Liputan6.com, Jakarta Dalam Islam, sholat taubat adalah ibadah sunnah yang dilakukan untuk memohon ampunan Allah SWT atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Bacaan sholat taubat sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sholat pada umumnya, namun ada beberapa doa khusus yang dianjurkan setelah sholat selesai untuk melengkapi permohonan ampunan.
Mengenali bacaan sholat taubat adalah langkah awal yang penting untuk melaksanakan ibadah ini dengan benar dan khusyuk. Sholat taubat nasuha adalah salat sunnah dua rakaat yang dilakukan untuk memohon ampunan Allah SWT.
Berdasarkan buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas II SD oleh Kementrian Agama RI, urutan pelaksanaannya dimulai dengan niat yang diucapkan dalam hati atau dilafalkan. Setelah sholat, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan membaca doa sholat taubat. Hal ini menunjukkan keseriusan dan penyesalan mendalam atas kesalahan.
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas lengkap seputar bacaan sholat taubat.
Pengertian Sholat Taubat
Sholat taubat adalah sholat sunnah yang dilakukan sebagai bentuk penyesalan atas dosa-dosa yang telah diperbuat dan permohonan ampunan kepada Allah SWT. Sholat ini adalah wujud ketulusan hati seorang hamba untuk memperbaiki diri dan bertekad tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Dalam bahasa Arab, taubat berarti "kembali". Dalam konteks ibadah, taubat bermakna kembali kepada Allah SWT dengan hati yang penuh penyesalan dan harapan akan ampunan-Nya. Sholat taubat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, mengekspresikan penyesalan yang mendalam, dan merenungkan perbuatan yang salah.
Anjuran bertaubat juga ditegaskan dalam Al-Quran surat At-Tahrim ayat 8, yang menyerukan umat beriman untuk bertaubat dengan taubat nasuha (semurni-murninya).
Ayat tersebut berbunyi:
"يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ٨". Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Dilansir dari Ebook 10 Dosa Besar Jilid IV (2015), sholat taubat adalah salat yang dilakukan sebagai bentuk tobat atau penyesalan atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Sebelum melaksanakannya, seorang muslim harus menyatakan niat di dalam hati untuk menunjukkan tujuan yang murni dalam bertaubat dan memohon ampunan-Nya. Dalil tentang anjuran bertaubat terdapat dalam Al-Quran Surah At-Tahrim ayat 8.
Bacaan Niat Sholat Taubat
Dalam buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Moh Rifai, Shalat sunnat taubat adalah shalat yang disunatkan. Shalat ini dilakukan setelah seseorang melakukan dosa atau merasa berbuat dosa, lalu bertaubat kepada Allah SWT.
Berbuat dari sesuatu dosa artinya menyesal atas perbuatanyang telah dilakukannya, dan berniat tdiak akan melakukannyalagi disertai permohonan ampunan kepada Allah. Niat juga dipraktikkan sebelum memulai sholat taubat.
Sebelum melaksanakan sholat taubat, penting untuk memiliki niat yang benar dan tulus. Niat sholat taubat diucapkan dalam hati sebelum takbiratul ihram. Lafaz niat sholat taubat diucapkan dalam hati atau dilafalkan. Berikut adalah lafaz niat sholat taubat:
- Lafaz Arab:اُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
- Lafaz Latin:Ushalli sunnatat taubati rak’ataini lillahi ta'ala
- Artinya:"Aku niat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Niat ini harus diucapkan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Penting untuk memahami makna dari niat tersebut, yaitu bahwa kita melaksanakan sholat taubat semata-mata karena Allah SWT, bukan karena motif lain. Selain niat sholat, penting juga memiliki niat taubat yang tulus yang meliputi tiga hal: menyesali dosa, bertekad tidak mengulanginya, dan memohon ampunan Allah SWT.
Advertisement
Tata Cara dan Bacaan Sholat Taubat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326254/original/021524400_1756094319-pexels-rdne-8217706.jpg)
Rakaat Pertama:
1. Berdiri tegak bagi yang mampu dengan menghadap kiblat;
2. Berniat
Berniat dapat dilakukan dalam hati dan dapat juga dilafalkan dengan lisan.
