melarang ziarah kubur, namun kemudian memperbolehkannya karena dapat melunakkan hati, menitikkan air mata, dan mengingatkan pada akhirat.
Rasulullah SAW bersabda, "Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian, sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan (air) mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk (pada saat ziarah)." Hadis ini menunjukkan bahwa ziarah kubur memiliki hikmah besar sebagai pengingat akan akhirat dan kematian.
Bacaan Doa Ziarah Kubur:
Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah bacaan doa yang dapat diamalkan saat ziarah kubur:
Mengucapkan Salam:
السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَأَتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُونَ
Assalamu'alaikum dara qaumìn mu'mìnîn wa atakum ma tu'adun ghadan mu'ajjalun, wa inna insya-Allahu bikum lahiqun
(Artinya: "Assalamualaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.")
Beristighfar:
أسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullāhal'adzîm, alladzî lâilâha illâ huwal-ḫayyul qayyûmu wa atûbu ilaih
(Artinya: "Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.")
Melafalkan Surah Al-Fatihah:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ
Bismillahir-rahmānir-rahīm al-hamdu lillāhi rabbil-'ālamīn ar-rahmānir-rahīm māliki yaumid-dīn iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'in ihdinaş-şirātal-mustaqīm şirāțallażīna an'amta 'alaihim gairil-magdubi 'alaihim wa lad-dāllīn
(Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.")
Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas:
Surah Al-Ikhlas:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Qul huwallāhu aḥad allāhuṣ-ṣamad lam yalid wa lam yūlad wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.
(Artinya: "Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.")
Surah Al-Falaq:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Qul a'ūdzu birabbil-falaq min sharri mā khalaqwa min sharri ghāsiqin idzā waqab wa min sharrin-naffāṡāti fil-'uqad wa min sharri ḥāsidin idzā ḥasad
(Artinya: "Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul (tali), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.")
Surah An-Nas:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلٰهِ النَّASِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Qul a'ūdzu birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās min sharril-waswāsil-khannās alladzī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās minal-jinnati wan-nās.
(Artinya: "Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.")
Membaca Tahlil:
لَا إِلَهَ إِلَّا الله
Laailaaha Illallah
(Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah.")
Membaca Doa Ziarah Kubur:
اللهمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْ
رًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Allaahummaghfir lahu warhamhu wa 'aafihi wa'fu 'anhu wa akrim nuzulahu wa wassi' mudkhalahu waghsilhu bil maa-i wats-tsalji wal baradi wa naqqihi minal khathaayaa kamaa naqqaytats-tsawbal abyadha minad-danasi wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zawjan khairan min zawjihi wa adkhilhul jannata wa qihi fitnatal qabri wa 'adzaaban-naar.
(Artinya: "Ya Allah! Ampuni dan rahmatilah dia, maafkan dan berilah dia keselamatan, muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah tempat masuknya, mandikanlah dia dengan air, salju dan es. Bersihkanlah dia dari kesalahan-kesalahan seperti baju putih yang dibersihkan dari kotoran. Berilah ia tempat tinggal yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, istri yang lebih baik dari istrinya dan jagalah dia dari fitnah kubur dan siksa neraka.")
Tata Cara dan Adab Ziarah Kubur Sesuai Sunnah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4491252/original/053957400_1688529312-pexels-meruyert-gonullu-6908028.jpg)
Ziarah kubur tidak hanya sekadar kunjungan, melainkan memiliki adab dan tata cara yang dianjurkan sesuai sunah Rasulullah SAW. Adab ini bertujuan untuk menjaga kesopanan dan menghormati makam, serta agar ibadah ziarah menjadi lebih bernilai.
- Berwudu Terlebih Dahulu: Sebelum berziarah, disarankan untuk berwudu agar tubuh dan hati lebih bersih, sehingga ibadah ziarah menjadi lebih sah dan khusyuk.
- Memberikan Salam kepada Penghuni Kubur: Saat memasuki area pemakaman, ucapkan salam kepada para penghuni kubur sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi mereka yang telah meninggal. Rasulullah SAW menganjurkan peziarah untuk menyampaikan salam sekaligus doa. Contoh salam: "Assalamu'alaikum dara qaumìn mu'mìnîn wa atakum ma tu'adun ghadan mu'ajjalun, wa inna insya-Allahu bikum lahiqun" (Artinya: "Assalamualaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.").
- Menghadap Kiblat Saat Berdoa: Ketika mendoakan almarhum, dianjurkan untuk menghadap kiblat, serupa dengan saat mendoakan jenazah. Peziarah juga disarankan membaca tasbih, takbir, tahmid, dan zikir selama doa.
- Membacakan Doa untuk Almarhum: Peziarah mendoakan almarhum dengan membaca zikir, tasbih, takbir, tahmid, dan doa khusus, kemudian menutup doa dengan surah Al-Fatihah sesuai sunah.
- Membaca Ayat-ayat Pendek: Membacakan ayat-ayat pendek dari Al-Qur'an adalah tata cara ziarah kubur yang dianjurkan. Al-Marwazi meriwayatkan dari Ahmad bin Hanbal, yang mengatakan: "Bila kalian masuk ke dalam taman makam (kuburan), maka bacalah Al Fatihah, surah Al Ikhlash dan Al Muawwidzatain (Al Falaq dan An Naas). Jadikanlah pahalanya untuk mayat-mayat di dalam kuburan tersebut, karena sungguh pahalanya sampai kepada mereka."
- Hindari Duduk atau Menginjak Kuburan: Peziarah disarankan untuk tidak duduk atau menginjak kuburan sebagai bentuk penghormatan. Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah kalian salat (berdoa) kepada kuburan, dan janganlah kalian duduk di atasnya." Hadis lain juga menyebutkan: "Seandainya seseorang duduk di atas bara api sehingga membakar pakaiannya sampai kulitnya, itu lebih baik baginya dibandingkan duduk di atas kuburan." Larangan ini bertujuan untuk menghormati jenazah dan menjaga akidah agar tidak terjadi pengagungan kuburan yang dapat menjerumuskan pada syirik.
- Hindari Sikap Berlebihan: Saat berada di makam, jangan melakukan hal-hal berlebihan, misalnya menjadikan kuburan seperti tempat ibadah. Ziarah kubur pada dasarnya adalah sunah yang bertujuan untuk mengingatkan manusia akan kehidupan akhirat.
QnA Seputar Cara Mengirim Doa untuk Keluarga yang Meninggal
1. Bagaimana cara mengirim doa untuk keluarga yang sudah meninggal?
Cara paling sederhana adalah dengan mendoakan secara langsung setelah salat atau di waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam. Anda bisa menyebut nama almarhum/almarhumah secara khusus dalam doa, memohonkan ampunan, kelapangan kubur, dan ditempatkan di sisi terbaik. Doa yang tulus dan konsisten jauh lebih utama daripada panjangnya bacaan.
2. Apakah doa harus dilakukan di makam?
Tidak harus. Doa bisa dipanjatkan di mana saja, baik di rumah maupun di tempat ibadah. Ziarah kubur memang dianjurkan untuk mengingat kematian dan mendoakan ahli kubur, tetapi mengirim doa tidak terbatas pada lokasi tertentu. Yang terpenting adalah kekhusyukan dan keikhlasan hati.
3. Bacaan doa apa yang bisa dibaca untuk orang yang sudah meninggal?
Anda dapat membaca doa memohon ampunan seperti “Allahummaghfirlahu warhamhu…” atau membaca surat Al-Fatihah, Yasin, serta dzikir dan tahlil, lalu menghadiahkan pahalanya untuk almarhum. Selain itu, memperbanyak istighfar dan sedekah atas nama beliau juga termasuk bentuk doa yang bermanfaat.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889778/original/044650100_1720754462-tentara_israel_dapet_kiriman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380981/original/046199200_1760441878-klaim_link_magang_kemnaker.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5179203/original/068527500_1743501774-20250401-Tradisi_Ziarah_Kubur-MER_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247508/original/065942500_1749538198-pildun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618472/original/047612700_1782607192-000_B8JU4KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287291/original/083160400_1783207895-063_2284678786.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299067/original/052484900_1784191879-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4256851/original/004151200_1670703759-7_AP22344709351178.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299482/original/065812300_1784259465-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297796/original/002584500_1784106935-didier.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299317/original/088764800_1784212809-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297046/original/098584500_1784067058-Spain_s_Mikel_Oyarzabal__left__celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300004/original/015093400_1784283318-000_C2EH69E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4246766/original/006828700_1669910509-AP22335568653043.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515338/original/091871000_1772170919-Marcell.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4010961/original/082719200_1651214802-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4009177/original/025105400_1651103102-AP22117764798936.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5518070/original/033110600_1772458358-WhatsApp_Image_2026-03-02_at_20.16.56.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513002/original/033861600_1772000804-Bupati_Kediri.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516730/original/010187800_1772343559-WhatsApp_Image_2026-03-01_at_07.17.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515937/original/090993100_1772237106-Puding_Kelapa_Jeruk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5392495/original/027892700_1761464864-1000686326.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516596/original/040109500_1772336312-WhatsApp_Image_2026-02-28_at_20.52.21__1_.jpeg)