Lafaz niat sholat taubat diucapkan dalam hati atau dilafalkan. Urutan pelaksanaan sholat taubat dimulai dengan niat.
Berikut adalah lafaz niat sholat taubat dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya:
Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: Aku berniat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala.
3. Membaca takbir (Takbiratulihram);
Membaca الله أَكْبَرُ Allahu Akbar
4. Membaca doa iftitah;
Bacaan doa iftitah adalah sebagai berikut.
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً
وَأَصِيلًا إِنِّي وَجَهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ. إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. لَا شَرِيكَ لَهُ وبذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ.
Allāhu akbaru kabīrā, wal-ḥamdu lillāhi katsīrā, wa subḥānallāhi bukratan wa aṣīlā.Innī wajjahtu wajhiya lilladzī faṭaras-samāwāti wal-arḍa ḥanīfan muslimā, wa mā anā minal-musyrikīn.Inna ṣalātī wa nusukī wa maḥyāya wa mamātī lillāhi rabbil-'ālamīn.Lā syarīka lah, wa biżālika umirtu wa anā minal-muslimīn.
Arti: "Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang.Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan ikhlas dan berserah diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.Tiada sekutu bagi-Nya, dan demikianlah aku diperintahkan, dan aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (muslim)."
atau dapat juga membaca
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ.
5. Membaca taawuz (menurut sebagian ulama);
أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ
6. Membaca Surah al-Fatihah di setiap rakaat;
7. Membaca surah atau ayat dari Al-Qur'an;
8. Merukuk dengan tuma'nīnah (tenang/berhenti sejenak);
Saat merukuk disunahkan membaca doa ini tiga kali
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
atau membaca
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْلِي
9. Berdiri tegak setelah merukuk (l'tidāl) dengan țuma'nīnah;
Doa yang dibaca ketika i'tidāl adalah sebagai berikut.
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Setelah berdiri tegak dan kedua tangan diturunkan, kemudian membaca
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمَوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
atau membaca
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
10. Bersujud pertama dengan țuma'nīnah;
Bacaan doa ketika bersujud adalah sebagai berikut.
dibaca sebanyak tiga kali.
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
atau membaca
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي
11. Duduk di antara dua sujud dengan țuma'nīnah;
Doa yang dibaca ketika duduk di antara dua sujud adalah sebagai berikut.
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي
وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي
atau membaca
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَارْزُقْنِي
12. Sujud kedua dengan tuma'nīnah;
Bacaan sujud kedua sama dengan sujud pertama
13. Berdiri untuk rakaat yang kedua;
Pada rakaat kedua dan rakaat berikutnya, gerakan dan bacaan salat sesuai dengan rakaat pertama.
Rakaat Kedua:
14. Duduk tasyahud awal;
Bacaan tasyahud awal adalah sebagai berikut.
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ.
At-tahiyyātu al-mubārakātu, ash-shalawātu ath-thayyibātu lillāh,As-salāmu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh,As-salāmu ‘alainā wa ‘alā ‘ibādillāhi ash-shāliḥīn,
Arti:
Segala kehormatan, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah.Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya tercurah atasmu, wahai Nabi.Keselamatan semoga tercurah atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang saleh.Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
atau membaca
التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
Kemudian, disempurnakan dengan bacaan şalawāt Nabi Muhammad saw. sebagai berikut.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
15. Membaca tasyahud akhir;
Bacaan pada tasyahud akhir sama dengan bacaan pada
tasyahud awal. Kemudian dilanjutkan dengan membaca şalawāt nabi sebagai berikut.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ. كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ. الْعَالَمِينَ إِنَّكَ فِيحَمِيدُ تَجِيدُ.
16. Membaca doa sebelum salam;
Sebelum salam, disunahkan membaca doa sebagai berikut.
اللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ.
17. Mengucapkan salam sambil menengokkan kepala ke kanan dan ke kiri;
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
atau cukup dengan membaca
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
Menurut buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas II SD oleh Kementrian Agama RI, setelah salam, dianjurkan untuk berdoa dan beristighfar memohon ampunan kepada Allah SWT. Sholat taubat dapat dilakukan sebanyak dua rakaat atau lebih, tergantung kemampuan dan keinginan.
Bacaan Doa Setelah Sholat Taubat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326256/original/070775500_1756094320-pexels-furkandil-24346043.jpg)
Setelah menyelesaikan sholat taubat, ada beberapa bacaan yang sangat dianjurkan untuk dibaca sebagai pelengkap ibadah. Bacaan ini menjadi bagian integral dari rangkaian ibadah taubat, karena di sinilah permohonan ampunan benar-benar ditekankan. Menurut H. Sayuti dalam Tuntunan Shalat Taubat, rangkaian dzikir dan doa ini menyempurnakan ibadah taubat.
-
Istighfar: Dianjurkan membaca istighfar sebanyak 100 kali.
- Lafaz Arab: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
- Lafaz Latin: Astaghfirullahal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaihi.
- Artinya: "Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya."
-
Sayyidul Istighfar: Doa ini dikenal sebagai pimpinan dari semua istighfar dan memiliki keutamaan yang sangat besar.
- Lafaz Arab: اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
- Lafaz Latin: Allahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbii, faghfirlii fainnahuua laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.
- Artinya: "Ya Allah Engkau adalah Tuhanku...". (Terjemah lengkap sudah ada di lampiran soal).
Advertisement
Keutamaan Sholat Taubat
Melaksanakan sholat taubat bukan hanya sekadar ritual, melainkan sebuah ibadah yang penuh dengan keutamaan. Melansir dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), sholat taubat memiliki banyak manfaat spiritual dan psikologis bagi pelakunya. Keutamaan ini menjadi motivasi bagi seorang Muslim untuk senantiasa kembali ke jalan Allah SWT dan memperbaiki diri. Dengan melaksanakan sholat taubat, seorang hamba berharap mendapatkan ampunan dan ketenangan batin.
Berikut adalah beberapa keutamaan dari sholat taubat:
- Mendapatkan Ampunan Dosa: Ini adalah keutamaan utama dari sholat taubat, yaitu permohonan ampunan atas segala dosa yang telah diperbuat.
- Memperkuat Hubungan dengan Allah SWT: Ibadah ini mengajarkan kesadaran akan keberadaan Allah dan ketergantungan manusia pada ampunan-Nya.
- Mendapatkan Ketenangan dan Kedamaian Batin: Setelah bertaubat dengan sungguh-sungguh, seseorang akan merasakan kelegaan dan ketenangan batin karena beban dosa yang berkurang.
- Menjaga Diri dari Dosa di Masa Depan: Dengan penyesalan yang tulus dan niat kuat, seseorang akan lebih berhati-hati dalam bertindak.
Waktu Pelaksanaan Sholat Taubat
Sholat taubat dapat dilaksanakan kapan saja, baik siang maupun malam. Namun, ada beberapa waktu yang dianggap lebih utama untuk melaksanakannya, yaitu:
- Sepertiga Malam Terakhir: Waktu ini bertepatan dengan waktu tahajud dan dianggap sebagai waktu paling utama untuk beribadah. Dalam kitab "Ihya' Ulumiddin" karya Imam Al-Ghazali, disebutkan bahwa “Waktu yang paling utama untuk beribadah di malam hari adalah sepertiga malam terakhir, karena saat itu hati manusia lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan kesungguhan lebih mudah diraih.”
- Setelah Melakukan Kesalahan atau Dosa: Sholat taubat paling baik dilakukan segera setelah menyadari kesalahan sebagai bentuk penyesalan yang mendalam.
- Saat Merasa Gelisah karena Dosa: Jika hati merasa tidak tenang akibat dosa, sholat taubat bisa menjadi solusi spiritual untuk mencari ketenangan.
Meskipun dapat dilakukan kapan saja, ada beberapa waktu yang dilarang untuk sholat sunnah, termasuk sholat taubat. Menurut studi oleh Almas Abyan al-Fatih dalam el-Sunnah: Jurnal Kajian Hadis dan Integrasi Ilmu (2024), waktu-waktu yang diharamkan tersebut adalah saat fajar kedua, saat matahari terbit hingga naik, saat matahari tergelincir, dan saat menjelang Maghrib.
Daftar Sumber
- Kementerian Agama RI. (Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas II SD).
- Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Moh Rifai tahun 2013
- H. Sayuti. (2013). Tuntunan Shalat Taubat.
- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
- Imam Al-Ghazali. (Ihya’ Ulumiddin, Juz I, Bab Qiyamul Lail).
- Almas Abyan al-Fatih. (2024). el-Sunnah: Jurnal Kajian Hadis dan Integrasi Ilmu.
- Ebook 10 Dosa Besar Jilid IV. (2015).
FAQ Seputar Bacaan Sholat Taubat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4213817/original/036215300_1667476717-bacaan-sholat-dari-awal-sampai-akhir-lengkap-dengan-niatnya.jpg)
Apakah sholat taubat wajib?
Sholat taubat adalah sholat sunnah, bukan sholat wajib. Artinya, sholat ini sangat dianjurkan tetapi tidak berdosa jika tidak dilaksanakan. Namun, karena keutamaannya yang besar dalam memohon ampunan, umat Islam sangat disarankan untuk melaksanakannya setiap kali merasa telah berbuat dosa atau kesalahan.
Berapa jumlah rakaat sholat taubat?
Sholat taubat umumnya dilakukan sebanyak dua rakaat, sama seperti sholat sunnah lainnya. Namun, jika seseorang merasa perlu untuk bertaubat dengan lebih mendalam, sholat taubat juga bisa dilakukan lebih dari dua rakaat, misalnya empat atau enam rakaat, asalkan dilakukan setiap dua rakaat sekali salam.
Apakah sholat taubat bisa menggugurkan semua dosa?
Sholat taubat dapat menggugurkan dosa-dosa kecil. Untuk dosa besar, ampunan Allah SWT akan diberikan jika taubatnya dilakukan dengan sungguh-sungguh (taubat nasuha), yaitu dengan penyesalan yang tulus, berhenti berbuat dosa, dan bertekad tidak mengulanginya lagi. Namun, dosa syirik besar tidak akan diampuni jika pelakunya meninggal sebelum bertaubat.
Apa perbedaan antara sholat taubat dan taubat nasuha?
Sholat taubat adalah ritual ibadah yang menjadi salah satu cara untuk bertaubat. Sementara itu, taubat nasuha adalah istilah untuk taubat yang dilakukan dengan sangat tulus dan ikhlas, memenuhi semua syarat taubat yang sebenarnya. Sholat taubat adalah bagian dari proses menuju taubat nasuha.
Kapan waktu yang paling utama untuk sholat taubat?
Waktu paling utama untuk melaksanakan sholat taubat adalah pada sepertiga malam terakhir, yaitu antara pukul 01.00 dini hari hingga menjelang sholat Subuh. Waktu ini dianggap paling mustajab karena hati dan pikiran lebih tenang, dan banyak hadis menyebutkan Allah turun ke langit dunia untuk mengabulkan permohonan hamba-Nya.
Apa saja yang dibaca setelah sholat taubat selain istighfar?
Setelah sholat taubat, sangat dianjurkan untuk memperbanyak istighfar. Selain itu, Anda juga bisa membaca Sayyidul Istighfar yang memiliki keutamaan besar, memanjatkan doa-doa pribadi, dan memperbanyak zikir lainnya. Membaca doa-doa tersebut membantu menyempurnakan permohonan ampunan Anda kepada Allah SWT.
Apakah wanita yang sedang haid bisa sholat taubat?
Wanita yang sedang haid tidak diperbolehkan untuk melaksanakan sholat, termasuk sholat taubat, karena salah satu syarat sah sholat adalah suci dari hadas besar dan kecil. Namun, wanita tersebut tetap bisa bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah dengan memperbanyak istighfar, zikir, dan doa.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2608262/original/030108300_1666512422-pexels-ibrahim-hasan-3944317.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326255/original/074223700_1756094319-pexels-mahmut-33108520.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326255/original/074223700_1756094319-pexels-mahmut-33108520.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)